• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4. Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit

Setiap permohonan kredit modal kerja diajukan secara tertulis dengan mengisi formulir Surat Keterangan Permohonan Pinjam (SKPP) yang telah disediakan serta dilengkapi data yang diperlukan untuk bahan penelitian.

Syarat-syarat penerima kredit modal kerja sebagai berikut : 1) Usaha nasabah telah sesuai dengan pasar sasaran yang telah

ditetapkan oleh PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk, yaitu : a) Tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia dan

Bank Danamon Indonesia, Tbk.

b) Tidak termasuk dalam debitur pinjaman macet sesuai dengan informasi Bank Indonesia dan Bank Danamon Indonesia, Tbk.

c) Tidak termasuk jenis usaha yang dilarang dan dihindari untuk dibiayai.

2) Usaha nasabah tidak termasuk dalam jenis usaha atau pemberian kredit yang perlu dihindari bersifat spekulatif atau mempunyai resiko tinggi.

3) Tidak melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) data-data yang perlu untuk pengajuan kredit modal kerja perorangan.

a) KTP calon debitur suami dan istri jika telah menikah (debitur yang diperkenankan melakukan pengajuan pinjaman adalah debitur yang usianya minimal 21 tahun atau minimal 18 tahun untuk yang sudah menikah dan maksimal 60 tahun).

b) Kartu Keluarga (calon debitur).

c) Surat Beda Nama (calon debitur, suami/istri jika telah menikah).

d) WNI (calon debitur, suami/istri jika telah menikah). e) NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

f) Legalitas usaha meliputi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau surat keterangan dari Kelurahan tempat usaha.

g) Fotocopy Sertifikat Jaminan yang akan diagunkan untuk mengetahui lokasi, nilai ekonomis serta legalitas jaminan. h) Akta Jual Beli apabila terjadi pergantian pemilik.

i) IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

j) PBB tahun terakhir untuk jaminan yang akan diagunkan guna mengetahui referensi nilai tanah dan bangunan sebagai nilai jual objek pajak.

k) Laporan keuangan 3 bulan terakhir.

b. Analisis dan Evaluasi Kredit Modal Kerja

Jika sales officer dan pimpinan cabang menilai bahwa permohonan kredit modal kerja layak diproses lebih lanjut, maka

sales officer akan menghubungi calon debitur untuk menentukan

kapan akan dilakukan peninjauan langsung ke lokasi usaha dan lokasi jaminan.

Jenis-jenis jaminan modal kerja terdiri dari benda bergerak dan benda tidak bergerak.

1) Benda Bergerak

Kendaraan bermotor yang memiliki nilai marketability. Marketability adalah kekuatan barang jaminan itu untuk dijual atau dipasarkan. Bila marketability-nya lemah tentu nilainya akan turun.

2) Benda Tidak Bergerak

Tanah dan bangunan status hak atas tanahnya adalah Hak Milik, Hak Guna Bangunan.

Syarat-syarat agunan yang dijadikan sebagai jaminan kredit : a) mempunyai nilai ekonomis (dapat diperjualkan secara umum

dan jelas) dan marketability,

b) nilai agunan harus lebih besar dari jumlah kredit yang diberikan, c) agunan tersebut tidak berada dalam persengketaan dengan pihak

lain,

d) agunan tersebut tidak ada ikatan jaminan dengan pihak lain. Setelah diadakan peninjauan ke lokasi, maka sales officer menyusun laporan analisis kredit, laporan data hasil kunjungan, dan laporan hasil peninjauan agunan tanah/bangunan/kendaraan/kios, laporan analisis rasio keuangan calon debitur. Laporan-laporan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah permohonan kredit tersebut berhak atau tidak dibiayai pejabat pemutus.

Laporan keuangan calon debitur beserta analisis yang dilaksanakan oleh pihak bank pada permohonan kredit modal kerja baru disajikan berikut ini :

a. Identitas

1. Nama pemohon : Darman Girsang, SP

2. Alamat : Jl. Kapten Muslim Gang

Jawa Lorong Pribadi Nomor 18 Medan

3. Jenis usaha : Perdagangan kelapa sawit 4. Permohonan kredit :

Besarnya permohonan : Rp. 80.000.000,-

Objek yang dibiayai : Perdagangan kelapa sawit Alasan permohonan kredit : Untuk tambahan modal kerja

dalam usaha yang dijalankan.

