• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelestarian Sumber Daya Alam

Dalam dokumen Panduan Pembelajaran Geografi XI (Halaman 139-145)

Bab IV Sumber Daya Alam

D. Pelestarian Sumber Daya Alam

1. Bentuk-bentuk Kerusakan Sumber Daya Alam di Indonesia Sumber alam dan lingkungan hidup merupakan komponen-komponen ekosistem yang menentukan kemampuan dan fungsi ekosistem dalam mendukung pembangunan. Keterbatasan sumber daya alam merupakan suatu kendala bagi peningkatan produksi dalam pembangunan. Di samping itu meningkatnya penawaran tenaga kerja mendorong keharusan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di berbagai sektor pertanian, industri, perdagangan, dan pariwisata. Namun keterbatasan kesempatan kerja, terutama di Jawa, mendorong orang mencari tanah baru di luar Jawa atau melaksanakan intensifikasi usaha-usaha yang sudah ada. Akibatnya adalah adanya tekanan besar pada sumber daya alam, terutama di Jawa dan pembukaan hutan di luar Jawa.

Pembangunan dapat menimbulkan risiko-risiko kerusakan pada kemampuan dan fungsi lingkungan hidup. Risiko-risiko tersebut dapat berupa hal-hal sebagai berikut.

a. Rusaknya berbagai sistem pendukung perikehidupan yang vital bagi manusia, baik sistem biofisik maupun sosial.

b. Munculnya bahaya-bahaya baru akibat ciptaan manusia, seperti bahan berbahaya dan beracun dari hasil-hasil bioteknologi.

c. Pengalihan beban dan risiko kepada generasi berikutnya atau kepada daerah lain.

Risiko-risiko ini terutama merupakan hasil interaksi dari tiga faktor utama, yaitu:

a. Pertumbuhan penduduk.

b. Pertumbuhan produksi untuk memenuhi kebutuhan penduduk. c. Lembaga-lembaga masyarakat termasuk teknologi yang

dikembangkan untuk meningkatkan produksi.

Interaksi antara pertumbuhan penduduk dengan lingkungan hidup yang menimbulkan masalah kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang berkisar pada hal-hal sebagai berikut.

a. Meningkatkan pemakaian sumber daya alam untuk menghasilkan bahan pangan, obat-obatan, dan bahan baku industri.

b. Meningkatkan pemakaian ruang untuk pemukiman dan prasarana kehidupan.

c. Meningkatkan beban pencemaran terhadap lingkungan hidup. Peningkatan pemakaian sumber daya alam berkaitan erat dengan pertumbuhan penduduk, penyebaran penduduk yang kurang merata serta tuntutan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Di lain pihak, perkembangan lembaga dan pranata sosial masyarakat belum mampu sepenuhnya untuk menciptakan keserasian yang lestari di antara berbagai tuntutan ini.

Salah satu gejala dari ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan dan fungsi ekosistem adalah meluasnya tanah kritis dan turunnya produktivitas tanah. Menurunnya produktivitas tanah ini terutama disebabkan oleh erosi dan perusakan hutan alam tropika. Kerusakan hutan alam tropika masih terjadi, terutama yang berkaitan dengan pertambahan jumlah petani peladang berpindah dan semakin sempitnya areal yang dapat dijadikan ladang berpindah. Di samping itu, daerah yang kepadatan penduduknya tinggi dapat mengalami kerusakan lingkungan hidup yang memprihatinkan, seperti pencemaran air, penurunan produktivitas tanah pertanian, dan masalah-masalah sosial lainnya.

Pembangunan perumahan serta perluasan daerah permukiman dan industri masih perlu diarahkan dengan pola tata ruang yang serasi dengan kemampuan dan fungsi lingkungan hidup, sehingga tidak mengurangi efisiensi pemanfaatan sumber daya alam seperti tanah, air, dan ruang. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya pengembangan sistem manajemen tanah perkotaan antara lain untuk mengendalikan pengalihan

hak atas tanah serta penataan kembali pemilikan, penguasaan, dan penggunaan tanah di wilayah yang dipersiapkan untuk perkembangan kota. Kebijaksanaan serupa sangat diperlukan demi pencegahan perkembangan pemukiman dan perkampungan yang tidak teratur dan tidak didukung oleh jaringan prasarana lingkungan.

