BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah PT. Pegadaian (Persero)
3. Pegadaian pada Masa Penjajahan Hindia Belanda (1816-1942)
Pada tahun 1816 Belanda kembali menguasai Indonesia, dan padapertengahan periode ini Pemerintah Belanda mengadakan penelitian pada tahun 1856. hasil penelitian ini menunjukkan adanya penyimpangan yang merugikan rakyat,
38
sehingga pada tahun 1870 nama Pegadaian dirubah lagi pada saat itu menjadi Licentie Stelsel, yang terus berlangsung sampai tahun 1880, sampai diganti namanya menjadi Pachstelsel kembali. Pada waktu pemerintah Belanda ini, usaha di bidang kredit gadai menjadi monopoli pemerintah, dengan status sebagai jawatan, yang bernaung di bawah Departemen Keuangan.
4. Pegadaian pada masa pendudukkan Jepang (1942-1945)
Pada masa penjajahan Jepang, Pegadaian tetap menjadi instansipemerintah di bawah pengawasan kantor besar keuangan. Pada waktu itu pemerintah Jepang mengambil kesempatan untuk mengeruk kekayaan rakyat dari Pegadaian, yaitu dengan menghapuskan lelang terhadap barang-barang yang telah kadaluarsa, dan kemudian diambil dari pemerintah Jepang.
5. Zaman sesudah kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, penguasaan atas Pegadaian diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia, denganstatus sebagai Jawatan dibawah Menteri Keuangan sampai kemudian terbit Peraturan Pemerintah nomor 178 tahun 1965 diintegrasikan dalam urusan Bank Sentral Unit IV. Sejak saat itu, kegiatan perusahaan terus berjalan dan asset atau kekayaannya bertambah. Namun seiring dengan perubahan zaman, Pegadaian dihadapkan pada tuntutan kebutuhan untuk berubah pula, dalam arti untuk lebih meningkatkan kinerjanya, tumbuh lebih besar lagi dan lebih profesional dalammemberikan layanan. Oleh karena itu untuk memberikan keleluasaan pengelolaan bagi manajemen dalam mengembangkan usahanya, Pemerintah meningkatkan status Pegadaian dari Perusahaan Jawatan (PERJAN) menjadi
Perusahaan Umum (PERUM) yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.
10/1990 tanggal 10 April 1990.
Perubahan nama PERUM menjadi PT (Perseroan Terbatas) Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan penyaluran pinjaman khususnya penyaluran masyarakat menengah kebawah, usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah PERUM Pegadaian akhirnya berubah manjadi PT (Perseroan Terbatas) berdasarakan Peraturan Pemerintah nomor 103 tahun 2000 tentang PERUM Pegadaian, perlu mengubah bentuk badan hukum perusahaan PERUM menjadi PT (Perseroan Terbatas). Pasal 29 Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2005 tentang penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan perubahan Badan Hukum, Badan Usaha Milik Negara, perubahan bentuk badan hukum yang ditetapkan pemerintah. Pasal 5 ayat 2 Undang – Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Disahkan oleh Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Desember 2011 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2011.
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor : 7 tahun 1969 perusahaan Negara pegadaian diubh status hukumnya menjadi jawatan pegadaian dalam lingkungan Departemen Keuangan dibawah pembinaan teknis operasional Direktorat Jendral Keuangan. Dalam pasal 2 surat keputusan menteri keuangan RI Nomor : 39/MK.6/1/1971, Jawatan pegadaian mempunyai tugas membantu menteri keuangan dalam:
1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai, kepada:
a. Para petani, nelayan, pedagang kecil, industri kecil yang bersifat produktif.
b. Kaum buruh/pegawai negeri dan lain-lain.
2. Ikut serta mencegah adanya rentenir, lintah darat, pemberian pinjaman tidak wajar, ijon, pegadaian gelap serta praktek riba lainnya.
3. Usaha-usaha lain yang bermanfaat terutama bagi pemerintah dan masyarakat.
4. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat.
Setelah mengalami pasang surut dari mulai periode penjajahan belanda sampai masa kemerdekaan dengan melalui berbagai Kebijaksanaan pemerintah dalam hal status hukum dan lingkungan keluarga besarnya. Akan tetapi memiliki fungsi dan tugas pokok yang tidak berubah.
