• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar E. Perbaikan Gizi Masyarakat

F. Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan BAB V: Situasi Sumber Daya Kesehatan

A. Tenaga Kesehatan B. Pembiayaan Kesehatan C. Sarana Kesehatan BAB VI: Penutup Lampiran

4 BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Keadaan Geografis dan Administrasi Pemerintahan

Secara geografis Kabupaten Manggarai terletak di antara 080.14LS – 090.00’ LS dan 1200 .20BT – 1200.37BT. Batas- batas wilayahnya, yaitu:

 Timur dengan Kabupaten Manggarai Timur  Barat dengan Kabupaten Manggarai Barat  Utara dengan Laut Flores

 Selatan dengan Laut Sawu.

Dari aspek administrasi Pemerintahan, Kabupaten Manggarai terdiri dari 9 kecamatan yang meliputi 132 desa dan 17 kelurahan.

B. Luas dan Prosentase Menurut Ketinggian dan Kemiringan Tanah

Luas wilayah Kabupaten Manggarai adalah 1.915,62 KM persegi (19.156,2 Ha) dengan kondisi topografinya merupakan dataran tinggi yang didominasi oleh bentuk permukaan daratan yang bergelombang (perbukitan dan pegunungan). Dari luas wilayah tersebut di atas dapat di informasikan gambaran tentang prosentase menurut ketinggian dari muka laut dan menurut tingkat kemiringan tanah.

Prosentase menurut ketinggian dari permukaan laut (masih gabung dengan Manggarai Timur):

 0 – 100 meter : 16.487 Ha (3,94%)

 100 – 500 meter : 25.310 Ha (6,04%)

 500 – 1000 meter : 81.979 Ha (19,57 %)

 > 1000 meter : 295.121 Ha (70,45%)

Prosentase menurut tingkat kemiringan tanah (masih gabung dengan Manggarai Timur):

5

 2 – 15° : 23.310 Ha (6,04%)

 15 – 40° : 81.979 Ha (19,57%)

 > 40° : 295.121 Ha (70,45%)

Faktor topografi sebagaimana diuraikan di atas merupakan salah satu faktor penghambat dalam pelayanan bidang kesehatan di Kabupaten Manggarai.

C. Keadaan Demografi 1. Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sebesar 303.978 jiwa dengan kepadatan penduduk 170 jiwa/km² sedangkan pada tahun 2010 sebesar 293.018 jiwa dengan kepadatan penduduk 153 jiwa/km² dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 5,73% per tahun. Pada tahun 2009 sebesar 294,869 jiwa dengan kepadatan penduduk 154 jiwa/km².

Gambaran jumlah penduduk dari tahun 2009-2011 dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

6 2. Struktur Penduduk Menurut Umur,

Penduduk dan prosentase penduduk menurut kelompok umur di Kabupaten Manggarai akhir tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Dari uraian di atas, kelompok umur dengan jumlah terbanyak adalah kelompok umur 5-9 tahun (laki-laki sebanyak 15.920 dan perempuan sebanyak 18.570) dan yang paling kecil pada kelompok umur 50-54 tahun (laki-laki sebanyak 1.840 dan perempuan sebanyak 3.261). Secara rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 2 dan tabel 3.

7 D. Keadaan Sosial Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan

1. PDRB Perkapita dan Pendapatan Perkapita

Struktur perekonomian Kabupaten Manggarai dalam kurun waktu 2007-2010 belum banyak mengalami perubahan. Sektor ekonomi yang dominan dalam perekonomian Kabupaten Manggarai masih dari sektor pertanian, sektor jasa, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Peranan ketiga sektor ini tidak tergeser dan komposisinyapun tidak mengalami perubahan berarti. Sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Manggarai, posisinya belum tergeser dalam kurun waktu 2007-2010, menyusul sektor jasa dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Untuk memperjelas hal tersebut di atas terlihat dalam rata-rata PDRB perkapita dan pendapatan perkapita tiga tahun terakhir Kabupaten Manggarai sebagai berikut:

