Chart Title
370.376 Rasio Tenaga
3) Pekerjaan Umum
Salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat krusial adalah tersedianya jalur transportasi berupa jaringan jalan yang baik. Kebutuhan jalan memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun terhadap kondisi sosial budaya kehidupan masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik adalah modal sosial masyarakat dalam menjalani roda perekonomian, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak mungkin dicapai tanpa ketersediaan infrastruktur jalan yang baik dan memadai.
II-91
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016-2021
RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMD KOTA PALU TAHUN 2021-2026
Panjang jalan yang dapat dilalui roda empat di Kota Palu selama 3 (tiga) tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan panjang jalan di Kota Palu diikuti oleh meningkatnya panjang jalan dalam kondisi baik. Sementara panjang jalan rusak ringan dan rusak berat mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya jalan dalam kondisi baik. Perkembangan proporsi jalan dalam kondisi baik di Kota Palu Tahun 2016 – 2018 diuraikan dalam Tabel 2.47.
Pada Tahun 2016 proporsi jaringan jalan dalam kondisi baik di Kota Palu sebesar 0,48%, terus mengalami peningkatan hingga mencapai 0,68% pada Tahun 2018. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya panjang jalan dalam kondisi baik. Pada Tahun 2017 panjang jalan dalam kondisi baik di Kota Palu sepanjang 367,963 km, menurun menjadi 126,352 km pada Tahun 2018. Sementara panjang jaringan jalan yang mengalami rusak ringan pada Tahun 2016 sepanjang 157,04 km, menurun hingga mencapai 137,622 km pada Tahun 2017. Demikian pula dengan panjang jaringan jalan dalam kondisi rusak berat pada Tahun 2016 sepanjang 104,17 km, meningkat hingga mencapai 2017,785 pada Tahun 2018 akibat Bencana Alam.
Tabel 2.47
Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik di Kota Palu (%) Tahun 2016-2019
Keterangan 2016 2017 2018 2019
Jalan Kondisi Baik (km) 332,7 367,963 126,352 393,989
Jalan Kondisi Baik Sedang (km) 257,65 233,729 157,830 218,304
Jalan Kondisi Rusak (km) 157,04 137,622 349,596 127,021
Jalan Kondisi Rusak Berat (km) 104,17 112,244 217,785 112,244
Panjang jalan (km) 851,56 851,558 851,563 851,558
Proporsi 0,39 0,43 0,14
Sumber: BPS, Kota Palu Dalam Angka Tahun 2020
II-92
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016-2021
RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMD KOTA PALU TAHUN 2021-2026
Panjang Jalan Perkembangan proporsi panjang jalan yang mempunyai Trotoar dan drainase di Kota Palu Tahun sampai dengan 2014 – 2018 diuraikan dalam Tabel 2.48 .
Tabel 2.48
Panjang Ruas Jalan Bertrotoar dan Berdrainase (Km) Tahun 2014-2018
No Ruas jalan Tahun
2016 2017 2018 2019 2020
1 Panjang Drainase (Km) 1.114,54 1.217,99 1.321,45
2 Panjang Trotoar (Km) 1.030 872 995
3 Panjang Jalan (Km) 851,56 851,56 851,56
4 Persentase Jalan yang
Berdarainase (Km) 65,44% 71,51% 77,58%
5 Persentase Jalan yang
Bertrotoar (Km) 57,26% 57,71% 58,41%
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu
c. Jaringan Irigasi
Salah satu infrastruktur yang sangat diperlukan untuk peningkatan produksi pertanian khususnya produksi beras adalah Jaringan irigasi. Jaringan irigasi diperlukan untuk pengaturan air, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya. Secara operasional jaringan irigasi dibedakan ke dalam tiga kategori yaitu jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier.
Jaringan irigasi di Kota Palu selama tahun 2014-2018 mengalami perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh, tidak bertambahnya jaringan irigasi ataupun luas lahan budidaya. Kota Palu merupakan pusat perkantoran dan perdagangan serta industri, sehingga untuk penambahan luas lahan budidaya tidak mencukupi lagi. Perkembangan jaringan irigasi di Kota Palu Tahun 2014 – 2018 diuraikan dalam Tabel 2.49.