Berdasarkanperaturan pemerintah Nomor: 10 tahun 1990 tentang pengalihan bentuk perusahaan jawatan (PERJAN) pegadaian menjadi perusahaan umum (PERUM) Pegadaian, masih menetapkan bahwa pegadaian adalah salah satu BUMN dalam lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia (pasal 1).
Dengan landasan hukum ini diharapkan pegadaian lebih mampu mengembangkan usahanya selaku perusahaan negara dengan status BUMN dan merupakan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) untuk mencari keuntungan tanpa harus meninggalkan misi utamanya yaitu:
a. Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaa Kebijaksanaan dan program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan atas hukum gadai.
b. Pencegahan praktek ijon, pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya (pasal 5 ayat 2)
Dari pasal tersebut diatas, dapat disimak bahwa misi pelayanan masyarakat (public service) masih menjadi tugas pokok bagi pegadaian tanpa meninggalkan prinsip pengelolaan perusahaan.
Dengan diundangkannya PP 103 / 2000 PERUM Pegadaian, landasan hukum terbaru ini pegadaian tetap merupakan “Lembaga Keuangan Non Bank” yang keberadaannya diatur dalam peraturan pemerintah Nomor 103 tahun 2000 tanggal 10 Nopember tahun 2000 (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 200). PP 103 tersebut adalah pengganti dari PP 10 tahun 1990 tanggal 10 april 1990 yang mengatur perubahan bentuk perjan pegadaian menjadi PERUM PEGADAIAN (Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 14).
Dengan pengalihan bentuk ini, maka perjan pegadaian dinyatakan bubar, tetapi segala hak dan kewajiban, kekayaan, pegawai yang dimilikinya dialihkan kepada PERUM PEGADAIAN. Modal perum pegadaian berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terbagi atas saham-saham (vide pasal 17 (1) PP 10/1990) dengan jumlah modal awal per 1 april 1990 sebesar Rp.
205.000.000.000,- (dua ratus lima milyar rupiah).
PERUM Pegadaian yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau perusahaan milik negara dalam menjalankan operasionalnya yaitu:
Menyalurkan Kredit Berskala Kecil Kepada Papan Menengah Kebawah.
Berdasarkan PP 103/2000 ini, maka PERUM Pegadaian bukan satu-satunya lembaga yang dapat beroperasi secara legal menyalurkan uang pinjaman secara
gadai. Apabila ditinjau dari segi kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia saat ini, praktek-praktek bisnis dalam sistem gadai sebenarnya banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga kredit tidak resmi bahkan lembaga resmi lainnya seperti BPR, toko emas dan lembaga-lembaga substitusi lainnya melakukan bisnis secara gadai.
B. Kantor pusat dan Kantor Wilayah
Kantor Pusat Pegadaian terletak di Jalan Kramat Raya No.126 Jakarta, yang mempunyai beberapa Kantor wilayah salah satunya Kantor Wilayah VII Makassar yang terletak di Jl. H. A. Mappanyukki No. 49 Makassar.
C. Visi Misi dan Kelebihan kekurangan Perusahaan
Guna memberikan inspirasi dan membangkitkan semangat seluruh karyawan perusahaan maka Pegadaian merumuskan visi ke depan yaitu : Pada tahun 2013 pegadaian menjadi “champion” dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai 50 dan fiducia bagi masyarakat menengah ke bawah.Sejalan dengan tujuan Pegadaian, maka disusunlah rumusan misi sebagai berikut :
1. Membantu Program Pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.
2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya.
Pegadaian sebagai lembaga perkreditan milik pemerintah tentunya mempunyai kelebihan maupun kekurangan dibanding dengan bank. Adapun kelebihan- kelebihan tersebut antara lain :
1. Persyaratan ringan dan mudah;
2. Prosedurnya sederhana;
3. Tidak perlu membuka rekening seperti tabungan ,deposito,ataupun giro;
4. Suatu saat uang dibutuhkan ,saat itu juga uang dapat diperoleh;
5. Keanakaragaman barang yang dapat dijadikan jaminan;
6. Angsuran ringan karena tidak ditentukan besarnya ,sehingga dapat diangsur sesui kemampuan;
7. Memperoleh tenggang waktu pelunasan 2 minggu setelah jatuh tempo tanpa dibebankan bunga (masa tunggu lelang).
Adapun kelemahan dari Pegadaian yaitu sebagai berikut:
1. Sewa modal Pegadaian relativ lebih tinggi dari tingkat suku bunga perbankan;
2. Harus ada jaminan berupa barang bergerak yang mempunyai nilai;
3. Barang bergerak yang digadaikan harus diserahkan ke pegadaian, sehingga barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan selama digadaikan;
4. Jumlah kredit gadai yang dapat diberikan masih terbatas.
D. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan pembagian fungsi dalam suatu organisasi.