 PDRB perkapita tahun 2007 sebesar Rp 2.488.440,00,- dan pendapatan perkapita 2007 sebesar Rp 2.488.440,00.  PDRB perkapita tahun 2008 sebesar Rp 522.573.383,00,- dan pendapatan perkapita 2008 sebasar Rp

 PDRB Kabupaten Manggarai tahun 2009 sebesar Rp 522.573.383,00,- dan pendapatan perkapita 2009 sebasar Rp 2.746.818,00.- PDRB Kabupaten Manggarai tahun 2010 sebesar Rp, dan pendapatan perkapita 2010 sebesar

Rp.-Walaupun PDRB perkapita dan pendapatan perkapita Kabupaten Manggarai menunjukan terjadinya peningkatan setiap tahun, namun jika dibandingkan dengan PDRB perkapita dan Pendapatan Perkapita Provinsi Nusa Tengara Timur tahun terakhir 2010, PDRB perkapita dan pendapatan perkapita Kabupaten Manggarai masih jauh di bawah PDRB perkapita dan pendapatan perkapita Provinsi Nusa Tenggara Timur.

2. Derajat Kesehatan

Derajat kesehatan masyarakat manggarai saat ini ditentukan oleh beberapa indikator utama antara lain:

 Meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) secara proporsional dari 63,90 tahun (Laki-Laki) dan 69 tahun (Perempuan) pada tahun

2010 menjadi 69 tahun (laki-laki) dan 72 tahun (wanita) pada tahun 2011.

 Meningkatnya angka kematian ibu (AKI) tiga tahun terakhir yakni:

a. Tahun 2009 : 258,66/100.000 KH. b. Tahun 2010 :169,9/100.000 KH.

8 c. Tahun 2011 : 181,67/100.000 KH.

 Meningkatnya angka kematian bayi (AKB) tiga tahun terakhir yakni:

a. Tahun 2009 : 15,00/1000 KH. b. Tahun 2010 : 13,25/1000 KH. c. Tahun 2011 : 14,03/1000 KH

 Menurunnya Angka Balita Gizi kurang dari 3,23 % pada tahun 2010 menjadi 2,46 % pada tahun 2011  Menurunnya Angka Balita Gizi buruk dari 0,23 % pada tahun 2010 menjadi 0,08 % pada tahun 2011

3. Tingkat Pendidikan Penduduk :

Prosentase penduduk laki-laki dan perempuan berusia 10 tahun keatas dirinci menurut ijazah tertinggi yang ditamatkan tahun 2011 antara lain :

 Tidak punya ijasah : Laki-Laki...% dan Perempuan...%

 SD/MI/Sederajat : Laki-Laki...% dan Perempuan...%

 SLTP/MTS/Sederajat/Kejuruan : Laki-Laki...% dan Perempuan...%  SMU/MA Sederajat : Laki-Laki...% dan Perempuan...%

 Akademi/Diploma : Laki-Laki...% dan Perempuan... %

11 BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

A. Angka Kematian

Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Manggarai dapat diketahui dengan menilai beberapa indikator yaitu Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Status Gizi Balita dan Umur Harapan Hidup. Berdasarkan data dari tahun 2009-2011 menunjukkan bahwa AKB dan AKI mengalami penurunan. Status Gizi Balita mengalami peningkatan, seperti yang akan di uraikan dibawah ini.

Angka kematian merupakan salah satu indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan. Selain itu, angka kematian merupakan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat. Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2009 sebanyak 15 kasus atau 258,66/100.000 KH dan tahun 2010 sebanyak 10 kasus atau 169,9/100.000 Kelahiran Hidup dan tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 11 kasus atau 181,67/100.000 Kelahiran Hidup.

Jumlah kasus kematian ibu dalam tiga tahun terakhir dapat di lihat pada gambar berikut ini:

0 5 10 15 15 JU M LA H

PERKEMBANGAN AKI (ANGKA KEMATIAN IBU)

KAB. MANGGARAI

TAHUN 2009 S/D 2011

2009

11 BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

A. Angka Kematian

Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Manggarai dapat diketahui dengan menilai beberapa indikator yaitu Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Status Gizi Balita dan Umur Harapan Hidup. Berdasarkan data dari tahun 2009-2011 menunjukkan bahwa AKB dan AKI mengalami penurunan. Status Gizi Balita mengalami peningkatan, seperti yang akan di uraikan dibawah ini.

