BAB III. METODE PENELITIAN
B. Peran Perusahaan Daerah Air Minum
2. Pelayanan PDAM
Pelayanan PDAM Tirtabuake Kabupaten Luwu Utara yang terbuka dan transparan maksudnya adalah terbuka terhadap sgala kritik dan saran maupun keluhan masyarakat serta menyediakan seluruh informasi yang diperlukan dalam pelayanan.
b. Akuntabilitas
Akuntabilitas dari PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara merupakan bentuk pertanggung jawaban atas penyelenggara pelayanan dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kepada pihak yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggung jawaban tersebut.
3. Peningkatan Kualitas
Salah satu cara yang dilakukan oleh PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan adalah dengan mengadakan sosialisasi.
4. Faktor pendukung a) Aspek ekonomi
Aspek ekonomi sebagai faktor pendukung kinerja Perusahaan Daerah Air Minum Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara. seperti pola pemakaian air dari pelanggan yang cukup tinggi membuat kinerja PDAM semakin baik, hal ini disebabkan karena air bersih termasuk kebutuhan dasar masyarakat.
Sedangkan untuk mendapatkan air bersih yang layak komsumsi masih cukup
sulit didapatkan. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakat menggunakan air dari PDAM untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari.
b) Aspek sumber daya manusia
Aspek sumber daya dari sisi masyarakat adalah potensi jumlah penduduk di Kabupaten Luwu Utara. Cakupan layanan juga merupakan indikator keberhasilan PDAM dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Jumlah penduduk dalam kota tentu menjadi potensi yang besar bagi PDAM dalam rangka meningkatkan jumlah pelanggannya.
5. Faktor penghambat a) Sumber daya manusia
Kegiatan penyedia air bersih yang dilakukan oleh PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara masih ditemui berbagai hambatan yang dihadapi, diantaranya mengenai sumber daya manusia (SDM). Secara kuantitas sumber daya manusia/tenaga kerja di PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara masih sangat kurang.
b) Keterbatasan sarana dan prasarana
Selain faktor sumber daya manusia, keterbatsan sarana dan prasarana juga yang menghambat kinerja PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara dalam rangka memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, sarana dan prasarana yang kurang memadai akan berpengaruh terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama dua bulan sejak tanggal 29 November samapi dengan 29 Jannuari 2015. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Luwu Utara, alasan penulis memilih Kabupaten Luwu Utara adalah kerana banyaknya pelanggan yang mengeluhkan tentang kurangnya pelayanan air bersih yang memuaskan dari pihak Perusahaan Daerah Air Minum Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Jenis dan tipe penelitian yang digunakan oleh penelti adalah : a. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini bersifat pendekatan kualitatif yaitu mengumpulkan data yang berisi tentang uraian, paparan tentang suatu obyek sebagaimana adanya. Penulis menggunakan teknik analisis deskriptif ini untuk memperoleh gambaran dan data secara sistematis yang berkaitan dengan peran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam meningkatkan pelayanan air bersih di Kabupaten Luwu Utara.
b. Tipe penelitian
Tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini bersifat fenamenologis, hal ini dimaksudkan agar penelitian ini dapat menghasilkan informasi yang terpercaya dan valid mengenai pelayanan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Luwu Utara.
31
C. Sumber Data
Sumber data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah : 1. Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, yaitu data yang diperoleh langsung dan informasi melalui tatap muka langsung dengan informan penelitian dan terbuka sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh untuk mendukung data primer yang sumbernya dari data-data yang sudah diolah sebelumnya menjadi seperangkat informasi dalam bentuk dokumen, laporan-laporan, dan informasi tertulis lainnya yang berkaitan permasalahn yang dibahas.
D. Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini adalah mereka yang betul-betul memiliki kompetensi dan yang dianggap paling mengetahui tentang peran PDAM dalam meningkatkan pelayanan air bersih sehingga dapat memeberikan data yang akurat sesuai maksud penelitian. adapun mereka yang dimaksud adalah :
Tabel 1. Informan Penelitia
No Nama Inisial Jabatan / strata Sosial Ket
1 Gunawan Hafid GH Direktur PDAM 1
2 Aris. M AR Bagian Umum 1
3 Herman. T HT Bagian Teknik 1
4 M. Yusuf. B MY Kasubag. Langganan 1
5 Ilyas IL Kasubag. Keuangan 1
6 Ramdhan RM Kasubag. Distribusi 1
7 Darwis Samsah DS Pelanggan 1
8 Ridwan RD Pelanggan 1
9 Ernawati EW Pelanggan 1
Jumlah 9
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sugiyono (2011:157-165) :
1. Observasi
Dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi (pengamatan secara langsung) tidak terstruktur dimana dalam pengamatan tidak menggunakan instrument yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.
2. Wawancara
Dalam penelitian ini dilakukan dengan mengadakan percakapan yang mendalam terhadap masalah tertentu dengan para informan yang sudah dipilih
untuk mendapatkan data yang diperlukan. Teknik wawancara ini tidak dilakukan dengan struktur yang ketat, sehingga pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data, dengan cara mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian yang diambil dari beberapa sumber seperti buku, arsip, tabel maupun data yang tersimpan dalam website.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah langkah selanjutnya untuk mengolah data dari hasil penelitian menjadi data, dimana data yang diperoleh dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menyimpulkan persoalan yang diajukan dalam menyusun hasil penelitian. Teknik analisis data yang dugunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif. Dalam model ini terdapat 3 (tiga) komponen pokok menurut Miles dan Huberman (Sugiyono,2012:246-252) ketiga komponen tersebut yaitu :
1. Redukasi Data
Redukasi data merupakan komponen pertama analisis data yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan peneliti dapat dilakukan.
2. Sajian Data
Sajian data merupakan suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan. Secara singkat dapat berarti cerita sistematis dan logis.
3. Penarikan Kesimpulan
Dalam awal pengumpulan data peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ia temui dengan mencatat peraturan-peraturan sebab akibat, dan berbagai proporsi sehingga penarikan kesimpulan dapat dipertanggung jawabkan.
G. Pengabsahan Data
Salah satu cara paling penting dan mudah dalam uji keabsahan hasil penelitian adalah dengan hasil trigulasi. Yaitu sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagi waktu menurut William (Sugiyono, 2013:273-274).
1. Trigulasi Sumber
Trigulasi sumber untuk menguji krediblitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
2. Trigulasi Teknik
Trigulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
3. Trigulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang valid sehingga kredibel.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Objek Penelitian
1. Gambaran Umum PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara
Letak geografis Perusahaan Daerah air minum (PDAM) Tirtabukae berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Luwu Utara.
Perusahaan Daerah Air Minum Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara didirikan pada tahun 2000 bertempat di Jl. Meranti Nomor 159 Kecamatan Masamba. Adapun Sumber air baku berasal dari sungai kapasitas 10.024 liter/detik kondisi kualitas air tanah sedang. Perusahaan Daerah Air Minum Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara melayani 5 daerah kecamatan :
1) Kecamtan Masamba 2) Kecamatan Baebunta 3) Kecamatan Sukamaju 4) Kecamatan Bone-bone 5) Kecamatan Mappadeceng
2. Visi, Misi dan Tujuan PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara a. Visi
“Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi standar kesehatan secara berkesinambungan bagi masyarakat Kabupaten Luwu Utara, yang pada gilirannnya akan mewujudkan Perusahaan Daerah Air Minu (PDAM) yang mandiri mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah
36
sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) menuju terwujudnya Kabupaten Luwu Utara yang maju sejahtera dan mandiri.”
b. Misi
1. MeniMeningkatkan system penyediaan air bersih perpipaan dengan penurunan tingkat kehilangan air.
2. Meningkatkan dan mengembangkan fasilitas penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang pertumbuhan ekonomi melalui system penyediaan Air Perpipaan dan Non Perpipaan.
