1. Persiapan Belajar a. PersiapanMental
Masalah mental memiliki peran tersendiri dalam mendukung kesuksesan belajar Anda.Karenanya, bayangkan, hasil ujian yang baik agar Anda merasa bahagia dan nyaman dalam belajar.Berpikirlah positif.Yakinlah, Anda mampu menyelesaikan semua pelajaran dengan baik.Teknik belajar yang baik adalah dengan memasang mental Juara. Seorang juara akan selalu berjuang hingga titik darah penghabisan, tanpa peduli hasil akhir yang akan ia dapatkan. b. PersiapkanFisik
Sebelum mulai belajar, Anda bisa melakukan senam ringan, untuk memberikan efek ketenangan pada psikis Anda.Anda juga bisa
mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi sebelum belajar. Anda juga bisa mandi terlebih dahulu, agar lebih bersemangat dalam belajar. Fisik yang bugar, menjadi bagian teknik belajar yang efektif.
c. TentukanyanginginAndaPelajari
Pastikan Anda mempelajari mata pelajaran yang tepat. Jika Anda akan menghadapi ujian, jangan sampai Anda tidak mendapatkan informasi mengenai bab yang akan diujikan. Akan sangat fatal hasilnya jika Anda mempersiapkan yang bukan sesungguhnya diujikan, karena keteledoran Anda. Sebaik apapun teknik belajar yang Anda gunakan, jika tidak didukung keakuratan informasi materi yang diujikan, maka hasilnya tidak akan
optimal. d. Berdoa
Hal ini akan melatih konsentrasi dan menumbuhkan keyakinan diri sebelum melakukan sesuatu. Bahkan, keyakinan menjadi satu faktor pendukung kesuksesan, yang mendukung teknik belajar yang lain.
2. Sikap Mahasiswa Yang Baik
Dasar utama mahasiswa dalam mencapai teknik belajar yang baik ialah memiliki sikap rohani dan kesediaan mental. Tanpa kesediaan mental para mahasiswa taakan dapat bertahan tanpa berbagai kesukaran dan jerih payah di Perguruan Tinggi.
26 Adapun sikap mental yang perlu diusahakan oleh setiap mahasiswa meliputi 4 segi yaitu :
a. Tujuan Belajar
Seseorang yang belajar harus diarahan suatu cita-cita tertentu. Biasanya tujuan belajar diperguruan tinggi ini bersambung pula dengan tujuan hidupnya. Apakah kelak ingin menjadi seorang pendidik, seorang insiyur, seorang dokter, atau ahli hukum. hal ini akan merupakan suatu pendorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Tanpa tujuan tertentu, semangat belajar seorang mahasiswa akan mudah padam dan tidak mengarah. Perlu diketahui, bahwa belajar akan mendatangkan banyak manfaat. Menurut Ir. Arijo dalam bukunya “Pedoman Belajar”, belajar berarti: 1. Memperkuat kedudukan ekonomi di kemudian hari
2. Menciptakan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat 3. Menimbulkan kepuasan bagi diri sendiri karena bertambahnya ilmu. b. Minat
Setelah mulai belajar, hendaknya mahasiswa benar-benar menaruh minat terhadap pelajaran yang diikuti. Suatu pelajaran apat dipelajari dengan baik
apabila ada pemusatan (konsentrasi) perhatian terhadap pelajaran itu. Dan minat merupakan salah satu factor yang memungkinkan konsentrasi itu. Coba perhatikan seorang yang sedang memancing ikan atau bermain catur, ia akan duduk berjam-jam karena ia mempunyai minat besar terhadap pekerjaan itu.
Selain itu pemusatan fikiran, minat juga dapat menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar. Kegembiraan akan memperbesar daya kemampuan belajar, dan tidak mudah menjadi lupa. Sebaliknya belajar dengan perasaan tida gembira akan membuat pelajaran itu terasa sangat berat.
c. Kepercayaan pada diri sendiri
Setiap mahasiswa harus yakin, bahwa ia memiliki kemampuan untuk berhasil dalam studinya. Ia harus yakin pula bahwa ia pasti dapat mengikuti kuliah atau pelajaran yang baik.
Dalam ujian-ujian hendaknya ditempuh dengan kepercayaan yang penuh. Janganlah merasa ragu-ragu dan gentar menghadapinya. Walaupun kadang-kadang ujian itu memeng sukar, tetapi asal disertai persiapan belajar yang cukup, akan dapat dikerjakan dengan baik.
Karena itu kepercayaan diri sendiri perlu dipupuk dan dikembangkan dengan jalan belajar yang tekun. Hendaknya mahasiswa insyaf bahwa tidak ada pelajaran yang sulit, kalau ia mau belajar dengan giat, jika terdapat hal-hal yang sulit dan tidak mengerti, jangan terus bertanya pada orang lain, tetapi berusalah sendiri lebih dulu. Pekerjaan rumah (PR) perlu dicoba diselesaikan sendiri, jangan bertanya. Jika ini semua dapat dilaksanakan dengan baik, kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri pasti akan tumbuh.
27 d. Keuletan
Banyak orang yang memulai suatu pekerjaan, tetapi yang dapat sampai selesai hanyalah sedikit.