Angka kematian merupakan salah satu indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan. Selain itu, angka kematian merupakan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat. Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2009 sebanyak 15 kasus atau 258,66/100.000 KH dan tahun 2010 sebanyak 10 kasus atau 169,9/100.000 Kelahiran Hidup dan tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 11 kasus atau 181,67/100.000 Kelahiran Hidup.

Jumlah kasus kematian ibu dalam tiga tahun terakhir dapat di lihat pada gambar berikut ini:

15

10 11

TAHUN

PERKEMBANGAN AKI (ANGKA KEMATIAN IBU)

KAB. MANGGARAI

TAHUN 2009 S/D 2011

2009 2010 2011

11 BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

A. Angka Kematian

Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Manggarai dapat diketahui dengan menilai beberapa indikator yaitu Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Status Gizi Balita dan Umur Harapan Hidup. Berdasarkan data dari tahun 2009-2011 menunjukkan bahwa AKB dan AKI mengalami penurunan. Status Gizi Balita mengalami peningkatan, seperti yang akan di uraikan dibawah ini.

Angka kematian merupakan salah satu indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan. Selain itu, angka kematian merupakan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat. Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2009 sebanyak 15 kasus atau 258,66/100.000 KH dan tahun 2010 sebanyak 10 kasus atau 169,9/100.000 Kelahiran Hidup dan tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 11 kasus atau 181,67/100.000 Kelahiran Hidup.

12

Jumlah kasus kematian ibu menurut puskesmas secara rinci dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari grafik di atas diketahui bahwa jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Manggarai yang tertinggi sebanyak 2 kasus terjadi di Puskesmas Watu Alo. Peningkatan jumlah kasus AKI pada tahun 2011 disebabkan oleh Perdarahan, Eklampsia, Infeksi, Hipertensi, Hepatitis dan Gagal Jantung. Selain jumlah kasus kematian ibu; jumlah kasus kematian bayi juga mengalami penurunan dan peningkatan pada (3) tiga tahun terakhir. Hal ini dapat diketahui dari jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) tahun yaitu sebesar 87 kasus pada tahun 2009 atau 15/1000 KH, pada tahun 2010 Menurun sebanyak 77 kasus atau 13,25/1000 KH, dan kembali meningkat pada tahun 2011 sebanyak 85 kasus atau 14,03/1000 KH.

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 1 0 0 0 0 0 JU M LA H

JUMLAH KASUS AKI(ANGKA KEMATIAN IBU)

MENURUT PUSKESMAS DAN GOLONGAN UMUR KAB.MANGGARAI TAHUN 2011

12

Jumlah kasus kematian ibu menurut puskesmas secara rinci dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari grafik di atas diketahui bahwa jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Manggarai yang tertinggi sebanyak 2 kasus terjadi di Puskesmas Watu Alo. Peningkatan jumlah kasus AKI pada tahun 2011 disebabkan oleh Perdarahan, Eklampsia, Infeksi, Hipertensi, Hepatitis dan Gagal Jantung. Selain jumlah kasus kematian ibu; jumlah kasus kematian bayi juga mengalami penurunan dan peningkatan pada (3) tiga tahun terakhir. Hal ini dapat diketahui dari jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) tahun yaitu sebesar 87 kasus pada tahun 2009 atau 15/1000 KH, pada tahun 2010 Menurun sebanyak 77 kasus atau 13,25/1000 KH, dan kembali meningkat pada tahun 2011 sebanyak 85 kasus atau 14,03/1000 KH.

