BAB IV Sistimatika Dan Distribusi
A. Pelayanan Kesehatan
A. PELAYANAN KESEHATAN
1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1, K-4, Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dan Cakupan Pelayanan Nifas.
Tahun 2012 dari 7.297 ibu hamil yang ada di Kabupaten Bangka sebanyak 7.142 ibu hamil (97,9%) telah memeriksakan kehamilannya pada trimester pertama (K1) dan sebanyak 6.727 ibu hamil (92%) yang telah memeriksakan kehamilannya sampai pada trimester ketiga (K4). Jumlah ibu bersalin yang tercatat Tahun 2012 ada 6.966 bulin dan ibu yang persalinannya ditolong oleh tenaga kesehatan ada 6.502 bumil (93,3%). Jumlah ibu nifas ada 6.966 ibu dan yang mendapat pelayanan nifas ada 6.360 ibu (91,3%).
Bila dilihat persentase ibu bersalin yang ditolong nakes sudah tiga tahun ini menurun, tetapi bila dilihat jumlah total ibu bersalin tiga tahun ini angkanya terus meningkat yaitu dari 5.833 bulin tahun 2007, 5.960 bulin tahun 2008 dan 6.093 bulin tahun 2009. Ibu Nifas yang mendapatkan pelayanan nifas sejumlah 6.091 bufas (95,23 %) dari seluruh ibu nifas yang berjumlah 6.396 orang, menurun dari persentase tahun sebelumnya yang berjumlah 100% ibu nifas dari 6.001 bufas. Tahun 2007 ibu nifas yang mendapat pelayanan berkisar 83,91 % dari jumlah total ibu nifas yang tercatat yaitu 6.465 bufas.
Gambar 4.1
Persentase Cakupan Kunjungan BUMIL, Persalinan ditolong Nakes Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
2. Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil.
Cakupan imunisasi TT pada ibu hamil Tahun 2012 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, hanya pencatatannya agak berbeda. Bila tahun sebelumnya cakupan dilihat pada WUS, mulai Tahun 2012 cakupan imunisasi TT dilihat pada ibu hamil. Tahun 2012 ada 7.297 ibu hamil yang tercatat di Kabupaten Bangka dan yang mendapat TT1 ada 415 Bumil (5,7%), yang mendapat TT2 ada 795 bumil (10,9%), yang mendapat TT3 ada 1.060 bumil (14,5%), yang mendapat TT4 ada 2.157 bumil (29,6%), yang mendapat TT5 ada 2.715 bumil (37,2%) dan yang mendapat TT2+ ada 6.727 bumil (92,2%).
Jumlah dan persentase wus yang mendapat imunisasi TT-1 sampai TT-5 menunjukkan frekuensi yang menaik, hal ini sedikit menimbulkan pertanyaan apakah datanya valid mengingat biasanya WUS yang diimunisasi 1 sampai TT-5 jumlahnya berbanding terbalik. hal ini menimbulkan sedikit pertanyaan apakah datanya valid atau ada kesalahan entri data. Ada puskesmas yang penurunannya sedikit tetapi ada juga puskesmas yang penurunannya sangat besar. Cakupan persentase pemberian imunisai TT pada WUS juga sangat bervariasi bila dilihat per-puskesmas. Secara umum puskesmas yang cakupan imunisasi TT nya paling rendah adalah puskesmas Kenanga. cakupan persentase pemberian imunisasi TT mengalami sedikit penurunan, walaupun penurunannya tidaklah terjadi khusus pada satu puskesmas saja tetapi terjadi pada hampir semua puskesmas.
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i Gambar 4.2
Persentase Cakupan TT Pada Bumil Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
3. Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe.
Dari 7.297 jumlah ibu hamil yang tercatat Tahun 2012 yang telah diberi Fe 1 (30 tablet) ada 7.117 bumil (97,53%) sementara ibu hamil yang mendapat Fe 3 (90 tablet) ada 6.727 bumil (92,19%) tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.Persentase ini sudah melebihi dari yang disyaratkan dalam IS 2010 yang hanya 80 %. Tahun 2008 persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe1 dan Fe3 sudah cukup besar, namun bila dibandingkan dengan tahun 2007 terjadi penurunan persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe1 walaupun jumlah ibu hamil yang diberi tablet Fe meningkat.
