• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN PASANGAN 17.1. Lingkup Pekerjaan

Dalam dokumen D O K U M E N P E N G A D A A N (Halaman 123-127)

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

PASAL 17 PEKERJAAN PASANGAN 17.1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat- alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

b. Pekerjaan pasangan batu bata menggunakan bahan local kualitas

baik dan mendapat persetujuan dari pengawas lapangan atau PP

Kom. pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang

disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk

Perencana/Pengawas Lapangan 17.2. Persyaratan Bahan

a. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satu prodok untuk seluruk pekerjaan)dalam segala mutu portland cement harus mendapat persetujuan dari direksi/pengawas lapangan. b. Batu bata harus berkualitas (tidak mudah pecah) serta berukuran

sama diutamakan berasal dari lokal dengan kualitas menurut strandart bahan bangunan, yaitu keras tidak mudah patah, mempunyai sisi-sisi yang rata, dari hasil pembakaran yang telah matang, dengan ukuran yang seragam lebar 11 cm tebal 3,5 cm dan panjang

c. Batu tempel harus berkualitas baik (tidak mudah pecah) warna seragam.

d. Pasir yang digunakan pasir hitam, bersih dari kotoran/organik, tidak mengandung lumpur dan harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2.

e. Air yang digunakan adalah air tawar yang bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan bebas dari bahan organik dan harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9.

f. Penggunaan adukan :

Adukan 1Pc : 3Ps, dipakai untuk pasangan pondasi dan pasangan tahan air (trasram). Adukan 1Pc : 6Ps, dipakai untuk seluruh pasangan lainnya.

17.3. Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Seluruh dinding kecuali dinyatakan lain dalam gambar menggunakan pasangan setengah batu bata setinggi 20-40 cm menggunakan adukan campuran 1Pc : 3 Pasir pasang serta untuk pasangan batu bata lainnya menggunakan adukan 1Pc : 6 Pasir pasang.

b. Batu bata yang digunakan dengan kualitas baik yang disetujui Direksi/Pengawas Lapangan, siku dan sama ukurannya.

c. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam air hingga jenuh.

d. Setelah batu bata terpasang dengan baik, nat/siar harus dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram.

e. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok dan

dibersihkan.

f. Tidak diperkenakan memasang batu bata yang patah melebihi dari 5%. Batu bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan.

PASAL 18 PEKRJAAN PLESTERAN

18.1 Lingkup Pekerjaan

a. Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyedia tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik.

b. Pekerjaan plesteran ini dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjuk dalam gambar.

18.2 Persyaratan Bahan

a. Semen portland memenuhi NI-8 (dipilih dari satu produk untuk seluruh pekerjaan) dalam segala hal mutu portland cement harus mendapat persetujuan dari Direksi/Pengawas Lapangan b. Pasir yang digunakan pasir hitam, bersih dari kotoran/organik,

tidak mengandung lumpur dan harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2.

c. Air yang digunakan adalah air tawar yang bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan bebas dari bahan organik dan harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9.

d. Penggunaan adukan plesteran:

Adukan 1Pc : 6Ps, dipakai untuk plesteranhalus dan plesteran kasar/struktur. Seluruh permukaan plesteran halus difinish pakai acian halus dari bahan PC.

18.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Plesteran dilaksanakan sesuai standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Direksi/Pengawas Lapangan dan persyaratan tertulis dalam uraian dan syarat pekerjaan ini.

b. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata tealah disetujui oleh Direksi/Pengawas Lapangan sesuai uraian dan syarat pekerjaan dalam buku ini.

c. Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya.

d. Pekerjaan plesteran dinding hanya dikenakan setelah selesai pemasangan instalasi pipa listrik dan plumbing untuk semua aduk plester.

e. Untuk beton, sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekesting dan kemudian dikretek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat bekesting atau form tie harus tertutup aduk plesteran

yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian) diatas permukaan plesteran.

g. Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar, atau sesuai peil-peil yang diminta gambar. Tebal plesteran minimum 1,5 cm.

h. Ketebalan plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba,dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas sinar matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat.

i. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Direksi/Pengawas Lapangan dengan biaya atas tanggungan Penyedia jasa. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacianselesai penyedia jasa harus selalu menyiram dengan air, sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.

j. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih dari 2 (dua) minggu.

PASAL 19 PEKERJAAN SUB-LANTAI/RABAT BETON

19.1 Lingkup Pekerjaan

a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan rabat beton, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan ang bermutu baik.

b. Pekerjaan sub lantai/rabat beton ini meliputi seluruh detail

yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar sebagai alas lantai finishing dan untuk rabat beton finishing acian.