3. Meningkatkan kapasitas produksi dan pengembangan distribusi baru.
4. Meningkatkan kinerja SDM tenaga PDAM.
5. Pengembangan peran swasta dalam pelayanan Penyediaan Air Bersih.
c. Tujuan dan Sasaran Tujuan :
Dalam rangka Misi untuk Mencapai Visi, maka Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtabukae menetapkan tujuan pembangunan :
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
2. Memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
3. Menunjang pembangunan pada sektor-sektor lainnya.
Sasaran :
1. Tercapainya peningkatan pelayanan dan terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat.
2. Tercapainya peningkatan pendapatan dari hasil penjualan air guna menutupi biaya operasi dan pemeliharaan.
3. Tercapainya peningkatan jumlah unit-unit produksi (sarana dan prasarana) penyediaan air bersih serta jumlah pelanggan.
3. Tugas pokok dan Fungsi PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara Tugas pokok dan fungsi adalah :
a. Tugas pokok
Perusahaan Daerah Air Minum mempunyai tugas menyelenggarakan pengelolaan air minum untuk meningkatkan kesehjahteraan masyarakat yang mencakup aspek sosial, kesehatan, dan pelayanan umum.
b. Fungsi
Fungsi yang harus dijalankan oleh Perusahaan Daerah Air Minum antara lain memberikan pelayanan umum atau jasa kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih serta menyelenggarakan pemanfaatan umum.
4. Struktur Organisasi PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara
Untuk mengelolah Perusahaan Daerah Air Minum dengan baik dan optimal, terutama terhadap semua masyarakat yang menggunakan air dari PDAM, maka perusahaan menerapkan manajemen yang dituangkan dalam bentuk struktur organisasi, dimana merupakan sarana yang sangat penting untuk menjalankan fungsinya.
a. Direktur
Tanggung jawab dan wewenang Direktur adalah :
1) Direktur memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PDAM
2) Direktur wajib memimpin dan mengelola PDAM secara profesinal sehingga dapat mendatangkan kontribusi pendapatan pada daerah
3) Dalam memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut Direktur mempunyai tugas sebagai berikut
a) Memimpin dan mengendalikan semua kegitan perusahaan b) Merencanakan dan menyusun program kerja perusahaan c) Melaksanakan pengelolaan kekayaan PDAM
d) Melaksanakan pembinaan administrasi umum, teknik, keuangan, kepegawaian serta melaksanakan pengawasan dan pengembangan PDAM
e) Mewakili PDAM baik didalam maupun diluar pengendalian
f) Menyampaikan laporan secara berkala mengenai seluruh kegiatan PDAM kepada Bupati melalui Badan Pengawas
g) Mengevalusi kinerja PDAM
h) Menyelesaikan kewajiban PDAM yang menjadi tanggunjawabnya b. Bagian Umum
Bagian Umum dan mempunyai tugas pokok membantu Direktur dalam melaksanakan tugas pokok perusahaan dibidang umum :
1) Pelaksanaan pembinaan kearsipan dan administrasi kepegawaian 2) Pelaksanaan urusan rumah tangga, perlengkapan dan inventaris
perusahaan/kantor
3) Pelaksanaan tata usaha dokumen persuratan perusahaan
4) Penyelenggaraan kegiatan bidang pengadaan barang c. Bagian Teknik
Bagian Teknik mempunyai tugas pokok membantu Direktur dalam melaksanakan tugas pokok perusahaan dibidang teknik. Bagian Teknik dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana yang dimaksud, maka Bagian Teknik mempunyai fungsi:
1) Menjaga kelangsungan dan kualitas produksi serta kelancaran pendistribusian
2) Pengaturan pemasangan jaringan distribusi
3) Pengkoordinasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan di bidang perencanaan teknik, konstruksi, produksi, distribusi dan perawatan teknik serta pemeliharaan instalasi produksi, sumber mata air dan sumber air permukaan tanah
d. Sub Bagian Keuangan
1) Melaksanakan administrasi dan pengelolaan keungan PDAM 2) Menyusun laporan keadaan keuangan PDAM
3) Menyusun evaluasi pelaksanaan kegiatan perusahaan di bidang keuangan
4) Menyusun rencana kerja, rencana pendapatan dan anggaran belanja PDAM
5) Menyusun perencanaan pendapatan dan pengeluaran PDAM
6) Menetapkan target pendapatan PDAM
7) Membuat rencana anggaran dan pendapatan tiap tahun serta rencana pembukuannya
8) Melaksanakan dan menyelenggarakan pemeriksaan keuangan, verifikasi dan pertanggungjawaban keuangan PDAM
9) Melaksanakan pengawasan dan penegendalian pelaksanaan anggaran dan mengoptimalkan pendapatan
10) Menyetor bagian dari laba bersih PDAM kepada Pemerintah Derah melalui kas Daerah setiap tahunnya sesuai ketentuan yang berlaku
11) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasannya.
