• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Health Promotion Model (HPM)

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 35-40)

TINJAUAN TEORITIS

2.2 Konseptual Model Asuhan dan Pelayanan Keperawatan

2.2.1 Pedekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Health Promotion Model (HPM)

Health Promotion Model adalah suatu cara yang menggambarkan interaksi antara

manusia dengan lingkungan fisik dan interpersonalnya yang dipandang dari berbagai dimensi. Komponen dari konsep ini adalah teori nilai harapan (expectancy value theory) dan teori kognitif sosial (social cognitive theory). Menurut teori nilai harapan, perilaku sehat bersifat rasional dan ekonomis, yaitu individu akan bertindak dari perilakunya dan menetap apabila memiliki hasil yang

positif dan pengambilan tindakan untuk menyempurnakan hasil yang diinginkan. Sedangkan teori kognitif sosial menjelaskan interaksi lingkungan, manusia dan perilaku yang saling mempengaruhi. Health promotion Models merupakan tindakan yang mempromosikan kesehatan, keyakinan bahwa faktor pengalaman, persepsi/ keyakinan yang berkaitan dengan individu dan faktor diluar individu untuk meningkatkan perilaku sehat.melalui perubahan perilaku yang awalnya tidak sehat menjadi sehat, dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. (Alligood & Tomey, 2014; Pender, 2011).

Pender (2011) menjelaskan bahwa Health Promotion Model ini terdiri dari beberapa aspek yaitu:

1) Karakteristik dan pengalaman individu a. Perilaku sebelumnya

b. Faktor personal terdiri dari faktor biologis, psikologis dan sosial budaya

Secara langsung dan tidak langsung, perilaku sebelumnya sangat mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang saat ini yang akan menjadi suatu pola kebiasaan. Pengaruh tidak langsung dapat dilihat dari persepsi self efficacy, manfaat, hambatan dan pengaruh aktivitas yang muncul dari perilaku tersebut. Sedangkan faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut terkait dengan faktor biologis, psikologis serta sosial budaya.

2) Perilaku Spesifik Pengetahuan dan Sikap (Behaviour-Spesific Cognitionsand

Affect)

a. Manfaat Tindakan (Perceived Benefits of Actions)

Pelaksanaan perilaku tergantung pada besarnya manfaat yang akan diperoleh. Klien dan keluarga akan melaksanakan kegiatan untuk merubah perilaku kearah yang lebih baik jika kegiatan tersebut dianggap dapat memberi manfaat bagi dirinya sendiri. Apabila tidak memberikan dampak yang baik baginya, biasanya klien cenderung tidak memiliki keinginan untuk melaksanakan perilaku tersebut.

b. Hambatan Tindakan yang dirasakan (Perceived Barriers to Actions)

Hambatan ini terdiri atas: ketidaktersediaan sarana, pengalaman tidak menyenangkan, biaya, kurangnya waktu untuk melakukan tindakan-tindakan khusus yang diberikan maupun hilangnya ketertarikan untuk menghindari atau menghilangkan perilaku yang berdampak negatif pada kesehatan. Adanya hambatan ini biasanya berdampak pada motivasi diri menghindari terapi/perilaku yang diberikan. Hambatan ini kemudian dapat mempengaruhi kegiatan promosi kesehatan yang telah diberikan/ direncanakan sehingga mengakibatkan munculnya perilaku negatif seperti penurunan komitmen untuk merencanakan tindakan kesehatan kearah yang lebih baik (Pender, 2011; Alligood, 2014).

c. Kemajuan Diri (Perceived Self Efficacy)

Self efficacy seperti didefinisikan sebagai keputusan dari kapabilitas seseorang

untuk mengorganisasi dan menjalankan tindakan secara nyata. Perceived self

efficacy adalah keputusan dari kemampuan untuk menyelesaikan tindakan yang

pasti, dimana harapan/tujuan sebanding dengan perilaku yang dihasilkan (Pender, 2011; Alligood, 2014)

d. Activity-Related Affect (respon afektif yang berhubungan dengan aktivitas)

Health Promotion Model memiliki tiga komponen emosional yang terjadi, yaitu

emosional terhadap tindakan itu sendiri, individu dan lingkungan (Pender, 2011; Alligood, 2014).

e. Interpersonal influences.

