• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peluang Pastoral Karya Kerasulan PSE Paroki

Dalam dokumen GELAR MAGISTER TEOLOGI 2014 (Halaman 190-196)

Bab V. Refleksi Teologis atas Kerasulan Pengembangan Sosial Ekonomi dan

5.4 Peluang Pastoral Karya Kerasulan PSE

5.4.2 Peluang Pastoral

5.4.2.2 Peluang Pastoral Karya Kerasulan PSE Paroki

Penulis membagi peluang-peluang pastoral karya kerasulan PSE di tingkat paroki dalam tiga bidang pembahasan, yakni pelayan pastoral, tata kelola, dan dana. Peluang-peluang pastoral yang dapat dibuat antara lain:

1. Pelayan pastoral, yang dimaksud dengan pelayan pastoral ini adalah para aktivis PSE yang terlibat dalam karya kerasulan PSE paroki. Pelayanan pastoral di paroki-paroki KAJ pada umumnya digerakkan oleh para pelayan pastoral sukarela. Jumlah pelayan pastoral sukarela jauh lebih banyak dibandingkan para pekerja penuh-waktu berbayar.279 Keunggulan yang lahir dari kondisi ini adalah bahwa mereka yang melibatkan diri dalam pelayanan

278 Bdk. ARDAS Pastoral KAJ Tahun 2011-2015

279 Tim Karya Pastoral KAJ, Menuju Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang Dicita-citakan, Peluang-Peluang Implementasi Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, 27.

178

pastoral secara sukarela lebih digerakkan oleh motivasi ingin berbagi dan berkontribusi bagi Gereja. Namun tantangan yang muncul dari kondisi ini adalah betapa cair dan longgarnya ikatan mereka pada keseluruhan proses pelayanan pastoral dalam jangka panjang.280 Peluang-peluang pastoral yang dapat dibuat antara lain:

a. Mendorong para aktivis PSE untuk terlibat aktif dalam karya PSE paroki.

Seksi PSE paroki perlu melibatkan sebanyak mungkin relawan/aktivis dari berbagai organisasi, kelompok lingkungan di dalam paroki dengan memperhatikan kemampuan masing-masing.281

b. Para aktivis PSE melibatkan dan mengajak umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial di paroki. Untuk mewujudkan hal ini, seksi PSE paroki perlu mendorong keterlibatan aktif dari seksi PSE lingkungan.

Seksi PSE lingkungan bertanggungjawab atas tumbuhnya kesadaran sosial di antara warga lingkungan.

c. Pastoral sosial perlu dibimbing oleh ajaran-ajaran Gereja, khususnya ASG.

Oleh karena itu, para aktivis PSE perlu diberi pembekalan berkala tentang ASG.

d. Para aktivis PSE dilatih untuk membuat analisa sosial dan mengaplikasikannya dalam program kerja PSE paroki. Secara sederhana, para aktivis PSE dapat membuat peta (data/fakta) kerawanan sosial dalam lingkup komunitas basis terkait dengan kemiskinan, relasi antar agama,

280 Tim Karya Pastoral KAJ, Menuju Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang Dicita-citakan, Peluang-Peluang Implementasi Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, 27-28.

281 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 35.

179

kondisi lingkungan (banjir, tingkat kepadatan penduduk, dsb). Masing-masing lingkungan diharapkan mengetahui siapa orang miskin di wilayahnya dan ruang potensi konflik/bencana di wilayahnya dengan bantuan peta kerawanan sosial tersebut. Dari pembuatan dan pemanfaatan peta ini seksi PSE paroki diharapkan memiliki semacam mekanisme atau prosedur bagaimana menghadapi atau menanggulanginya.282

e. Para aktivis PSE bersama dengan umat diharapkan menumbuhkan kesadaran sosial. Kesadaran sosial umat bertumbuh secara bertahap, oleh karenanya kesiapan dan kualitas kerja sama umat sangat ditentukan oleh taraf kesadarannya. Semakin umat sadar akan situasinya dan dapat menganalisa serta menanggapi secara tepat sampai ke akar permasalahan, semakin siap pula mereka menangani masalah tersebut.283

f. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivis PSE merupakan umat yang berusia 40 tahun ke atas. Jarang ada orang muda yang terlibat dalam karya kerasulan PSE. Seksi PSE paroki perlu melibatkan dan merekrut orang muda untuk menjadi aktivis PSE.

2. Tata Kelola, yang dimaksud dengan tata kelola adalah membangun gerak dan arah kerasulan PSE di paroki. Peluang pastoral yang dapat dibuat antara lain:

a. Mengembangkan dan memberdayakan komunitas basis sebagai pintu masuk kerasulan sosial ekonomi di paroki. Komunitas basis yang dimaksud adalah paguyuban umat beriman yang terdapat di

282 Tim Karya Pastoral KAJ, Menuju Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang Dicita-citakan, Peluang-Peluang Implementasi Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, 40-41.

283 LPPS KWI, Pelayanan Sosial Paroki (Seri Forum LPPS No. 8),38.

180

lingkungan. Diharapkan dengan membangun komunitas basis di lingkungan-lingkungan, pola pastoral yang kemudian berkembang adalah pola pastoral yang melibatkan, membangun dan mencerdaskan.