Pembagian tersebut akan memisahkan secara formal masing-masing komponen yang ada sesuai dengan tugas dan tanggung jawab serta menunjukkan hubungan
komponen yang satu dengan yang lainnya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Dengan adanya struktur organisasi yang baik, diharapkan suatu sistem kerja dapat berjalan dengan lancar sehingga memberikan stabilitas dan kontinyunitas usaha yang baik pula yang memungkinkan organisasi tersebut tetap berlangsung walaupun anggotanya silih berganti.
Kantor wilayah mempunyai banyak tugas melakukan kegiatan perusahaan di Daerah serta memantau tugas-tugas kantor cabang sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan direksi. Kantor wilayah dipimpin oleh seorang pimpinan wilayah utama yang diangkat dan bertanggung jawab kepada direksi melalui direktur utama. Dalam pelaksanaan fungsi shari-hari pimpinan wilayah dibantu oleh :
1. Wakil Pimpinan Wilayah Utama 2. Inspektorat Wilayah Utama
3. Manajer Operasi dan Pengembangan 4. Manajer
5. Manajer Sumber Daya Manusia 6. Manajer Logistik
7. Fungsional Humas dan Hukum 8. Fungsional Teknologi Informasi 9. Fungsional Ahli Taksiran 10. Pembinaan Usaha Kecil
Berikut adalah struktur organisasi dari PT. Pegadaian Wilayah Utama Kota Makassar.
STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PT. PEGADAIAN
E. Job Description
Uraian tugas pada PT. Pegadaian (persero) kantor wilayah VI Makassar adalah sebagai berikut :
1. Pimpinan Kantor Wilayah
Pemimpin perusahaan yang berfungsi merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan perusahaan di wilayah terutama dibidang operasional serta membantu fungsi-fungsi Kantor Pusat sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan Direksi.
2. Inspektorat
Mempunyai fungsi melakukan koordinasi, melaksanakan dan mengawasi pengujian, pemeriksaan, dan penilaian atas sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan seluruh kegiatan perusahaan di kantor wilayah yang berada dalam kewenangannya yang ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.
2. Manajer Operasional
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha gadai, usaha lain, dan usaha Syariah serta melakukan pemasarannya.
3. Asisten Manajer Usaha Gadai
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha gadai serta melakukan pemasarannya.
4. Asisten Manajer Usaha Lain
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha lain serta melakukan pemasarannya.
5. Asisten Manajer Ahli Taksir
Mempunyai fungsi merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas sesuai dengan keahliannya dalam rangka penilaian dan penyesuaian taksiran barang jaminan.
6. Asisten Manajer Usaha Syariah
Mempunyai usaha merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha syariah dan melakukan pemasarannya.
7. Manajer Keuangan
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan tresuri serta kantor wilayah utama / wilayah.
8. Asisten Manajer Perbendaharaan
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pengurusan perbendaharaan, penagihan dan perpajakan serta menyusun rencana kerja dan anggaran Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.
9. Asisten Manajer Akuntansi
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawai verifikasi dokumen keuangan dan pembukuan serta penyajian laporan keuangan Kantor Wilayah Utama / Wilayah.
10. Manajer SDM
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan administrasi dan pengembangan serta kesejahteraan SDM.