5. Legalitas dan Izin Usaha

KTP No. : xxx Nomor Akta : xxx Perizinan : - SIUP : xxx - TDP (Tanda Daftar Perusahaan) : xxx - NPWP : xxx

b. Analisis Kualitatif

Analisis kualitatif yang dilaksanakan pihak PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk terhadap permohonan kredit nasabah terdiri atas 3 (tiga) bagian.

1) Karakter

Reputasi pemohon terhadap mitra bisnis dan lingkungan cukup baik. Karena pemohon tepat waktu dalam memenuhi kewajiban yang diberikan oleh PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dalam kelengkapan dokumen serta tidak memiliki gaya hidup negatif atau permasalahan pribadi dalam kehidupannya dan juga tidak terdaftar dalam daftar hitam atau kredit macet BI.

2) Kapasitas

Kemampuan pemohon dalam hal melakukan pembayaran sebesar jumlah fasilitas kredit yang akan diajukan. Dalam hal ini kredit analis PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk melihat dari jumlah pendapatan yang diperoleh dari usahanya harus sebanding dengan nilai angsurannya.

3) Jaminan

Nilai jaminan yang dihitung berdasarkan nilai market yang ada tidak boleh melebihi jumlah fasilitas kredit yang akan diberikan.

c. Analisis Kuantitatif

1) Analisis pendapatan usaha calon debitur ditujukan pada tabel berikut :

Tabel 4.1

Analisis Pendapatan Usaha Calon Debitur

ANALISA KEUANGAN (per Bulan)

Pendapatan Usaha/Sales Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan Sewa/Kontrak Rumah

Sewa/Kontrak Pendidikan

Gaji Pegawai Telpon, Listrik dan Air

Telpon, Listrik dan Air Transportasi

Transportasi Pengeluaran Lainnya

Pengeluaran lainnya Total Pengeluaran

Pengeluaran Usaha Sisa Penghasilan

Keuntungan Usaha Angsuran Pinjaman Saat ini

Penghasilan Lainnya Rekomendasi Angsuran

Total Penghasilan Disposable Income

IDIR

2) Analisis Jaminan

Jenis jaminan : Pokok No dan Status

Kepemilikan : SHM No. 972, 76/Sei Sikambing C-II/1998 Nama Pemilik : Darman Girsang

Lokasi : Jl. Kapten Muslim Gang Jawa Rp. 196.000.000 Rp. 176.400.000 Rp. 0 Rp. 1.000.000 Rp. 100.000 Rp. 500.000 Rp. 500.000 Rp. 78.500.000 Rp. 17.500.000 Rp. 17.500.000 Rp. Rp. 1.500.000 Rp. 0 Rp. 200.000 Rp. 200.000 Rp. 200.000 Rp. 500.000 Rp. 2.600.000 Rp. 14.900.000 Rp. 323.435 Rp. 5.708.893 Rp. 8.867.672 68,0 %

Luas Jaminan : Luas tanah : 187 m2 Luas bangunan : 176 m2

Harga/m : Harga tanah : Rp. 500.000,- Harga bangunan : Rp. 1.200.000,- Nilai Market : Tanah : Rp. 93.500.000,-

Bangunan : Rp. 105.600.000,- Nilai Taksasi : Tanah : Rp. 74.800.000,-

Bangunan : Rp. 84.480.000,- Nilai market adalah nilai harga pasar yang sedang berlaku. Nilai taksasi adalah nilai yang dijaminkan oleh pihak Bank. Dalam melakukan penilaian, apabila bangunan disertai dengan IMB maka bangunan tersebut dinilai 100 % tetapi jika tidak disertai dengan IMB, maka dipotong 50 % dari harga market.

c. Perhitungan Kebutuhan Kredit Modal Kerja

Harga pokok penjualan : Rp. 176.400.000,- Beban operasional : Rp. 2.100.000,- Pengeluaran usaha : Rp. 178.500.000,- Persediaan/Inventory : Rp. 25.000.000,-