19.2 Persyaratan Bahan

a. Semen Portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satu prodok untuk seluruk pekerjaan)dalam segala mutu portland cement harus mendapat persetujuan dari direksi/pengawas lapangan.

b. Pasir yang digunakan pasir hitam, bersih dari kotoran/organik, tidak mengandung lumpur dan harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2.

c. Air yang digunakan adalah air tawar yang bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan bebas dari bahan organik dan harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9.

d. Batu pecah/split berasal dari batu hitam dari proses pemecah batu mesin atau pecah manusia. Gradasi 2-3 cm, keras, tidak banyak mengandung debu/kotoran, porositas cukup.

e. Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi/Pengawas Lapangan untuk disetujui.

19.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Untuk pasangan yang langsung diatas tanah, tanah yang akan dipasang beton rabat harus dipadatkan untuk mendapatkan permukaan yang rata dan padat sehingga diperoleh daya dukung tanah yang maksimum. Pemadatan dengan menggunakan alat

b. Pasir urug bawah lantai yang disyaratkan harus merupakan permukaan yang keras, bersih dan bebas alkali, asam maupun bahan organik lainnya yang dapat mengurangi mutu pasangan.

c. Tebal lapisan pasir urug disyaratkan minimum 5-10 cm atau sesuai dengan gambar, disiram air dan ditibris sehingga diperoleh kepadatan yang maksimal.

d. Diatas pasir urug dilakukan pekerjaan beton cor/rabat beton setebal minimum 5 cm atau sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar detail dengan campuran 1Pc :3Ps : 5Kr.

PASAL 20 PEKERJAAN LANTAI

20.1 Lingkup Pekerjaan

a. Pemasangan lantai keramik 4 0/40 dengan merk setara Platinum

untuk ruang-ruang, dan rabat beton dengan Nat untuk luar bangunan yang ditunjukkan dalam desain/gambar.

b. KM/WC keramik 20/20, 20/25 dinding KM/WC, warna ditentukan kemudian/sesuai gambar merk setara Asia Tile.

20.2 Persyaratan Bahan

a. Bahan yang digunakan keramik 20/20, 20/25 setara Asia Tile,

40/40 setara Platinum, sedangkan untuk dinding luar

menggunakan ukuran 2 0/25 setara asia tile, untuk dalam ruangan dengan ukuran 20/25 setara asia tile tidak retak, rata dan mempunyai daya lelat aduk standart, untuk ruangan sesuai desain. Perekat keramik untuk kamar mandi untuk dinding luar

menggunakan setara AM, MU,LEMKRA

b. Kusus untuk keramik yang dipasang pada lantai KM/WC (20 x 20) harus jenis dan bertektur sehingga tidak licin. Semua warna seijin Pejabat Pembuat Komitmen / Pengawas lapangan

c. Sebelum dilaksanakan pemasangan bahan, penyedia jasa harus mengajukan contoh terlebih dahulu untuk mendapat persetujuan Direksi/Konsultan Pengawas yang bertugas dilapangan dalam pekerjaan ini. Bahan tersebut harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering dan bersih.

d. Semua keramik tersebut bisa menggunakan produk lokal atau lainnya yang telah memiliki SII dan memenuhi syarat PUBI 1972. e. Adukan dengan perbandingan 1Pc : 4Ps dipakai untuk

pemasangan lantai diatas landasan yang sudah stabil dalam ketebalan adukan maksimal 5 cm.

20.3 Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Pemasangan lantai keramik baru diatas pasir urug dan screed dengan jangka waktu berselang minimal 3 hari sebelum keramik dipasang untuk hindari muai susut yang tidak sama.

dalam air. Pengisian siar-siar harus cukup dan

merata/padat. Setelah dibersihkan dari kotoran

pengkolotan lantai dapat dilakukan dengan semen atau sesuai petunjuk.

c. Pekerjaan lantai yang tidak lurus/waterpass, siarnya tidak lurus berombak, turun naik dan retak harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya penyedia jasa. Lantai yang sudah terpasang dengan baik harus di pel dan dibersihkan dan dijaga supaya tidak digunakan dalam jangka waktu 3 hari atau pasangan harus benar-benar kering.

PASAL 21 PEKERJAAN KAYU

Dalam dokumen D O K U M E N P E N G A D A A N (Halaman 123-127)