11. Asisten Manajer Administrasi dan Pengembangan
Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi proses rekrutmen, pemagangan dalam proses rekrutmen, penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan penyedia jasa pekerja / pemborongan pekerjaan (outsourcing), usulan Diklat, mutasi (rotasi, promosi, dan demosi), pengakhiran hubungan kerja (termasuk pensiun), pengangkatan, kepangkatan, naik gaji berkala, pemberian hukuman disiplin, penyelesaian masalah yang berhubungan dengan ketentuan normatif ketenagakerjaan, syarat kerja serta masalah dan/atau perselisihan hubungan industrial, penelitian, dan pengkajian, serta perumusan solusi dan strategi atas kasus-kasus penyimpangan / pelanggaran syarat kerja dan tata tertib / disiplin pegawai, pengelolaan SISSDM di Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang serta pendokumentasian, pemeliharaan, dan pemutakhiran dokumen PBSDM, PKB dan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
12. Asisten Manajer Ketenagakerjaan
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi proses pembuatan daftar gaji, tunjangan, dan komponen pendapatan lainnya (upah dan non upah), restitusi, asuransi / jaminan social pegawai, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan kompensasi pasca hubungan kerja lainnya, pembinaan jasmani dan rohani, rekreasi, perjalanan dinas / pindah, cuti, dispensasi, hari libur, jam kerja dan jam lembur, penyelesaian permasalahan ketentuan normatif ketenagakerjaan, syarat kerja dan / atau masalah hubungan industrial yang terkait dengan kesejahteraan, mutasi keluarga serta pemberian penghargaan kepada pegawai Kantor Wilayah Utama/ Wilayah.
13. Manajer Logistik
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan kegiatan perlengkapan, rumah tangga, dan pengelolaan bangunan pada Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.
14. Asisten Manajer Bangunan
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan pengurusan administrasi tanah, bangunan dan prasarananya, rancang bangun, membuat kalkulasi biaya dan melakukan pemeliharaan bangunan serta pengawasan pelaksanaan pembangunan/
perbaikan bangunan di Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.
15. Asisten Manajer Perlengkapan
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan pengurusan tata usaha kantor, kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dan keamanan serta kendaraan dinas.
16. Fungsional Humas
Mempunyai fungsi membantu Pemimpin Wilayah Utama / Wilayah dalam merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan Perusahaan, kehumasan dan protokal di Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.
17. Pranata Teknologi Informasi
Mempunyai fungsi membantu Pemimpin Wilayah Utama / Wilayah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi urusan database, perangkat lunak jaringan dan teknis perangkat keras dalam lingkup Kantor wilayah Utama / Wilayah.
18. Fungsional Legal Officer
Mempunyai fungsi membantu Pemimpin Wilayah Utama / Wilayah dalam merencanakan, megkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan hukum Perusahaan, penanganan aspek hukum dan hubungan industrial di Kantor Wilayah Utama/Wilayah dan Kantor Cabang.
19. Pemimpin Cabang
Mempunyai fungsi merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan kegiatan operasional, administrasi dan keuangan usaha gadai dan usaha lain Kantor cabang serta Unit Pelayanan Cabang (UPC).
20. Manajer Operasional
Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi penetapan harga taksiran, penetapan kelayakan kredit, penetapan besaran uang pinjaman, administrasi, keuangan, serta pembuatan laporan kegiatan operasional usaha gadai dan usaha lain pada kantor Cabang.
21. Pengelola Unit Pengelolaan Cabang
Mempunyai fungsi mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan opersional, mengawasi administrasi, keuangan, keamanan, ketertiban, dan kebersihan serta pembuatan laporan kegiatan UPC.
22. Penaksir
Mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan penaksiran barang jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka mewujudkan penetapan taksiran dan uang pinjaman yang wajar dan citra baik perusahaan, serta mengkoodinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan administrasi dan keuangan.
23. Penyimpan
Mempunyai fungsi mengurus gudang barang jaminan emas dan dokumen kredit dengan cara menerima, menyimpan, merawat, dan mengeluarkan serta mengadministrasikan barang jaminan dan dokumen sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan dan dokumen kredit.
24. Pemegang Gudang
Mempunyai fungsi melakukan pemeriksaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan pengeluaran serta pembukuan barang jaminan selain barang kantong sesuai dengan peraturanyang berlaku dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan.
25. Kasir
Mempunyai fungsi mengurus arus kas dari nasabah baik yang masuk maupun yang keluar dan menyetorkannya kepada bagian perbendaharaan.
26. Keamanan
Mempunyai fungsi menertibkan dan mengamankan keadaan kantor selama jam kerja maupun setelahnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pembahasan
Pada bab ini diuraikan pengertian dan definisi dari aset tetap serta penyusutan menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang perpajakan diantaranya ada metode-metode yang menimbulkan perbedaan perlakuan atas penyusutan aset tetap. Perbedaan tersebut akan dibahas sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, baik menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang perpajakan pada PT. Pegadaian. Aset tetap merupakan benda berwujud yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan normal perusahaan. Aset tetap mempunyai umur yang terbatas dan pada akhir masa manfaatnya aset tersebut harus diganti.
