BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Pelaksanaan Kemitraan
Pengadaan beras Pandanwangi bersertifikat melibatkan tiga pelaku utama yaitu Gapoktan yang terdiri atas enam kelompok tani dengan beberapa unit usahanya, CV Quasindo selaku distributor/supplier beras Pandanwangi ke super/hypermarket, serta Lembaga Sertifikasi Beras yang bertanggung jawab dalam pelatihan dan penerapan GAP Padi Pandanwangi, serta mengeluarkan sertifikasi, khususnya sertifikasi jaminan kemurnian varietas. Model pengadaan beras Pandanwangi bersertifikat sebagaimana Gambar 8.
Kemitraan antara Gapoktan Citra Sawargi dengan CV Quasindo disepakati pada Bulan April 2007 melalui penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Gapoktan Citra Sawargi dengan CV Quasindo mengenai jual beli beras Pandanwangi, dengan ketentuan berikut :
1) Beras Pandanwangi yang dihasilkan Gapoktan Citra Sawargi diproduksi melalui metode Good Agricultural Practices (GAP) sebagaimana telah dilatihkan oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) sebagai instansi yang ditunjuk oleh Departemen Pertanian sebagai pelaksana program sertifikasi beras berlabel.
2) Varietas padi Pandanwangi dimaksud merupakan varietas yang mempunyai karakteristik sebagaimana tercantum dalam SK Menteri Pertanian No.163/Kpts/LB.240/3/2004 tanggal 17 Maret 2004 tentang pelepasan galur Padi Sawah Lokal Pandanwangi Cianjur sebagai varietas unggul dengan nama Pandanwangi. Benih yang digunakan harus benih
B Beenniihh b beerrsseerrttiiffiikkaatt P PEETTAANNII P Paanneennddaann P Peerroonnttookkaann G GAAPPOOKKTTAANN PENGOLAHAN GABAH UNIT PENGGILINGAN
GKG beras PERGUDANGAN UNIT
UNIT PEMASARAN LEMBAGA SERTIFIKASI BERAS
KKOONNSSUUMMEENN
UNIT SAPRODI dan PEMBIAYAAN UNIT PEMBELIAN # $! %Lembaga Usaha
GAPOKTAN
Gambar 9. Model pengadaan Beras Pandanwangi bersertifikat (LPPM IPB, 2006) Manajemen
bersertifikat yang dihasilkan oleh penangkar aslinya, yaitu H. Mansyur yang juga merupakan pengurus Gapoktan Citra Sawargi.
3) Dalam pengadaan beras Pandanwangi, maka Gapoktan telah melakukan koordinasi dengan sesama petani anggota untuk melaksanakan metode GAP, serta penentuan jadwal tanam dan jadwal panen setiap anggota. 4) Ketentuan jual beli lainnya :
i. Harga pembelian beras oleh CV Quasindo : Rp.9.000/kg ii. Bentuk Kemasan : 50 kg
iii. Mutu : Beras Kepala (butir pecah maksimal 5 %)
iv. Lokasi pembelian : Di gudang CV Quasindo, Jl. RE Martadinata Kompleks Ruko Permata Ancol, Jakarta
v. Pembayaran oleh CV Quasindo dilakukan secara berkala dengan mekanisme : 50 % pembayaran dilakukan di muka 10 (sepuluh) hari sebelum pengiriman dan sisanya dilunasi pada saat beras telah diterima di lokasi gudang CV Quasindo. Pengiriman beras akan dilakukan setiap bulan mulai Bulan Juni sampai dengan bulan Nopember 2007 sebanyak sepuluh ton setiap bulan. Pengiriman sejumlah 10 ton/bulan tersebut akan dipenuhi seluruhnya selambat- lambatnya tanggal sepuluh pada setiap bulannya.
vi. Perjanjian kerjasama berlaku selama 6 bulan sejak Bulan Juni sampai dengan Bulan Nopember 2007.
vii. Perselisihan dalam pelaksanaan kesepakatan bersama ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat oleh kedua pihak yang bermitra.
viii. Khusus untuk memutuskan perselisihan mengenai perbedaan mutu beras yang tidak sesuai dengan karakteristik yang disepakati, maka penentuan derajat pelanggaran akan ditentukan atas hasil analisa Laboratorium Jasa Analisis (LJA) – IPB
Perjanjian kontrak kerjasama ini telah diperpanjang pada bulan Januari 2008, berlaku hingga 6 bulan ke depan, yaitu sampai bulan Juni 2008 dengan volume transaksi dan ketentuan kerjasama yang sama.
Dalam pengadaan beras Pandanwangi bersertifikat tahapan yang dilakukan (Gambar 9):
1) Masing-masing kelompok tani anggota Gapoktan menyusun rencana mingguan pembelian gabah berdasarkan rencana panen petani anggotanya dan menyerahkan rencana pembelian gabah tersebut kepada ketua Gapoktan.
2) Ketua memerintahkan pengawas (QC) untuk memeriksa kelapangan kesiapan dan mutu padi yang akan panen.
