• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 PEMANFAATAN INTERNET OLEH MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI TERBUKA DAN JARAK JAUH

Abstrak

Dalam dunia pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh media internet sudah biasa digunakan sebagai media informasi dan pembelajaran namun demikian mahasiswa yang tinggal di daerah perdesaan diduga masih belum dapat memanfaatkan media ini secara maksimal untuk kepentingan pendidikan mereka. Pemanfaatan media internet bagi mahasiswa terutama untuk memenuhi kebutuhan informasi, kebutuhan belajar, untuk berkomunikasi dua arah, dan untuk berkomunikasi dalam kelompok (diskusi), serta untuk pergaulan melalui media sosial. Pemanfaatan internet diduga dipengaruhi oleh kemampuan, sikap, dan tindakan mengakses internet, serta lingkungan tempat mahasiswa mengakses internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model hubungan antara perilaku akses dan pemanfaatan internet oleh mahasiswa pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh dan variabel yang memengaruhinya dengan menggunakan metode Model Persamaan Struktural. Penelitian survey ini dilakukan di wilayah Surakarta dengan sampel sebesar 320 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media internet masih rendah karena terbatasnya fasilitas internet yang memengaruhi kemampuan dan kemauan mahasiswa mengakses internet. Strategi untuk meningkatkan mahasiswa dalam memanfaatkan internet adalah penggunaan media pendamping tutorial yang dapat diakses melalui telepon selular (HP).

Kata kunci: pemanfatan internet, internet akses, pendidikan jarak jauh

Pendahuluan

Walaupun media internet sudah dikenal sebagai media pada pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ), mahasiswa di beberapa wilayah perdesaan diduga masih belum memanfaatkan internet secara maksimal. Penggunaan media internet pada PTTJJ, terutama menekankan pada pemenuhan kebutuhan informasi, komunikasi yang interaktif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran secara formal, wadah bagi para mahasiswa untuk berdiskusi baik materi ajar maupun administrasi akademik lainnya, serta komunikasi sosial yang lebih terbuka di antara para mahasiswa yang digunakan sebagai ajang pengungkapan pribadi maupun kepentingan proses belajar mereka. Park dalam

Dogruer et al (2011) menyatakan bahwa fungsi internet dalam dunia pendidikan antara lain sebagai (1) penyimpan informasi, (2) alat komunikasi tanpa batas, (3) pembelajaran online yang interaktif (4) penelitian online.

Selain untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai pendidikan dan pembelajaran mahasiswa, pemanfaatan internet pada PTTJJ di Universitas Terbuka (UT) juga digunakan untuk tutorial. Tutorial online merupakan layanan belajar tambahan yang bersifat pilihan apabila mahasiswa sulit memeroleh tutorial tatap muka (TTM) yang dibutuhkan di daerah tempat tinggal mahasiswa. Layanan belajar melalui internet dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah. Hadirnya tutorial melalui internet dapat memberikan dukungan belajar kepada

mahasiswa kapanpun pada saat mereka membutuhkan. Rye dan Zubaidah (2008) meneliti masalah pengaksesan internet pada mahasiswa pascasarjana UT di Bangka Belitung yang menyimpulkan bahwa kesulitan mahasiswa tidak hanya pada ketersedian sarana saja tetapi juga masalah belum membudayanya penggunaan internet. Hal ini justru menjadi tantangan bagi mahasiswa karena tidak tersedianya sarana pendukung lainnya yang tepat.

Daulay (2008), yang meneliti interaksi mahasiswa dalam Forum Komunikasi Online di website yang disediakan UT, menemukan bahwa komunikasi mahasiswa yang mendapat peringkat tertinggi adalah interaksi yang bersifat personal, diikuti oleh masalah tutorial serta masalah-masalah administratif lainnya. Kesimpulan dari penelitian tersebut menyatakan bahwa kendala terbesar mahasiswa adalah kurangnya berkomunikasi.

Menurut pendapat Gaytan yang diuraikan dalam Stanciu dan Inca (2014) ada empat tingkatan dalam penggunaan internet yaitu, (1) penggunaan internet untuk mengumpulkan informasi, (2) berbagi informasi dengan teman yang sebidang, (3) bekerja (belajar) di internet sebagai bagian yang telah direncanakan, (4) bekerja sesuai kurikulum yang telah disiapkan tutornya yang harus dikerjakan melalui bantuan internet, dan (5) merancang suatu kegiatan dengan mengikuti proses belajar secara mandiri.

Omotayo (2006) melakukan survei terhadap penggunaan internet di kalangan mahasiswa tingkat sarjana. Penelitian ini menggunakan sampel 1000 mahasiswa dengan tingkat respon sebesar 66,4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan internet cukup tinggi terutama di warung internet. Penggunaan internet tidak memengaruhi penggunaan perpustakaan. Masalah umum yang dihadapi mahasiswa adalah lemahnya sinyal penerimaan dari server dan masalah biaya.

Chen dan Fu (2009) meneliti hubungan antara penggunaan internet dan prestasi akademik. Responden penelitian ini adalah siswa sekolah menengah di Taiwan utara. Temuan mengkonfirmasi bahwa penelusuran informasi melalui online membantu meningkatkan nilai ujian. Sedangkan internet yang digunakan untuk sosialisasi dan bermain dan pengaksesan melalui warung internet menurunkan performa ujian mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis informasi dalam suatu website menentukan nilai ujian.

Peou et al. (2011) menguji hubungan penggunaan internet dan sikap terhadap internet, dan pemanfaatan bidang akademik oleh mahasiswa Kamboja. Survei ini diterapkan terhadap lebih dari 1500 mahasiswa di empat universitas di Kamboja. Penggunaan internet untuk tujuan akademik masih jarang di kalangan mahasiswa. Dugaan utama biaya adopsi teknologi dan membangun pendekatan pragmatis untuk menyesuaikan visi pendidikan menjadi tantangan utama dalam mengintegrasikan internet ke dalam pendidikan tinggi di Kamboja

Berdasarkan uraian di atas penelitian ini berupaya untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa pendidikan jarak jauh memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dalam proses belajar mereka. Oleh karena itu tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) menganalisis model hubungan antara perilaku mahasiswa PTTJJ dalam mengakses dan pemanfaatan internet, dan (2) merumuskan strategi dalam meningkatkan pemanfaatan internet mahasiswa PTTJJ.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara memberikan kuesioner kepada mahasiswa yang aktif dan meregistrasi pada masa registrasi 2013.2 (tahun 2013 dalam semester genap) di wilayah Surakarta.

Penelitian dilakukan di wilayah Surakarta yang menyelenggarakan Tutorial Tatap Muka (TTM). Sampel yang diperoleh menyebar di tujuh kabupaten/kota yang meliputi Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sragen, Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013. Jumlah sampel sebanyak 320 mahasiswa secara acak tanpa memandang program studi dan tahun masuk mahasiswa.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan perangkat lunak Amos 22.

Hasil dan Pembahasan