• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Bagi dosen program studi Pendidikan Agama Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, diharapkan lebih menggalakan penggunaan media sosial sebagai salah satu sarana literasi bagi mahasiswa.

2. Bagi mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, diharapkan jika menggunakan media sosial, digunakan dengan cara yang baik dan benar tidak hanya untuk kebutuhan hiburan saja, tetapi juga untuk kebutuhan perkuliahan. Mahasiswa PAI juga diharapkan selalu update terutama di dunia literasi dan pendidikan melalui media sosial.

3. Bagi peneliti lain, diharapakn dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai bahan rujukan pada penelitian selanjutnya dengan menyempurnakan dan menambahkan teori serta variabel lainnya. Karena penelitian ini masih

banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Sehingga peneliti berharap agar penelitian selanjutnya lebih luas dan lebih sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, & yunus. (2018). Pembelajaran Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis. Bumu Aksara.

Adieb Maulana. (2022). 7 Jenis Media Sosial Beserta Contohnya yang Perlu Kamu Tahu. Glints. https://glints.com/id/lowongan/tipe-media-sosial/

Ameen, K., & Naeem, S. Bin. (2020). Demographic differences in the perceived news literacy skills and sharing behavior of information professionals. Information Discovery and Delivery, April. https://doi.org/10.1108/IDD-02-2020-0015 Amin, I., Mansur, R., & Sulistiono, M. (2020). Peran Literasi Digital dalam

Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XI IIS 01 SMAI Al Maarif Singosari Malang. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6 (1).

Anggraini Vita. (2022). Media Sosial: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Tujuan. Dosen Pintar Sumber Referensi. https://dosenpintar.com/pengertian-media-sosial/

Antoni, D. (2018). PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA

PEMBELAJARAN PADA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI SUMSEL MEDIA OF SOCIAL MEDIA UTILIZATION AS A LEARNING AT HIGH. 1, 64–

70.

Bharucha, J. (2018). Exploring education-related use of social media : business students perspectives in a changing India. https://doi.org/10.1108/ET-07-2017-0105

Dewi, S., & Rizal. (2019). Literacy Analysis of Tadulako University PGSD Students.

Jurnal Dikdas.

Fakultas Imu Tarbiyah. (2021). Pendidikan Agama Islam-Fakultas Ilmu Tarbiyah.

Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN RM Said Surakarta.

https://fit.uinsaid.ac.id/program-studi/pendidikan-agama-islam/

Fitriyani, & Mukhlis, S. (2021). Urgensi Penggunaan Digital Literasi dalam

Pelaksanaan Pendidikan di Masa Pandemi: Systematic Literature Review. Jurnal Dikoda, 2.

Fuchs, C. (2017). Social Media A Critical Introduction (Cetakan ke). SAGE Publications Ltd.

Gammon, M. ., & White, J. (2015). “Social Media Literacy: Challenges and Opportunities for Higher Education.” Cuttng-edge Technologies in Higher Education, 01, 329–345. https://doi.org/https://doi.org/10.1108/S2044-9968(2011)0000001019

Garcia, L. ., & Silva, C. M. . (2017). Differences Between Perceived Usefulness of

Social Media and Istitutional Channels by Undergraduate Students. Interactive Technology and Smart Education, 14(3), 196–215.

https://doi.org/http:doi.org/10.1108/ITSE-01-2017-0009

Hamzah, R. E. (2015). Penggunaan Media Sosial di Kampus Dalam Mendukung Pembelajaran Pendidikan. Jurnal Wacana, XIV(1), 45–70.

Harandi, A. H., Nia, M. B., & Vaalmohammadi, C. (2018). The impact of social technologies on knowledge management processes The moderator effect of e-literacy. https://doi.org/10.1108/K-11-2017-0413

Hobbs, R. (2005). The State of Media Literacy Education. Journal of Communication, 95, 865–871.

J Moleong, L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (Cetakan ke). PT Remaja Rosdakarya Offset.