Demikian pula dalam soal balajar, banyak mahasiswa tiap tahun masuk perguruan tinggi, tetapi yang dapat menyelesaikan pelajarannya tidaklah banyak. Kalau ada tentamen/ujian tidak lulus, ia kemudian kecewa dan akhirnya keluar ia tidak ulet dalam usahanya.
Oleh karena itu setiap mahasiswa harus mempunyai keuletan, baik jasmani maupun rohani. Dengan keuletan rohani akan membuat seorang mahasiswa berani menghadapi segala kesulitan dan tidak mudah putus asa.
3. Sopan Santun Mengikuti Kuliah
1. Berpakain yang pantas dan hormat. Mahasiswa adalah pelajar yang sudah dewasa harus dapat membedakan antara baik dan tidak baik, sopan dan tidak sopan. Seorang mahasiswa bukanlah seorang Hipis yang berpakaian
seenaknya sendiri, menuntut kebebasan yang tidak wajar. Seorang
Mahasiswa bukan seorang seni yang bermode dan berambut gondrong dan pula bukan seorang crossboy.
2. Masuklah diruang kuliah 10 menit sebelum dosen yang bersabgkutan dating memasuki ruangak kuliah. Kalau anda terlambat dating, sedang kulia sudah dimulai, masuklah keruang kuliah melalui pintu depan seraya
mengetuk pintu terlebih dahulu.
3. Usahakan agar setiap ada kuliah anda dapat mengikuti secara teratur dan tertib, jangan mengandalkan catatan kuliah orang lain, daftar hadir akan mempengaruhi prestasi dan penilaian Dosen.
4. Pada waktu dosen menjelaskan mata kuliah, setiap mahasiswa harus memusatkan perhatian yang baik guna memperlancar proses belajar. 5. Kalau seorang dosen bertanya, jawablah dengan penuh keberanian dan keyakinan bahwa jawaban itu benar. Pertanyaan dari dosen tersebut
merupakan kebiasaan yang baik dan positif, karena bagi mahasiswa dapat menarik keuntungan.
6. Buatlah suatu catatan kuliah yang teratur, catatan ini sangat penting karena dalam perkuliahan sering dijelaskan dengan contoh-contoh, peragaan-peragaan gambar-gambar dan skema.
7. Jangan meningalkan tempat duduk sebelum dosen tersebut meninggalkan ruang kuliah.
8. Jangan membiasakan merokok sambil kuliah walaupun dosen
bersabgkutan tiak menegurnya karena menyebabkan polusi udara dalam ruang kuliah.
9. Didalam ruangan kuliah jangan memakai tutup kepala dan jaket kulit. 10. Jagalah interaksi yang positif antara mahasiswa dan dosen seperti
hubungan anak dan bapak, bukan sebagai penerima ilmu dan pemberi ilmu. 4. Belajar Dengan Tekun Dan Hemat Tenaga
Setiap pekerjaan apapun akan berhasil dengan baik jika dikerjakan dengan teratur. Lebih-lebih dalam hal belajar. Pokok pangkal pertama dari cara belajar yang baik adalah keteraturan.
28 Pengetahuan dari teknik-teknik belajar yang baik umumnya berupa unsure-unsur untuk bekerja secara teratur. Hanya dengan belajar teratur seorang mahasiswa akan memperoleh hasil yang baik, misalnya :
a. Ia harus mengikuti kuliah secara teratur b. Ia harus membaca buku secara teratur c. Catatan kuliah harus disusun secara teratur
d. Alat-alat belajar harus dipelihara secara teratur dan sebagainya.
Asas keteraturan dalam belajar ini harus menjadi tindakan mahasiswa setiap harinya. Para mahasiswa harus belajar dengan baik setiap hari.
5. Disiplin Dan Bersemangat
Disamping belajar secara teratur dan hemat tenaga mahasiswa hendaknya juga belajar secara disiplin. Pada umumnya mahasiswa dihinggapi penyakit bermalas-malasan, ingin mencari gampangnya saja kalau perlu tidak usah belajar tapi dapat lulus. Gangguan ini hanya dapat diatasi kalau seorang mahasiswa mempunyai disiplin. Belajar secara teratur baru dapat dijalankan, jika mahasiswa berdisiplin menaati rencana kerja tertentu.
Diantara factor yang menyebabkan seseorang memiliki semangat tinggi : 1. Tertarik dan cinta kepada yang dihadapi.
2. Mempunyai tujuan dan target yang hendak di capai.
3. Keinginan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
4. Adanya rasa persaingan dan perlombaan sehingga masing-masing pihak berkeinginan untuk melebihi atau mengungguli pihak lain.
5. Adanya harapan dari orang lain dan ia sendiri ingin menggembirakan dan membahagiakan orang yang mengharapkannya itu.
6. Karena menjadi atasan atau pucuk pimpinan. 7. Ingin meniru orang-orang maju dan sukses.
8. Mengerjakan pekerjaan atas pilihan dan kemauan sendiri lebih-lebih kalau itu merupakan bakat atau hobinya.
9. Mengerjakan pekerjaan yang melangsungkan hidup atau mengancam kebahagiannya.
10. Memiliki energi /tenaga yang banyak dan kepercayaan diri bahwa ia sanggup dan mampu mengerjakan pekerjaan yang sedang dihadapi.