Gambar 4.3
Jumlah BUMIL yang mendapat Tablet Fe Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
4. Cakupan Komplikasi Kebidanan dan Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani.
Tahun 2012 dari 1.459 ibu hamil yang diprediksi beresiko tinggi/komplikasi telah ditangani sebanyak 679 bumil (46,5%), jumlah ini memang masih dianggap kurang banyak dan persentasenya turun dibanding tahun 2011. Jumlah perkiraan neonatal risti/komplikasi ada 995 kasus dan yang telah ditangani baru ada 202 kasus(20,3%).
Dari 7.297 bumil yang tercatat di Kabupaten Bangka tahun 2012 ada 679 bumil (46,5%) yang mengalami resiko tinggi/komplikasi dan semuanya dapat ditangani (100%). secara keseluruhan mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2008. Hal ini menunjukkan bahwa kasus-kasus neonatal risti / komplikasi kejadiannya menurun dimasyarakat. Dari sekitar 6.384 bayi yang ada di Kab. Bangka tahun 2010, dapat diestimasikan bahwa sekitar 958 bayi adalah bayi baru lahir. Dari jumlah tersebut ada 86 kasus neonatal risti/komplikasi (1,35%) yang terjadi dan semua kasus tersebut telah ditangani dengan baik. Pada tahun 2008 dan 2009 seluruh kasus neonatal risti / komplikasi yang ditangani juga sudah mencapai 100 %, yang berarti seluruh kasus neonatal risti sudah ditangani. Persentase ini sudah melebihi persentase target yang ada dalam grand strategi yang hanya mensyaratkan minimal 75 %.
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i Gambar 4.4.
Jumlah BUMIL RISTI dan Neonatal Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
5. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Ibu Nifas.
Jumlah bayi (6-11 bulan) yang tercatat pada Tahun 2012 ada 3.316 bayi dan yang mendapat vit.A ada 3.198 bayi (96,4%). Sementara jumlah anak balita (1-4 tahun) tercatat ada 26.941 balita dan yang mendapat vit.A 2X ada 21.887 balita (81,24%).
Seluruh ibu nifas yang tercatat di Kab. Bangka Tahun 2012 ada 6.966 bufas dan yang mendapat vit.A ada 6.681 bufas (95,909%).
Gambar 4.5
Presentase Pemberian Vit A Pada Bayi, Anak Balita Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
6. Persentase Peserta KB Aktif menurut Jenis Kontrasepsi.
Pada Tahun 2012 seluruh peserta KB aktif yang terdata di Kab. Bangka ada 42.884 orang dan seluruhnya memakai alkon MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) dan Non MKJP. Peserta KB aktif yang memakai MKJP ada 3.410 orang (8,0 %) dan yang memakai alkon Non MKJP ada 38.974 orang (92,03 %). Peserta yang memakai alkon MKJP didominasi oleh alkon Impalan (4,9%) dan yang memakai alkon Non MKJP didominasi oleh alkon suntik (52,5%)
Tahun 2010 peserta KB Aktif menggunakan berbagai alat kontrasepsi yaitu 1.509 orang (3,55%) menggunakan IUD, 1.014 orang (2,42%) menggunakan MOP/MOW, 3.008 orang (9,56%) menggunakan implan, 15.285 orang (45,43%) menggunakan suntik, 12.515 orang (37,03%) menggunakan pil dan 728 orang (2%) menggunakan kondom. Tahun 2009 Jenis kontrasepsi yang paling banyak dipergunakan oleh pasangan usia subur (PUS) yang ber-KB adalah alat kontrasepsi Suntik (52,92 %). Urutan kedua diduduki oleh alat kontrasepsi Pil (31,44 %), kemudian alat kontrasepsi kondom (16,1 %), alkon Implan (2,47 %), alkon IUD (1,12 %), dan terakhir alkon MOP/MOW (0,076 %). Angka ini tidak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Bila dibandingkan dengan jenis kontrasepsi yang dipakai oleh peserta KB baru, tidak terdapat perbedaan yang berarti hanya pada pemakaian alat kontrasepsi Suntik dimana persentase peserta KB Baru lebih banyak menggunakannya.
