• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

2. Pelaksaan dan Pengamatan Hasil Penelitian

Uraian dalam pelaksaan dan pengamatan hasil penelitian terdiri dari tiga bagian yaitu sebelum penelitian, selama penelitian dan setelah penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh data-data mengenai hasil observasi keaktifan siswa menggunakan metode pembelajaran kooperatif NHT, dan hasil belajar siswa.

a. Sebelum Penelitian

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan Pre-tes. Peneliti memberikan pre-tes kepada siswa mengenai materi statistika yang sudah mereka pelajari sewaktu menempuh pendidikan di SMP sebagai kriteria dalam menentukan pembagian kelompok diskusi siswa. Hasil pre-tes yang diperoleh siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1

Hasil Belajar Setiap Siswa Pada Pre-tes

Kode Siswa Skor Pre-tes Ketuntasan Belajar B1 9 Tuntas D1 5 Tidak Tuntas A1 8 Tuntas A2 10 Tuntas C1 8 Tuntas B2 8 Tuntas E5 8 Tuntas D5 7 Tuntas E1 5 Tidak Tuntas C2 9 Tuntas D2 9 Tuntas

Kode Siswa Skor Pre-tes Ketuntasan Belajar D4 7 Tuntas C3 8 Tuntas B3 7 Tuntas A3 6 Tidak Tuntas E2 9 Tuntas C4 6 Tidak Tuntas A4 5 Tidak Tuntas D3 7 Tuntas E4 6 Tidak Tuntas E3 5 Tidak Tuntas B4 6 Tidak Tuntas Jumlah 158 Rata-rata 7,18

Siswa pada pre-tes yang mencapai KKM 73 ada 63,63%

Setelah pelaksanaan pre-tes, peneliti diberi kesempatan untuk menjelaskan tentang ketentuan pembelajaran dengan metode kooperatif-NHT yang akan dilaksanakan pada pertemuan yang akan datang. Peneliti dibantu oleh guru menentukan pembagian kelompok diskusi siswa berdasarkan hasil pre-tes yang sifatnya heterogenitas, yaitu setiap kelompok terdiri dari siswa yang mempunyai perbedaan kemampuan akademik, perbedaan jenis kelamin, dan perbedaan komunikasi sosial.

b. Selama Pelaksanaan Penelitian

Dalam penelitian ini dilakukan 3 pertemuan. Pertemuan 1, 2, dan 3 berlangsung dua jam pelajaran (2 x 40 menit). Berikut ini akan diuraikan mengenai proses kegiatan belajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif-NHT.

Pertemuan 1

a. Pendahuluan

1) Pada waktu peneliti dan guru matematika masuk kelas, tidak semua siswa ada di kelas. Karena pelajaran matematika merupakan pelajaran pada pelajaran pertama, sehingga ada beberapa siswa yang datang terlambat, ditambah kedisiplinan mereka yang kurang mengenai ketepatan jam masuk kelas. 2) Setelah semua siswa masuk kelas siswa masih ramai, saling

berbicara satu sama lain tetapi ada yang memberi salam kepada guru dan peneliti, lalu guru tersebut meminta siswa untuk tenang sehingga suasana dapat terkendali.

3) Guru mengingatkan kembali bahwa pembelajaran pada pertemuan ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, lalu guru menjelaskan sedikit tentang ketentuan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

b. Presentasi Kelas

1) Guru memberikan presentasi kepada siswa tentang ukuran pemusatan data yang terdiri dari mean, median, dan modus untuk data tunggal.

2) Guru menyampaikan apersepsi dan memberikan peneguhan kepada siswa tentang pengertian mean, median dan modus pada data tunggal.

c. Diskusi Kelompok

1) Peneliti membacakan dan menuliskan daftar nama kelompok di papan tulis. Guru dan peneliti membagi siswa kedalam 5 kelompok. Suasana kelas kembali gaduh ketika siswa diminta berkumpul dengan kelompok masing-masing.

2) Peneliti membagikan lembar kerja yang akan dikerjakan oleh setiap kelompok.

3) Siswa diberikan waktu selama 40 menit untuk mengerjakan kegiatan yang ada di lembar kerja.