Pencemaran lingkungan hidup terjadi pula di daerah perkotaan, karena adanya peningkatan kepadatan penduduk yang menyebabkan organisasi dan kemampuan prasarana kota kurang mampu mengendalikan limbah kota yang terus bertambah. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kemampuan alam untuk dapat menyediakan air bersih maupun menerima dan mengolah limbah kota.

Sedangkan polusi sekunder merupakan hasil reaksi antara zat-zat yang dilakukan oleh suatu sumber polusi dengan zat lain di udara sehingga membentuk senyawa baru yang berbahaya. Polusi sekunder sering terjadi di daerah-daerah dengan sumber polusi dari kendaraan-kendaraan bermotor.

2. Upaya-upaya Pelestarian Sumber Daya Alam di Indonesia Sumber daya alam yang terdapat di Indonesia perlu kita lestarikan keberadaannya. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

a. Penghijauan

Penghijauan yaitu usaha menanami tanah-tanah kritis (gundul) di luar daerah hutan yang tanahnya tidak produktif lagi. Jenis tanamannya diutamakan yang memiliki nilai ekonomis. Misalnya di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta untuk mengembalikan daya produksi tanah dan mencegah erosi, maka dilakukan penghijauan dengan menanami jambu mete. Dengan harapan jambu mete tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat.

Usaha penghijauan banyak dilakukan di Pulau Jawa. Sebagian besar tanah yang dihijaukan adalah milik penduduk di daerah sekitar bangunan irigasi dan aliran sungai. Di samping penghijauan, dikenal pula istilah reboisasi dan rehabilitasi hutan. Reboisasi adalah usaha menghutankan kembali tanah hutan yang sudah gundul, baik bekas ditebang habis maupun tanah kosong. Pelaksanaannya di daerah hutan dan dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan usaha untuk memperbaiki bekas hutan tebangan yang rusak sebagai akibat penebangan yang sembarangan disebut rehabilitasi hutan.

Sumber: CD Image

Gambar 4.4 Kelestarian hutan, tanah, dan air perlu dijaga

Tujuan reboisasi dan rehabilitasi hutan adalah:

1) Untuk meningkatkan kelestarian hutan, tanah, dan air.

2) Memperluas persediaan sumber bahan baku yang berharga bagi masyarakat.

3) Menyelamatkan hasil usaha pembangunan di bidang pengairan. b. Pelestarian Hutan

Tanah yang selalu dilindungi tumbuh-tumbuhan terjamin kesuburannya, karena lapisan humusnya selalu terjaga dari bahaya erosi. Tanah yang tandus, kritis, dan tidak berproduksi terjadi akibat penebangan hutan secara liar. Maka dari itu, setiap penebangan hutan harus direncanakan dan dikaitkan dengan kepentingan pemukiman penduduk. Penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab harus dihindarkan dengan berbagai macam usaha demi menjaga kelestarian hutan. Usaha-usaha tersebut antara lain:

1) Penebang hutan harus mengingat kelestarian hutan.

2) Memelihara pohon yang bersifat selektif serta mengganti pohon yang kurang baik dengan pohon yang mempunyai arti ekonomi yang tinggi.

3) Hendaknya diusahakan keseimbangan antara penebangan dan penghijauan kembali.

4) Penerangan fungsi hutan sebagai pengawet sumber air pengawetan tanah, tempat rekreasi, dan sebagainya tetap digalakkan.

Sumber: Bali Periplus, 2006

Gambar 4.5 Pembuatan sengkedan (teras) untuk menahan erosi

Pengusahaan hutan harus memperhatikan kelestariannya, sehingga perlu diusahakan hal-hal sebagai berikut.