e. Sub Bagian Langganan
Bagian langganan mempunyai tugas menyelenggarakanurusan pemasaran produk serta pemakaian air, penagihan pemakaian air oleh pelanggan serta pengaduan dari pelanggan.
1) Mengurus dan mengelola data para pelanggan
2) Mengadakan perhitungan pemakaian air, merencanakan, membuat, meneliti, mengatur dan mengawasi perputaran rekening air, non air dan denda
3) Melaksanakan penyelesaian pengaduan pelanggan tentang rekening pemakaian air
4) Menyelenggarakan dan melaksanakan penagihan rekening air dan denda dari pelanggan yang belum membayar sampai dengan batas waktu yang ditentukan
5) Mengawasi kelancaran penagihan piutang air, non air
6) Meyelenggarakan pelayanan administrasi yang berhubungan dengan penagihan rekening air minum.
f. Sub Bagian Kesekretariatan dan Personalia
1) Melaksanakan administrasi, kesejahteraan dan pembinaan pegawai, 2) Mengelola administrasi mutasi dan tata usaha kepegawaian
g. Sub Bagian Gudang
1) Menginventarisasi barang barang milik perusahaan,
2) Mengurus administrasi penerimaan dan pengeluaran barang barang digudang serta mengurus penyediaan,
3) Penerimaan dan penyimpanan barang-barang di gudang h. Sub Bagian Produksi
1) Merecanakan pengembangan produksi air,
2) Melaksanakan analisa kimia dan bakteriolagi untuk menghasilkan kualitas yang standar,
3) Mengawasi penggunaan bahan kimia dan bahan lain oleh laboratorium untuk proses produksi,
4) Memeriksa proses pengolahan air di unit pengolahan dan sumber air, 5) Membuat laporan tentang jumlah air yang diproduksi dan air yang
didistribusi dan air yang didistribusikan serta menjaga dan memelihara sumber-sumber air beserta instalasinya dan kebersihan lingkungan instalasi,
i. Sub Bagian Transmisi dan Distribusi
1) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian aliran air pada pipa transmisi, distribusi dan sambungan pelanggan
2) Melaksanakan survei dan pengendalian kebocoran pada pipa tarnsmisi, distribusi dan sambungan kepada pelanggan
3) Melaksanakan pengawasan dan mengadakan pengecekan bangunan pada jalur transmisi dan distribusi
4) Melaksanakan pengecekan jnstalansi sambungan pelanggan serta menghimpun data sambungan pelanggang berada pada daerah pelayanan 5) Merencanakan program peningkatan pipa transmisi dan bagunan,
peningkatan sistem distribusi dan perelngkapan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat
6) Melaksanakan penanggulangan penyadapan liar, sambungan liar dan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
7) Melaksanakan pengawasan dan mengadakan pengecekan bangunan pada jalur transmisi, distribusi dan sambungan pelanggan
j. Sub Bagian Perencanaan Teknik
1) Melaksanakan pendataan dan inventarisasi sumber air baku dan air permukaan di Kabupaten Luwu Utara yang akan diproduksi PDAM 2) Melaksanakan peningkatan kualitas dan kwantitas pengelolaan produk
air minum secara optimal
3) Melaksanakan pengumpulan data calon pelanggan untuk perencanaan penegmbangan pelayanan air minum
4) Melaksanakan pengawasan pelaksanaan pemasangan dan atau rehabilitasi sistem penyediaan air minum
5) Merencanakan dan melaksanakan program pengembangan sistem transmisi maupun rehabilitasi
6) Melaksanakan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pengembangan maupun rehabilitasi sistem dan pelayanan sambungan kepada pelanggan k. Sub Bagian Laboratirium
1) Melaksanakan penyusunan data statistik produksi dan distribusi air secara berkala