Tabel 2.49
II-93
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016-2021
RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMD KOTA PALU TAHUN 2021-2026
Saluran Irigasi Panjang Saluran
2016 2017 2018 2019 2020 Kondisi Baik 47.016,29 61.127,17 53.354,87 Kondisi Sedang 7.734,18 7.610,33 6.487,45 Kondisi Rusak Ringan 7.608,24 6.834,04 11.686,61 Kondisi RusakBerat 2.867,99 3.502,59 8.386,38 Panjang Saluran Irigasi 65.226,70 79.074,13 79.915,31
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah 2020
d. Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk
Perkembangan bangunan tempat ibadah di Kota Palu Tahun 2016 - 2018 mengalami Peningkatan.Perkembangan bangunan tempat ibadah diikuti oleh meningkatnya rasio tempat ibadah per satuan penduduk. Gambaran mengenai perkembangan rasio tempat ibadah per satuan penduduk di Kota Palu Tahun 2016 – 2018 diuraikan dalam Tabel 2.50. Pada Tahun 2016 rasio tempat ibadah per satuan penduduk di Kota Palu sebesar 1,42 per 1.000 penduduk, terus mengalami peningkatan hingga mencapai 1,64 per 1.000 penduduk pada Tahun 2018. Peningkatan rasio tempat ibadah per satuan penduduk di Kota Palu merupakan salah satu indikator adanya peningkatan kualitas kehidupan beragama (iman) bagi pemeluk agama di Kota Palu.
Tabel 2.50
Perkembangan Rasio Tempat Ibadah Per 1.000 Penduduk di Kota Palu Tahun 2017 - 2019
Bangunan Tempat Ibadah 2017 2018 2019 Jumlah Jumlah Pemeluk Rasio Jumlah Jumlah Pemeluk Rasio Jumlah Jumlah Pemeluk Rasio
(unit) (unit) (unit)
Mesjid 473 299.262 1,58 431 303.700 1,4 431 308.138 1,4
Gereja 108 52.930 2,04 71 53.715 1,3 71 54.504 1,3
Pura 2 13.550 0,15 2 17.378 0,1 2 21.206 0,1
Wihara 5 8.629 0,58 3 8.810 0,3 3 8.990 0,3
II-94
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016-2021
RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMD KOTA PALU TAHUN 2021-2026
Sumber: BPS Kota Palu Dalam Angka 2020
e. Rasio Tempat Pemakaman Per Satuan Penduduk
Perkembangan rasio tempat pemakaman per satuan penduduk dari tahun 2016 -2018 mengalami penurunan. Pada Tahun 2016 daya rasio tempat pemakaman per satuan penduduk di Kota Palu sebesar 1,99 m2 per penduduk, terus mengalami penurunan hingga mencapai 1,93 m2 per penduduk pada Tahun 2018. Menurunnya rasio pemakaman per satuan penduduk di Kota Palu akibat tidak bertambahnya luas pemakaman sementara jumlah penduduk setiap tahunnya selalu meningkat. Perkembangan rasio pemakaman per satuan penduduk di Kota Palu Tahun 2016 – 2018 diuraikan dalam Tabel 2.51.
Tabel 2.51
Perkembangan Rasio Tempat Pemakaman Per Penduduk di Kota Palu Tahun 2017 - 2019
Uraian 2017 2018 2019 Luas (m2) Daya Tampung Luas (m2) Daya Tampung Luas (m2) Daya Tampung Tempat pemakaman umum (TPU) 330.000 8.256 330.000 8.256 330.000 8.256 Tempat Pemakaman bukan umum (TPBU) 347.500 14.526 347.500 14.526 347.500 14.526 Tempat pemakaman khusus (TPK) 30.000 1.350 30.000 1.350 30.000 1.350 Jumlah 707.500 24.132 707.500 24.132 707.500 24.132 Jumlah penduduk (jiwa) 374.020 374.020 379.782 379.782 385.619 370.376 Rasio 1,99 0,07 1,95 0,07 1,93 0,07
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kota Palu Tahun 2018
II-95
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016-2021
RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMD KOTA PALU TAHUN 2021-2026
f. Rasio Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Per Satuan Penduduk
Perkembangan rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk dari tahun 2017-2018 mengalami penurunan. Pada Tahun 2018 . Hal ini disebabkan karena daya tampung sampah di TPS hanya mampu menampung 244 ton, sama dengan jumlah daya tampung pada tahun 2017.
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah, 2018
Gambar 2.19
Rasio TPS Persatuan Penduduk di Kota Palu (Ton) Tahun 2018 – 2019