KETUA RAPAT: Terima kasih
F- PD (WILLEM WANDIK, S.Sos.): Baik Pak Ketua
Rekan-rekan Anggota Komisi V dan juga Bapak Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur serta seluruh jajarannya yang kami hormati.
Pertama kami melihat capaian kinerja anggaran Dirjen Perumahan begitu tinggi tahun 2020 sebesar 7,4Triliun atau 94,14% dari pagu anggaran sebesar 7,9Triliun dan capaian kinerja fisik 94,43%, capaian realisasi anggaran untuk tahun 2000. Dan kami melihat juga untuk capaian anggaran tahun 2020 kami melihat di sini lebih tinggi dari pada tahun 2019. 2019 masih 91,49%, semoga 2021 ini terus meningkat.
Walaupun di tengah-tengah pandemi Covid-19 dan dalam rangka memberikan dukungan penguatan kepada kehidupan masyarakat, terutama dalam rangka memberikan kontribusi dalam hal memberikan kenyamanan kepada masyarakat di seluruh nusantara.
Semoga capaian kinerja anggaran Dirjen Perumahan di tahun 2021 ini terus dapat lebih meningkat lagi dengan adanya penambahan anggaran sebesar 8,1Triliun. Sehingga ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih berarti bagi masyarakat dalam penyediaan infrastruktur dan juga memberikan dukungan dalam rangka mempertahankan daya jangkauan daya beli masyarakat.
Dan yang berikut kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pupera melalui Dirjen Penyediaan Perumahan, telah memberikan dukungan realisasi program sudah sampai 100% untuk pembangunan dalam rangka mendukung pelaksanaan PON ke-20 untuk tahun 2020 di tanah Papua, tapi karena pandemi Covid-19 yang sedang melanda di negeri ini sehingga ditunda. Semoga 2021 ini dapat diselenggarakan.
Namun kami melihat di sini kebalikan dengan capaian kinerja anggaran di Ditjen Pembiayaan Infrastruktur yang sangat rendah untuk Tahun Anggaran 2020 ini sebesar 288Miliar atau 43% dari pagu anggaran sebesar 643Miliar dan capaian kinerja fisik sebesar 44%. Berarti capaian realisasi anggaran ini mengalami turun drastis di tahun 2000 dari tahun 2019 yang mencapai 93%. Apalagi alokasi anggaran di Dirjen Pembiayaan Infrastruktur tahun 2021 ini turun juga hanya dialokasikan sebesar 232Miliar atau 36%.
Baik, yang ketiga terkait dengan program kerja tahun 2021 untuk Dirjen Perumahan setelah kami pelajari dari RKAKL tahun 2021 ini terdapat anggaran kegiatan untuk Rusun Sinode GKY di Tanah Papua di Abepura yang baru dianggarkan sebesar 100.000.000 untuk percepatan pembangunan Rusun review. Ini kalau bisa anggaran ditambah dan diharapkan supaya direalisasikan segera.
Yang berikut anggaran kegiatan pembangunan rumah susun untuk perguruan tinggi yaitu 2 tower di Papua senilai 36Miliar dan pembangunan 2 tower ini untuk kampus mana saja? Diharapkan supaya bisa memberikan penjelasan dan anggaran kegiatan untuk pengawasan pembangunan tenaga ahli untuk pendamping BSPS itu di Papua senilai 564Juta. Kalau kami melihat alokasi anggaran untuk saat ini cukup besar. Apakah ini untuk 1 tenaga ahli saja ataukah ada sejumlah tenaga ahli anggaran sebesar itu diperuntukkan?
Dan anggaran kegiatan pembangunan rumah khusus di Papua yaitu sebanyak 252 unit dengan alokasi anggaran 81Miliar sebaiknya ada penjelasan 252 unit itu untuk daerah mana saja? Dan anggaran kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya atau BSPS sebanyak 2.250 unit dengan alokasi anggaran 86,9Miliar. Debaiknya ada penjelasan lebih rinci 2.250 unit itu dialokasikan daerah mana saja? Oleh karena itu kami.