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i
Gambar 4.6
Presentase Pemakaian Alat Kontrasepsi Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
7. Persentase Peserta KB Baru menurut Jenis Kontrasepsi.
Pada Tahun 2012 seluruh peserta KB baru yang terdata di Kab. Bangka ada 6.745 orang dan seluruhnya memakai alkon MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) dan Non MKJP. Peserta KB baru yang memakai MKJP ada 501 orang (7,4%) dan yang memakai alkon Non MKJP ada 6.244 orang (92,6%). Peserta yang memakai alkon MKJP didominasi oleh alkon Impalan (5,08%) dan yang memakai alkon Non MKJP didominasi oleh alkon suntik (50,8%) terjadi penurunan dari tahun sebelumnya dimana Pada Tahun 2011 seluruh peserta KB baru yang terdata di Kab. Bangka ada 8.154 orang dan seluruhnya memakai alkon MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) dan Non MKJP. Peserta KB baru yang memakai MKJP ada 447 orang (5,5%) dan yang memakai alkon Non MKJP ada 7.707 orang (94,5%). Peserta yang memakai alkon MKJP didominasi oleh alkon Impalan (3,8%) dan yang memakai alkon Non MKJP didominasi oleh alkon suntik (59,2%)
Sudah sejak 5 (lima) tahun terakhir alat kontrasepsi (alkon) yang paling banyak dipakai oleh peserta KB Baru adalah alat KB Suntik. Hampir diseluruh puskesmas di Kabupaten Bangka, persentase PUS yang memakai alat KB Suntik selalu lebih besar jika dibandingkan dengan persentase PUS pemakai alat kontrasepsi lainnya. Pada tahun 2010 ada 12.887 orang peserta KB Baru yang
menggunakan berbagai alat kontrasepsi yaitu 118 orang (0,92%) menggunakan IUD, 3 orang (0,023%) menggunakan MOP/MOW, 426 orang (3,306%) menggunakan implan, 6.523 orang (50,62%) menggunakan suntik, dan 3.764 orang ( 29,21 %) menggunakan pil. Pada tahun 2009 ada sekitar 44,74 % peserta KB menggunakan alkon suntik. Urutan kedua persentase pemakaian alat kontrasepsi ditempati oleh alat KB PIL (37,76 %), urutan ketiga alat KB Implant (9,02 %), keempat alat KB IUD (4,53 %) dan terakhir alat KB Kondom (1,87 %). Kalau dihitung secara lebih cermat, pemakaian alkon kondom kemungkinan persentasenya akan meningkat, tetapi tidak tercatat karena kesulitan dalam memperoleh data yang akurat dilapangan.Data ini tidak berbeda jauh bila dibandingkan dengan data tahun 2007 dan 2008, dimana pemakaian alat KB Suntik tetap menduduki urutan teratas dalam persentase pemakaian alat KB, kemudian alat KB PIL, implant, kondom dan terakhir alat KB IUD.
Gambar 4.7
Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Alat Kontrasepsi
Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
8. Persentase Peserta KB Baru dan KB Aktif
Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang terdata di Kab. Bangka Tahun 2012 adalah 54.116 orang, dari jumlah tersebut 6.745 orang (12,5%) diantaranya menjadi akseptor KB baru dan 42.384 orang lagi (78,3%) menjadi akseptor KB Aktif. Ada peningkatan Jumlah Pasangan Usia Subur dari tahun sebelumnya,
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i dimana pada Tahun 2011 adalah 47.217 orang, dari jumlah tersebut 8.154 orang (17,3%) diantaranya menjadi akseptor KB baru dan 33.928 orang lagi (71,9%) menjadi akseptor KB Aktif.
Gambar 4.8
Presentase Peserta KB Aktif dan KB Baru Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
9. Cakupan Kunjungan Neonatus.
Jumlah bayi lahir hidup di Kab. Bangka Tahun 2012 ada 6.632 bayi. Selama masa kehamilan ibu yang datang berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya sebanyak 1 kali (KN1) ada 6.459 bumil (97,4%) dan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya sebanyak 3 kali (KN Lengkap) ada 6.287 bumil (94,8%). Tidak jauh beda dari tahun sebelumnya dimana Jumlah bayi lahir hidup di Kab. Bangka Tahun 2011 ada 6.450 bayi. Selama masa kehamilan ibu yang datang berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya sebanyak 1 kali (KN1) ada 6.361 bumil (98,6%) dan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya sebanyak 3 kali (KN Lengkap) ada 6.111 bumil (94,7%).