0 0 0 2 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0

PUSKESMAS & GOL. UMUR

JUMLAH KASUS AKI(ANGKA KEMATIAN IBU)

MENURUT PUSKESMAS DAN GOLONGAN UMUR KAB.MANGGARAI TAHUN 2011

12

Jumlah kasus kematian ibu menurut puskesmas secara rinci dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari grafik di atas diketahui bahwa jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Manggarai yang tertinggi sebanyak 2 kasus terjadi di Puskesmas Watu Alo. Peningkatan jumlah kasus AKI pada tahun 2011 disebabkan oleh Perdarahan, Eklampsia, Infeksi, Hipertensi, Hepatitis dan Gagal Jantung. Selain jumlah kasus kematian ibu; jumlah kasus kematian bayi juga mengalami penurunan dan peningkatan pada (3) tiga tahun terakhir. Hal ini dapat diketahui dari jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) tahun yaitu sebesar 87 kasus pada tahun 2009 atau 15/1000 KH, pada tahun 2010 Menurun sebanyak 77 kasus atau 13,25/1000 KH, dan kembali meningkat pada tahun 2011 sebanyak 85 kasus atau 14,03/1000 KH.

1 1

0 0 0

1 JUMLAH KASUS AKI(ANGKA KEMATIAN IBU)

MENURUT PUSKESMAS DAN GOLONGAN UMUR KAB.MANGGARAI TAHUN 2011

20 -34 THN ≥ 35 THN

13

Jumlah kasus kematian bayi dalam tiga tahun terakhir (2009-2011) dapat di lihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas dapat diketahui perkembangan kasus AKB di Kabupaten Manggarai selama kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada tahun 2011, kasus AKB mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2010.selain itu kasus AKB pada tahun 2009 menduduki peringkat paling tinggi apabila dilihat dari perkembangannya pada tiga (3) tahun terakhir.

87 72 74 76 78 80 82 84 86 88 JU M LA H 2009 13

Jumlah kasus kematian bayi dalam tiga tahun terakhir (2009-2011) dapat di lihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas dapat diketahui perkembangan kasus AKB di Kabupaten Manggarai selama kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada tahun 2011, kasus AKB mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2010.selain itu kasus AKB pada tahun 2009 menduduki peringkat paling tinggi apabila dilihat dari perkembangannya pada tiga (3) tahun terakhir.

87 77 85 TAHUN 2009 2010 13

Jumlah kasus kematian bayi dalam tiga tahun terakhir (2009-2011) dapat di lihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas dapat diketahui perkembangan kasus AKB di Kabupaten Manggarai selama kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada tahun 2011, kasus AKB mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2010.selain itu kasus AKB pada tahun 2009 menduduki peringkat paling tinggi apabila dilihat dari perkembangannya pada tiga (3) tahun terakhir.

85

14

Secara rinci jumlah kasus AKB menurut puskesmas tahun 2011 dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa puskesmas dengan jumlah kasus AKB tertinggi yaitu 10 kasus dan terjadi di Puskesmas Kota. selain itu, AKB terendah ditemukan di Puskesmas Wae mbeleng dengan jumlah 1 kasus. Penyebab kasus kematian bayi tahun 2011 sebagian besar disebabkan oleh Komplikasi Obstetrik Neonatal dan masih tingginya kasus Pneumonia dan BBLR. Secara rinci perkembangan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tersebut di atas dapat dilihat pada lampiran

tabel 7 dan tabel 8. 0 2 4 6 8 10 8 1 5 JUM LA H

JUMLAH KASUS AKB MENURUT PUSKESMAS

DI KAB. MANGGARAI

TAHUN 2011

14

Secara rinci jumlah kasus AKB menurut puskesmas tahun 2011 dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa puskesmas dengan jumlah kasus AKB tertinggi yaitu 10 kasus dan terjadi di Puskesmas Kota. selain itu, AKB terendah ditemukan di Puskesmas Wae mbeleng dengan jumlah 1 kasus. Penyebab kasus kematian bayi tahun 2011 sebagian besar disebabkan oleh Komplikasi Obstetrik Neonatal dan masih tingginya kasus Pneumonia dan BBLR. Secara rinci perkembangan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tersebut di atas dapat dilihat pada lampiran

tabel 7 dan tabel 8.