Jiang, G., Liu, F., Liu, W., Liu, S., Chen, Y., & Xu, D. (2021). Effects of information quality on information adoption on social media review platforms : moderating role of perceived risk. Data Science and Management, 1(1), 13–22.

https://doi.org/10.1016/j.dsm.2021.02.004

Kurnia, N. D., Johan, R. C., & Rullyana, G. (2018). Hubungan Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dengan Kemampuan Literasi Media Di Upt Perpustakaan Itenas. Edulib, 8(1), 1. https://doi.org/10.17509/edulib.v8i1.10208

Machin-mastromatteo, J. D., & Machin-mastromatteo, J. D. (2012). Participatory action research in the age of social media : literacies , affinity spaces and learning. New Library World, Vol.113 No, 571–585.

https://doi.org/10.1108/03074801211282939

Mahdi, I. (2022). Pengguna Media Sosial di Indonesia Capai 191 Juta pada 2022.

Data Indonesia. https://dataindonesia.id/digital/detail/pengguna-media-sosial-di-indonesia-capai-191-juta-pada-2022

Mansour, E. (2017). A Survey of digital Information Literacy (DIL) Among

Academic Library and Information Professionals. Digital Library Perspectives, 22.

Mcanulty, J. (2020). Preservice teachers ’ perceptions of teaching news media literacy. Vol.15 No., 97–113. https://doi.org/10.1108/SSRP-11-2019-0054 Mujib, A. (2016). Literasi dalam Al Qur’an dan Kontribusinya Terhadap

Pengembangan Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. IAIN Ponorogo.

Nasrullah, R. (2017). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi (Cetakan ke). Simbiosa Rekatama Media.

Nata, A. (2011). Studi Islam Komprehensif. Kencana.

Nida, I. (2019). Pemanfaatan Media Internet Sebagai Strategi Literasi Informasi dalam Pembelajaran PAI Kelas IX di SMP N 1 Yogyakarta. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Permatasari, N., Yosral, R., & Annisa, C. F. (2021). Analisis Media Sosial Twitter Tentang Pendidikan Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia.

Seminar Nasional Official Statistics, 2020(1), 359–369.

https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2020i1.703

Rafi, M., Jianming, Z., & Ahmad, K. (2019). Technology integration for students ’ information and digital literacy education in academic libraries. Information Discovery and Delivery, 4(September), 203–217. https://doi.org/10.1108/IDD-07-2019-0049

Sriwahyuni, W. (2017). Analisis Pemanfaatan Media Sosial dalam Menunjang Proses pembelajaran Siswa SMUN 1 Makassar.

Stordy, P. H. (2013). Taxonomy of literacies. 71 No.3, 456–476.

https://doi.org/10.1108/JD-10-2013-0128

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan Ke).

ALFABETA CV.

Suharsimi, A. (2000). Manajemen Penelitian. Rineka Cipta.

Suwandi, S. (2019). Pendidikan Literasi. PT Remaja Rosdakarya Offset.

Tongkotow, L., Fonny, W. J., & Lasut J Jouke. (2022). Peran Media Sosial Dalam Mempererat Interaksi Antar Keluarga Di Desa Esandom Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmiah Society, 2(1).

Utomo, P., & Prayogi, F. (2021). Literasi Digital: Perilaku dan Interaksi Sosial Masyarakat Bengkulu Terhadap Penanaman Nilai-nilai Kebhinekaan Melalui Diseminasi Media Sosial. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 3(1), 65–76.

https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/ijsse/article/view/4306/3256 Wati, K. (2021). Analisis Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran

Virtual Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Wening, L. M. (2021). Pandangan Islam Tentang Teknologi dan Pemanfaatan Media Sosial. Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam Universitas Islam Indonesia. https://dppai.uii.ac.id/pandangan-islam-tentang-teknologi-dan-pemanfaatan-media-sosial/

Widada, C. K., Universitas, P., & Surakarta, M. (2018). Mengambil Manfaat Media Sosial dalam Pengembangan Layanan. Journal of Documentation and

Information Science, 2, 23–30.

Widyasari, K., Nuranna, F., Rokkayah, & Wihartono, widi. (2018). Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial dalam Lembaga Pemerintah. Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Witek, D., & Grettano, T. (2012). Information literacy on Facebook : an analysis. 40 No 2, 242–257. https://doi.org/10.1108/00907321211228309

Yanuarita, I., & Wiranto. (2018). Mengenal Media Sosial Agar Tak Menyesal.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Yanuarti, E., & Sari, D. P. (2019). Peran Dosen dalam Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Sarana Literasi Pembelajaran Mahasiswa. Journal of Education and Instruction, 2, 127–138. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joeai.v2i2.892 Yusuf Qardhawi. (1998). Al Qur’an Berbicara Tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan.