2) Melaksanakan pengelolaan air baku yang diproduksi Perusahaan untuk disalurkan pada pelanggan
3) Melaksanakan pengendalian kwalitas dan kwantitas produksi air
4) Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan bangunan sumber dan instalansi
5) Melaksanakan penelitian secara berkala berdasarkan analisis laboratirium untuk mengendalikan mutu air yang memenuhi kualitas standar kesehatan
6) Melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan peralatan laboratorium 7) Menyusun dan merencanakan program peningkatan kwalitas dan
kwantitas air
8) Menganalisa debit air dan sumber air permukaan untuk peningkatan produksi pengelolaan air PDAM.
DIREKTUR
5. Jumlah Pengawai PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara
Pengawai merupakan unsur sumber daya manusia yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Peranan pegawai sangat penting bagi kelangsungan hidup organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi karena pengawai merupakan roda penggerak organisasi. Sama halnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Peranan pegawai sangat penting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Sebagai subyek yang melaksanakan kegiatan pelayanan kuantitas,
kualitas, yang dimiliki setiap pegawai sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Apabila kualitas dan kuantitas pegawai memadai, maka perusahaan dapat menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Saat ini jumlah pegawai PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara sebanyak 32 orang, yang membidangi dalam setiap jabatab dan bagian seperti yang ada pada struktur organisasi.
Tabel 2. Jumlah Pegawai PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara Jabatan / Bagian Pendidikan Formal Pegawai
S3 S2 S1 D3 SLTA SLTP SD TDK LULUS
Direktur 1
Kepala Bagian 1 1
Kepala Cabang 1 2
Kepala Sub Bagian 1 1 6
Staf 19
Jumlah - - 4 1 28 - - -
Sumber : Personalia PDAM Bulan Desember 2014
B. Peran Perusahaan Daerah Air Minum
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjalankan usaha distribusi air bersih ke pelanggan dituntut untuk menjaga citra perusahaan (corporate image), jangan sampai terjadi implikasi negatif yang dapat mengurangi citra perusahaan dimata pelanggannya maka dari itu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus berperan aktif dalam melayani pelanggan atau masyarakat, karena keberhasilan suatu perusahaan dapat
dilihat dengan terlaksananya peran perusahaan dalam melayani masyarakat.
Karena peran suatu perusahaan sangat dituntun untuk mencapai target dan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
1. Kebijakan PDAM
Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak . Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasii dan kelompok sektor swasta, serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan.
Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya.
a. Penetapkan Tarif
Penyesuaian tarif di PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara merupakan keputusan yang harus diambil pemerintah daerah sebagai pemilik perusahaan yang bertujuan mempertahankan kelangsungan pelayanan air minum kepada pelanggan. Keharusan penyesuaian tarif dimaksud, karena tarif merupakan urat nadi perusahaan. Tarif air minum merupakan biaya jasa
pelayanan air minum yang wajib dibayarkan oleh pelanggan untuk setiap pemakaian air minum yang diberikan oleh perusahaan atau penyelenggara.