5 4 2 5 6 10 7 3 8 8 5 2 4 PUSKESMAS

JUMLAH KASUS AKB MENURUT PUSKESMAS

DI KAB. MANGGARAI

TAHUN 2011

14

Secara rinci jumlah kasus AKB menurut puskesmas tahun 2011 dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa puskesmas dengan jumlah kasus AKB tertinggi yaitu 10 kasus dan terjadi di Puskesmas Kota. selain itu, AKB terendah ditemukan di Puskesmas Wae mbeleng dengan jumlah 1 kasus. Penyebab kasus kematian bayi tahun 2011 sebagian besar disebabkan oleh Komplikasi Obstetrik Neonatal dan masih tingginya kasus Pneumonia dan BBLR. Secara rinci perkembangan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tersebut di atas dapat dilihat pada lampiran

tabel 7 dan tabel 8.

4

15 B. Angka Kesakitan

Jumlah Total angka kesakitan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sebesar 279.565 kasus. Penyakit ISPA masih merupakan kasus terbesar dari sepuluh patron penyakit dan penyakit penyakit virus tercatat dengan jumlah terkecil dari 10 patron penyakit . Peningkatan jumlah angka kesakitan menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan sarana kesehatan oleh masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan kesehatan yang terjadi. Selain itu juga karena sebaran sarana kesehatan seperi Polindes, Poskesdes sudah mencakup hampir semua Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Manggarai sehingga masyarakat semakin mudah untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Secara terperinci 10 patron penyakit terbesar di Kabupaten Manggarai 2011 dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

-10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000 80,000 90,000 Penyakit saluran pernapa san bagian atas Penyakit pada sistem otot & jaringan pengikat Jumlah 88,267 43,667 Presentase 31.57% 15.62% JU M LA H & % K AS U S

10 PATRON PENYAKIT TERBESAR DI KAB. MANGGARAI TAHUN 2011

15 B. Angka Kesakitan

Jumlah Total angka kesakitan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sebesar 279.565 kasus. Penyakit ISPA masih merupakan kasus terbesar dari sepuluh patron penyakit dan penyakit penyakit virus tercatat dengan jumlah terkecil dari 10 patron penyakit . Peningkatan jumlah angka kesakitan menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan sarana kesehatan oleh masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan kesehatan yang terjadi. Selain itu juga karena sebaran sarana kesehatan seperi Polindes, Poskesdes sudah mencakup hampir semua Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Manggarai sehingga masyarakat semakin mudah untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Secara terperinci 10 patron penyakit terbesar di Kabupaten Manggarai 2011 dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Penyakit pada sistem otot & jaringan pengikat Penyakit infeksi usus Penyakit rongga mulut Penyakit dari saluran pernapa san bawah Tekanan darah tinggi Penyakit kulit dan jaringan subcuta n Penyakit infeksi karena parasit dan akibat kemudia n Penyakit saluran kencing 43,667 29,967 20,476 16,049 13,248 12,426 5,583 4,408 15.62% 10.72% 7.32% 5.74% 4.74% 4.44% 2.00% 1.58%

10 PATRON PENYAKIT TERBESAR DI KAB. MANGGARAI TAHUN 2011

15 B. Angka Kesakitan

Jumlah Total angka kesakitan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sebesar 279.565 kasus. Penyakit ISPA masih merupakan kasus terbesar dari sepuluh patron penyakit dan penyakit penyakit virus tercatat dengan jumlah terkecil dari 10 patron penyakit . Peningkatan jumlah angka kesakitan menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan sarana kesehatan oleh masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan kesehatan yang terjadi. Selain itu juga karena sebaran sarana kesehatan seperi Polindes, Poskesdes sudah mencakup hampir semua Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Manggarai sehingga masyarakat semakin mudah untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Secara terperinci 10 patron penyakit terbesar di Kabupaten Manggarai 2011 dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Penyakit saluran kencing