Gema Insani Press.

LAMPIRAN Lampiran 1

FIELD NOTE Kode : W01

Judul : Wawancara

Informan : Mahasiswa PAI angkatan 2019 Tempat : WhatsApp

Waktu : 15-16 April 2022 Deskripsi Data :

Informan adalah seorang dosen PAI yang bernama Bapak Fauzi Annur. Tujuan dari wawancara ini adalah mengetahui sejauh mana pemanfaatan media sosial sebagai sarana literasi bagi mahasiswa dari sudut pandang dosen. Peneliti memperkenalkan diri dan mengakhiri wawancara dengan ucapan terima kasih.

Peneliti : “Sumber belajar mahasiswa PAI berasal dari apa saja?”

Dosen PAI : “Ya banyak banget lah, cuman memang kalau di perkuliahan memang rata-rata buku yang berkaitan dengan agama misl kayak buku Tasawuf terbaru, ada ktab Zubad, dan lain-lain. Maupun yang berkaitan dengan isu-isu agama terkini seperti ayat-ayat semesta, agama saintifik, sains teologi, feminisme, maupun buku self Improvement kayak Atomic Habits, Toxic Parents, dan lain-lain. ” Peneliti : “Apa saja sumber belajar mahasiswa PAI yang berasal dari media

sosial?”

Dosen PAI : “Mahasiswa disuruh membuka portal podcast untuk pengembangan diri, atau mendownload buku melalui Google Books. Kalau artikel jurnal maka langsung bisa download secara gratis di Google sesuai dengan kata kunci yang dipilih.”

Peneliti : “Buku online biasanya dapat diunduh dari platform apa?”

Dosen PAI : “Ada versi cetak dan versi Google Docs atau E Book gratisnya, kalau yang versi bahasa Arab dan bahasa Inggris hampir semuanya bisa didownload secara gratis. Sementara kalau bahasa Indonesia hanya sedikit yang diupload di Google Docs”

Peneliti : “Akun apa saja yang disarankan untuk menjadi referensi sumber belajar?”

Dosen PAI : “Kalau untuk pengembangan diri membuka portal podcast dari Gita Wirjawan, End Game, dan lain-lain. Kalau artikkel jurnal maka langsung bisa didownload secara gratis di Google.”

Peneliti : “Bagaimana penggunaan media sosial untuk menunjang perkuliahan?”

Dosen PAI : “Paling menyuruh upload di portal kampus, selain itu di makalah cetak maupun digital, upload di media sosial juga misal Youtube dan Instagram. Dan juga di koran untuk sarana challange ide-ide, dan bahkan juga ikut lomba LKTI atau penelitian. Itu sih yang selama ini terjadi bahkan memang sudah ada real buktinya. Bahkan sampai juara-juara dan ada juga yang mendapatkan short course dua minggu bersama para Professsor”

FIELD NOTE Kode : 02

Judul : Observasi

Informan : Mahasiswa PAI angkatan 2019 Tempat : Online (Google Form)

Waktu : Juli-September 2022 Deskripsi Data :

Peneliti pada bulan Juli sampai September 2022 melakukan observasi dengan cara membuat link Google Form yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan seputar media sosial yang digunakan, kemudian membagikan link Google Form tersebut kepada mahasiswa Pendidikan Agama Islam angkatan 2019 melalui koordinator kelas masing-masing.

Setelah Peneliti mendapat data dari hasil observasi tersebut, kemudian Peneliti mengelompokkan media sosial apa saja yang digunakan oleh mahasiswa PAI angkatan 2019. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp, kemudian Instagram, Youtube, TikTok, Facebook, Twitter, dan yang paling sedikit digunakan yaitu Blog.

FIELD NOTE Kode : W03

Judul : Wawancara

Informan : Mahasiswa PAI angkatan 2019 Tempat : Online (WhatsApp)

Hari, Tanggal : Senin, 8 Agustus 2022 Jam : 13.15-14.15 WIB Deskripsi Data:

Peneliti melakukan wawancara singkat pada tanggal 8 Agustus 2022 kepada 4 mahasiswa PAI angkatan 2019, yaitu Risqi Desiana, Rifa Amilaila, Faizzatun Nafi’, dan Abdullah Firdaus. Sebelum wawancara, Peneliti menyampaikan apa tujuan penelitian dan poin-poin pertanyaan yang diajukan kepada mahasiswa PAI 2019 agar tidak keluar dari konteks yang akan diteliti.