Putaran modal kerja : Rp. 196.000.000,- = Rp. 6.534.000,- 30

Rp. 25.000.000,- = 4 hari Rp. 6.534.000,-

Piutang Dagang Rp. 75.000.000,-

Perputaran piutang dagang Rp. 75.000.000,- = 11 hari Rp. 6.534.000,-

Utang dagang Rp. 10.000.000,-

Perputaran utang Rp. 10.000.000,- = 2 hari Rp. 6.534.000,-

WI Neraca = Persediaan + Piutang Dagang – Utang jangka panjang = Rp. 25.000.000,- + Rp. 75.000.000,- - Rp. 10.000.000,- = Rp. 90.000.000,-

Dari perhitungan kebutuhan kredit modal kerja tersebut maka pemberian kredit yang dperkenankan oleh pihak Bank adalah tidak lebih dari jumlah WI neraca yaitu tidak lebih dari Rp. 90.000.000,-. Jumlah kredit yang diajukan oleh calon debitur adalah sebesar Rp. 80.000.000,-. Dari perhitungan kebutuhan modal kerja maka jumlah tersebut diperkenankan oleh Bank.

d. Rekomendasi Keputusan Pemberian Kredit Modal Kerja

Rekomendasi keputusan pemberian kredit modal kerja pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing dilakukan dengan beberapa langkah di bawah ini.

1) Pemberian rekomendasi kredit dapat dilakukan apabila seluruh proses verifikasi kredit dan jaminan telah dilakukan. Credit

Officer dan atau Cluster Credit Officer wajib memastikan bahwa

prosedur di bawah ini telah dilakukan : a) pemeriksaan dokumen pinjaman kredit, b) internal dan eksternal checking,

c) verifikasi usaha,

d) analisa pengajuan kredit calon debitur,

e) perhitungan kemampuan kebutuhan modal kerja, f) verifikasi jaminan.

2) Credit Officer memberikan rekomendasi/penolakan kredit. 3) Mengajukan permohonan persetujuan kepada unit manager. 4) Apabila jumlah plafond yang diminta lebih tinggi dari limit unit

manager, maka Credit Office wajib meneruskan memo persetujuan kredit kepada pemegang BUMK yang lebih memiliki limit sesuai atau lebih tinggi.

5) Pastikan bahwa memo persetujuan kredit tersebut sudah memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan berdasarkan kebijakan kredit.

6) Apabila ada penyimpangan dari ketentuan kebijakan kredit, maka proses persetujuan harus dilengkapi persetujuan deviasi dari pejabat yang memiliki wewenang deviasi. Persetujuan kredit baru dapat direalisasikan setelah adanya persetujuan deviasi.

7) Fungsi Credit Officer/Cluster Credit Officer hanya dapat digantikan oleh pejabat pengganti sesuai dengan tabel pejabat pengganti dan kebijakan kredit.

e. Keputusan Permohonan Kredit Modal Kerja

Apabila rekomendasi keputusan pemberian kredit modal kerja pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah keputusan permohonan kredit modal kerja.

1) Pemberian keputusan kredit dapat dilakukan apabila seluruh verifikasi kredit dan jaminan telah dilakukan.

2) Unit Manager dan Cluster Manager (sesuai limit BWMK-nya) wajib membaca dan mempelajari secara detail rekomendasi yang disampaikan oleh SO dan Credit Officer atau Cluster

Credit Officer beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya.

3) Dengan menandatangani Memo Persetujuan Kredit (MPK)

Credit Officer, Unit Manager, Cluster Credit Officer, dan Cluster Manager bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua

informasi yang telah diverifikasi dan tercantum di dokumen kredit beserta dengan kelengkapan dokumen, yang sesuai dengan kebijakan kredit SEMM.

4) Pada saat Unit Manager dan/atau Cluster Manager memberi persetujuan kredit, maka penilaian usaha, karakter dan jaminan dipastikan memenuhi persyaratan dan telah dibukukan sesuai ketentuan yang diatur dalam kebijakan kredit SEMM.

5) Fungsi Unit Manager dalam memutuskan kredit dapat digantikan oleh Cluster Manager pejabat pengganti sesuai dengan tabel pejabat pengganti kebijakan kredit.