Tahun 2010 jumlah neonatus yang tercatat di Dinkes Kab. Bangka ada 6.071 bumil dan yang melakukan kunjungan kehamilan sampai 3 (tiga) kali sebanyak 5.726 bumil (94,32%). Jumlah bayi yang tercatat ada 6.384 bayi dan yang melakukan kunjungan ada 2.979 bayi (47%). Bayi lahir hidup yang tercatat ada 6.071 bayi, yang ditimbang 6.040 bayi (99%) dan yang mengalami BBLR ada 46 bayi (0,76%). Seluruh bayi yang BBLR telah ditangani dengan baik.
Gambar 4.9
Presentase Cakupan KN 1 dan KN 3 Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
10. Cakupan Kunjungan Bayi.
Jumlah bayi yang tercatat di seluruh Kabupaten Bangka Tahun 2012 ada 6.632 bayi, dan bayi yang melakukan kunjungan minimal 4 kali ke posyandu ada 5.942 bayi (89,6%). Persentase kunjungan bayi paling rendah terdapat di wilayah Puskesmas Pemali yaitu 76,5% dan yang paling tinggi ada diwilayah kerja Puskesmas Kenanga 109,3%. Tidak beda jauh dari tahun sebelumnya , hanya Presentase kunjungan mengalami perbedaan yang signifikan, dimana Jumlah bayi yang tercatat Tahun 2011 ada 6.469 bayi, dan bayi yang melakukan kunjungan minimal 4 kali ke posyandu ada 5.617 bayi (86,8%). Persentase kunjungan bayi paling rendah terdapat di wilayah Puskesmas Sungailiat yaitu 33% dan yang paling tinggi ada diwilayah kerja Puskesmas Pemali 167%
Tahun 2010 jumlah keseluruhan bayi ada 6.091 orang sementara yang dikunjungi ada 905 orang (14,9 %), kecilnya persentase kunjungan ini karena data yang masuk hanya dari 3 (tiga) puskesmas, yaitu Puskesmas Sungailiat, Puskesmas Pemali dan Puskesmas Riau Silip. Pada tahun 2008 seluruh bayi dapat dikunjungi (100 %) sementara pada tahun 2007 hanya 2,5 % saja dari jumlah seluruh bayi.
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i
Gambar 4.10
Jumlah Kunjungan Bayi Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
11. Cakupan Desa /kelurahan “Universal Child Immunization” (UCI).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Tahun 2012 seluruh desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Bangka telah mencapai Universal Child Immunization (UCI), jadi dapat disimpulkan bahwa cakupan imunisasi di seluruh desa/kelurahan di Kab. Bangka telah mencapai > 80%.
12. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi.
Dari sejumlah 6.632 bayi yang ada di Kab. Bangka Tahun 2012 yang mendapat imunisasi DPT1+HB1 ada 6.852 bayi (103,3%), yang mendapat imunisasi DPT3+HB3 ada 6.573 bayi (99,1%) dan bayi yang mendapat imunisasi campak ada 6.608 bayi (99,6%). Drop Out rate untuk Kabupaten Bangka sendiri ada 3,6%. Sementara bayi yang diimunisasi BCG ada 6.815 bayi (102,8%) dan bayi yang diimunisasi Polio 3 ada 6.778 bayi (102,2%).terjadi peningkatan dengan drop out rate yang menurun dari tahun sebelumnya dimana dari sejumlah 6.469 bayi yang ada di Kab. Bangka Tahun 2012 yang mendapat imunisasi DPT1+HB1 ada 6.318 bayi ( 97,7%), yang mendapat imunisasi DPT3+HB3 ada 6.171 bayi (95,4%) dan bayi yang mendapat imunisasi campak ada 6.075 bayi (93,9%). Drop Out rate untuk Kabupaten Bangka sendiri ada 3,8%. Sementara bayi yang diimunisasi BCG ada 6.213 bayi (96%) dan bayi yang diimunisasi Polio 3 ada 6.135 bayi (94,8%)
Tahun 2010 Jumlah bayi yang tercatat di Kabupaten Bangka ada 6.384 bayi, yang diimunisasi BCG ada 5.943 bayi (93,1%), yang diimunisasi DPT1 + HB1 ada 6.106 bayi (95,6%), yang diimunisasi DPT3 + HB3 ada 6.025 bayi (94,4%), yang diimunisasi Polio 3 ada 6.070 bayi (95,1%) dan yang diimunisasi campak ada 6.150 bayi (96,3%), sementara angka Drop Out ada 6% dari jumlah bayi. Angka capaian ini sudah memenuhi target kinerja dalam SPM yang menargetkan minimal 80 % bayi di suatu desa harus diimunisasi, sementara persentase cakupan imunisasi yang paling rendah adalah imunisasi BCG (93,1%) dan paling tinggi imunisasi campak 96,3%.