KETUA RAPAT:
Pak Willem dipersingkat ya. F-PD (WILLEM WANDIK, S.Sos.):
Ya kami mengharapkan supaya kegiatan pembangunan atau BSPS Rusus ini kalau bisa di di perbesar di Papua, diperbanyak. Karena memang di Papua itu sangat dibutuhkan. Kalau program-program yang lain seperti yang dipaparkan tadi ya boleh di kawasan lain, tapi di Papua memang sangat dibutuhkan itu.
Dan yang berikut kami kemarin, kami menerima tamu dari Papua, ada seorang Kepala Desa di sana bilang Kepala Kampung dengan seorang Kepala Suku, kami kemarin lakukan pertemuan di sini usai rapat. Kami ditemani oleh ibu Estu perihal pertemuan ini terkait dengan usulan pembangunan perumahan di Kabupaten Mimika Desa Iwaka eh Kampung Iwaka dan Kampung Barru.
Di mana ada sekitar 500 KK di sana ditimpa bencana banjir dan sampai hari ini masyarakat di sana masih kehilangan rumah, kehilangan tempat tinggal dan sebenarnya ini dari tahun lalu, tapi karena tidak didukung oleh pemerintah daerah, sehingga program itu tidak direalisasikan hingga hari ini.
Oleh karena itu kami mohon dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait, kalau memang ada hal-hal yang tidak bisa mewujudkan
apa yang menjadi semangat kita bersama, kalau bisa kita ada diskusi supaya kita bisa temukan solusinya.
KETUA RAPAT:
Dipersingkat Pak sudah terlalu jauh lama ini. F-PD (WILLEM WANDIK, S.Sos.):
Ya terus yang terakhir, usulan untuk Gereja GKI untuk pembangunan Rusun itu kalau bisa diprioritaskan mohon kiranya anggarannya ditambahkan. Sekian, terima kasih.
KETUA RAPAT: Terima kasih.
Kemudian Pak Sukamto. F-PKB (H. SUKAMTO, S.H.): Terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan Bapak Ibu Anggota Komisi V yang terhormat,
Bapak Dirjen Perumahan dan Dirjen Pembiayaan beserta seluruh jajarannya yang sangat saya hormati.
Pertama-tama perkenalkan lebih dulu saya orang baru Pak, Anggota baru di sini, nama saya Sukamto dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagaimana kita ketahui bahwa Yogyakarta adalah kota yang cukup padat penduduknya dan sempit wilayahnya. Di sana merupakan satu kota pelajar dan kota pondok pesantren yang cukup banyak.
Mohon perhatian Bapak Dirjen bahwa di sana pondok pesantren seperti apa yang telah diucapkan Bapak Ibu yang terdahulu tadi, kami mengapresiasi dan kami memberikan selalu dukungan khususnya untuk di Yogyakarta mohon mendapatkan satu perhatian Pak. Kami sangat prihatin kalau salah satu pondok yang sedianya kamarnya kecil tapi yang menempati banyak. Jadi sama sekali juga tidak ada istilahnya protokol kesehatan itu sudah sama sekali tidak terpenuhi. Kami mohon perhatiannya pondok-pondok pesantren.
Yang kedua karena tadi saya katakan bahwa Yogyakarta merupakan suatu kota pelajar hendaknya juga ada nanti Rusun-rusun yang digunakan untuk mahasiswa dan pelajar Pak. Karena di Yogyakarta kota pelajar yang banyak sekali mahasiswa dari luar Jawa yang hadir di sana. Ini perlu kita tamping, jangan sampai istilahnya sekarang ini banyak yang kos di
daerah-daerah-daerah yang yang menurut saya kurang nyaman, ini mendapatkan suatu perhatian.