Pengaruh interpersonal adalah kesadaran terhadap perilaku, kepercayaan dan sikap. Sumber utama dari pengaruh interpersonal pada promosi kesehatan adalah keluarga, teman sekelompok dan petugas perawatan/kesehatan. Pengaruh interpersonal meliputi norma/ harapan dari orang-orang disekitar, dukungan sosial secara instrumental dan emosional dan modeling (pembelajaran melalui observasi).

f. Situasi lingkungan, memiliki pengaruh secara langsung dan tidak langsung bagi klien karena dalam health promotion model manusia berinteraksi secara interpersonal dengan klien untuk menghasilkan perilaku kearah yang lebih baik (Pender, 2011; Alligood, 2014).

3) Hasil perilaku (Outcome)

Dimulai dari merencanakan tindakan (menyusun POA) dan adanya perilaku promosi kesehatan yang bertujuan ke arah kehidupan positif klien, khususnya ketika berintegrasi menjadi gaya hidup sehat yang meliputi semua aspek kehidupan, menghasilkan pengalarnan kesehatan yang positif disepanjang proses kehidupan.

Berdasarkan konsep Health Promotion Model (Pender, 2011) keperawatan merupakan suatu satu kesatuan yang utuh dan saling berinteraksi antar satu bagiannya. Proses pelaksanaan yang dilakukan mahasiswa adalah memandang individu merupakan mahkluk biopsikososial yang secara terus menerus berinteraksi secara kompleks dengan lingkungannya sebagai satu kesatuan yang utuh. Hal ini selaras dengan model Health Promotion yang meliputi proses pikir, afektif, faktor individu, perilaku dan lingkungan yang saling berinteraksi satu degan yang lain. Melalui proses keperawatan, data yang didapatkan akan disusun untuk merencanakan hasil perilaku (outcome) berupa rencana asuhan dan implementasi. Dari proses terebut akan didapatkan outcome berupa hasil perilaku dan tujuan yang seperti telah ditetapkan sebelumnya. Perawat diharapkan dapat mengubah orientasi paradigma klien dari kuratif ke promotif.

Model Stress Adaptasi Stuart adalah suatu konsep dalam pelayanan keperawatan jiwa yang memandang perilaku manusia secara perspektif holistic yang mengintegrasikan aspek biologis, psikologis dan sosial budaya dari pelayanan yang diberikan (Stuart, 2013). Keperawatan yang holistik mengkaji semua aspek indibidu dan lingkungannya sehingga digunakan sebagai metode untuk mengumpulkan data karena pada model ini pengkajian dilakukan dengan melihat aspek biologis, psikologis dan sosial. Pengkajian tersebut meliputi faktor

predisposisi, faktor presipitasi, penilaian terhadap stressor, sumber koping dan mekanisme koping.

Karya Ilmiah Akhir ini menggabungkan dua model yaitu model stress adaptasi Stuart dan Health Promotion Model dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada anak usia sekolah yang mendapatkan TKT dan Psikoedukasi Keluarga. Mahasiswa menggunakan kedua model ini karena kedua model ini bisa saling melengkapi dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga dapat menghasilkan asuhan keperawatan yang berkualitas. Model Stuart digunakan dalam pengkajian faktor terhadap anak usia sekolah sedangkan Health Promotion Model digunakan sebagai alur pikir dalam melaksanakan promosi kesehatan melalui pelaksanaan asuhan keperawatan sesuai dengan fokus sentralnya yaitu karakteristik dan pengalaman individu sebelumnya, perilaku spesifik pengetahuan dan sikap

(Behaviour-Spesific Cognitionsand Affect) dan hasil perilaku (outcome). Semua

tahap tersebut saling melengkapi untuk meyelesaikan masalah. Kerangka konsep dalam karya ilmiah akhir ini dapat dilihat di skema 2.1

2.2.3 Penerapan TKT dan Psikoedukasi Keluarga dengan Pedekatan Model

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 35-40)