Penyakit

virus Penyakitlainnya

4,408 3,675 41,799 1.58% 1.31% 15.00%

16 a. Penyakit Malaria

Jumlah kasus Malaria Klinis di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sejumlah 2.995 kasus dengan penurunan sebanyak 4.735 kasus dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu sebanyak 7.730 kasus, Malaria Positif tahun 2011 sebanyak 513 kasus, menurun sebanyak 509 kasus bila dibandingkan tahun 2010 yang terdapat 1022 kasus. Sedangkan pada tahun 2009, jumlah kasus Malaria klinis sebanyak 13.375 kasus dan Malaria Positif sebanyak 1.095 kasus. Baik Malaria Klinis maupun Malaria Positif 100% mendapat pengobatan standar. Selain itu dari kasus Malaria Tahun 2011, tercatat jumlah penderita Malaria klinis yg ditemukan pada laki-laki sebanyak 1.526 orang dan perempuan sebanyak 1.429 orang. Sedangkan jumlah penderita Malaria Positif yang ditemukan pada laki-laki sebanyak 256 orang dan perempuan sebanyak 260 orang.

Jumlah kasus malaria dari tahun 2009-2011 dapat di lihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas, kasus malaria pada tahun 2011 lebih rendah dibandingkan pada tahun 2010 dan tahun 2009. Menurunnya angka kejadian Malaria baik klinis maupun positif disebabkan terintegrasinya pelaksanaan pencegahan dan pengendalian program malaria. Selain itu jumlah kasus malaria klinis lebih besar dibandingkan Malaria Positif hal ini disebabkan oleh karena kurangnya

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 2009 13375 JU M LA H 16 a. Penyakit Malaria

Jumlah kasus Malaria Klinis di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sejumlah 2.995 kasus dengan penurunan sebanyak 4.735 kasus dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu sebanyak 7.730 kasus, Malaria Positif tahun 2011 sebanyak 513 kasus, menurun sebanyak 509 kasus bila dibandingkan tahun 2010 yang terdapat 1022 kasus. Sedangkan pada tahun 2009, jumlah kasus Malaria klinis sebanyak 13.375 kasus dan Malaria Positif sebanyak 1.095 kasus. Baik Malaria Klinis maupun Malaria Positif 100% mendapat pengobatan standar. Selain itu dari kasus Malaria Tahun 2011, tercatat jumlah penderita Malaria klinis yg ditemukan pada laki-laki sebanyak 1.526 orang dan perempuan sebanyak 1.429 orang. Sedangkan jumlah penderita Malaria Positif yang ditemukan pada laki-laki sebanyak 256 orang dan perempuan sebanyak 260 orang.

Jumlah kasus malaria dari tahun 2009-2011 dapat di lihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas, kasus malaria pada tahun 2011 lebih rendah dibandingkan pada tahun 2010 dan tahun 2009. Menurunnya angka kejadian Malaria baik klinis maupun positif disebabkan terintegrasinya pelaksanaan pencegahan dan pengendalian program malaria. Selain itu jumlah kasus malaria klinis lebih besar dibandingkan Malaria Positif hal ini disebabkan oleh karena kurangnya

2009 2010 2011 13375 7330 2995 1095 1022 513 TAHUN

JUMLAH KASUS MALARIA POSITIF & KLINIS

DI KAB. MANGGARAI

TAHUN 2009 S/D 2011

16 a. Penyakit Malaria

Jumlah kasus Malaria Klinis di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sejumlah 2.995 kasus dengan penurunan sebanyak 4.735 kasus dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu sebanyak 7.730 kasus, Malaria Positif tahun 2011 sebanyak 513 kasus, menurun sebanyak 509 kasus bila dibandingkan tahun 2010 yang terdapat 1022 kasus. Sedangkan pada tahun 2009, jumlah kasus Malaria klinis sebanyak 13.375 kasus dan Malaria Positif sebanyak 1.095 kasus. Baik Malaria Klinis maupun Malaria Positif 100% mendapat pengobatan standar. Selain itu dari kasus Malaria Tahun 2011, tercatat jumlah penderita Malaria klinis yg ditemukan pada laki-laki sebanyak 1.526 orang dan perempuan sebanyak 1.429 orang. Sedangkan jumlah penderita Malaria Positif yang ditemukan pada laki-laki sebanyak 256 orang dan perempuan sebanyak 260 orang.