Kesimpulan atas hasil analisis kualitatif dan kuantitatif teridri dari 4 (empat) bagian.

a) Analisis Watak (Caracter)

Reputasi pemohon terhadap mitra bisnis dan lingkungan cukup baik. Karena pemohon tepat waktu dalam memenuhi kewajiban yang diberikan oleh PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dalam kelengkapan dokumen serta tidak memiliki gaya hidup negatif atau permasalahan pribadi dalam kehidupannya dan juga tidak terdaftar dalam daftar hitam dan kredit macet BI.

b) Analisis Kapasitas (Capacity)

Kemampuan pemohon dalam aspek manajemen, produksi, pemasaran dan finansial sudah cukup baik dalam mengelola usaha yang dijalankannya.

c) Analisis Modal (Capital)

Perkembangan modal sendiri dari tahun ke tahun terus meningkat, berarti usaha yang digunakan oleh pemohon

semakin baik dan berkembang. Begitu juga dengan perkembangan modal kerja sendiri dalam usaha yang dikelola pemohon semakin baik dan menunjukkan usaha yang digeluti cukup berkembang sehingga mampu meningkatkan omset penjualan dan meningkatkan perolehan laba dalam usaha yang dijalankan.

d) Analisis Jaminan (Collateral)

Jaminan yang diserahkan adalah tanah yang memiliki lahan sawit.

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Analisis Terhadap Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan mencerminkan distribusi tanggung jawab, otoritas dan akuntabilitas (pertanggungjawaban) seluruh pihak atau departemen dalam suatu organisasi. Selain itu struktur organisasi perusahaan merupakan salah satu unsur yang penting dalam rangka merealisasi tujuan yang telah direncanakan. Dengan adanya struktur organisasi yang baik dalam suatu perusahaan maka hubungan kerja, pembagian wewenang dan tanggung jawab terlihat dengan jelas.

Dari struktur organisasi yang ada sudah terlihat dengan jelas diaturnya wewenang dan tanggung jawab. Tugas-tugas para manajer telah dipisahkan dengan jelas dan mempunyai kedudukan yang sama dalam organisasi dan job description telah dilakukan dengan baik.

Dengan demikian masing-masing bagian organisasi tersebut dapat bekerja sendiri secara independen dan tidak terdapat lagi tugas rangkap dalam perusahaan yang memungkinkan munculnya peluang untuk melakukan kecurangan.

Dilihat dari struktur organisasi pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing, telah terdapat pemisahan antara fungsi penerimaan dan pengeluaran kas, fungsi operasional dan fungsi penyimpanan. Untuk transaksi kredit, penerimaan serta pengeluaran kas ditangani oleh bagian kas atau Teller, proses pemberian kredit (operasional kredit) ditangani oleh bagian Administrasi Kredit bersama

Credit Officer, fungsi penyimpanan ditangani oleh Teller. Dengan

adanya pemisahan fungsi ini akan lebih mempermudah pelaksanaan pengawasan, meminta pertanggungjawaban dan penilaian terhadap bawahan pada bagian-bagian yang ada dalam perusahaan dan memperkecil peluang terjadinya kesalahan, kecurangan dan kolusi.

Keputusan akhir pemberian kredit yang ditentukan oleh pimpinan harus berdasarkan analisis yang objektif dan menyeluruh oleh pejabat pemrakarsa kredit guna menilai layak atau tidaknya kredit tersebut direalisasi. Hal ini sudah dilaksanakan dengan baik pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing sewaktu penulis melakukan riset. Tetapi masih ada hal yang harus diperbaiki yaitu pembagian kerja yang lebih tegas dan disertai dengan pelimpahan wewenang yang seimbang dengan tanggung jawab antara bawahan dan

pimpinan. Sebagai bawahan harus mengerjakan dan menjalankan instruksi dan ketetapan yang sudah ditentukan oleh pimpinan. Sehingga pimpinan dapat mengetahui apakah instruksi dan ketetapan sudah dijalankan dengan baik, apakah belum. Dengan ini kita mendapatkan kesimpulan dari suatu kesatuan perintah di bawah koordinasi pimpinan puncak.

