• Tidak ada hasil yang ditemukan

Patungan antara Perusahaan Asing dengan Modal Indonesia

PEMEGANG SAHAMNYA PERUSAHAAN ASING YANG ANGGARAN DASARNYA MEMILIH PILIHAN HUKUM NEGARA LAIN

A. Pemilikan Saham Oleh Perusahaan Asing

1. Patungan antara Perusahaan Asing dengan Modal Indonesia

Dasar hukum berlakunya joint venture terdapat dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1994 tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing jo. Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Perjanjian kerjasama patungan (joint venture agreement) adalah kerjasama antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya (pada umumnya kerjasama tersebut dilakukan antara perusahaan asing dengan perusahaan lokal) untuk mendirikan atau membuat perusahaan baru dimana masing-masing pihak mempunyai hak-hak dan kewajiban sesuai dengan perjanjian yang didasarkan pada peraturan yang berlaku.103

Shareholders’ agreement atau joint venture agreement merupakan kesepakatan yang mengikat para pemegang saham yang menjadi pihak dalam perjanjian tersebut, bahkan juga mengikat joint venture company (perusahaan patungan) apabila joint venture company tersebut menjadi pihak di dalamnya.104

103 N. Rosyidah Rakhmawati, Op.Cit., hal.43

104 David Kairupan, Op.Cit., hal.104

Menurut Erman Rajagukguk, joint venture terbentuk ketika dua pihak atau lebih baik secara pribadi maupun perusahaan bermaksud menjadi partner atau satu sama lain untuk suatu kegiatan dan mengatur secara bersama suatu perusahaan baru yang saham-sahamnya dimiliki secara bersama pula. 105

Pembentukan badan hukum perusahaan patungan, merupakan awal dari dimulainya setiap kegiatan penananam modal asing/kerjasama patungan dengan modal asing. 106

Partisipasi asing dalam kerjasama investasi melalui sebuah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki secara bersama (joint venture corporation), relatif lebih kompleks dan diadakan untuk jangka waktu yang cukup panjang.107

Jika kita teliti proses pembentukan badan hukum perusahaan patungan maka dari awal pengarahan, perizinan maupun dalam pelaksanaannya yang menyangkut pembentukan badan hukum tersebut telah dapat diselenggarakan.108

Adapun pengelolaan materinya dilakukan oleh Departemen Kehakiman dan Departemen Teknis yang membawahi bidang usaha dari perusahaan yang bersangkutan. Pengaturan dan pengarahan dari dua departemen tersebut dapat menjadi pedoman kerja bagi lembaga pelaksana,

105 N. Rosyidah Rakhmawati, Loc.Cit., hal.72

106 Sumantoro, Kerja Sama Patungan dengan Modal Asing, (Bandung: Alumni, 1984) hal.371

107 N. Rosyidah Rakhmawati, Op.Cit., hal.72

108 Sumantoro, Loc.Cit., hal.373

yaitu dalam pembuatan akta perusahaan oleh notaris dan dalam membuat perjanjian/kontrak kerjasama patungan oleh Notaris atau konsultan Hukum.109

Operasionalisasi perusahaan joint venture di Indonesia pada prinsipnya tunduk pada Undang-Undang Penanaman Modal dan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan undang-undang sektoral. Di Indonesia pengelolaan perusahaan joint venture tunduk pada ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. 110 Undang-Undang Perseroan Terbatas mengatur ketentuan tentang kekuasaan dan kewenangan dalam setiap Rapat Umum Pemegang Saham sebagai organ tertinggi perseroan.111

Hukum nasional dan internasional yang mengatur penanaman modal asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) sangat dinamis. 112 Berdasarkan perspektif ketentuan hukum yang mengatur perseroan terbatas, anggaran dasar suatu perseroan terbatas merupakan dokumen konstitusional (by-law) dari para pemegang saham, direksi, dewan komisaris.113

Selain dari bentuk hukum dari kerjasama dalam usaha Joint Venture, adalah menjadi wewenang dari pemerintah Indonesia untuk mengetahui dan menyetujui perjanjian-perjanjian umum dan khusus antara pihak-pihak yang ber-joint venture, yang mungkin masih ada diluar hal-hal yang telah tertera