Tahun 2009 Jumlah bayi yang tercatat di Kabupaten Bangka ada 6.091 bayi, yang diimunisasi BCG ada 5.092 bayi (96,9 %), yang diimunisasi DPT1 + HB1 ada 6.280 bayi (103,1 %), yang diimunisasi DPT3 + HB3 ada 6.108 bayi (100,3 %), yang diimunisasi Polio 3 ada 6.139 bayi (100,8 %) dan yang diimunisasi campak ada 6.176 bayi (101,4 %), sementara angka Drop Out ada 1,7 % dari jumlah bayi. Angka capaian ini sudah memenuhi target kinerja dalam SPM yang menargetkan minimal 80 % bayi di suatu desa harus diimunisasi, sementara persentase cakupan imunisasi yang paling rendah adalah imunisasi BCG (96,9 %) dan paling tinggi imunisasi DPT3+HB3 (103,1 %). Adapaun capaian target kenerja dapat melebihi 100 %, kemungkinan karena jumlah bayi yang terdata tidak valid atau ada penambahan penduduk pada tahun berjalan. Puskesmas yang angka drop out nya paling tinggi adalah Puskesmas Sinar Baru dengan persentase 11,7 % dan yang paling rendah Puskesmas Pemali dengan persentase 0,2%. Pencapaian persentase imunisasi paling rendah terdapat di Puskesmas Sinar Baru (86,2%) pada imunisasi campak dan paling tinggi terdapat di Puskesmas Gunung Muda (116,3 %) pada imunisasi DPT1+HB1. Puskesmas yang rata-rata cakupan imunisasi bayinya lebih rendah dibanding puskesmas lainnya adalah puskesmas Baturusa dan puskesmas yang rata-rata cakupan imunisasinya paling tinggi adalah Puskesmas Gunung Muda.
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i
Gambar 4.11
Presentase Cakupan Imunisasi Pada Bayi Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
Gambar 4.11
Presentase Cakupan Imunisasi BCG, Polio Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
13. Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif.
Dari 4.023 Bayi yang tercatat di Kab. Bangka Tahun 2012 ada 2.246 bayi (55,9%) yang diberi ASI Eksklusif meningkat dari tahun 2011. Dari 1.726 Bayi yang tercatat di Kab. Bangka Tahun 2012 ada 748 bayi (43,3%) yang diberi ASI Eksklusif.
Tahun 2010 dari 3.406 bayi umur 0-6 bulan hanya ada 557 bayi (16,4%) yang diberi ASI Eksklusif. Puskesmas yang persentasenya paling tinggi yaitu Puskesmas Bakam (52,9%) dan yang paling rendah Puskesmas Belinyu (2,5%). Tahun 2009 dari sejumlah 6.091 bayi yang tercatat, ada 502 bayi (8,2 %) yang diberi ASI eksklusif, naik dari tahun sebelumnya. Dalam IS 2010 ditargetkan 80% bayi mendapat ASI Eksklusif, tetapi dalam GS Kabupaten Bangka ditargetkan sampai tahun 2013 sebanyak 18 % bayi yang mendapat ASI Ekslusif. Persentase cakupan bayi tahun 2009 ini memang masih dibawah target tersebut, diharapkan kedepan persentase cakupan dapat ditingkatkan.
Gambar 4.12
Presentase Bayi di beri ASI Eklusif Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
14. Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6-23 Bulan Keluarga Miskin.
Tahun 2012 Seluruh anak usia 6 – 23 bulan dari keluarga miskin yang tercatat ada 109 anak dan seluruhnya telah mendapat makanan pendamping ASI.