Yang ketiga Pak, nanti supaya juga ada Rusun yang khusus untuk para kaum buruh kecil, buruh-buruh swasta. Ini masih banyak yang kos di sana di sini, ya Pak kita sudah merdeka sekian puluh tahun Pak, memang tugas kita melayani masyarakat. Terutama adalah rakyat-rakyat kecil yang ini memang sangat sekali sangat-sangat memerlukan bantuan pada kita.
Pak Dirjen Perumahan ini yang yang benar-benar luar biasa di mana-mana yang sangat diharapkan oleh masyarakat ya Pak ya Ketua nanti bagaimana anggaran ini bisa ditambah jangan sampai dipotong. Harapan kami seperti itu Pak untuk di Rusun di daerah Yogyakarta.
Yang selanjutnya Pak, untuk semuanya saja Bapak-bapak Dirjen agar memberikan suatu instruksi kepada Kepala-kepala Balai yang ada di daerahnya sana, supaya koordinasi dengan Anggota Komisi V yang ada di daerah. Mohon izin juga Pimpinan bahwa nanti pada saat reses kami juga akan koordinasi kepada Kepala-kepala Balai yang ada di daerah Yogyakarta.
Selanjutnya juga supaya tidak tumpang tindih Pak, tadi banyak sekali mulai kemarin mendengarkan bahwa APBN ini jangan ke APBD. Usulan apa saja dari pemerintah daerah meskipun pemerintah itu ada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hendaknya usulan-usulan ini dikoordinasikan dengan Anggota Komisi V yang ada di daerah itu. Itu yang sangat kami harapkan.
Saya kira sementara itu saja Pimpinan. Terima kasih atas waktunya. Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Pak Jimmy, Jimmy Demianus silakan Pak Jimmy. F-PDIP (JIMMY DEMIANUS IJIE):
Terima kasih Pimpinan.
Pimpinan dan Rekan-rekan Anggota Komisi V yang saya hormati, Bapak Dirjen Penyedia Perumahan,
Bapak Dirjen Pembiayaan Infrastruktur yang saya hormati beserta jajarannya. Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua, Om santi santi om,
Shallom.
Pimpinan, saya terima kasih buat Pak Dirjen Penyedia Perumahan, kemarin ada usulan-usulan yang saya mendapat informasi dari Kepala Balai perumahannya bahwa ada beberapa yang direspon untuk 2021. Terima kasih Pak Dirjen. Ya untuk BSPS-nya tahun lalu saya katanya mendapat kuota 1.300 realisasi cuma 880, yang sisanya ke mana? Tapi tidak apa-apa Pak Dirjen mungkin nanti ditambahkan ke 2021 gitu.
Nah yang berikut bahwa BSPS ini memang sangat diharapkan oleh masyarakat di sana gitu, cuma saja ada problem begini Pak, terutama di PPK-nya, kenapa PPK Perumahan Papua Barat itu tidak diganti-ganti? Orangnya itu saja sudah berapa tahun ini. Pertanyaan saya kepada beliau begini, kenapa fasilitator itu tidak bisa kami usulkan? Alasannya bahwa sulit untuk melatih mereka kita harus mulai dari nol.
Padahal yang saya temukan fasilitatornya itu perintahnya lain mainnya lain. Ya kalau saya bongkar ini bisa jadi masalah. Misalnya begini Pak Dirjen, misalnya pemilihan toko penyedia itu. Itu kadang-kadang mungkin mereka sudah atur duluan, jadi kami minta supaya prosesnya itu terbuka gitu. Kami juga tidak minta apa-apa dari situ yang penting bahwa manfaat politiknya kami dapat gitu bahwa masyarakat sangat berterima kasih dengan bantuan itu Pak.
Saya terima kasih tahun depan ini di Kabupaten Tambrauw usulan terakhir saya Pak Dirjen waktu itu di sana saya mendapat informasi dari Kepala Balai-nya bahwa direspon.
