METODE PENELITIAN
3.4. Pelaksanaan Penelitian
Tahapan pelaksanaan penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 5. berikut ini :
Mulai Observasi Awal Studi Literatur
Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Data Primer : -Observasi di lapangan
-Hasil analisa Kuisioner
-Hasil analisa sampel air hasil
olahan dan sampel air sungai di laboratorium
Data Sekunder :
-Jumlah KK
-Parameter kualitas air limbah
domestik sesuai Kepmen LH No. 112 tahun 2003 dan kualitas air sungai baku mutu kelas II sesuai PP No. 82 tahun 2001 Selesai Analisis Data Simpulan
3.5. Metode Penelitian
3.5.1. Pengambilan Sampel Kualitas Air Hasil Olahan
Tujuan dari pengambilan data ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang parameter pH, BOD, TSS (padatan tersuspensi) serta minyak dan lemak yang terkandung di dalam air hasil olahan IPAL Tanjung Gading. Sampling dilakukan tiga kali, yaitu sebulan sekali. Kemudian dianalisis di laboratorium.
Parameter air limbah domestik yang diukur didasarkan pada parameter Baku Mutu Air Limbah Domestik sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Effluen Air Limbah Domestik (Lampiran 4).
3.5.2. Pengambilan Sampel Kualitas Air Sungai
Tujuan dari pengambilan data ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang sifat fisika, kimia dan mikrobiologi perairan sungai. Penentuan lokasi pengambilan sampel parameter fisika, kimia dan mikrobiologi perairan sungai ditetapkan secara purporsive
(sengaja). Penentuan titik‐titik pengambilan contoh air di sungai dengan pertimbangan bahwa lokasi pengambilan sampel air diduga sebagai arah aliran sungai (badan air).
Cara pengambilan sampel air dilakukan secara transek horizontal menyilang arah dan transek vertikal ke arah dasar perairan. Pada transek horizontal, pengambilan sampel dilakukan di pinggir kiri, kanan dan di bagian tengah sungai. Sedangkan pada transek vertical pengambilan contoh dilakukan pada beberapa kedalaman (0%, 20%, 60%, 80%) tergantung dari dalamnya sungai. Parameter yang diteliti adalah parameter sifat fisika, kimia dan biologi
air, beberapa parameter dianalisis di laboratorium. Sampling dilakukan tiga kali, yaitu sebulan sekali.
Parameter fisika, kimia dan biologi perairan yang diukur terutama didasarkan pada parameter kualitas air kelas II yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan ,air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Parameter fisika, kimia dan mikrobiologi perairan danau yang diukur, metode serta peralatan yang digunakan, mengikuti pedoman standar methods for examination of water
and waste water (APHA, 1995), seperti yang ditunjukkan pada Lampiran 5.
3.5.3. Persepsi Masyarakat
Pengumpulan data untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang air hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah Tanjung Gading di perairan sungai menggunakan kuesioner terstruktur yang disebarkan pada responden. Penentuan responden yaitu masyarakat di sekitar Sungai Sipare‐pare dari Desa Simodong dan Desa Sipare‐pare sebanyak n = 50 responden (Kepala Keluarga) dengan anggapan bahwa pengambilan sampel dengan cara quota sampling. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hal ini dikarenakan pengambilan responden dilakukan dengan memilih rumahtangga secara sengaja (dengan kriteria tertentu) untuk dijadikan sampel. Kriteria tertentu yang dimaksud adalah rumahtangga yang bertempat
tinggal di pinggiran Sungai Sipare‐pare dan yang menggunakan air Sungai Sipare‐pare untuk irigasi pertanian, mencuci dan mandi, penggunaan air sungai sesuai baku mutu air kelas II PP Nomor 82 Tahun 2001. Selain itu, penentuan sampel tersebut merupakan rekomendasi dari Ketua RW setempat sebagai pemberi informasi (key informan) dengan menggunakan metode snow ball.
3.6. Analisis Data
3.6.1. Analisis Kualitas Air Hasil Olahan
Analisis parameter kualitas air hasil olahan IPAL Tanjung Gading dibandingkan dengan Kepmen. LH No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Effluen Air Limbah Domestik (Lampiran 4). Analisis dilaksanakan di Laboratorium PT. Inalum dan laboratorium Balai Riset dan Pengembangan Departemen Industri Sumatera Utara.
3.6.2. Analisis Fisika, kimia dan mikrobiologi Perairan Sungai
Analisis parameter fisika, kimia dan mikrobiologi perairan sungai dilakukan berdasarkan standard methods 1995 dan memperbandingkan dengan PP Nomor 82 tahun 2001 tentang baku mutu air kelas II (Lampiran 6). Analisis dilaksanakan di Laboratorium PT. Inalum dan laboratorium Balai Riset dan Pengembangan Departemen Industri Sumatera Utara .
Analisis perbedaan kualitas air Sungai Sipare‐pare (sebelum outlet IPAL dengan setelah outlet IPAL) digunakan uji statistic beda rata‐rata dengan rumus sebagai berikut :
Kriteria pengujian adalah : tolak H0 jika thitung ≤ ttabel dan terima H0 jika thitung > ttabel dengan derajat kebebasan (dk) = (n1 + n2 – 2) dengan tingkat kepercayaan 0,5% (α = 0,5). (Sudjana, 2002)
3.6.3. Analisis Persepsi Masyarakat
Data karateristik masyarakat di sekitar perairan sungai dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi. Untuk mengetahui persepsi atau pandangan masyarakat di sekitar perairan sungai terhadap air hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah Tanjung Gading dilakukan melalui analisis deskriptif menggunakan tabel. Kemudian data dianalisa dengan chi‐square, yaitu untuk melihat bagaimana hubungan tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, letak rumah, jarak rumah dengan outlet IPAL Tanjung Gading, lama tinggal dan pernah mendapatkan CSR atau tidak dengan persepsi masyarakat terhadap kualitas air hasil olahan.
Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan dibantu program SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Dalam analisis data yaitu : analisis bivariat. Analisis bivariat menggunakan tabel silang untuk menyoroti dan menganalisis perbedaan atau hubungan antara dua variabel. Menguji ada tidaknya perbedaan/hubungan
antara tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, letak rumah, jarak rumah dengan outlet IPAL Tanjung Gading, lama tinggal dan pernah mendapatkan CSR atau tidak dengan persepsi masyarakat digunakan analisis Chi Square, dengan tingkat kemaknaan á = 0,05. Hasil yang diperoleh pada analisis Chi Square dengan menggunakan program SPSS yaitu nilai p, kemudian dibandingkan dengan á = 0,05. Apabila nilai p lebih kecil dari á = 0,05
maka ada hubungan/perbedaan antara dua variabel tersebut (Agung, 1993). Nilai Chi Square diperoleh dari hasil pengolahan program SPSS (Santoso, 2000).
Apabila nilai Chi Square dihitung dengan manual atau kalkulator, maka digunakan rumus Chi Square seperti yang ditampilkan di bawah ini :
k : banyaknya kategori/sel, 1,2 ... k oi : frekuensi observasi untuk kategori ke‐i ei : frekuensi ekspektasi untuk kategori ke‐i (Sujana,2002)
BAB IV