4) Aktivitas siswa diamati oleh observer pada saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

5) Sementara siswa berdiskusi, guru dan peneliti berkeliling untuk memantau jalannya diskusi dan melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok.

6) Pada awalnya terlihat siswa masih bercerita dengan temannya. Mereka belum terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakan dan kelompoknya. Ada juga siswa yang terlihat malas-malasan ketika disuruh berkelompok.

7) Selanjutnya mereka mulai berdiskusi bersama-sama dalam kelompok. Siswa mulai bertanya kepada teman maupun guru dan peneliti. Ada beberapa siswa yang masih kaku berinteraksi

dengan siswa lain dalam satu kelompok dan mengerjakan sendiri tugasnya.

d. Diskusi Umum

1) Proses diskusi umum dimulai ketika peneliti meminta salah satu wakil kelompok yaitu dengan memanggil kepala nomor salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas.

2) Proses diskusi umum tidak begitu lancar, siswa masih enggan untuk mengutarakan pendapat atau menjelaskan hasil pekerjaan kelompoknya di depan kelas. Mereka hanya mau menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis tanpa menjelaskannya, namun setelah peneliti meminta siswa yang maju didepan kelas untuk menjelaskan hasil kelompoknya, siswa dapat menjelaskan walaupun merasa kesulitan. Terlihat bahwa ketika diskusi kelompok beberapa siswa tidak berpastisipasi dan hanya mengandalkan siswa yang cerdas, sehingga ketika diminta menjelaskan siswa tersebut merasa kesulitan. Selama diskusi siswa atau kelompok lain juga kurang mengapresiasi diskusi tersebut, sehingga masih terkesan kaku dan pasif dalam berdiskusi.

3) Guru selalu bertanya apakah jawabannya sama, ada jawaban yang lain, dan ada yang masih belum jelas dan memberikan

kesempatan siswa untuk bertanya sehingga menumbuhkan partisipasi aktif siswa.

e. Observasi

Pada lampiran instrumen observasi keaktifan siswa dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang hadir pada pertemuan 1 adalah 19 siswa atau 86,36 %. Berikut ini adalah hasil keaktifan siswa pada pertemuan 1:

Tabel 4.2

Hasil Pengamatan Tingkat Keaktifan Siswa Pada Pertemuan 1

Kode Siswa Diskusi kelompok Diskusi umum Jumlah Skor Kriteria keaktifan B1 5 0 5 Rendah D1 7 3 10 Cukup A1 7 3 10 Cukup A2 7 2 9 Cukup C1 5 0 5 Rendah B2 0 0 0 Rendah E5 0 0 0 Rendah D5 0 0 0 Rendah E1 6 0 6 Rendah C2 5 0 5 Rendah D2 6 0 6 Rendah D4 9 1 10 Cukup C3 7 0 7 Cukup B3 6 0 6 Rendah A3 7 0 7 Cukup E2 6 0 6 Rendah C4 5 0 5 Rendah A4 3 0 3 Rendah D3 6 2 8 Cukup E4 5 2 7 Cukup E3 5 0 5 Rendah B4 5 3 8 Cukup

Dalam pertemuan 1 keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas nampak dalam aspek:

1) Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman satu kelompok dan teman yang lain menjelaskannya.

B1 : Hasil nilai rata-rata boleh menggunakan koma atau tidak? B4 : boleh....

B1 : 33,58833... hasil pembulatannya berapa? B4 : 33,58.

2) Siswa bertanya kepada guru saat diskusi kelompok

A1 : mbak, ini datanya dijumlahkan ya? P : iya....

A1 : mbak, berarti datanya diurutin dulu ya? P : iya, seperti yang diajarkan di kelas tadi....

3) Siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok dan diskusi kelas, lalu teman lain meresponnya.

A2 : Jadi mediannya di tengah-tengah 29 sama 32 ya? A1 : eh, iki pie? Njajal diitung sek...

A2 : iya bener... A1 : dadi jumlahe piro?

4) Siswa mengerjakan semua tugas.

Kelompok mengerjakan secara individu dulu, setelah selesai baru dibahas dalam kelompok. Ada juga kelompok yang mengerjakan secara individu sambil berdiskusi dengan kelompoknya.

