• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kota

Dalam dokumen perencanaan Kota (Halaman 25-35)

Menurut Zakiah Daradjat, fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Suryo Subroto, fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha, dapat berupa benda maupun uang.

Fasilitas menurut jenisnya dibagi menjadi 2, yaitu fasilitas umum dan fasilitas sosial. Fasilitas umum adalah fasilitas yang diadakan untuk kepentingan umum. Fasilitas sosial adalah fasilitas yang diadakan oleh pemerintah atau pihak swasta yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam lingkungan pemukiman.

Identifikasi Kebutuhan Fasilitas Kota Tanjungpinang tahun 2034

Untuk mengetahui kebutuhan fasilitas Kota Tanjungpinang maka harus diketahui dulu jumlah penduduk Kota Tanjungpinang tahun 2034 dengan perhitungan proyeksi menggunakan rumus eksponen seperti dibawah ini :

26

Po = Tahun dasar

= 2,71828282 t = Tahun

r = Laju Pertumbuhan Penduduk

Dengan menggunakan rumus diatas dan mengacu pada jumlah penduduk tahun 2010 – 2012, maka didapatlah jumlah penduduk Kota Tanjungpinang tahun 2034 seperti tabel dibawah ini :

Tabel 2 Jumlah Penduduk Kota Tanjungpinang tahun 2012 dan 2034

Kecamatan Tahun 2012 2034 Bukit Bestari 57641 62514 Tanjungpinang Timur 77633 78817 Tanjungpinang Kota 17650 17160 Tanjungpinang Barat 46695 45678

Sumber : Kota Tanjungpinang dalam angka,2012 dan Hasil Perhitungan 2014

a. Fasilitas Pendidikan

Fasilitas pendidikan adalah semua keperluan yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Pada tahun 2034 penduduk Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan seperti yang sudah tertera pada tabel diatas , maka dengan meningkatnya jumlah penduduk Kota Tanjungpinang disertai juga dengan peningkatan kebutuhan fasilitas pendidikan seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

27

Tabel 3 Tabel Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kota Tanjungpinang

Kecamatan

Tahun

Kebutuhan

2012 2034

TK SD SMP SMA TK SD SMP SMA TK SD SMP SMA

Bukit Bestari 13 19 11 8 50 39 13 13 (-)37 (-)20 (-)2 (-)5

Tanjungpinang Timur 17 19 9 1 63 49 16 16 (-)46 (-)30 (-)7 (-)15

Tanjungpinang Kota 8 15 3 1 11 9 3 3 (-)3 6 0 (-)2

Tanjungpinang Barat 13 17 5 3 34 27 9 9 (-)21 (-)10 (-)4 (-)6

Sumber : Kota Tanjungpinang dalam angka,2012 dan Hasil Perhitungan 2014

Pada tahun 2034 di proyeksikan ke empat kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang ini mengalami peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan jumlah penduduk ini juga diikuti oleh peningkatan jumlah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tanjungpinang. Mengacu pada SNI 2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan ada beberapa fasilitas pendidikan yang ada di empat kecamatan di Kota Tanjungpinang sudah memenuhi standar, namun ada beberapa juga yang masih perlu di tambah. Pada Kecamatan Bukit Bestari di proyeksikan jumlah penduduk kecamatan ini pada tahun 2034 menjadi 62.514 jiwa, bertambahnya jumlah penduduk ini menyebabkan juga bertambahnya kebutuhan fasilitas pendidikan yang ada di kecamatan ini. Kecamatan Bukit Bestari membutuhkan tambahan 37 unit gedung TK, 20 unit bangunan Sekolah Dasar, 2 unit bangunan Sekolah Menengah Pertama dan 5 unit bangunan Sekolah Menengah Atas. Kecamatan Tanjungpinang Timur di proyeksikan jumlah penduduk pada tahun 2034 sebanyak 78.817 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk ini juga menyebabkan peningkatan jumlah fasilitas pendidikan. Pada tahun 2034 penduduk Kecamatan Tanjungpinang Timur memerlukan tambahan 40 unit bangunan TK, 30 unit bangunan SD, 7 unit bangunan SMP dan 15 unit bangunan SMA. Kecamatan Tanjungpinang Kota di proyeksikan memiliki jumlah penduduk sebanyak 17160 jiwa pada tahun 2034, untuk melayani kebutuhan masyarakat pada tahun 2034 kecamatan ini hanya perlu menambah 3 unit bangunan TK dan 2 unit bangunan SMA. Pada tahun 2034 Kecamatan Tanjungpinang Barat di proyeksikan akan memiliki jumlah penduduk sebanyak 45678 jiwa, kecamatan ini membutuhkan tambahan 21 unit bangunan TK, 10 unit bangunan SD, 4 unit bangunan SMP dan 6 unit bangunan SMA .