B. Kebijakan Aset Tetap Pada PT. Pegadaian (Persero)
Aset tetap pada PT. Pegadaian cabang makassar adalah aset yang dimiliki oleh pegadaian kantor cabang yang pemiliknya ditujukan tidak untuk dijual kembali, melainkan untuk dipergunakan dalam rangka menunjang kegiatan operasional pegadaian sehari-hari.
Jenis-jenis aset tetap yang dimiliki oleh PT. Pegadaian kantor cabang makassar meliputi:
1. Tanah
Tanah yang dipergunakan untuk membangun gedung atau tanah yang dibeli oleh PT. Pegadian pusat dan belum dipergunakan.
55
2. Bangunan
Bangunan yang ditempati oleh pegadaian untuk operasional yang termasuk dalam kelompok bangunan adalah bangunan adalah: bangunan permanent/tidak permanent.
3. Mesin kantor
Mesin kantor PT. Pegadaian berupa semua jenis Komputer, PC dan Printer yang dipergunakan dalam opersional sehari.
4. Kendaraan Dinas
Kendaraan yang terdiri dari mobil dan motor yang dipergunakan untuk menunjang kegiatan operasional pegadaian.
5. Meubelair kantor
Meubelir kantor seperti furniture, peralatan kerja dan peralatan lainnya yang dipakai dalam kegiatan operasional sehari-hari.
6. Komputer kantor
Semua jenis aset tetap yang dimiliki oleh PT. Pegadaian memegang peranan penting dalam kegiatan operasionalnya. Untuk itu diperlukan kebijkan yang baik dari manajemen pegadaian wilayah dalam mengelolanya sehingga dapat memberikan sumbangan pendapatan dimasa yang akan datang. Dan semua aset tetap tersebut tidak dapat dipisahkan dari biaya penyusutan yang terkadang didalamnya, hal itu dikarenakan setiap jenis aset tetap harus disusutkan secara sistematis sepanjang masa manfaat yang dikenal dengan istilah penyusutan.
Dimana penyusutan untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan. Perhitungan penyusutan dilakukan dengan menggunakan salah satu
dari metode-metode penyusutan yang ada yang mencerminkan pola pemanfaatan ekonomi dari setiap aset diperum pegadaian cabang makassar.
Perhitungan penyusutan yang dilakukan oleh Pegadaian Wilayah untuk jenis aset tetap kelompok bangunan seperti: bangunan kantor, bangunan rumah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sedangkan untuk jenis aset tetap bukan bangunan seperti kendaraan, mesin kantor, inventaris, komputer, meubelir kantor dihitung menggunakan metode saldo menurun berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap tersebut sebagai berikut:
Jenis aktiva tetap Masa manfaat
Bangunan
-Bangunan/gedung permanen 20 tahun
-Bangunan/gedung tidak permanen 10 tahun
Inventaris
-Komputer 4-8 tahun
-Mesin kantor 4-8 tahun
-Meubelir 4-8 tahun
Kendaraan
-Mobil 8 tahun
-Motor 4 tahun
C. Perbandingan Perhitungan Penyusutan Aset Tetap Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dengan Undang-Undang Perpajakan Pada PT.
Pegadaian (Persero)
Dari beban ke tahun aset tetap yang digunakan oleh PT. Pegadaian (Persero) dalam opersional sehari-hari kecuali tanah dan gedung dalam pembangunan mengalami penurunan jasa yang diberikannya, baik diakibatkan aus karena umur, pemakaian, ataupun terjadinya kerusakan serta ketuaan. Oleh karena itu, aset tetap hanya mempunyai masa manfaat yang terbatas dan sampai pada saat tertentu aset tetap tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi hal tersebut dinamakan penyusutan aset tetap.
PT. Pegadaian (Persero) cabang makassar memiliki kebijakan dalam menggolongkan aset tetap yang dimilikinya sesuai dengan kondisis pegadaian, yaitu kebijkan dalam menggolongkan aset tetapnya juga dalam penggunaan metode penyusutan yang sesuai untuk masing-masing jenis aset tetap.
Penulis juga ingin menjelaskan metode yang digunakan oleh PT. Pegadaian (Persero) dalam menghitung penyusutan aset tetapnya dengan melihat daftar rekapitulasi dari aset tetap tersebut. Untuk jenis aset tetap kelompok bukan bangunan seperti: bangunan kantor, bangunan rumah,instalasi listrik kantor, instalasi AC kantor menggunakan garis lurus, sedangkan kelompok bukan bangunan seperti: kendaraan dinas, mesin kantor, inventaris mnggunakan saldo menurun.