Untuk mengetahui kriteria keaktifan siswa, maka skor hasil keaktifan siswa dicari rentang skornya. Dengan total skor yang dituntut adalah 18 dan banyaknya siswa adalah 22 orang. Berikut adalah pencarian rentang skor.

Tabel 4. 3

Pencarian Rentang Skor

Tingkat keaktifan siswa Rentang Skor Kriteria keaktifan

70% × 18 = 12,8 (dibulatkan menjadi 13) 13-18 Tinggi

40% × 18 = 7,2 (dibulatkan menjadi 7) 7-12 Cukup

Tabel 4.4

Kriteria Keaktifan Siswa Pada Pertemuan 1

Rentang Skor Jumlah Siswa Prosentase (%) Kriteria

13 – 18 0 0 Tinngi (T)

7 – 12 9 40,90 Cukup (C)

0 – 6 13 59,10 Rendah (R)

Tabel 4.5

Kriteria Keaktifan Seluruh Siswa Pada Pertemuan 1

Jumlah yang Aktif

Keaktifan

T C R

0 40,90 59,10 Rendah (R)

f. Penutup

Dalam pertemuan pertama karena terbatasnya waktu dan dalam proses diskusi umum menyita banyak waktu karena siswa yang diminta mempresentasikan hasil kelompoknya merasa kesulitan, akibatnya hanya 3 nomor yang bisa dibahas pada pertemuan tersebut.

g. Refleksi

Berdasarkan tabel 4.5 terlihat keaktifan seluruh siswa rendah. Terlihat bahwa siswa belum terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakan dan kelompoknya dan ada beberapa siswa yang masih kaku berinteraksi dengan siswa lain dalam satu kelompok, tetapi mereka semangat dalam mengerjakan tugas dan memahami materi, terbukti dari mereka dapat menyelesaikan tugas sebelum batas waktu yang ditentukan dan banyak siswa yang berani bertanya kepada teman satu kelompok maupun kepada guru. Saat diskusi umum, beberapa siswa tidak terlibat aktif, siswa masih enggan untuk mengutarakan pendapat atau

menjelaskan hasil pekerjaan kelompoknya di depan kelas. Mereka hanya mau menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis tanpa menjelaskannya sebelum peneliti meninta untuk menjelaskan.

Pertemuan 2

a. Pendahuluan

1) Seperti biasa, sewaktu peneliti dan guru matematika masuk kelas, semua siswa tidak ada di kelas, siswa terlambat masuk kelas karena pelajaran matematika merupakan pelajaran pertama. Setelah siswa masuk kelas, guru mengabsen siswa. 2) Guru menyampaikan bahwa pembelajaran pada pertemuan ini

kembali menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

3) Peneliti meneruskan pembahasan tugas mengenai mean, median, dan modus pada pertemuan sebelumnya, yaitu 2 nomor yang belum dibahas, yaitu pada nomor 4 dan nomor 5. b. Presentasi Kelas

1) Guru memberikan presentasi kepada siswa tentang ukuran pemusatan data untuk data tunggal yang terdiri dari kuartil dan desil untuk data tunggal.

2) Guru menyampaikan apersepsi dan memberikan peneguhan kepada siswa tentang pengertian kuartil dan desil pada data tunggal.

c. Diskusi Kelompok

1) Guru mengatur dan meminta siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.

2) Guru membagikan lembar kerja yang harus dikerjakan oleh setiap kelompok.

3) Siswa diberikan waktu selama 40 menit untuk mengerjakan kegiatan yang ada di lembar kerja.

4) Aktivitas siswa diamati oleh observer pada saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

5) Sementara siswa berdiskusi, guru dan peneliti berkeliling untuk memantau jalannya diskusi dan melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok.

6) Pada diskusi siswa banyak bertanya pada guru. Kelompok yang satu belum selesai dijelaskan, kelompok yang lain sudah memanggil untuk bertanya, sehingga peneliti meminta bantuan observer untuk menjelaskan kepada kelompok lain yang bertanya.

7) Mereka kesulitan dalam menentukan pembagian kuartil jika data tersebut genap dan ganjil. Siswa juga kesulitan dalam menghitung desil pada waktu interpolasi.

d. Diskusi Umum

1) Proses diskusi kelas dimulai ketika peneliti meminta salah satu wakil kelompok yaitu dengan memanggil kepala nomor salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas.