Kegiatan wawancara dilakukan secara online yaitu melalui chat WhatsApp, peneliti menghubungi masing-masing narasumber kemudian menyampaikan beberapa pertanyaan kepada narasumber. Pertanyaan yang disampaikan berhubungan dengan media sosial apa saja yang digunakan oleh mahasiswa PAI angkatan 2019.

Wawancara berjalan dengan lancar dan narasumber menjawab dengan baik, hanya saja dalam membalas pesan WhatsApp terbilang cukup lama. Berdasarkan hasil wawancara, Peneliti mendapati bahwa media sosial yang digunakan mahasiswa, yaitu WhatsApp, Facebook, Instagram, Youtube, TikTok, Twitter, dan Blog. Karena hanya untuk mengetahui data awal saja, Peneliti melakukan wawancara pada waktu selanjutnya.

FIELD NOTE Kode : 04

Judul : Observasi

Informan : Mahasiswa PAI angkatan 2019 Tempat : Online (Media Sosial)

Hari, Tanggal : Selasa, 9 Agustus 2022 Jam : 14.30-17.00 WIB Deskripsi Data:

Peneliti melaksanakan observasi pada tanggal 8 Agustus 2022 melalui akun media sosial yang digunakan oleh mahasiswa PAI angkatan 2019. Sebelumnya, Peneliti meminta nama akun sosial media mereka melalui chat WhatsApp pada wawancara sebelumnya. Peneliti mengamati satu persatu akun media sosial mahasiswa PAI 2019, mulai dari WhatsApp, Facebook, Instagram, Youtube, TikTok, Twitter, dan Blog.

Peneliti mengamati WhatsApp mereka melalui story-story yang dibagikan mereka, aspek yang Peneliti cari adalah story yang berhubungan dengan konten literasi dan perkuliahan. Dari story mereka, Peneliti mendapati bahwa mereka membagikan story berkaitan dengan konten literasi, misalnya quotes tertentu baik berbentuk tulisan, gmbar, maupun video. Sedangkan pada media sosial Facebook, Peneliti mendapati bahwa Facebook digunakan untuk membagikan ulang postingan dari orang lain terkait konten literasi, misalnya tentang sejarah dan tasawuf, Facebook juga digunakan untuk meng-upload tugas dari dosen mereka.

Sedangkan untuk media sharing, yaitu Instagram, Youtube, dan TikTok, Peneliti mengamati dengan cara melihat postingan dari akun media sosial tersebut dan melihat akun-akun siapa saja yang diikuti oleh mereka. Peneliti mendapati bahwa mereka mem-follow akun-akun yang berisi konten literasi, baik itu berupa akun influencer, ustadz, konten literasi, dan artis. Mahasiswa juga menggunakan media sharing untuk menge-share konten-konten literasi tertentu, sebagian besar yang berhubungan dengan agama.

Peneliti juga mengamati media sosial yang berhubungan dengan tulis-menulis, yaitu Twitter. Peneliti mengamati akun Twitter dari beberapa mahasiswa PAI 2019,

aspek yang diteliti oleh Peneliti adalah akun-akun yang diikuti oleh mahasiswa PAI dan tweet-tweet atau postingan yang dibagikan oleh mereka. Peneliti menemukan bahwa mereka mengikuti akun-akun yang berhubungan dengan konten literasi dan perkuliahan. Setiap penelitian yang dilakukan, Peneliti selalu men-screenshot hasil dari data yang di dapat, baik itu dari WhastApp, Facebook, Instagram, TikTok, Youtube, Twitter dan Blog

FIELD NOTE Kode : W05

Judul : Wawancara

Informan : Rifa Amilaila (Mahasiswa PAI angkatan 2019) Tempat : Masjid UIN Raden Mas Said Surakarta

Hari, Tanggal : Senin, 15 September 2022 Jam : 11.00-11.30 WIB

Deskripsi Data :

Informan adalah seorang mahasiswa PAI angkatan 2019 yang aktif menggunakan sosial media yaitu Rifa Amilaila. Tujuan dari wawancara ini adalah mengetahui sejauh mana pemanfaatan media sosial sebagai sarana literasi bagi mahasiswa. Peneliti memperkenalkan diri dan mengakhiri wawancara dengan ucapan terima kasih.

