ANALISIS ISU – ISU STRATEGIS
4.1. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN
4.1.1 URUSAN WAJIB .1. Pendidikan
4.1.1.3. Pekerjaan Umum
Keberadaan sarana dan prasarana infrastruktur yang baik mutlak sangat diperlukan dalam pembangunan daerah, sehingga akses informasi dan komunikasi serta distribusi barang dan jasa dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat karena semua masyarakat mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang serta maju bersama sehingga dapat mengurangi tingkat kesenjangan antar wilayah. Pelaksanaan urusan pekerjaan umum meliputi pengelolaan jalan, jembatan, dan pengairan. Peningkatan kualitas dan kapasitas jalan dan jembatan terus diupayakan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan perkembangan perekonomian daerah. Peningkatan ketersediaan air baik bagi kebutuhan baku air minum, air irigasi bagi pertanian maupun air industri menjadi salah satu target utama di bidang pengairan.
a. Permasalahan : a.1. Kebinamargaan
Bab IV/4-36
1) Tingkat kerusakan jalan dan jembatan kabupaten lebih cepat dibanding laju pembangunan jalan;
2) Kelebihan tonase angkutan barang mempercepat kerusakan jalan dan jembatan;
3) Pelanggaran pemanfaatan ruang tepi jalan masih banyak terjadi;
4) Kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan sarana dan prasarana pekerjaan umum masih kurang;
5) Peralatan penunjang pelaksanaan urusan pekerjaan umum masih belum optimal;
6) Masih kurangnya tenaga teknis bidang pekerjaan umum;
7) Masih belum diselesaikannya pembangunan jembatan Kelutan–Papar; 8) Masih kurangnya aksesibilitas jalan pada jalur
Berbek-Sawahan-Sedudo, Loceret-Tanjunganom-Prambon-kelutan- Ke Papar (Kediri); 9) Masih belum memadainya akses Jalan untuk rencana pengembangan
Kawasan Industri Nganjuk (Nganjuk-Ngangkatan-Gondang-lengkong-Jatikalen- ke Ploso (Jombang).
10) Masih belum tuntasnya penyelesaian ganti rugi tanah untuk pembangunan jalan tol;
11) Masih belum terealisirnya pengembangan Jalan Lingkar Wilis
12) Rendahnya akses jalan dan jembatan serta penyediaan infrastruktur penunjang pada wilayah perbatasan
a.2. Pengairan
1) Tingkat kerusakan sarana dan prasarana irigasi masih cukup tinggi; 2) Masih terjadi di setiap tahun peristiwa kekurangan air baku untuk air
minum dan air irigasi di beberapa lokasi di musim kemarau dan sebaliknya kejadian banjir dimusim hujan terutama di wilayah Kabupaten Nganjuk bagian utara;
3) Di bagian utara tidak adanya satu bangunan wadukpun yang masih digenangi air di musim kemarau;
4) Perlu dipersiapkannya ketersediaan air untuk industri dalam menunjang wilayah bagian utara yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri.
Bab IV/5-36
5) Masih minimnya upaya konservasi sumberdaya air khususnya rehabilitasi/pembangunan bendungan, waduk dan embung.
b. Isu strategis pada urusan pekerjaan umum adalah :
• Tingkat kerusakan jalan, jembatan, dan irigasi tidak sebanding dengan pembangunannya;
• Peningkatan pengembangan dan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan antar daerah perbatasan dan pelebaran jalan jalur Berbek-Sawahan-Sedudo, Loceret-Tanjunganom-Prambon-kelutan- Ke Papar (Kediri) serta jalur rencana pengembangan Kawasan Industri Nganjuk (Nganjuk-Ngangkatan-Gondang-lengkong-Jatikalen-ke Ploso (Jombang); • Peningkatan pegelolaan sumber daya air baik untuk kepentingan
konservasi maupun penyediaan air baku, air irigasi bagi pertanian dan air industri melalui pembangunan bendungan, waduk, embung dan bangunan- bangunan konservasi lainnya yang salah satunya adalah dengan segera merealisasikan pembangunan Bendungan Semantok yang berada di Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso.
4.1.1.4. Perumahan
Permukiman akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Pelaksanaan urusan perumahan meliputi penataan perumahan; prasarana dan sarana lingkungan perumahan: air bersih, drainase, jalan lingkungan, sanitasi, persampahan, permakaman. a. Permasalahan:
a.1 Permasalahan Perumahan dan Permukiman
1) Kurangnya nya tingkat pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau;
2) Kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana permukiman masih kurang;
3) Masih terbatasnya penyediaan prasarana dan sarana dasar permukiman dikawasan tertinggal, dan dikawasan pinggiran hutan di perdesaan.
