• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Pengujian

KELOMPOK FUNGSIONAL

2. Pelayanan Pengujian

2. Pelayanan Pengujian

Pelayanan pengujian dapat didefinisikan sebagai bentuk layanan jasa dari laboratorium yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Balai Besar PPMB-TPH dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat Kegiatan pelayanan pengujian di Laboratorium Balai Besar PPMB-TPH mencakup kegiatan pengujian internal dan eksternal. Pengujian internal dilakukan untuk mendukung kegiatan uji profisiensi, uji petik mutu benih yang beredar, pemeliharaan ruang lingkup akreditasi serta pemeliharaan kompetensi alat serta analis, sedangkan pengujian eksternal merupakan permintaan pengujian dari customer (pelanggan).

Seiring dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2012, telah ditetapkan Jenis dan Tarif PNBP (Penerimaan Negara Buka Pajak) yang berlaku pada Kementerian Pertanian. Dalam Peraturan Pemerintah disebutkan, bahwa jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian diantaranya adalah. jasa layanan pengujian, analisis, dan pengembangan pertanian.

Peraturan Pemerintah ini juga menegaskan, bahwa seluruh penerimaan PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian wajib disetor langsung secepatnya ke Kas Negara. Dengan berdasar Peraturan ini maka Laboratorium Balai Besar PPMB-TPH berhak meminta biaya kepada

19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 100 90 80 70 60 50 40 Masa Simpan In d e k s V ig o r Indeks Vigor 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 M ar-15 80 84 63 77 89 65 91 89 65 52 93 76 49 Apr-15 85 52 66 85 68 83 89 72 53 78 74 68 72 M ay-15 64 79 89 70 81 80 72 57 82 62 74 74 83 Jun-15 72 88 69 86 90 67 55 90 79 66 76 87 86 Jul-15 83 67 89 78 62 52 69 54 73 76 86 88 84 Ags -15 56 76 93 64 46 93 59 60 69 80 81 44 64 Se p-15 86 91 62 50 82 81 71 80 89 86 85 58 66 Oct-15 83 66 58 68 89 75 75 86 88 90 52 67 Nov-15 76 55 93 78 66 75 91 86 79 49 68 Dec-15 53 60 77 78 80 88 78 78 63 64 Jan-16 93 78 68 66 89 86 93 64 76 Fe b-16 66 82 76 83 86 80 47 69 M ar-16 84 77 79 88 82 46 75 Apr-16 77 87 86 91 69 63 M ay-16 87 81 83 62 67 Jun-16 90 87 64 48 Jul-16 83 73 52 Ags -16 66 52 Se p-16 47 Oct-16

Kode Kondisi W aktu Simpan (Control Storage dan Open Storage ) Bulan ke ….

Hasil Uji Indeks Vigor (%) Benih Jagung Hibrida

Keterangan :

Warna biru muda = Kondisi waktu simpan Control / Cold Storage. Warna hijau muda = Kondisi simpan Open Storage (gudang). Angka pertama diagonal dan tebal (Bold) di tiap kode kemasan = kondisi awal setelah dari Cold Storage. Angka yang diberi tanda = Vigor terendah

BALAI BESAR PPMB-TPH 5 - 33 pelanggan eksternal yang nantinya akan disetorkan ke Kas Negara.Setiap jenis pengujian mempunyai tarif yang berbeda (Tabel V.2.1).

Tabel V.2.1. Jenis pelayanan dan tarif pengujian per sampel

No Jenis Pelayanan

Pengujian Benih

Tarif per sampel (Rp)

