• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemakaiankata paling

Dalam dokumen Buku Pajak Dan Retribusi Daerah (Halaman 115-119)

BAB V Pasal15 dihapuskan

1. Pemakaiankata paling

Untuk menyatakan pengertian maksimum (relatif) digunakan kata paling:

Contoh

Diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp.5.000.000,-(1imajutarupiah).

Hindari penggunaan kata sekurang-kurangnya dalam merumuskan norma ketentuanpidana atau norma yang menyangkut batasan waktu. 2. Pemakaiankata kecuali

Untuk menyatakan makna tidak termasuk dalam golongan digunakan kata kecuali. Kata kecuali ditempatkan diawal kalimat jika yang dikecualikan induk kalimat.

218

11

PajakdanRetribusi Daerah

Contoh:

Kecuali A dan B, setiap orang wajib memberikan kesaksian didepan sidang pengadilan

3. Pemakaian kata Disamping

Untuk menyatakan makna termasuk,dapat digunakan kata disamping.

Contoh

Disamping menjalani pidana penjara,terpidana juga dikenai denda.

4. Pemakaian kata jika dan kata makna

Untuk menyatakan makna pengandaian atau kemungkinan

digunakan kata jika atau frasa dalam halo Gunakan kata jika bagi

kemungkinan atau keadaan yang akan terjadi lebih dari sekali dan setelah anak kalimat diawali kata makna.

Contoh:

Jika perusahaan itu melanggar kewajiban yang dimaksudkan dalam ... , maka .... .

5.Pemakaian kata apabila

Untuk menyatakan atau menunjukkan uraian atau penegasan waktu terjadinya sesuatu, sebaiknya menggunakan kata apabila atau bahwa.

Contoh:

Salah satu pihak dalam perjanjian kerjasama ini dapat mengajukan pembatalan perjanjian apabila pada waktu perjanjian ini dibuat terdapat unsur paksaan, kekhilafan dan penipuan.

6. Pemakaian kata dan, atau, dan atau

a. Untuk menyatakan sifat yang kumulatif digunakan kata dan.

Contoh:

A dan B wajib memberikan ...

b. Untuk menyatakan sifat alternatif atau eksklusif digunakan kata atau.

Penyusunan Peraturan Perpajakan Daerah

11

219

-Contoh :

A atau B wajib memberikan ....

C. Untuk menyatakan sifat alternatif ataupun kumulatif digunakan frasa dan atau.

Contoh:

A dan atau B dapat memperoleh...

7. Untuk menyatakan istilah hak digunakan kata berhak Contoh:

Setiap Pegawai Negeri Sipil berhak untuk mendapatkan pensiun. 8. Untuk menyatakan kewenangan, digunakan kata dapat atau

kata boleh

Kata dapat merupakan kewenangan yang melekat pada seseorang, sedangkan kata boleh tidak melekat pada diri seseorang. Untuk menyatakan istilah kewajiban digunakan kata wajib.

Contoh:

(4). Menteri Dalam Negeri dapat memberikan pertimbangan/: penghargaan/sanksi kepada setiap PNS diJajaran Departemen Dalam Negeri.

(5). Setiap warga negara wajib membayar pajak.

9. Untuk menyatakan istilah sekedar kondisi atau persyaratan, digunakan kata harus

Contoh:

Untuk menduduki suatu jabatan tertentu seseorang calon pejabat harus terlebih dahulu mengikutipendidikan penjenjangan.

digunakan frasa tidak diwajibkan atau tidak wajib Contoh:

Warga negara yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin tidak diwajibkan untuk mengikuti pemilihan umum.

C. Teknik Pengacuan

a. Untuk mengacu ayat atau pasallain,digunakan frasa sebagaimana dimaksud pada atau dalani.

220 PajakdonRetribusi Daerah

Contoh:

.. .sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasall 8 .

Jika mengacu ke peraturan lain pengacuan dengan urutan pasal, ayat dan judul peraturan perundang-undangan.

Contoh:

.. . sebagaimana dimaksud dalam Pasa128 ayat(3) Undang-undang Nomor I Tahun 1974 tentang Perkawinan.

b. Usahakanlah agar setiap Pasal atau kebulatan ketentuan tanpa mengacu ke Pasal lain. Pengacuan dilakukan dengan mencantumkan secara singkat materi pokok yang diacu. Contoh:

Izin penggalian tambang batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal18 ....

Pengacuan hanya boleh dilakukan ke peraturan yang tingkatnya sama atau lebih tinggi.

c. Pengacuan dilakukan dengan menyebutkan secara tegas nomor

& tiap pasal atau ayat yang diacu dan hindarkan penggunaan frasa pasal yang terdahulu atau pasal tersebut diatas atau Pasal ini.

