IV. METODE PENELITIAN
4.4. Analisis Data
5.1.2 Peluang Perjumpaan
5.1.2.1 Peluang Perjumpaan Satwa Reptil
Jenis reptil yang sering dijumpai diantaranya Aphaniotis acutirostris. (86%) dan Mabuya multifasciata (79%). Namun reptil yang memiliki peluang terendah dijumpai yakni sebanyak 7 % antara lain Dendralapis pictus, Python
reticulatus, Draco obscurus laetepictus, Dasia olivacea, Gecko smithii, Hemidactylus frenatus dan Cyclemys dentata.
14% 7% 7% 21% 43% 86% 50% 43% 7% 7% 79% 21% 14% 7% 7% 36% 7% 0% 50% 100% 1 J e n is Fr e k ue ns i (%) Cyclemys dentata Mabuya rugif era Hemidactylus f renatus Gecko smithi
Gonocephalus grandis Gonocephalus
chamaeleontinus Mabuya multif asciata Draco obscurus laetepictus Dasia olivacea Cryptodactylus marmoratus Cnemaspis kandianus A phaniotis acutirostris Trimeresurus popeuorum Rhabdophis chysargus Python reticulatus Dendralaphis pictus Boiga nigriceps
Dalam famili Boidae, hanya dijumpai jenis Python reticulatus. Jenis ini ditemukan tiga individu yang dua individu diantaranya ditemukan di luar jalur pengamatan. Semua individu jenis ini ditemukan di sungai dengan aktifitas berenang. Seperti jenis python lainnya, Python reticulatus sering dijumpai di perairan seperti sungai dan jarang sekali ditemukan jauh dari perairan (Tweedie 1983)
Terdapat tiga jenis ular yang ditemukan dalam famili Viperidae, antara lain Trimeresurus brongesmai, Trimeresurus popeiorum dan Tropidolaemus
wagleri. Ketiga jenis tersebut lebih sering ditemukan dengan aktifitas diam. Pada Trimeresurus popeiorum dan Trimeresurus brongesmai biasa ditemukan melilit
pada dahan rendah pohon atau diam pada lubang-lubang di sisi sungai. Namun pada Tropidolaemus wagleri biasa ditemukan di antara serasah yang warnanya hampir sama dengan warna kulit ular. Semua jenis ular dalam familli Viperidae memiliki racun bisa yang beracun dan sangat berbahaya ( Cox et al 1998).
Gambar 7. Bekas kulit Ophiophagus hannah
Ophiophagus hannah merupakan satu-satunya ular dari famili Elapidae
yang hanya dijumpai berupa kulitnya saja. Bekas kulit ular ini ditemuakan pada permukaan tanah yang tidak jauh dari sungai. Menurut David dan Vogel (1996), ular ini biasa bersembunyi di dalam semak, diantara akar pohon dan di lubang-lubang bebatuan. Selain aktif pada siang hari maupun malam hari, ular ini
25 memiliki racun bisa yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani (Cox et al 1998).
Tujuh dari famili Colubridae yang ada, berhasil dijumpai pada lokasi kawasan SCP. Jenis ular tersebut diantaranya Xenochrophis trianguligera,
Rhabdophis chrysargus, Lycodon subcinctus, Ahaetulla mycterizans, Dendralaphis pictus, Boiga drapiezii dan Boiga nigriceps. Semua jenis ular ini
ditemukan di kawasan perairan seperti pinggiran sungai dan rawa-rawa musiman. Menurut Tweedie (1983), jenis-jenis ular pada sub famili Natricinae sebagian besar hidup pada habitat terrestrial dan sebagian lagi pada kawasan akuatik.
Dalam famili Gekkonidae, terdapat empat jenis spesies yang dijumpai diantaranya Gekko smithi, Hemidactylus frenatus, Crytodactylus marmoratus dan
Cnemaspis kandidus. Pada jenis Gekko smithi dan Hemidactylus frenatus banyak
dijumpai pada bangunan rumah yang ada pada stasiun research di dalam kawasan SCP. Namun pada jenis Crytodactylus marmoratus dan Cnemaspis kandidus, dijumpai didalam hutan seperti diam pada tebing-tebing sungai dan pada akar-akar pohon.
Pada famili Agamidae, terdapat jenis-jenis seperti Gonocephalus grandis,
Gonocephalus chameleontinus, Draco obsurus laetepictus, dan Aphaniotis acustirostris. yang dijumpai. Gonocephalus grandis dan Gonocephalus chameleontinus dijumpai sedang berjalan pada dahan pada pohon yang berada di
bawah vegetasi pohon besar. Namun pada Draco obscurus laetepictus biasa dijumpai pada batang pohon besar dengan aktifitas berlari ke atas. Aphaniotis
acustirostris. lebih mudah dijumpai pada malam hari detika sedang tidur, pada
siang hari keberadaan mereka lebih sulit dicari, karena mudah berlari dan bersembunyi di serasah yang warnanya menyerupai warna kulitnya dan batang pohon.