Bab IV/6-36
4) Pelayanan air bersih belum menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk;
5) Pelayanan sanitasi belum menjangkau seluruh masyarakat; 6) Rumah tidak layak huni masih cukup banyak;
7) Penyediaan tempat pemakaman umum bagi perumahan masih kurang; 8) Pengelolaan sistem drainase belum memadai;
9) Rumah yang belum ber- IMB masih cukup banyak.
10) Masih belum efektifnya penerapan konsep pengendalian permukiman melalui dukungan prasarana dan sarana dasar permukiman Kawasan Siap Bangun (Kasiba) / Lingkungan Siap Bangun (Lisiba);
11) Masih kurangnya upaya peningkatan kualitas kawasan Tradisional/ Bersejarah;
12) Masih kurangnya pemeliharaan dan rehabilitasi bangunan gedung pemerintah daerah.
a.2 Permasalahan Air Bersih dan Air Limbah
1) Kurangnya peningkatan pelayanan air bersih di perkotaan dan perdesaan;
2) Masih adanya desa rawan air / kekeringan bila musim kemarau;
3) Rendahnya kualitas penyediaan air minum yang dilakukan oleh PDAM; 4) Permasalahan tarif air minum yang tidak mampu mengimbangi biaya
produksi;
5) Pada beberapa daerah terjadi konflik kepentingan dalam pemanfaatan sumber air baku;
6) Pelayanan air bersih perpipaan di perdesaan belum terkelola dan teridentifikasi dengan baik dan mandiri;
7) Masih terbatasnya pelayanan pengolahan sistem air limbah Rumah Tangga, pasar hewan, industri Rumah Tangga dan industri besar dan di perkotaan dan perdesaan;
8) Belum memadainya pelayanan sanitasi yang menyebabkan pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah.
a.3 Permasalahan Sampah
Bab IV/7-36
2) Masih rendahnya kualitas pengelolaan manajemen dan teknis TPA yang menimbulkan memburuknya kualitas lingkungan disekitarnya (pencemaran udara, tanah, dan air tanah serta air permukaan);
3) Belum mantapnya sistem pembiayaan dan pengelolaan retribusi sampah, serta belum optimalnya upaya pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan cost recovery;
4) Masih belum optimalnya kelembagaan institusi pengelola sampah;
5) Masih belum optimalnya kerjasama antar pihak terkait dalam pengelolaan sampah terpadu;
6) Luas wilayah cakupan sampah, TPS dan TPA tidak sebanding dengan jumlah SDM dan sarana prasarana persampahan;
7) Belum adanya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
8) perlu upaya untuk relokasi TPA Kedungdowo sebagai langkah antisipasi penetapan wilayah tersebut sebagai kawasan industri.
a.4 Permasalahan Drainase
1) Belum adanya dokumen perencanaan induk dan perencanaan detail drainase yang dapat dipakai sebagai acuan dalam menyusun rencana tindak;
2) Tidak berfungsinya saluran drainase sebagai pematus air hujan, hal ini disebabkan antara lain karena masyarakat membuang sampah ke saluran drainase, akibat dari rendahnya penegakan hukum khususnya dalam pemanfaatan badan air.
3) Masih belum optimalnya penanganan banjir di perkotaan Nganjuk. 4) Belum mantapnya peraturan dan standar pengelolaan drainase
a.5 Permasalahan Pengembangan Kawasan Perkotaan
1) Pesatnya perkembangan sektor informal di perkotaan, namun kurang terkendali dalam hal pemanfaatan ruang terbuka hijau dan fasilitas umum;
2) Perkembangan kawasan perkotaan yang tidak seimbang, dan belum sesuai dengan pemanfaatannya;
Bab IV/8-36
3) Kurang memadainya penataan kawasan ruang terbuka hijau dan sarana prasarana di kawasan perkotaan di Kabupaten Nganjuk;
4) Belum adanya dokumen perencanaan sebagai pedoman dalam rencana tindak pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan;
5) Belum efektifnya penerapan konsep keterkaitan desa kota
(Urban-Rural-Linkage) dalam upaya pengembangan agropolitan.
b. Isu Strategis pada urusan perumahan adalah belum memadainya penyediaan sarana dan prasarana dasar permukiman dan masih banyaknya rumah yang tidak layak huni.