28

b. Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan adalah semua keperluan yang diperlukan dalam proses pelayanan kesehatan masyarakat baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2034 penduduk Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan seperti yang sudah tertera pada tabel diatas , maka dengan meningkatnya jumlah penduduk Kota Tanjungpinang disertai juga dengan peningkatan kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

Tabel 4 Tabel Kebutuhan Fasilitas Kesehatan di Kota Tanjungpinang

Kecamatan Tahun Kebutuhan 2012 2034 Rumah Sakit Puskesmas Balai Pengobatan Rumah Sakit Puskesmas Balai Pengobatan Rumah Sakit Puskesmas Balai Pengobat an Bukit Bestari 1 5 21 (-) 16 Tanjungpinang Timur 3 9 26 (-) 17 Tanjungpinang Kota 1 1 6 (-) 6 Tanjungpinang Barat 1 1 7 15 (-) 8

Sumber : Kota Tanjungpinang dalam angka,2012 dan Hasil Perhitungan 2014

Mengacu pada SNI 2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan kebutuhan fasilitas kesehatan rumah sakit dan puskesmas di Kota Tanjungpinang sudah memenuhi kebutuhan penduduk kota ini pada tahun 2034, karena berdasarkan standar SNI 2004 tentang Tatat Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan 1 rumah sakit dibangun 240.000 jiwa penduduk dan puskesmas 120.000 jiwa penduduk sedangkan di keempat kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang pada tahun 2034 tidak ada yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 120.000 jiwa penduduk. Namun di Kecamatan Bukit Bestari yang di proyeksikan pada tahun 2034 akan memiliki 62.514 jiwa penduduk membutuhkan 16 unit bangunan balai pengobatan untuk melayani kebutuhan masyarakatnya, Kecamatan Tanjungpinang Timur membutuhkan 17 unit balai pengobatan, Kecamatan Tanjungpinang Kota 6 unit dan Kecamatan Tanjungpinang Barat 8 unit balai pengobatan.

29

Fasilitas peribadatan adalah semua keperluan yang diperlukan dalam proses pelayanan kesehatan masyarakat baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2034 penduduk Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan seperti yang sudah tertera pada tabel diatas , maka dengan meningkatnya jumlah penduduk Kota Tanjungpinang disertai juga dengan peningkatan kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

Tabel 5 Tabel Kebutuhan Fasilitas Peribadatan di Kota Tanjungpinang

Kecamatan

Tahun

Kebutuhan

2012 2034

Masjid Musholla Gereja Puri Vihara Masjid Musholla Gereja Puri Vihara Masjid Musholla Gereja Puri Vihara

Bukit Bestari 31 40 6 7 25 252 Menyesuaikan kebutuhan masyarakat 6 (-)212 Menyesuaikan kebutuhan masyarakat Tanjungpinang Timur 49 34 10 3 31 315 18 (-)281 Tanjungpinang Kota 15 9 6 11 6 57 9 (-)48 Tanjungpinang Barat 18 19 6 21 17 170 1 (-)151

Sumber : Kota Tanjungpinang dalam angka,2012 dan Hasil Perhitungan 2013

Mengacu pada SNI 2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan kebutuhan fasilitas peribadatan masjid di empat kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang pada tahun 2034 sudah memenuhi kebutuhan penduduknya. Namun Kecamatan Bukit Bestari yang pada tahun 2034 di proyesikan akan memiliki penduduk sebanyak 62.514 jiwa membutuhkan tambahan musholla sebanyak 212 unit, Kecamatan Tanjungpinang Timur yang di proyeksi akan memiliki 78817 jiwa penduduk pada tahun 2034 memerlukan tambahan 281 unit musholla untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, Kecamatan Tanjungpinang Kota yang pada tahun 2034 akan memiliki jumlah penduduk sebanyak 17.160 jiwa memerlukan tambahan 48 unit musholla dan Kecamatan Tanjungpinang Barat dengan jumlah penduduk pada tahun 2034 sebanyak 45.678memerlukan tambahan 151 unit musholla untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada tahun 2034 di masing masing kecamatan ini. Sedangkan untuk kebutuhan fasilitas peribadatan gereja,vihara dan pura pada tahun 2034 disesuaikan dengan kondisi masyarakat pada tahun tersebut.