Contoh:

Panitia Pemilihan, sebagaimana dimaksud dalam Pasa134 ayat (3), bertugas...

Jika ketentuan dari pengaturan yang diacu memang dapat diberlakukan seluruhnya, maka istilah tetap berlaku dapat digunakan. Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah yang telah ada dan terkait dengan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) dan Peraturan Daerah tentang Retribusi yang telah ada dan terkait dengan Pasal 18 ayat (3) masih tetap berlaku sebelum diberlakukannya Peraturan Daerah berdasarkan Undang-undang ini.

Pernyataan tetap berlaku dengan pengertian bahwa digunakan jika ketentuan yang diacu itu sebagian diberlakukan atau diberlakukan dengan perubahan.

Teknik PenyusunanPeraturanPerpajak(mDaerah11 221

Contoh:

Peraturan Daerah tentang Pajak selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan tetap berlaku selama 1 (satu) tahun sejak berlakunya Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

222

I1

PajakdanRetribusi Daerah

PUSTAKA

Agus SN, Suwondo, Gunadi,Pajak dan Retribusi Daerah, Univer-sitas Terbuka, Depdikbud, Jakarta, 1994.

Atep Adya Barata dan Zul Afdi Ardian, Perpajakan, Jilid 1, CV. Amrico, Bandung, 1989

Bird, Richard M., dan Milka Casanegra de jantscher.ed.el. 1992. Improving Tax Administration In Developing Countries. Washington D.e.: International Monetary Fund.

CIDES, www.cides.or.id/otda. 30 Mei 2003

Davey, K.J.Pembiayaan Pemerintahan Daerah, Jakarta, UI Press, 1988

Devas. C.N. Keuangan Pemerintah Daerab di Indonesia, Jakarta, UI Press, 1989.

Devereux, Michael P 1996.The Economics of Tax Policy. London: Bantam Press.

DitJen PUOD, Manual Pendapatan Daerah ,Jakarta, Departemen Dalam Negeri, 1989.

224 PajakdonRetribusi Daerah

Due, JohnE, clan AnnE Friedlaender.,GovernmentFinance.7,edition. NewYork: RichardD. Irwin,Inc, 1984.

Fushimi, Toshiyuki, Administrasi Perpajakan Tang Semestinya.Jakarta: Makalah penelitian dari nCA expert(fromNational Tax Agency, Japan) di DirektoratJenderal Pajak, 2001.

Harry YusufA.Laksana, Bagaimana Mendesain Pembuatan Tax Policy yang Baik,JurnalPerpajakan Indonesia, PT.SalembaEmban Patria, Jakarta,200l.

Hyman, David N., Public Finance a Contemporary Application of

Theory to Policy.NewYork: The DrydenPress. Hardcourt Brace

College Publisher, 1996.

Musgrave, Richard A., dan Peggy B. Musgrave., Public Finance in

TheoryandPractice.ThirdEdition. NewYork: McGraw-Hill Book

Company, 1980.

Pemerintah RepublikIndonesia, PP No. 65Tahun 200]tentangPajak Daerah

Pemerintah Republik Indonesia,PPNo. 66Tahun 200]tentangRetribusi Daerah

Pemerintah Republik Indonesia, UUNo.34 Tahun 2000tentang Pajak dan Retribusi Daerah

Rochmat Soemitro,Dasar-dasar Hukum Pajak danPajak Pendapatan,

Bandung, PT Eresco, 1977.

Rosen, HarveyS.,Public Finance.6,h edition. NewYork. International Edition.McGraw-Hill Companies, Inc, 1999.

________________________________ 11 I

.Shome, Parthasarathi.,Tax Policy Handbook.Washingtonlr.t '

national Monetary Fund, 1995.

Slamet Sularno (SeriDiktat),Administrasi Penerimaan Daerati,(faliI tahun).

Smith, Adam, An Enquiry intothe Nature and Causes oftlu:

ofNation.Cannanedition. London: Methuen.1904.

Soetrisno P.H.,Dasar-dasar Ilmu Keuangan Negara;

BPFE-UGM,1985.

Stiglitz, joseph E., Economics ofThe Public Sector. 2th it N York: WWNortonCompany, 1988.

Tanzi, Vito, dan Howell Zee.,Tax Policyfor Developing ('t111/1

Washington: D. IMFWorking Paper, March 200J•

Thuronyi, Victor.,TaxlawDesignandDrajting.VolumeJdun VOIIII

n.

Washington RC.: International Monetary Fund,J

Tubagus ChairulAmachiZandjani,Perpajakan,PAU-EK-lJJ Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992

Dalam dokumen Buku Pajak Dan Retribusi Daerah (Halaman 115-119)