Varanus salvator merupakan satu-satunya spesies dari famili Varanidae.
Jenis ini sering dijumpai sedang mencari makan di tempat pembuangan sampah yang berada di stasiun research SCP. Menurut Cox et al (1998), jenis famili ini mampu memakan daging bangkai, buah-buahan bahkan sayur-sayuran.
Mabuya multifasciata, Mabuya rugifera dan Dasia olivacea adalah jenis
Mabuya multifasciata dan Mabuya rugifera mudah dijumpai saat mereka
melakukan aktifitas berjemur (basking) di pagi hari. Namun kadang beberapa dari mereka dijumpai di atas semak belukar. Dasia olivacea sering dijumpai di lantai bangunan dengan aktifitas sedang berjalan dengan pelan, namun terkadang ia dapat dijumpai di langit-langit bangunan untuk mencari serangga sebagai makanannya.
Geoemydidae merupakan famili dari 2 jenis kura-kura yang dijumpai dalam kawasan SCP. Kedua jenis kura-kura tersebut ialah Cyclemys dentata dan
Notochelys platynota. Kedua jenis kura-kura ini ditemukan sedang berjalan di
dalam air sungai dengan kedalaman 1 meter. Beberapa jenis kura-kura air tawar pada umumnya menghabiskan hidupnya dalam air, namun dapat hidup tanpa kesulitan di darat (Iskandar 2000).
5.1.2.2 Peluang Perjumpaan Satwa Amfibi
Jenis amfibi yang paling dominan dijumpai adalah Limnonectes kuhlii (71 %). Namun jenis yang memiliki frekuensi terendah yakni 7 % adalah Phrynella
pulchra dan Rhacophorus pardalis.
36% 71% 43% 43% 36% 7% 57% 36% 43% 14% 36% 14% 7% 0% 20% 40% 60% 80% 1 Jen is Frekuensi (%) Rhacophorus pardalis Rhacophorus appendiculatus Rana s iberu Rana nicobariens is Rana hos ii Rana chalconota Phelophryne s ignata Phrynella pulchra Nyctixalus pictus Lim nonectes s hom penorum Lim nonectes param acrodon Lim nonectes kuhlii
Lim nonectes blythii
27
Phelophryne signata yang termasuk dalam famili Bufonidae, merupakan
katak yang memiliki panjang dan berat terkecil dari seluruh jenis katak yang ditemukan di Kawasan SCP. Katak jenis ini banyak ditemukan sedang bersuara pada daun-daun dengan ketinggian hingga mencapai 5 meter dari permukaan tanah.
Pada famili Microhylidae, Phrynella pulchra merupakan katak yang mampu hidup pada ketinggian hingga + 30 meter di atas pohon. Dua individu yang dijumpai secara langsung, ditemukan di dalam lubang kayu dimana terdapat air di dalamnya. Menurut Mistar (2003), jenis katak ini berbiak dalam lubang-lubang pohon kadang-kadang ditemukan beberapa individu di tempat yang sama. Tujuh jenis katak dalam famili Ranidae, telah dijumpai di kawasan SCP. Katak-katak tersebut diantaranya Occydozyga sumatrana, Limnonectes blythii,
Limnonectes kuhlii, Limnonectes paramacrodon, Limnonectes shompenorum, Rana chalconota, Rana hosii, Rana nicobariensis dan Rana siberu. Occydozyga sumatrana ditemukan pada kubangan atau genangan air yang ada di dalam hutan.
Sementara Limnonectes blythii, Limnonectes kuhlii, Limnonectes paramacrodon,
Limnonectes shompenorum, Rana chalconota dan Rana hosii ditemukan di sekitar
pinggiran sungai. Namun pada Rana nicobariensis dan Rana siberu ditemukan di dalam semak belukar yang tidak jauh dari sumber air. Habitat ranidae sangat beragam, dari hutan primer, sekunder, belukar, rumput hingga sekitar pemukiman (Mistar 2003).
Pada famili Rhacophoridae, jenis Rhacophorus appendiculatus dan
Rhacophorus pardalis lebih banyak dijumpai pada transek 7 Simakobu, hal
tersebut dikarenakan terdapat genangan air seperti rawa yang sifatnya sementara (hanya terjadi pada saat musim hujan saja). Menurut Mistar (2003) pada musim berbiak sering berkelompok dibawah pohon dipinggir rawa dan kadang dalam semak belukar yang rapat dengan aliran sungai musiman. Jenis lain yang ditemukan dari famili ini adalah Nyctixalus pictus. Jenis ini biasa dijumpai di beberapa tempat yang tidak jauh dari sungai.