 Pengertian Infrastruktur

Infrastruktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dab ekonomi (Grigg dan Kodoatie,

30

2003:8). Sistem infrastruktur merupakan pendukung utama fungsi-fungsi sistem sosial dan sistem ekonomi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sistem infrastruktur dapat didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas atau struktur-struktur dasar, peralatan-peralatan, instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat.

Menurut stone dalam kodoatie (2003,101), infrastruktur didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agen-agen publik untuk fungsi-fungsi pemerintah dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan similar untuk memfasilitasi tujuan-tujuan ekonomi dan sosial.

Menurut Grigg dalam Kodoatie (2003:101), infrastuktur dapat dibagi kedalam 13 kategori, yaitu:

1. Sistem penyediaan air: waduk, penampungan air, transmisi dan distribusi, fasilitas pengelolaan air (treatment plant)

2. Sistem pengelolaan air limbah: pengumpulan, pengolahan, pembuangan, daur ulang 3. Fasilitas pengelolaan limbah padat

4. Fasilitas pengendali banjir, berupa drainase dan irigasi 5. Fasilitas lintas air dan navigasi

6. Fasilitas transportasi: jalan, rel, bandar udara. Termasuk didalamnya adalah tanda-tanda lalu lintas, fasilitas pengontrol

7. Sistem transit publik

8. Sistem kelistrikan: produksi dan distribusi 9. Fasilitas gas alam

10. Gedung publik: sekolah, rumah sakit 11. Fasilitas perumahan publik

12. Taman kota sebagai daerah resapan, tempat bermain termasuk stadion 13. Komunikasi

 Identifikasi Kebutuhan Infrastruktur Kota Tanjungpinang tahun 2034

Pada tahun 2034 jumlah penduduk Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga mempengaruhi jumlah infrastruktur yang tersedia. Mengacu pada SNI 2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan dan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang

31

Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum, maka jumlah kebutuhan infrastruktur masyarakat Kota Tanjungpinang pada tahun 2034 seperti tabel – tabel dibawah ini :

Tabel 6 Kebutuhan Air Bersih Kota Tanjungpinang tahun 2034

Kecamatan Air Bersih Total Limbah Domestik (lt/jiwa/hari) Non Domestik (lt/jiwa/hari) Bukit Bestari 1886400 377280 2263680 1810944 Tanjungpinang Timur 2359770 471954 2831724 2265379 Tanjungpinang Kota 424020 84804 508824 407059 Tanjungpinang Barat 1272600 254520 1527120 1221696

Sumber : Hasil Perhitungan 2014

Tabel 7 Kebutuhan Listrik Kota Tanjungpinang tahun 2034

Kecamatan

Listrik Rumah

Tangga (Va)

Fasilitas Umum & Sosial (Va)

Penerangan Jalan (Va) Bukit Bestari 7074000 1768500 1061100 Tanjungpinang Timur 8849250 2212312 1327387 Tanjungpinang Kota 1589850 397462 238477 Tanjungpinang Barat 4772250 1193062 715837