Peneliti : “Media sosial apa saja yang digunakan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “ WA, IG, TikTok, Youtube sama Facebook mbak”

Peneliti : “Media sosial apa saja yang digunakan untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Media sosial yang sering tak gunain itu WhatsApp mbak, terus kalau nyari artikel biasanya lewat Google, kalau hiburan si Instagram sama Tiktok, kadang juga buka Twitter sama Facebook mbak.”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial WhatsApp memenuhi kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Grup WA buat diskusi kelompok mbak. Selain itu biasanya ada temen yang ngirim link ke WA buat download file pdf, terus nanti tak download lewat link itu. Selain itu, aku nyari referensi buat tugas makalah biasanya cari di Google mbak, bisa berupa artikel jurnal itu cari di Google Scholar, cari buku online lewat Google Books, trus kadang cari lewat web-web yang ada di google mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Facebook untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Facebook itu biasanya buat upload tugas aja si mbak, dulu pernah pas makul pak mustain suruh upload tugas ke Facebook”

Peneliti : “Akun apa saja yang diikuti di Facebook yang berkaitan dengan konten literasi?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Kalau facebok saya kurang begitu aktif si mbak, paling cuma buat upload tugas kuliah itu, terus liat story temen-temen, sama kemarin juga buat upload konten kkn mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Youtube untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “ Kalau dosen ada juga yang nyuruh upload tugas ke Instagram atau Youtube mbak, misalnya disuruh membuat video pembelajaran terus di upload ke Youtube. Ada juga dosen yang nyuruh nonton video di Youtube, waktu itu mata kuliah nya pak Fauzi Annur Kepemimpinan Pendidikan suruh nonton video di channel nya Gita Wirjawan mbak”

Peneliti : “Akun apa yang di-subscribe di Youtube yang berkaitan dengan konten literasi?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Itu mbak, Najwa Shihab, Dedy Corbuzier, Nadya Omara, Menjadi Manusia, terus apa lagi ya mbak lupa nama nya. Sama channel yang disarankan sama dosen mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Instagram untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Hampir sama kaya Youtube mbak, cuma konten e aja yang beda, kalau di IG biasanya video-video nya lebih pendek, terus banayk juga akun-akun yang menampilkan konten dengan bentuk tulisan gitu, yang ada animasi-animasi ne itu lo mbak. Sama IG juga buat upload tugas mbak, KKN kemarin juga disuruh buat upload kontem KKN”

Peneliti : “Akun apa saja yang di-follow di Instagram untuk keperluan literasi dan menunjang perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Untuk konten literasi biasanya akun-akun motivasi gitu mbak nek ngga ya tentang Islam gitu. Kalau influencer saya suka Sherly Annavita, Fathur, kalau akun-akun literasi ada si mbak, nama akunnya mata najwa, fill the blank space, kampung inggris sama yang lain lain mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial TikTok untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiwa PAI 2019

: “Saya kalau TikTok biasanya Cuma buat liat konten-kontennya aja si mbak mulai dari motivasi, literasi, agama, kecantikan sampe hiburan mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Blog untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Kalau Blog biasanya buat nulis-nulis aja sih mbak, kadang-kadang saya nulis cerita pribadi kemudian tak upload ke Blog, tapi kalau belum sempat upload ntar tak simpen di note dulu. Kalau ada isu-isu hangat gitu, misal tentang demo mahasiswa atau fenomena yang viral di negara kita atau kampus kita, saya juga suka nulis itu terus tak unggah ke Blog, karena saya ikut organisasi pers kampus jadi ya cukup relevan mbak. Ada juga dosen yang ngasih tugas buat nulis artikel gitu terus kalau bisa kita tembusin ke surat kabar atay web-web tertentu, nah minimalnya bisa kita bisa upload ke akun Blog kita, nanti dosennya ngecek mbak biasanya”

FIELD NOTE Kode : W06

Judul : Wawancara

Informan : Anisha Ayu (Mahasiswa PAI angkatan 2019) Tempat : Masjid UIN Raden Mas Said Surakarta Hari, Tanggal : Senin, 15 September 2022

Jam : 12.00-12.20 WIB Deskripsi Data :

Informan adalah seorang mahasiswa PAI angkatan 2019 yang aktif menggunakan sosial media yaitu Anisha Ayu. Tujuan dari wawancara ini adalah mengetahui sejauh mana pemanfaatan media sosial sebagai sarana literasi bagi mahasiswa. Peneliti memperkenalkan diri dan mengakhiri wawancara dengan ucapan terima kasih.