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i
Gambar 4.13
Presentase Pemberian MP-anak Gakin Usia 6-23 Bln
Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
15. Jumlah Balita Ditimbang.
Tercatat 21.589 balita (64,3%) yang telah ditimbang Tahun 2012 dan yang mengalami kenaikan berat badan ada 14.593 balita (67,6%) dan balita yang dibawah garis merah (BGM) ada 38 balita (0,2%) terjadi penurunan pada balita yang dibawah garis merah dari tahun sebelumnya.
Gambar 4.14
Presentase Balita yang Ditimbang Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
16. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan.
Terdapat 50 balita yang menderita gizi buruk Tahun 2012 yang terdiri dari 22 balita laki-laki dan 28 balita perempuan dan seluruhnya telah mendapat perawatan. Jumlahnya bertambah dari tahun sebelumnya hanya Ada 23 balita yang menderita gizi buruk Tahun 2011 yang terdiri dari 13 balita laki-laki dan 10 balita perempuan dan seluruhnya telah mendapat perawatan.satu satunya puskesmas yang tidak terdapat balita dengan gizi buruk adalah pada puskesmas Sinar baru kecamatan Sungailiat pada tahun 2012.
Tahun 2010 tercatat ada 31.255 balita yang berdomisili di Kab. Bangka dan 19.303 balita (61,7%) diantaranya telah ditimbang berat badannya. Sebanyak 13.077 balita (67,75%) naik berat badannya, hanya 210 balita (1,09%) yang beratnya masih dibawah garis merah (gizi kurang) dan tidak ada balita yang gizi buruk. Tahun 2009 dari sejumlah 30.017 balita yang ada di Kabupaten Bangka, yang ditimbang sejumlah 14.576 balita (49 %) turun dari tahun sebelumnya dan dari jumlah tersebut, balita yang naik berat badannya sejumlah 10.534 balita (72%) dan balita yang bawah garis merah (BGM) sejumlah 197 balita (1,35%). Balita dengan gizi buruk tidak ditemukan lagi pada tahun 2009 sehingga sudah dua tahun berturut-turut tidak dijumpai lagi kasus gizi buruk. Kecamatan bebas rawan gizi tahun 2009 ada 4 (empat) yaitu Kecamatan Sungailiat, Bakam, Belinyu dan Kecamatan Merawang.
Gambar 4.15
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i 17. Cakupan Pelayanan Anak Balita.
Jumlah seluruh Anak balita usia 12 - 64 bulan ada 25.833 balita dan yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan minimal 8 kali sebanyak 11.069 balita (42,8%).
Gambar 4.16
Presentase Balita mendapat Yankes minimal 8 kali Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
18. Cakupan Penjaringan dan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat. Persentase cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat di kabupaten Bangka sedikit mengalami penurunan, hal ini dikarnakan pada saat pelaksanaan penjaringan di sekolah ada siswa yang tidak masuk sekolah. dimana Terdapat sebanyak 6.935 murid kelas 1 atau setingkat yang terjaring dalam penjaringan kesehatan anak SD dan setingkat Tahun 2012 di kab. Bangka dan yang mendapat pelayanan kesehatan ada 6.903 anak (99,5%). Dimana ada penurunan jumlah cakupan penjaringan dari tahun sebalumny, sebanyak 8.752 murid kelas 1 atau setingkat yang terjaring dalam penjaringan kesehatan anak SD dan setingkat Tahun 2011 dan yang mendapat pelayanan kesehatan ada 7.029 anak (80,3%).
Gambar 4.17
Presentase Murid SD Kelas I yang mendapatkan Yankes
Perpuskesmas di Kabupaten Bangka Tahun 2012
19. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila.
Terdapat 12.458 orang pra usia lanjut (45-59 th) dan usila (> = 60 tahun) yang tercatat di Ka. Bangka Tahun 2012. Dari jumlah tersebut ada 11.893 orang (95,46%) yang mendapat pelayanan kesehatan yang terdiri dari 2.582 usila laki-laki dan 9.331 usila perempuan. Meningkat tajam dari tahun sebelumnya dimana ada 11.909 orang pra usia lanjut (45-59 th) dan usila (> = 60 tahun) yang tercatat di Ka. Bangka Tahun 2012. Dari jumlah tersebut ada 9.717 orang (81,59%) yang mendapat pelayanan kesehatan yang terdiri dari 1.904 usila laki-laki dan 7.813 usila perempuan.