Sumber : Hasil Perhitungan 2014

Tabel 8 Kebutuhan Telepon Kota Tanjungpinang tahun 2034

Kecamatan

Telepon Rumah

Tangga

Telepon Umum Fasilitas Umum dan Sosial

Bukit Bestari 2043 251 613

Tanjungpinang Timur 2556 312 767

Tanjungpinang Kota 459 57 138

Tanjungpinang Barat 1379 170 414

Sumber : Hasil Perhitungan 2014

Tabel 9 Kebutuhan TPA & TPS Kota Tanjungpinang tahun 2034

Kecamatan

Sampah

Total TPA TPS

Domestik Non Domestik

Bukit Bestari 157200 31440 188640 25

Tanjungpinang Timur 195147,5 39029,5 234177 32

Tanjungpinang Kota 35335 7067 42402 7

Tanjungpinang Barat 106050 21210 127260 18

32

Kecamatan Bukit Bestari yang di proyeksikan pada tahun 2034 memiliki 62.514 jiwa penduduk. Pada tahun 2034 masyarakat Kecamatan Bukit Bestari memerlukan 2.263.680 liter air bersih per penduduk per hari. Masyarakat kecamatan ini juga membutuhkan 7.074.000 Va listrik untuk rumah tangga, 1.768.500 Va listrik untuk fasilitas umum dan sosial dan 1.061.100 Va untuk penerangan jalan, sedangkan untuk jaringan telepon penduduk Kecamatan Bukit Bestari membutuhkan 2043 jaringan telepon untuk rumah tangga,251 telepon umum dan 613 jaringan telepon untuk fasilitas umum dan sosial. Penduduk kecamatan ini menghasilkan 1.810.944 liter per jiwa perhari dan 188.640 sampah perliter per jiwa per hari.Kecamatan ini membutuhkan 25 TPS untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh masyarakatnya.

Kecamatan Tanjungpinang Timur di proyeksikan akan memilii 78.817 jiwa penduduk pada tahun 2034. Pada tahun 2034 penduduk kecamatan ini memerlukan 2.831.724 liter air bersih per jiwa per hari, penduduk ini juga memerlukan 8.849.250 Va listrik rumah tangga, 2.212.312 Va untuk fasilitas umum dan sosial serta 1.327.387 Va untuk penerangan jalan. Selain itu kecamatan ini juga memerlukan 2556 jarinan telepon untuk rumah tangga, 251 telepon umum dan 613 jaringan telepon untuk fasilitas umum dan sosial. Dengan jumlah penduduk sebanyak 78.817 jiwa, kecamatan ini menghasilkan limbah sebanyak 2.265.379 liter perhari perjiwa dan 234.177 liter sampah per jiwa per hari. Untuk menampung sampah yang dihasilkan masyarakat tersebut, Kecamatan Tanjungpinang timur memerlukan 32 TPS.

Kecamatan Tanjungpinang kota di proyeksikan akan memiliki penduduk sebanyak 17.160 jiwa pada tahun 2034. Pada tahun 2034 penduduk kecamatan ini memerlukan 508.824 liter air bersih per jiwa perhari, penduduk ini juga memerlukan 1.589.850 Va listrik untuk rumah tangga, 397.462 Va listrik untuk fasilitas umum dan sosial serta 238.477 Va listrik untuk penerangan jalan. Selain itu kecamatan ini juga memerlukan 459 jaringan telepon untuk rumah tangga, 57 telepon umum dan 138 jaringan telepon untuk fasilitas umum dan sosial. Dengan jumlah penduduk sebanyak 17.160 jiwa kecamatan ini menghasilkan 407.059 liter limbah per hari per jiwa dan 42.402 liter sampah per jiwa per hari. Untuk menampung sampah yang dihasilkan masyarakat tersebut, Kecamatan Tanjungpinang Kota memerlukan 7 TPS.

Kecamatan Tanjungpinang Barat diproyeksikan akan memiliki 45.678 jiwa penduduk pada tahun 2034. Pada tahun 2034 penduduk kecamatan ini memerlukan 1.527.120 liter air bersih per jiwa per hari, penduduk ini juga memerlukan 4.772.250 Va listrik untuk rumah

33

tangga, 1.193.062 Va listrik untuk fasilitas umum dan sosial serta 715.837 Va listrik untuk penerangan jalan. Selain itu kecamatan ini juga memerlukan 1.379 jaringan telepon untuk rumah tangga, 170 telepon umum dan 414 jaringan telepon untuk fasilitas umum dan sosial. Dengan jumlah penduduk sebanyak 45.678 jiwa pada tahun 2034 penduduk kecamatan ini menghasilkan 1.221.696 liter limbah per hari per jiwa dan 127.260 liter sampah per jiwa per hari. Untuk menampung sampah yang dihasilkan tersebut, Kecamatan Tanjungpinang Barat memerlukan 18 buah TPS.

34

35

Daftar Pustaka

http://ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/barat/kep_riau/tanjung_pinang.pdf

Kota Tanjungpinang dalam angka tahun 2012, Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang

Kota Tanjungpinang dalam angka tahun 2011, Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang

Kota Tanjungpinang dalam angka tahun 2010, Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang

SNI 2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 tentang

PedomanStandar Pelayanan Minimal Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum.

Dalam dokumen perencanaan Kota (Halaman 25-35)

Dokumen terkait