2) Siswa sudah berani mennjelaskan hasil diskusi didepan kelas. Siswa dari kelompok lain juga sudah berani untuk bertanya tentang kesulitan mereka atau hal yang belum mereka mengerti.

3) Guru memberikan pertanyaan dan memberikan kesempatan siswa bertanya dan berpendapat untuk menumbuhkan partisipasi aktif siswa.

e. Observasi

Pada lampiran instrumen observasi keaktifan siswa dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang hadir pada pertemuan 2 adalah 22 siswa atau 100 %. Berikut ini adalah hasil keaktifan siswa pada pertemuan 2:

Tabel 4.6

Hasil Pengamatan Tingkat Keaktifan Siswa Pada Pertemuan 2

Kode Siswa Diskusi kelompok Diskusi umum Jumlah Skor Kriteria keaktifan B1 6 1 7 Cukup D1 6 2 8 Cukup A1 7 2 8 Cukup A2 7 1 8 Cukup C1 7 1 8 Cukup B2 5 1 6 Rendah E5 4 0 4 Rendah D5 6 0 6 Rendah E1 4 0 4 Rendah C2 6 1 7 Cukup

Kode Siswa Diskusi kelompok Diskusi umum Jumlah Skor Kriteria keaktifan D2 6 0 6 Rendah D4 7 0 7 Cukup C3 7 2 9 Cukup B3 5 0 5 Rendah A3 6 0 6 Rendah E2 5 1 6 Rendah C4 6 1 7 Cukup A4 2 0 2 Rendah D3 4 2 6 Rendah E4 6 2 8 Cukup E3 4 0 4 Rendah B4 5 1 6 Rendah

Dalam pertemuan 2 keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas nampak dalam aspek:

1) Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman satu kelompok dan teman yang lain menjelaskannya.

C1 : Caranya ngitung desil ketujuh gimana? C3 : ya kayak yg diterangin tadi...

C1 : jadi, i nya itu tujuh?

C3 : iya, soalnya yg ditanyain desil ketujuh.

2) Siswa bertanya kepada guru saat diskusi kelompok

D2 : mbak, maksudnya no.3 itu gimana to? P : ya diminta mencari kuartil dan desil.. D2 : mbak, berarti datanya diurutin dulu ya? P : iya, seperti yang diajarkan di kelas tadi....

3) Siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok dan diskusi kelas, lalu teman lain meresponnya.

C1 : eh....hasilnya desil kelima itu 8 kan? C3 : iya, nga ada komanya kan... C1 : iya, jadi nga perlu diinterpolasi.. C3 : jadi data ke 8 berapa?

4) Siswa mengerjakan semua tugas.

Kelompok mengerjakan secara individu dulu, setelah selesai baru dibahas dalam kelompok. Ada juga kelompok yang

mengerjakan secara individu sambil berdiskusi dengan kelompoknya.

Berdasarkan lampiran kriteria keaktifan setiap siswa, maka dapat diperoleh kesimpulan berikut

Tabel 4.7

Kriteria Keaktifan Siswa Pada Pertemuan 2

Rentang Skor Jumlah Siswa Prosentase (%) Kriteria

13 – 18 0 0 Tinngi (T)

7 – 12 10 45,45 Cukup (C)

0 – 6 12 54,55 Rendah (R)

Tabel 4.8

Kriteria Keaktifan Seluruh Siswa Pada Pertemuan 2

Jumlah yang Aktif

Keaktifan

T C R

0 45,45 54,55 Rendah (R)

f. Penutup

Dalam pertemuan kedua diawali dengan pembahasan 2 nomor yang belum terbahas dalam pertemuan yang lalu, maka alokasi waktunya untuk pertemuan yang kedua ini juga bergeser, karena terbatasnya waktu dan dalam proses diskusi umum menyita banyak waktu karena siswa yang diminta mempresentasikan hasil kelompoknya merasa kesulitan, akibatnya hanya 2 nomor yang bisa dibahas pada pertemuan ini.

g. Refleksi

Berdasarkan tabel 4.8 terlihat keaktifan seluruh siswa masih saja rendah, namun dalam pertemuan kedua ini terlihat bahwa siswa sudah terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakan dan kelompoknya dan ada beberapa siswa yang sudah

mampu berinteraksi dengan teman sekelompoknya, mereka semangat dalam mengerjakan tugas namun beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan desil. Banyak siswa yang berani bertanya kepada teman satu kelompoknya maupun kepada guru dan peneliti jika merasa kesulitan.