3) Atas laporan QC, maka Ketua memerintahkan bendahara untuk menyusun rencana kebutuhan keuangan dan mengeluarkan nota keuangan kepada juru bayar untuk rencana pembayaran gabah.
4) Ketua memerintahkan seksi pengadaan barang untuk membeli padi dari petani anggotanya (melalui kelompok tani) sesuai pengajuan kelompok tani dengan harga sesuai dengan mutu yang direkomendasikan oleh QC. 5) Unit pengadaan/pembelian gabah mengirimkan barang ke unit pengolahan
(merangkap juru bayar) dan meminta pembayaran sesuai dengan kuantitas dan kualitas gabah yang di kirim.
6) Unit pengolahan melaporkan kesiapan beras kepada Ketua Gapoktan. Ketua Gapoktan bersama dengan QC melakukan inspeksi langsung terhadap mutu beras yang siap kirim.
7) Unit pengolahan mengirimkan beras ke gudang CV Quasindo
8) CV Quasindo mentransfer uang muka (50 %) dan pelunasan pembayaran beras ke rekening Gapoktan/bendahara.
Gambar 10 . Alur pengadaan beras Pandanwangi Keterangan :
= instruksi = koordinasi = umpan balik
Beras Pandanwangi yang harus disiapkan Gapoktan setiap musimnya sekitar 60 ton, sehingga gabah yang diperlukan sekitar 120 sampai dengan 150 ton (rendemen 45 sampai dengan 50 %). Untuk memenuhi permintaan CV Quasindo tersebut telah ditetapkan 96 petani yang berasal dari 6 kelompoktani yang bergabung dalam Gapoktan Citra Sawargi. Daftar petani mitra lengkap dengan luas tanam, taksiran produksi, serta jadwal tanam dan jadwal panen, sehingga memudahkan bagi Gapoktan dalam melakukan pengawasan serta pembelian gabah dari petani (Tabel 13).
KETUA GAPOKTAN Unit Pengawas (Quality Kelompok Tani PETANI JURU BENDAHAR A Unit Pembelian/ Pengadaan Gabah Unit Pengolahan dan Pengiriman Beras CV Quasindo 1 1 2 3 3 3 4 5 6 8 1 6 7
Tabel 13. Perkiraan panen padi Pandanwangi Gapoktan Citra Sawargi Kontinuitas Produksi (ton MKP)
No. Kelompok
Tani Mei Juni Juli Agustus Jumlah
1. Sawargi 27,0 7,5 0 0 34,5 2. Sugih Tani 0 38,8 0 0 38,8 3. Mekar Tani 0 0 66,6 31,0 97,6 4. Karya Tirta 9,1 25,6 0 0 34,7 5. Karya Sari 0 31,9 0 0 31,9 6. Karya Usaha 0 0 53,9 0 53,9 Jumlah 36,1 103,8 120,5 31,0 291,4
Keterangan : MKP = Malai Kering Panen Sumber : Gapoktan Citra Sawargi, 2007.
Kemitraan yang terjadi antara Gapoktan Citra Sawargi dan CV Quasindo hingga saat ini hanya terbatas pada aspek pasar, yaitu jual beli beras Pandanwangi yang diperkuat dengan kontrak kerjasama yang ditandatangani kedua pihak yang bermitra. Disamping itu, CV Quasindo banyak membantu dalam aspek manajemen, khususnya dalam melatih dan menyiapkan rencana pembelian gabah dari petani Pandanwangi, serta pencatatan keuangan Gapoktan. Untuk aspek permodalan, perusahaan mitra mencoba meringankan beban Gapoktan dengan memberikan uang muka 50% (10 hari sebelum pengiriman). Kondisi ini cukup memberatkan Gapoktan, karena lemahnya permodalan, khususnya untuk membeli gabah dari petani mitra.
Guna memenuhi kebutuhan modal usahanya, Gapoktan mendapatkan suntikan dana pinjaman dari berbagai pihak, termasuk dari pengurus Gapoktan. Besarnya modal awal yang dimiliki Gapoktan dan sumber permodalannya sebagaimana Tabel 14.
Tabel 14. Sumber Permodalan Gapoktan
No. Sumber Permodalan Jumlah Dana
(Rp) Persentase (%) 1. LPPM – IPB 30.000.000 17 2. Lembaga Perkreditan Kecamatan 45.000.000 26
3. Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM - LUEP)
50.000.000 28
4. Pengurus Gapoktan 51.000.000 29
Total 176.000.000
Penentuan harga gabah maupun beras di tingkat Gapoktan merupakan hasil penghitungan dan kesepakatan bersama semua pihak yang terlibat dalam kemitraan ini, yaitu petani, Gapoktan dan CV Quasindo.
Harga gabah di tingkat petani Rp 3.000/kg malai kering panen (MKP) didasarkan atas analisis usahatani padi Pandanwangi. Sementara kesepakatan harga beras Pandanwangi sebesar Rp 9.000 di tingkat Gapoktan didasarkan atas perhitungan biaya penanganan, pengolahan dan pengiriman beras. Karenanya, harga sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kesepakatan.