1 Kadar air (metode oven) 25.000

2 Kemurnian fisik 25.000

3 Berat 1000 butir benih 10.000

4 Daya berkecambah (Benih Kecil) Metode berdasarkan aturan Internasional Seed Testing Association (ISTA)

37.000

5 Daya berkecambah (Benih Besar) Metode berdasarkan aturan Internasional Seed Testing Association (ISTA)

69.000

6 Daya berkecambah (Benih Kecil) Metode Kertas Merang dan Kertas Stensil

10.000 7 Daya berkecambah (Benih Besar) Metode

Kertas Merang dan Kertas Stensil

10.000

9 Indeks Vigor (Benih Kecil) 37.000

10 Indeks Vigor (Benih Kecil) 69.000

11 Accelerated Aging 100.000

12 Daya Hantar Listrik (Benih Kecil) 15.000

13 Daya Hantar Listrik (Benih Besar) 25.000

14 Heterogenitas dengan cara a. Analisis kemurnian b. Daya berkecambah

25.000 85.000 15 Viabilitas benih secara biokimia dengan uji

tetrazolium a. Benih Kecil b. Benih Besar

225.000 425.000 16 Cendawan terbawa benih dengan Metode

a. Blotter Test b. Agar Test

160.000 320.000 17 Bakteri Terbawa Benih dengan metode Liquid

Assay

200.000 18 Virus Terbawa Benih dengan Metode

a. Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) per satu jenis virus

b. Growing on test c. Tanaman indicator

225.000 30.000 32.000

19 Nematoda Terbawa Benih 50.000

20 Uji Penanda DNA Metode Random Amplyfied Polymerphic DNA (RAPD)

1. Satu Primer 2. Dua Primer 3. Tiga Primer 4. Empat Primer

Setiap penambahan 1 primer

462.000 612.000 763.000 913.000 150.000 21 Jasa Pembuatan Sertifikat pengujian benih

(Sertifikat ISTA)

250.000/ sertifikat

BALAI BESAR PPMB-TPH 5 - 34 Kondisi teknis yang beragam dari laboratorium pengujian mutu benih di daerah seperti kompetensi sumber daya laboratorium daerah berbeda dengan daerah lain perlu difasilitasi dengan laboratorium pembanding. Untuk itu laboratorium penguji mutu benih Balai Besar PPMB-TPH berupaya dapat berperan dalam penerapan standardisasi metode uji benih, sehingga keseragaman hasil uji dapat tercapai.

Ruang lingkup pelayanan pengujian terdiri uji eksternal yang meliputi uji servis untuk sertifikat ISTA, uji banding, uji profisiensi dari customer luar balai besar dan uji internal yang meliputi pemeliharaan ruang lingkup pengujian terakreditasi, uji banding unjuk kerja laboratorium/analis, pengecekan/kalibrasi alat untuk pengukuran. Kegiatan pelayanan pengujian TA. 2016 menetapkan pencapaian 1000 contoh benih yang dapat ditangani oleh laboratorium dan hingga TA. 2016 akhir telah tercapai sejumlah 1309 contoh benih dan 15 contoh tanah sehingga total ada 1324 buah. Komoditas benih pelayanan pengujian berupa benih tanaman pangan, hortikultura dan benih tanaman lain yang diperoleh dari uji profisiensi ISTA dan uji profisiensi BBPPTP Ambon dan juga dari uji service dari BP2STP Maluku Utara dan BPSB DIY. Pencapaian contoh benih dalam pelayanan pengujian tiap laboratorium Balai Besar PPMB-TPH selama TA. 2016 tersaji pada Gambar V.2.1.

Gambar V.2.1. Pencapaian Jumlah Contoh Benih pelayanan pengujian bulan Januari – Desember 2016

Benih yang diuji di Balai Besar PPMB-TPH dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu benih tanaman pangan (Gambar V.2.2) total sebanyak 1018 benih, benih hortikultura sebanyak 761 benih dan benih tanaman lain sebanyak 49 benih (Tabel V.2.2).

BALAI BESAR PPMB-TPH 5 - 35 Gambar V.2.2. Komoditi dan jumlah benih tanaman pangan

Benih tanaman lain diperoleh dari uji profisiensi ISTA, uji profisiensi dari BBBPTP Ambon, pemeliharaan ruang lingkup Balai Besar PPMB-TPH, juga campuran benih yang terdiri dari benih jagung+sawi, jagung+terong padi+sawi dan benih padi+terong yang dipergunakan dalam pemeliharaan ruang lingkup kalibrasi devider.

Tabel V.2.2. Jenis komoditi dan jumlah sampel benih hortikultura dan benih tanaman lain