Berdasarkan daftar aset tetap yang dimiliki oleh pegadaian yang meliputi nama aset tetap, harga perolehan beserta tanggal perolehan. Harga perolehan
merupakan dasar perhitungan beban penyusutan, adapun perincian harga perolehan aset tersebut terlihat pada lampiran.
Untuk menjelaskan perhitungan penyusutan pada PT. Pegadaian, berikut ini beberapa perhitungan penyusutan aset tetap yang ditetapkan oleh perusahaan.
1. Perhitungan beban penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus menurut fiskal
a. Bangunan rumah
Deskripsi : Bangunan
Tanggal Perolehan : 01-Januari-2003 Harga Perolehan : Rp.
339.632.000,-Masa manfaat : 20 tahun
Tarif penyusutan : 5%
Metode dihitung sebagai berikut :
= Harga perolehan x Tarif penyusutan 100
= 339.632.000 100
= 16.981.600
Tabel 1.3 Penyusutan Bangunan
Tahun Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
2003
Sumber: PT. Pegadaian Cabang Makassar
Jurnal beban penyusutan per 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Beban Penyusutan Rp 16.981.600
-Akumulasi Penyusutan - Rp 16.981.600
2. Perhitungan beban penyusutan dengan Metode saldo menurun ganda menurut fiskal
a. Kendaraan
Deskripsi : Sepeda motor
Tanggal perolehan : 21-April-2009 Harga perolehan : Rp. 11.970.000
Masa manfaat : 4 Tahun
Tarif Penyusutan : 50 % Tabel 1.4 Penyusutan kendaraan
Tahun Tarif penyusutan Penyusutan Nilai buku
Harga perolehan 10.000.000 Sumber: PT. Pegadaian Cabang Makassar
Jurnal beban penyusutan per 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Beban penyusutan Rp 937.500
-Akumulasi penyusutan - Rp 937.500
Pegadaian kantor cabang makassar dalam melakukan penyusutan atas aset tetapnya berdasarkan ketetentuan perpajakan pasal 11 UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Sehingga dalam praktek komersial metode penyusutan aset tetap yang digunakan sama dengan metode penyusutan berdasarkan
perpajakan baik itu penggolompokan aset berdasarkan masa manfaatnya maupun tarif penyusutan yang digunakannya.
Berdasarkan daftar rekap kendaraan dan bangunan pada pegadaian kantor cabang, maka besarnya penyusutan untuk semua jenis aset tetap pegadaian berdasarkan metode akuntansi dan perpajakan untuk periode 31 Desember 2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1.5 Penyusutan Aset Tetap
Berdasarkan Standar Akuntansi keuangan Periode yang berakhir 31 desember 2014
Sumber : PT. Pegadaian Cabang Makassar Jenis asettetap Masa
Total 33.156.413.482 1.611.824.782 10.992.054.104 22.161.186.205
Tabel 1.6 Penyusutan Aset Tetap Berdasarkan Perpajakan
Periode yang berakhir 31 Desember 2014
Sumber : PT. Pegadaian Cabang Makassar
Total beban penyusutan untuk bangunan dan kendaraan berdasarkan metode standar akuntansi keuangan untuk periode 31 desember 2014 adalah sebesar Rp 1.611.842.782. Sedangkan berdasarkan perpajakan untuk periode 31 desember 2014 adalah sebesar Rp 1.348.996.305. Kebijakan pegadaian kantor cabang Makassar bahwa aset tetap yang telah habis masa manfaatnya tetapi masih dapat digunakan untuk operasional pegadaian, maka nilai buku aset tetap tersebut dicatat dan tidak disusutkan lagi.
Total beban penyusutan untuk bangunan dan kendaraan berdasarkan metode standar akuntansi keuangan untuk periode 31 desember 2014 adalah sebesar Rp 1.611.842.782. Sedangkan berdasarkan perpajakan untuk periode 31 desember 2014 adalah sebesar Rp 1.348.996.305. Kebijakan pegadaian kantor cabang Makassar bahwa aset tetap yang telah habis masa manfaatnya tetapi masih dapat digunakan untuk operasional pegadaian, maka nilai buku aset tetap tersebut dicatat dan tidak disusutkan lagi.