Saat diskusi umum, beberapa siswa tidak terlibat aktif, namun jika dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, dalam pertemuan yang kedua ini siswa sudah berani dan bisa menjelaskan hasil pekerjaan kelompoknya di depan kelas.

Pertemuan 3

a. Pendahuluan

1) Seperti biasa, sewaktu peneliti dan guru matematika masuk kelas, semua siswa tidak ada di kelas, siswa terlambat masuk kelas karena pelajaran matematika merupakan pelajaran pertama. Setelah siswa masuk kelas, guru mengabsen siswa. 2) Guru menyampaikan bahwa pembelajaran pada pertemuan ini

kembali menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

3) Peneliti meneruskan pembahasan tugas mengenai mean, median, dan modus pada pertemuan sebelumnya, yaitu 2 nomor yang belum dibahas, yaitu pada nomor 4 dan nomor 5.

b. Presentasi Kelas

Guru tidak mempresentasikan apapun kepada siswa karena pada pertemuan ketiga ini hanya akan membahas hasil diskusi kelompok mengenai kuartil dan desil pada pertemuan sebelumnya yang belum sempat dibahas.

c. Diskusi Kelompok

1) Guru mengatur dan meminta siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.

2) Pada pertemuan ketiga tidak berlangsung diskusi kelompok karena pada pertemuan ketiga ini hanya akan membahas hasil diskusi kelompok mengenai kuartil dan desil pada pertemuan sebelumnya yang belum sempat dibahas.

d. Diskusi Umum

1) Proses diskusi umum dimulai ketika peneliti meminta salah satu wakil kelompok yaitu dengan memanggil kepala nomor salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas.

2) Siswa sudah berani mennjelaskan hasil diskusi didepan kelas. Siswa dari kelompok lain juga sudah berani untuk bertanya tentang kesulitan mereka atau hal yang belum mereka mengerti.

3) Guru memberikan pertanyaan dan memberikan kesempatan siswa bertanya dan berpendapat untuk menumbuhkan partisipasi aktif siswa.

e. Observasi

Pada lampiran instrumen observasi keaktifan siswa dapat dilihat pada tabel keaktifan pada pertemuan kedua.

f. Penutup

Dalam pertemuan ketiga hanya membahas 3 nomor yang belum terbahas pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai kuartil dan desil, pada pertemuan ketiga ini hanya berlangsung diskusi kelas.

g. Refleksi

Keaktifan seluruh siswa sama seperti pertemuan sebelumnya yaitu rendah. Keaktifan siswa dalam diskusi kelas masih kurang. Akivitas pada diskusi kelas didominasi tanya jawab antara guru dan siswa. Siswa cenderung memiliki kesulitan dan pertanyaan yang sama.

c. Setelah Penelitian

Setelah kedua siklus dilaksanakan, pada pertemuan berikutnya diadakan tes akhir (pos-tes) materi pada siklus I-II. Pos-tes dilaksanakan selama 1 JP. Berikut ini adalah hasil prestasi siswa pada pos-tes.

Tabel 4.9

Hasil Belajar Setiap Siswa Pada Pos-tes

Kode Siswa Skor Pos-tes Ketuntasan Belajar B1 8 Tuntas D1 10 Tuntas A1 8 Tuntas A2 8 Tuntas C1 6 Tidak Tuntas B2 8 Tuntas E5 6 Tidak Tuntas D5 5 Tidak Tuntas E1 8 Tuntas C2 9 Tuntas D2 9 Tuntas D4 10 Tuntas C3 8 Tuntas B3 7 Tuntas A3 8 Tuntas E2 6 Tidak Tuntas C4 7 Tuntas A4 8 Tuntas D3 8 Tuntas E4 8 Tuntas E3 5 Tidak Tuntas B4 9 Tuntas Jumlah 169 Rata-rata 7,68

Siswa pada pos-tes yang mencapai KKM 73 ada 77,27%

Dokumen terkait