Tahun 2010 tercatat 16.730 orang yang berusia 45 – 55 tahun dan yang dilayanani kesehatannya ada 5.506 orang (32,91%). Pada Usia lanjut diatas 60 tahun ada 9.571 orang dan yang dilayani kesehatannya ada 3.505 orang (36,62%). Tahun 2009 tercatat ada 37.379 orang yang berusia diatas 45 tahun, yang terbagi dalam dua kategori yaitu pra usila (45-59 th) dan usila (60+). Pada kategori pra usila (45-59 th) ada sejumlah 23.569 orang, dari jumlah tersebut ada 4.015 orang (17 %) yang dilayani kesehatannya, sementara dari kategori usila (60+) ada 13.810 orang dan yang dilayani kesehatannya ada 4.743 orang (34,3%). Tahun 2008, tercatat ada 8.238 orang penduduk Kabupaten Bangka yang usianya antara 45 – 59 tahun, usia ini dikategorikan dalam kategori pra usia lanjut. Pra usia lanjut adalah usia dimana stamina dan kesehatan manusia mulai menurun sehingga kesehatannya
Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Tahun 2012
Tim Penyusun i sudah harus mulai lebih diperhatikan. Penduduk yang berusia lanjut (Usila) yaitu penduduk yang berusia > 60 tahun ada 10.145 orang.
Seluruh penduduk yang dikategorikan dalam kategori pra usia lanjut dan kategori usia lanjut telah mendapat pelayanan kesehatan bila mereka memerlukannya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Kabupaten Bangka.
Gambar 4.18
Presentase Cakupan Pelayanan Pasien Usila Perpuskesmas
di Kabupaten Bangka Tahun 2012
20. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten Bangka.
Seluruh sarana pelayanan kesehatan di Kab. Bangka yang berjumlah 18 buah telah mempunyai kemampuan pelayanan gawat darurat level 1. Sarana pelayanan tersebut terdiri dari RSU 4 buah, RSJ 1 buah, puskemas perawatan 3 buah dan sarana yankes lainnya 10 buah.
21. Desa/Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani <24 jam dan Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB.
Selama Tahun 2012 terjadi keracunan makanan yang merupakan kejadian luar biasa yang terjadi di Kab. Bangka. Penyakit keracunan makanan terjadi di salah satu kecamatan dan megancam kesehatan 30 orang penduduk walaupun yang
menderita akibat keracunan makanan ini hanya 30 orang dengan atack rate 100 dan tidak ada kematian pada KLB keracunan makanan ini. Dibanding tahun Selama Tahun 2011 ada 2 (dua) kejadian luar biasa yang terjadi di Kab. Bangka yaitu penyakit campak dan malaria. Penyakit campak menyerang satu desa dan megancam kesehatan 3.658 penduduk walaupun yang menderita penyakit campak hanya 21 orang dengan atack rate 0,57 dan tidak ada kematian pada KLB campak ini.
KLB kedua adalah penyakit malaria yang menyerang satu desa dan mengancam 8.873 penduduk sementara penduduk yang menderita 54 orang dengan attack rate 0,61 dan tidak ada kematian yang terjadi.
Tahun 2010 Dari 69 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Bangka, hanya 3 desa yang terjadi KLB yaitu desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kenanga, Pemali dan Belinyu. Semua KLB telah ditangani dengan baik. Tahun 2009 ada 62 desa yang terserang KLB dan seluruhnya dapat ditangani dalam waktu < 24 jam, meningkat bila dibanding dari tahun-tahun sebelumnya. Penyakit cacar air (varicella) dan AFP merupakan penyakit yang menyebabkan KLB tahun 2010, dimana jumlah penderitanya ada 22 orang yang terbagi dalam 20 orang menderita cacar air dan 2 (dua) orang menderita AFP tetapi tidak ada kematian pada kedua kasus tersebut. Adapun atack ratenya adalah 0,01 pada kasus AFP dan 0,24 pada kasus varicella.
22. Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap.
Seluruh puskesmas di Kab. Bangka telah dapat melaksanakan pelayanan