No Hortikultura Jumlah No Hortikultura Jumlah No Tanaman Lain Jumlah

1 Alpukat 2 24 Kol 6 1 Cengkeh 1

2 Asparagus 2 25 Kol Bunga 3 2 Helianthus annuus 3

3 Bawang Merah 36 26 Kubis 7 3 Jagung+Sawi 2

4 Bayam 3 27 Lobak 2 4 Jagung+Terong 18

5 Beet 2 28 Manggis 1 5 Kakao 2

6 Bengkoang 1 29 Mentimun 8 6 Mentimun+Bayam 2

7 Bisbol 1 30 Melon 10 7 Padi+Sawi 18

8 Blewah 1 31 Oyong 15 8 Padi+Terong 2

9 Brokoli 2 32 Petsay 1 9 Pala 1

10 Buncis 22 33 Paria 7 Jumlah 49

11 Cabai 465 34 Pepaya 2

12 Caisim 1 35 Sawi 26

13 Duku 2 36 Selada 2

14 Gandaria 1 37 Seledri 1

15 Jagung Manis 1 38 Semangka 17

16 Jeruk 2 39 Sirsak 1

17 Kacang Kapri 1 40 Spinach 2

18 Kacang Panjang 12 41 Terong 12

19 Kangkung 3 42 Tin 1

20 Kailan 1 43 Tomat 40

21 Kecipir 1 44 Waluh 2

22 Kemangi 1 45 Wortel 31

BALAI BESAR PPMB-TPH 5 - 36 Pada bulan Agustus 2016, Laboratorium Kesehatan Balai Besar PPMB-TPH menerima contoh uji berupa tanah sebanyak 15 sampel untuk diuji kesehatan Nematoda. Sampel uji profisiensi berjumlah 1086 contoh benih, terbagi menjadi 3 yaitu uji profisiensi ISTA sebanyak 14 contoh benih, uji profisiensi Balai Besar PPMB-TPH sebanyak 1068 contoh benih, dan uji profisiensi BBPPTP Ambon sebanyak 4 contoh benih. Jenis komoditas dan jumlah sampel uji profisiensi tersaji pada Tabel V.2.3 berikut.

Tabel V.2.3. Jenis komoditas dan jumlah sampel uji profisiensi

UP ISTA UP BBPPMB-TPH UP BBPPTP

Bawang Merah 3 Cabai 398 Cengkeh 1

Helianthus annuus 3 Padi 670 Kakao 2

Jagung 8 Pala 1

Jumlah sampel uji petik Balai Besar PPMB-TPH pada TA 2016 sebanyak 174 sampel yang terdiri dari 111 sampel benih tanaman pangan dan 63 sampel benih hortikultura, terinci pada Tabel V.2.4 berikut.

Tabel V.2.4. Jenis komoditas dan jumlah sampel uji petik Tanaman Pangan Hortikultura

Padi 65 Bawang

Merah 30

Jagung 46 Cabai 33

Total 111 Total 63

Berdasarkan realisasi hasil kegiatan pelayanan pengujian di delapan laboratorium Balai Besar PPMB-TPH dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelayanan pengujian yang terdiri dari kegiatan uji profisiensi, uji petik benih beredar dan uji service melebihi target yang telah ditetapkan. Jumlah sampel benih dari bulan Januari-Desember 2016 berjumlah 1324 sampel.

BALAI BESAR PPMB-TPH 6 -11

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kegiatan Balai Besar PPMB-TPH TA. 2016 telah dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi yang ditetapkan, dan didalam pelaksanaannya telah mengacu pada POK, TOR, RAB, dan petunjuk teknis serta peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran untuk mecapai hasil yang efektif, efisien dan akntabel. Laporan Tahunan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan juga bahan evaluasi untuk menilai tingkat keberhasilan/kinerja Balai Besar PPMB-TPH selama tahun 2016. Dari anggaran yang tersedia pada Daftar

Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) setelah dilakukan revisi sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah) yang terdiri dari belanja

pegawai, belanja barang dan belanja modal, sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 terealisasi sebesar Rp. 8.861.420.488,- (Delapan milyar delapan ratus enam puluh satu juta empat ratus dua puluh ribu empat ratus delapan puluh delapan rupiah) atau 88,61%, sedangkan realisasi fisik mencapai 100%. Realisasi anggaran apabila diperhitungkan dengan

anggaran yang dihemat/tidak dapat dilaksanakan sebesar Rp. 1.025.819.000,- (10,26%), maka realisasi anggaran sampai dengan 31

Desember 2016 mencapai 98,87% (88,61% + 10,26%), sedangkan secara

fisik realisasi mencapai 100%. Anggaran yang tidak dapat diserap sebesar Rp. 112.382.512,- (1,29%) yang merupakan sisa gaji dan uang makan

pegawai.

B. SARAN

1. Kedepan, perlu diambil langkah-langkah perbaikan sehingga kinerja Balai dapat meningkat lagi termasuk mengantisipasi keterbatasan anggaran (revisi anggaran), SDM, serta sarana dan prasarana.

2. Perlu penetapan perencanaan yang lebih matang dikaitkan dengan anggaran yang tersedia dan kegiatan yang benar-benar diperlukan, sehingga diharapkan pada tahun mendatang bisa dilaksanakan secara efektif, efisien dan akuntabel.

Dokumen terkait