1) Perbaikan hutan yang rusak.

2) Penebangan hutan harus dengan sistem tebang pilih. 3) Penanaman hutan-hutan yang rusak.

4) Pengawasan terhadap peningkatan hasil hutan. c. Pemupukan

Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di bidang pertanian. Usaha pemupukan sangat penting bagi peningkatan pertanian.

Macam-macam pupuk adalah:

1) Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. 2) Pupuk hijau adalah pupuk yang dibuat dari daun yang telah

membusuk.

3) Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat manusia secara sederhana tetapi kualitasnya cukup baik, yaitu dari campuran kotoran hewan dan sampah yang telah direndam dalam tanah selama + 2,5 bulan. 4) Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan tiruan,

yang dibuat di pabrik-pabrik seperti urea, ZA, dan NPK. d. Sengkedan

Sengkedan yaitu teras-teras pada lereng bukit yang bertujuan untuk menjaga erosi tanah dan memperluas areal. Pembuatan sengkedan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut. 1) Bidang tanah yang dibuat sengke-dan harus berlawanan dengan kemiringan lereng.

2) Pada bagian atas sengkedan harus dibuat saluran sejajar dengan bidang sengkedan atau tegak lurus dengan kemiringan lereng.

e. Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS)

Masalah DAS di Indonesia kini kebanyakan terpusat pada banjir yang sering menimpa areal yang cukup luas, serta pada daerah kekeringan dan endapan lumpur yang terjadi di dataran rendah. Ini tidak hanya

menyebabkan produktivitas tanah menurun, tetapi juga menimbulkan masalah pengendapan lumpur pada waduk, saluran irigasi, dan proyek tenaga air.

Hal ini merupakan akibat dari penggunaan tanah yang tidak tepat, seperti perladangan, pertanian lahan kering tanpa perlakuan konservasi yang tepat dan tidak mengikuti pola tata guna yang ada. Oleh sebab itu, hal-hal yang akan menimbulkan kerusakan di daerah sekitar DAS harus segera diatasi.

f. Pengolahan Air Limbah dan Penertiban Pembuangan Sampah Air limbah pabrik dan sisa industri pembuangannya jangan sampai menimbulkan pencemaran air minum, air mandi, atau areal persawahan. Bahan yang bersifat kimia sebaiknya dinetralkan dahulu sehingga tidak mencemari lingkungan. Pembuangan sampah harus pada tempatnya. Sampah yang kotor adalah sumber penyakit. Oleh karena itu, jangan membuang sampah di saluran air, selokan, dan sungai.

Hal-hal yang harus diperhatikan yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup:

1) Manusia yang bijaksana harus mampu memelihara kelestarian lingkungan hidupnya dan meningkatkan daya dukung lingkungan tersebut.

2) Kesadaran bahwa perlu adanya keseimbangan lingkungan hidup di sekeliling kita (fisik, nonfisik) agar kelangsungan kebutuhan hidup tetap terjamin.

3) Kesadaran bahwa eksploitasi lingkungan alam secara semena-mena tanpa memperhitungkan prinsip-prinsip ekologi merupakan pemborosan dan membahayakan kelangsungan hidup.

4) Kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari lingkungan yang bersifat kompleks yang terpisah-pisah.

5) Terpeliharanya sumber alam dapat menjamin kemantapan dan kestabilan hidup umat manusia.

6) Penerangan dan konservasi yang bertujuan untuk menjamin agar tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda yang berguna bagi manusia tetap memberikan hasil/manfaat dengan pelaksanaan siklus berimbang antara hasil dan penggantian kembali.

Tugas

Berikut adalah tugas yang akan mengembangkan kecakapan personal, akademik, dan wawasan internasional kalian.

1. Praktikkan cara membuat pupuk kompos di halaman belakang sekolah!

2. Buatlah kliping yang berisi pembuangan sampah secara modern seperti di Jepang dan negara-negara Eropa!

Dalam dokumen Panduan Pembelajaran Geografi XI (Halaman 139-145)