Prinsip perhitungan dalam penyesuaian tarif adalah keterjangkauan dan keadlian, mutu pelayanan, pemenuhan biaya secara penuh, efesiensi pemakaian air, transpansi dan akuntabilitas, dan perlindungan air baku. Tarif dikatakan terjangkau, apabila pembayaran air oleh pelanggan tidak melebihi empat persen dari pendapatan masyarakat untuk pemakaian kebutuhan dasar dalam satu bulan. Kebutuhan dasar di peruntukkan untuk memenuhi kebutuhan yakni masak, mencuci, mandi, salat, dan lain-lain adalah sebesar 60 liter per orang per hari dengan asumsi jumlah penghuni 1 rumah tangga 6 orang. Jadi kebutuhan besar dapat dihitung yakni = 10.800 liter per RT per bulan atau sama dengan : 10 M³ per bulan per RT. Jadi kalau seorang pelanggan berpenghasilan satu bulan yang didasarkan pada upah minimum propinsi sebesar Rp1.375.000, maka untuk membayar uang air yang boleh dikenakan maksimal 4 persen x Rp 1.375.000 = Rp 55.000.
Berikut hasil wawancara dengan GH selaku Direktur PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara yang menyatakan :
“Salah satu kebijakan yang harus kami ambil adalah menetapkan tarif pengguna PDAM, kami berharap tarif air sesuai dengan keputusan yang sudah ditetapkan dapat membantu dalam pembiyaan dana PDAM yang bisa dikatakan masih kurang” (wawancara, 17 Desember 2014).
Berdasarkan wawancara di atas jelas bahwa dengan menetapkan tarif air minum dapat membantu PDAM Tirtabukae untuk menutupi semua biaya (pengeluaran) perusahaan, bisa menggantikan barang modal pada waktu
diperlukan dan bisa memberikan suatu tingkat hasil investasi tertentu di antaranya untuk pengembangan usaha perusahaan.
b. Prosedur Pelanggan
Masyarakat yang ingin menjadi pelanggan PDAM harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan Perusahaan. Dalam pemasangan baru ada beberapa tahap yang harus dilalui yaitu Perusahaan Daerah Air Minum melakukan survey kepada calon pelanggan. Hasil survey tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan gambar atau denah dan perhitungan rencana anggaran biaya yang akan dikenakan pada pelanggan.
Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh masyarakat bila ingin menjadi pelanggan PDAM. Syarat tersebut terdiri dari 2 hal yaitu syarat administratif dan syarat teknis, syarat administratif antara lain menyerahkan foto copy KTP, mengisi blangko pendaftaran, dan membayar biaya pendaftaran. Sedangkan syarat teknisnya meliputi lokasi pelanggan terjangkau dari jaringan pipa PDAM, tekanan air sampai ke pelanggan baik/memungkinkan, serta termasuk dalam peta situasi yang diajukan untuk dipasang sambungan.
Dalam rangka untuk meningkatkan minat calon pelanggan maka PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara memberikan berbagai kemudahan bagi calon pelanggan baru. Hasil wawancara dengan GH selaku Direktur PDAM Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara, yang menyatakan :
“apabila syarat-syarat yang telah ditetapkan sudah dipenuhi oleh pelanggan baru, maka kami akan segera melakukan pemasangan baru setelah mensurvei lokasi yang akan dipasangi pipa dan pihak
perusahaan sudah melaksanakan tugasnya” (wawancara, 10 Desember 2014).
Berdasarkan wawancara diatas maka dapat kita ketahui bahwa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtabukae Kabupaten Luwu Utara berusah memenuhi permintaan pelanggan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus cepat melayani pelanggan baru demi kelancaran pekerjaan dan harus terus diigatkan lagi agar bisa menjadi contoh yang baik bagi perusahaan pemerintah lainnya.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus cepat melayani pelanggan baru demi kelancaran pekerjaan dan harus terus diigatkan lagi agar bisa menjadi contoh yang baik bagi perusahaan pemerintah lainnya.