11. Mempunyai cita-cita dan ada sesuatu yang sangat diharapkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan itu.
6. Konsentrasi
Dari seorang yang belajar dituntt konsentrasi dan kebulatan perhatian yang sepenuh-penuhnya. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap sesuatu hal dengan mengenyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Konsentrasi dalam belajar berarti pemusatan pikiran terhadap sesuatu mata pelajaran dengan mengenyampinkan pelajaran-pelajaran yang lain.
Adapun sebab-sebab mahasiswa tidak dapat berkonsentrasi itu antara lain : 1. Kurang minat terhadap mata pelajaran.
2. Banyak urusan-urusan yang sering mengaggu perhatian.
29 3. Adanya gangguan-gangguan suara keras.
4. Adanya gangguan kesehatan atau terlalu letih.
Adapun cara mengatasi dan mengembangkan kemampuan konsentrasi antara lain :
2. Harus mempunyai ruang khusus untuk belajar.
3. Meja belajar hendaklah bersih dari segala benda yang tidak bersangkut paut dengan mata pelajaran yang dihadapi.
4. Hilangkan urusan-urusan kecil yang selalu mengganggu pikiran, sehingga bebas dari segala ketegangan-ketegangan kecil yang selalu menganggu. 5. Alat tulis dan kertas merupakan alat yang sangat berguna untuk membantu menciptakan konsentrasi.
6. Adakan istirahat sebentar jika sudah terasa jemu dan letih, agar pikiran jernih kembali.
7. Usahakan agar badan selalu sehat.
Barang siapa telah terlatih dalam soal konsentrasi akan sanggup belajar juga, walaupun pesawat radio diputar keras, walaupun anak-anak hiruk pikuk.
7. Istirahat Dan Tidur
Kita tidak bias mengetahui secara pasti apa sebenarnya tidur itu. Kita hanya mengetahui bahwa tidur adalah suatu kebiasaan dan suatu keadaan istirahat yang sudah menjadi khaliqah hidup manusia.
Untuk dapat tidur dengan enak dan tenang usahakanlah agar tidak ada organ yang tertekan, peredaran darah tak terhalang, pernapasan lancer dan leluasa dan otot kulit muka tidak mengkerut. Dengan kata lain seluruh organ tubuh dapat mencapai pengenduran yang sempurna, tidak ada ketegangan ataupun sisa ketegangan sama sekali.
8. Pelajaran Dan Watak
Belajar bukan saja soal “Know How”, melainkan juga sikap hidup dan watak.Banyak orang yang berpembawaan, namun tak pernah mencapai sesuatu, karena mereka enggan melatih diri dalam sifat-sifat watak yang tertentu.Jika kita hendak belajar, maka kita memerlukan sifat-sifat watak tettentu. Sifat-sifat mana yang kita butuhkan ketika henda belajar ?
1. Kerajinan dan Ketekunan 2. Kesabaran
3. Kesetiaan (tidak terburu-buru)
4. Keberanian (keberanian berpendapat, mengoreksi pendapat orang lain, menlakukan penyelidikan secara luas dan mendalam.
5. Kejujuran dan Ketelitian
30
F. EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
1. Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2. Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar diarahkan pada komponen-komponen system pembelajaran.
3. Pengartian, kedudukan dan syarat-syarat umum evaluasi a. Pengertian Penilaian
Penilaian adalah suatu upaya untuk mengetahui berapa banyak hal-hal telah dimilik oleh siswa dari hal-hal yang telah diajarkan oleh guru. Pengertian ini menunjukan bahwa pengukuran bersifat kuantitatif.
b. Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan
Menurut Schwartz dkk, penilaian adalah suatu program untuk memberikan pendapat dan penentuan arti atau kaidah suatu pengalaman. Pengalaman adalah pengalaman yang diperoleh berkat proses pendidikan. Proses tersebut tampak pada perubahan tingkah laku atau pola kepribadian siswa c. Syarat-syarat Umum Evaluasi
Penilaian yang akan dilaksanakan harus memenuhi persyaratan atau criteria sebagai berikut: 1. Memiliki validitas 2. Mempunyai reliabilitas 3. Objektivitas 4. Efisiensi 5. Kegunaan/kepraktisan 31
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pembahasan makalah ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran ditemukan adanya dua pelaku, guru berinteraksi dengan siswa, yang keduanya mencapai tujuan pembelajaran atau sasaran belajar
yang serupa.Setelah mempelajari makalah ini, penulis dapatmengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan dalam membangkitkan semangat belajar siswa.
2. Guru harus menciptakan suasan yang menyenangkan saat belajar di kelas agar siswa tidak bosan.
3. Rasa percaya diri sangat dibutuhkan oleh siswa dalam belajar.
4. Suasana belajar merupakan factor utama dalam mencapai sasaran pembelajaran.
5. Belajar juga bisa dilakukan di luar kelas untuk mengganti suasana, agar tidak membosankan.