Jumlah kasus malaria dari tahun 2009-2011 dapat di lihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas, kasus malaria pada tahun 2011 lebih rendah dibandingkan pada tahun 2010 dan tahun 2009. Menurunnya angka kejadian Malaria baik klinis maupun positif disebabkan terintegrasinya pelaksanaan pencegahan dan pengendalian program malaria. Selain itu jumlah kasus malaria klinis lebih besar dibandingkan Malaria Positif hal ini disebabkan oleh karena kurangnya

Klinis Positif

17

kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri bila terjadi gejala Malaria dan masih kurangnya sarana laboratorium di tiap puskesmas. Penyebab dari penyakit Malaria sebagian besar karena keadaan geografis, perubahan cuaca dan sanitasi yang buruk. Pada tahun 2011, jumlah kasus Malaria klinis terbanyak ada di Puskesmas Reo yaitu sebanyak 1 .196 kasus, sedangkan yang terendah ada di 2 (dua) Puskesmas yakni, ketang dan wangko yang tidak ditemukan kasus. Berdasarkan jumlah kasus Malaria Positif, jumlah terbanyak ada di Puskesmas Reo sebanyak 121 dan kasus dan terendah ada di puskesmas ketang dan wangko dgn ditemukan masing-masing 1. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 24.

Jumlah kasus Malaria klinis dan positif menurut jenis kelamin pada tahun 2011dapat dilihat pada tabel berikut:

0 500 1000 1500 2000 JUM LA H

JUMLAH KASUS MALARIA KLINIS & POSITIF MENURUT JENIS KELAMIN

DI KAB. MANGGARAI

TAHUN 2011

17

kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri bila terjadi gejala Malaria dan masih kurangnya sarana laboratorium di tiap puskesmas. Penyebab dari penyakit Malaria sebagian besar karena keadaan geografis, perubahan cuaca dan sanitasi yang buruk. Pada tahun 2011, jumlah kasus Malaria klinis terbanyak ada di Puskesmas Reo yaitu sebanyak 1 .196 kasus, sedangkan yang terendah ada di 2 (dua) Puskesmas yakni, ketang dan wangko yang tidak ditemukan kasus. Berdasarkan jumlah kasus Malaria Positif, jumlah terbanyak ada di Puskesmas Reo sebanyak 121 dan kasus dan terendah ada di puskesmas ketang dan wangko dgn ditemukan masing-masing 1. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 24.

Jumlah kasus Malaria klinis dan positif menurut jenis kelamin pada tahun 2011dapat dilihat pada tabel berikut:

klinis positif 1526 256 1429 260 PENDERITA MALARIA

JUMLAH KASUS MALARIA KLINIS & POSITIF MENURUT JENIS KELAMIN

DI KAB. MANGGARAI

TAHUN 2011

17

kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri bila terjadi gejala Malaria dan masih kurangnya sarana laboratorium di tiap puskesmas. Penyebab dari penyakit Malaria sebagian besar karena keadaan geografis, perubahan cuaca dan sanitasi yang buruk. Pada tahun 2011, jumlah kasus Malaria klinis terbanyak ada di Puskesmas Reo yaitu sebanyak 1 .196 kasus, sedangkan yang terendah ada di 2 (dua) Puskesmas yakni, ketang dan wangko yang tidak ditemukan kasus. Berdasarkan jumlah kasus Malaria Positif, jumlah terbanyak ada di Puskesmas Reo sebanyak 121 dan kasus dan terendah ada di puskesmas ketang dan wangko dgn ditemukan masing-masing 1. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 24.

Jumlah kasus Malaria klinis dan positif menurut jenis kelamin pada tahun 2011dapat dilihat pada tabel berikut:

JUMLAH KASUS MALARIA KLINIS & POSITIF MENURUT JENIS KELAMIN

DI KAB. MANGGARAI

TAHUN 2011

Laki-laki Perempuan

18 b. Penyakit TB Paru.

Jumlah kasus TB Paru yang ditemukan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2011 sebanyak 215 kasus dengan jumlah perkiraan

Dokumen terkait