109 Ibid.

110 Budiman Ginting, Hukum Investasi: Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas dalam Perusahaan Penanaman Modal Asing, (Medan: Pustaka Bangsa Press, 2007), hal.94

111 Ibid.

112An An Chandrawulan, Hukum Perusahaan Multinasional Liberalisasi Hukum Perdagangan Internasional dan Hukum Penanaman Modal, (Bandung: Alumni, 2011), hal.37

113 David Kairupan, Op.Cit., hal.102

dalam akta notariil pendirian usaha tersebut. Di dalam praktek memperoleh izin pendirian usaha joint venture hal ini merupakan tahap permulaan dalam bentuk permohonan persetujuan pemerintah atas rancangan kontrak pihak-pihak yang ber-joint venture.114

Kontrak joint venture adalah bentuk yang telah berkembang cukup pesat dan luas. 115 Dalam perjanjian joint venture antara lain ditetapkan isi anggaran dasar perusahaan yang akan dibuat. Kedua belah pihak dapat membentuk suatu perusahaan patungan, tetapi dapat juga, pihak asing hanya membeli saham perusahaan domestik yang sudah ada dan perusahaan yang sahamnya dibeli tersebut selanjutnya diubah statusnya menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).116

Sudah menjadi pengalaman, bahwa perusahaan-perusahaan yang bergabung dalam suatu usaha joint venture terdiri dari perusahaan-perusahaan yang berkebangsaannya lain. 117 Terlebih di Indonesia bentuk usaha joint venture seperti yang kita alami sekarang hanya dikenal dalam rangka kerjasama perusahaan domestik dengan perusahaan-perusahaan asing.118

Perjanjian antara pengusaha Indonesia dengan investor asing tersebut sebagian besar dibuat dengan akte notaris. Namun, ada juga perjanjian yang

114 B. Napitupulu, Joint Venture di Indonesia, (Jakarta: Erlangga, 1975), hal.41

115 Huala Adolf, Dasar-Dasar Hukum Kontrak Internasional Edisi Revisi, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hal.136

116 Munir Fuady, Hukum Perusahaan (dalam Paradigma Hukum Bisnis), (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1999), hal.72

117 B. Napitupulu, Op.Cit., hal.19

118 Ibid.

dibuat di bawah tangan. Penggunaan bahasa dalam perjanjian dibuat paling tidak dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun demikian bila timbul perselisihan, versi bahasa Inggris yang diberlakukan.119

Pasal 55 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, memperbolehkan pemindahan hak atas saham. Bagaimana cara pemindahannya diatur dalam Anggaran Dasar dengan syarat, caranya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 120

Eratnya kerjasama diantara para pihak dalam joint venture itu menyangkut sifat pribadi dari para pihak. Sehubungan dengan itu, perlu dipikirkan di dalam kontrak joint venture, apabila dalam hal tertentu pihak yang satu akan mengalihkan sahamnya, apakah ia diwajibkan atau tidak menawarkan sahamnya lebih dahulu kepada partner lain dalam joint venture atau kepada joint venture itu sendiri. Bagaimanapun juga, yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa adanya kewajiban-kewajiban menawarkan demikian perlu diatur sebelumnya di dalam kontrak.121

Menurut Abdulkadir Muhammad, wewenang eksklusif RUPS yang ditetapkan dalam UUPT tidak dapat ditiadakan selama tidak ada perubahan Undang-Undang, sedangkan wewenang eksklusif dalam anggaran dasar semata berdasarkan kehendak RUPS yang disahkan dan disetujui Menteri

119 Budiman Ginting, Op.Cit., hal.240

120 Yahya Harahap, Op.Cit., hal.268

121 Salim H.S., Perkembangan Hukum Kontrak Innominaat di Indonesia Buku Kesatu, (Jakarta:

Sinar Grafika, 2005), hal.59

Hukum dan Hak Asasi Manusia yang dapat diubah melalui Perubahan Anggaran Dasar sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang.122