Nah tadi yang menyambung pembicaraan tadi rekan saya Bu Estu ini Bu Restu, begini Pak, saya melihat di Papua ini terjadi kebijakan pembangunan itu seperti mengikuti pola Jakarta. Jadi Jakarta di Papua melihat seperti Jakarta ini kebijakan itu lebih terarah pada politik identitas. Saya kasihan buat daerah yang tadi disebut itu, itu saudara-saudara saya mayoritas muslim. Mereka itu rumah-rumah mereka itu tidak diperhatikan oleh Pemda Provinsi.
Saya sudah menjanjikan sama mereka saya akan perjuangkan negara yang bangun untuk kalian gitu. Kasihan itu jumlahnya bukan sedikit. Untuk Pemilukada Sorong Selatan saja kemenangan ditentukan oleh daerah ini, saking banyaknya itu, tapi mereka rumah-rumah mereka tidak diperhatikan, apalagi air bersih. Karena itu Pak Dirjen Penyedia Pembiayaan Infrastruktur saya ingatkan Pak tolong dibantu untuk dialokasikan anggaran untuk membangun perumahan buat mereka ini. Karena mereka juga warga negara Indonesia dan juga orang asli Papua, cuma bedanya hanya faktor keyakinan. Pemda-nya itu tidak memprioritaskan untuk membangun mereka gitu. Padahal negerinya kaya, mereka penghasil minyak, penghasil gas, penghasil ikan segala macam, tapi terlupakan gitu. Kan kasihan itu kita membangun orang hanya melihat karena perbedaan identitas seperti gitu, karena itu saya mohon izin Pak Dirjen tolong dibantulah perhatikan mereka.
Kalau di Tambrauw saya dengar katanya ada sekitar 1.000 rumah, kalau boleh di Sorong Selatan diprioritaskan juga untuk 2021 untuk 2022 lah gitu ini usulan untuk tahun berikut gitu untuk mereka karena ya itu saudara-saudara kita juga tolong dilihatlah.
Saya tidak melihat karena apapun keyakinannya. Saya melihat bahwa dia adalah manusia yang perlu dibantu gitu. Bahkan sampai hari ini jalan raya pun sampai di wilayah mereka pun tidak ada. Padahal daerah mereka daerah penghasil gas yang sambungannya ke Tangguh gitu, proyek LNG.
Oleh karena itu saya baru ngomong sama Kepala Balai Bina Marganya untuk segera selesaikan jalan ke sana buat mereka supaya hasil-hasil pertanian mereka, perburuan mereka itu bisa masuk pasar. Kasihan itu saudara-saudara kita juga sudah sama-sama keriting, sama-sama hitam, hanya perbedaan keyakinan tidak diperhatikan gitu. Karena itu saya tidak setuju dengan pendekatan seperti gitu, karena itu mereka harus dibantu. Itu tadi saya minta kepada rekan saya se-Fraksi ini untuk tolong bantu disuarakan itu dan saya rencana nanti Pimpinan mohon izin buat Papua Barat dapat 1 kali kunjungan spesifik ya Pimpinan. Mohon izin Papua Barat diagendakan 1 kali kunjungan spesifik atau kunjungan Reseslah biar kita. KETUA RAPAT:
Baik, baik nanti kita bicara di internal. F-PDIP (JIMMY DEMIANUS IJIE):
Ya, kalau Raja Ampat itu nanti setelah kunjungan dari daerah itu, kembali saya siapkan Speed untuk mengantar Ibu Bapak keliling Raja Ampat boleh. Ya kalau Pak Dirjen mau boleh kita siapkan tidak soal, yang penting BSPS-nya ditambah gitu. Yang terakhir itu yang penting. Ya kira-kira begitu Pak. Tidak usah basa basilah Pak kalau basi nanti dibuang.
Terima kasih Pimpinan. KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Jimmy.
Bu Eem, siap-siap Pak Sungkono.
F-PKB (NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ, M.M.):