Struktur organisasi dan pembagian tugas (Job Description) dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan pengawasan intern dan tujuan perusahaan harus memiliki karyawan yang berkualitas (cakap, ahli di bidangnya, serta dapat dipercaya) dan terampil di bidangnya masing-masing. Pimpinan juga harus selalu melakukan pembinaan terhadap pegawai yang baru atau direkrut, sehingga mereka benar-benar siap dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

Menurut pengamatan penulis, bahwa kualitas pegawai dari PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing telah cukup memadai dan masing-masing pegawai telah ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan keterampilan atau bidang keahliannya masing-masing.

2. Analisis Terhadap Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit Modal Kerja

Perkreditan merupakan salah satu kegiatan usaha bank yang mengandung kerawanan dan dapat merugikan bank serta dapat berakibat pada kepentingan masyarakat penyimpan dana dan para pengguna jasa perbankan lainnya. Prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit juga

tercermin dalam analisis kualitatif dan kuantitatif, termasuk dalam melakukan peninjauan langsung ke lapangan (on the spot) atas kelayakan usaha dan keuangan calon debitur.

Analisis kualitatif dilakukan pihak Bank Danamon Indonesia, Tbk terhadap pemohon kredit yaitu terhadap karakter pemohon, kapasitas pemohon, situasi pasar dan faktor makro yang dipengaruhi bisnis. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk melakukan analisis terhadap kelayakan modal dan kapasitas pemohon yang akan dibiayai dan jaminan yang disertakan debitur untuk mendukung permohonan kredit modal kerja.

Menurut pengamatan penulis tahapan proses dalam pemerian kredit modal kerja pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing senantiasa dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Pemberian kredit modal kerja harus melalui prosedur yang telah ditetapkan untuk menghindari terjadinya permasalahan. Berdasarkan pengamatan penulis, prosedur pemberian kredit modal kerja pada PT. Bank Danamon Indonesia dilaksanakan terdiri dari 5 tahap, yaitu pengajuan permohonan kredit modal kerja, analisis dan evaluasi kredit modal kerja, perhitungan kebutuhan kredit modal kerja, rekomendasi keputusan pemberian kredit modal kerja dan keputusan permohonan kredit modal kerja. Prosedur yang paling intensif dilaksanakan dalam pemberian kredit modal kerja yaitu analisis dan evaluasi kredit, dan pemberian putusan kredit. Pejabat kredit yang terkait dalam proses pemberian kredit adalah pejabat pemutus kredit yang terdri dari Credit

Officer yang bertindak sebagai pemrakarsa kredit (penganalisa,

pengevaluasi, dan perekomendasi) kredit, dan Pimpinan Cabang yang bertindak sebagai pemutus.

Kriteria debitur yang dianggap layak menerima kredit modal kerja adalah sebagai berikut :

a. melengkapi data-data yang diperlukan untuk pengajuan kredit modal kerja baik untuk calon debitur perorangan atau untuk badan usaha atau badan hukum.

b. usaha nasabah telah sesuai dengan pasar sasaran yang telah ditetapkan PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing, yaitu :

1) tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia dan Bank Danamon Indonesia,

2) tidak termasuk dalam debitur pinjaman macet sesuai dengan informasi Bank Indonesia dan Bank Danamon Indonesia,

3) tidak termasuk jenis usaha yang dilarang dan dihindari untuk dibiayai.

c. apabila calon debitur telah menjadi nasabah, selama berhubungan dengan PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk mempunyai reputasi baik, tidak pernah melakukan yang tercela dan perputaran rekeningnya baik,

d. nilai agunan harus lebih besar dari jumlah kredit yang diberikan serta memiliki nilai marketability.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penulis dapat mengambil kesimpulan dari uraian teoritis dan mempelajari hasil penelitian pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing.

1. Sistem pemberian kredit pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing belum sepenuhnya sesuai dengan SOP (Standard

Operational Procedure), terlihat dari belum dilaksanakannya beberapa

tahap pada prosedur pemberian kredit seperti pengisian aplikasi pemberian kredit oleh sales officer.