Melibatkan berarti menjumpai, hadir bagi orang lain dan mengajak untuk bergiat bersama dalam membangun kehidupan baru. Mengembangkan berarti meningkatkan kualitas hidup secara utuh dengan bertumpu pada nilai-nilai dan kearifan hidup masyarakat setempat. Mencerdaskan berarti memberdayakan diri, secara pribadi dan bersama-sama sehingga mampu memilih dan menentukan arah kehidupan yang sesuai, bermakna dan bernilai.284 Pemberdayaan komunitas basis dapat dimulai dengan kunjungan seksi PSE ke lingkungan-lingkungan dan memetakan situasi sosial di lingkungan masing-masing. Langkah berikutnya adalah melibatkan prakarsa umat di lingkungan untuk ikut serta dalam pelayanan sosial seksi PSE.

b. Proyek pengenalan ASG bagi umat. Gereja paroki dapat membuat

―proyek‖ pengenalan ASG bagi umat dengan membuat buku-buku kecil dan sederhana tentang ASG, sekaligus dibarengi dengan pembelajarannya di lingkup paroki maupun lingkungan.285

c. Perlunya koordinasi kegiatan pastoral sosial. Mengingat bahwa PSE paroki melibatkan banyak orang dan tim kerja maka dibutuhkan koordinasi untuk mencapai kesatuan dalam keanekaragaman. Hal ini

284 Komisi PSE KWI, Laporan Hasil Konpernas XXII PSE-KWI, Kerasulan PSE Menghadirkan Karya Baik Allah dengan Membangun Hidup dalam Kelimpahan (Seri PSE No. 14), 28.

285 Tim Karya Pastoral KAJ, Menuju Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang Dicita-citakan, Peluang-Peluang Implementasi Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, 40.

181

bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat berbagi di antara para aktivis dan tim kerja.

d. Animasi dalam kegiatan pastoral sosial. Karya PSE dijiwai oleh semangat atau spiritualitas sosial yang dimiliki Gereja. Oleh karenanya semua pihak yang berkarya pada PSE paroki dan seluruh umat paroki perlu disadarkan akan semangat/jiwa kerasulan PSE dan tidak hanya terjebak dalam pelaksanaan berbagai macam kegiatan.

e. Memihak kaum kecil-lemah-miskin. Pastoral sosial di paroki harus memperhatikan dan memihak kaum yang kecil, lemah dan miskin, sebab dari berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat merekalah yang merasakan dampak paling besar.

f. Melibatkan orang muda dalam pelaksanaan karya kerasulan PSE di paroki.

Orang muda Katolik perlu dilibatkan dalam upaya mengatasi permasalahan sosial di masyarakat. Seksi PSE paroki dapat membuat program pelatihan untuk orang muda yang terkait dengan tema spiritualitas sosial dan berbagai bentuk/bidang keterlibatan sosial.286

g. Seksi PSE paroki perlu memperkuat jaringan kerjasama dengan berbagai pihak dalam menjalankan karya pelayanan sosial. Seksi PSE paroki dapat membentuk jejaring sosial dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menyebarkan topik dan menggerakkan jaringan, sehingga apa yang dibuat oleh Gereja tidak saja dikenali (dikomunikasikan) namun

286 Tim Karya Pastoral KAJ, Menuju Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang Dicita-citakan, Peluang-Peluang Implementasi Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, 41.

182

juga disebarkan dan ditanamkan.287 Jaringan kerjasama dapat dibuat dalam lingkup paroki, yakni antar lingkungan, antar wilayah, dalam seksi-seksi yang ada di kepengurusan dewan paroki, ataupun dalam kelompok-kelompok kategorial yang ada di paroki. Jaringan kerjasama dapat juga dibuat lintas paroki dalam lingkup keuskupan.

3. Dana PSE. Penggunaan dana PSE disesuaikan dengan peraturan dan kebijakan yang ada di masing-masing keuskupan, oleh karenanya PSE paroki perlu memperhatikan ketentuan tersebut dalam mengusahakan dana PSE dan pemanfaatannya dalam pelaksanaan program kerja. Komisi PSE KAJ telah menetapkan sejumlah panduan dan acuan bagi penggunaan dana PSE, yaitu288: a. Dana yang dipergunakan oleh seksi PSE diambilkan dari 25% hasil

kolekte umat dalam Misa akhir pekan.

b. Sejalan dengan peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan spiritualitas sosial yang diupayakan oleh seksi PSE, seksi PSE dapat dan dianjurkan untuk menggalang dana melalui berbagai cara yang tidak dilarang. Penggalangan dana dapat dilakukan dengan cara sumbangan tetap/insidentil, gerakan/aksi khusus, dan usaha-usaha amal lainnya yang tidak mengikat.

c. Bila diperlukan seksi PSE dapat memanfaatkan pula dana sosial pelengkap dari dana APP (Aksi Puasa Pembangunan) KAJ melalui

287 Tim Karya Pastoral KAJ, Menuju Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang Dicita-citakan, Peluang-Peluang Implementasi Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, 42.

288 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 36-37.

183

suatu pengajuan proposal lengkap atau dari sumber lain yang dibenarkan.

d. Semua dana yang dikelola seksi PSE harus dimanfaatkan secara tepat, dengan administrasi yang tertib, rinci, transparan dan akuntabel, guna dipertanggungjawabkan secara berkala kepada dewan paroki.

e. Dana untuk orang miskin tidak boleh digunakan untuk keperluan lain yang tidak ada kaitannya.

Dalam dokumen GELAR MAGISTER TEOLOGI 2014 (Halaman 190-196)