2. Pengecekan dokumen calon debitur di dalam pengajuan berkas pinjaman telah dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat saat dilakukannnya pengecekan terhadap KTP, kartu keluarga, fotokopi sertifikat jaminan, rekening PBB, legalitas usaha untuk mengetahui keabsahan data tersebut, sampai dilakukannya survei lokasi tempat tinggal dan tempat usaha calon debitur, sehingga diyakinkan bahwa calon debitur layak atau tidak layak mendapatkan pinjaman. Dengan demikian prosedur pemberian kredit tersebut telah membantu meminimalkan resiko kredit macet.

3. Peranan usaha dan jaminan merupakan syarat yang perlu diperhatikan dalam pemberian kredit. Usaha dan jaminan harus mempunyai nilai yang

cukup untuk menutupi resiko tidak dikembalikannya pinjaman tersebut, sehingga kredit tetap aman.

4. Struktur organisasi perusahaan sudah menggambarkan adanya pemisahan tugas/fungsi dan tanggung jawab yang jelas dan tegas.

5. PT Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing belum sepenuhnya menerapkan prinsip perkreditan yang dikenal dengan konsep 5C. Hal ini terlihat bahwa PT Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing menerapkan prinsip perkreditan yang terdiri dari: character,

capacity, capital, dan collateral.

B. S a r a n

Sebagai tindakan perbaikan yang mungkin dapat diterapkan dan bermanfaat bagi kemajuan perusahaan, penulis mencoba memberikan saran. 1. Sebaiknya para sales officer perlu diperhatikan lagi dalam hal pengisian

aplikasi pinjaman. Jika aplikasi pinjaman belum diisi dengan lengkap sebaiknya pihak pejabat bank yang bertangguang jawab dalam hal membuat keputusan kredit menunda untuk melakukan proses pemberian kredit.

2. Pengecekan dokumen calon debitur yang telah dilakukan sebaiknya tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat membantu untuk mengurangi terjadinya resiko kredit macet.

3. Melakukan peninjauan secara langsung terhadap perkembangan usaha dan keadaan calon debitur sebaiknya dilakukan secara mendadak dan

sesering mungkin. Hal ini disebabkan peninjauan ke lapangan adalah untuk memastikan bahwa objek yang diberi kredit benar-benar ada dan sesuai dengan apa yang tertulis dalam permohonan kredit.

4. Dengan struktur organisasi yang sudah baik maka sebaiknya perusahaan mengadakan program pelatihan dan pengembangan seperti program pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuan karyawan bank, terutama dalam melaksanakan tugasnya.

5. PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk DSP Sei Sikambing sebaiknya perlu memperhatikan dan melakukan keseluruhan prinsip perkreditan yang dikenal dengan konsep 5C yaitu: Character, Capacity, Capital,

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Faisal, 2005. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Edisi Revisi, Cetakan Kelima, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Bank Danamon Indonesia, 2007. Proses dan Prosedur Kredit, Cetakan Pertama, Kantor Pusat, Jakarta.

Harahap, Sofyan Syafri, 1999. Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Irmayanto, Juli, 2004. Bank Dan Lembaga Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta.

Jusuf, Jopie, 2005. Analisis Kredit Untuk Account Officer, Cetakan Keenam, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kasmir, 2003. Dasar-dasar Perbankan, Edisi Pertama, Cetakan Kedua, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi, Cetakan Ketiga, Salemba Empat, Jakarta. Sugiyono, 1004. Metode Penelitian, Cetakan Ketujuh, Alfabeta, Bandung. Syahyunan, 2004. Manajemen Keuangan, Cetakan Pertama, USU Press, Medan. Teguh, Pudjomulyono, 2001. Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersial,

Cetakan Pertama, BPFE, Yogyakarta.

Van Horne, James, C., Jhon M. Wachowicz, Jr, 2005. Prinsip-prinsip Manajemen

Keuangan, Salemba Empat, Jakarta.

Jurusan Akuntansi, 2004. Buku Petunjuk Teknik Penulisan Proposal Dan

Lampiran i Struktur Organisasi DSP Sei Sikambing

Sales Officer Sales Officer

Relationship Officer Relationship Officer Operation Officer Unit Manager J-Sales Officer J-Sales Officer Credit Officer

Dokumen terkait