Peneliti : “Media sosial apa saja yang digunakan untuk kebutuhan literasi dan kuliah?”

Mahasiswa PAI 2019

: “WA Youtube si, terus cari juga di Google mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial WhatsApp untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Sangat bermanfaat mbak, karena masih dalam masa peralihan dari daring ke luring, aplikasi WhatsApp masih sangat sering digunakan untuk membantu perkuliahan, khususnya dalam koordinasi mata kuliah dengan kelas dan dosen, terus waktu KKN kemarin juga buat koordinasi dengan DPL, sama waktu PLP kemarin juga banyak grup untuk koordinasi kelompok. Selain itu juga buat diskusi mbak, misal ada tugas presentasi gitu, kami diskusinya lewat grup WhatsApp”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaaatan media sosial Facebook untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Aku jarang make Facebook si mbak, kalau yang berhubungan sama tugas kuliah, dulu pernah disuruh upload tugas kuliah ke facebook mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Youtube untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Aku biasanya cari-cari tutorial gitu mbak, atau ngga tips-tips sesuatu pokoknya yang berhubungan dengan perkuliahan. Bisa tentang microsoft word, microsoft excel, misalnya tentang gimana cara bikin daftar isi yang cepet, gimana cara merapikan teks word yang berantakan, trus gimana cara membedakan halaman angka dan romawi, dan masih banyak lagi sih mbak”

Peneliti : “Akun apa yang di-subscribe di Youtube yang berkaitan dengan konten literasi?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Bervariasi mbak, mata Najwa itu aku suka mbak, Gita Savitri yang di Jerman itu mbak, kalau dari tugas dosen ada juga mbak, namanya Gita Wirjawan kayaknya”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Instagram untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Untuk perkuliahan biasanya buat upload tugas mba, ada beberapa dosen yang menghendaki upload tugas, bisa berupa video atau gambar ke IG, trus kemarin juga buat upload kegiatan KKN mbak.

Ada juga mbak akun yang tak follow namanya komunitas literasi”

Peneliti : “Akun apa saja yang di-follow di Instagram untuk keperluan literasi dan menunjang perkuliahan”

Mahasiswa PAI 2019

: “ini termasuk ga mbak, Sherly Annavita, itu tadi komunitas literasi, Najwa Shihab, apalagi ya mba. Sebenrnya itu banyak, tapicuma muncul di beranda gitu lo mba”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial TikTok untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Kalo di TikTok biasanya kan di fyp lewat video tentang tips-tips gitu, misalnya tips mendownload jurnal di platform apa aja, tips mendownload e-book, tips cara bikin latar belakang, pokoknya banyak mbak. Saya lebih suka nonton di TikTok karena videonya singkat dan penjelasannya pun nggak bertele-tele, jadi lebih enak aja sih mbak”

Peneliti : “Akun apa saja yang di-follow di TikTok yang berkaitan dengan konten literasi?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Wah lupa namane mbak, biasanya lewat di Fyp ku gitu, ada Jerome Pollin, terus yang akun bahasa Inggris itu, sama hiburan si mbak yang banyak.”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Twitter untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Aku ga aktif di Twitter sih mbak”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Blog untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Ini juga sama mbak, jarang banget aku pake Blog. Buka Blog Cuma buat upload tugas kuliah aja hehe.”

FIELD NOTE Kode : W07

Judul : Wawancara

Informan : Ihsanti Ika Widyastuti (Mahasiswa PAI angkatan 2019) Tempat : Masjid UIN Raden Mas Said Surakarta

Hari, Tanggal : Senin, 15 September 2022 Jam : 12.20-12.40 WIB

Deskripsi Data :

Informan adalah seorang mahasiswa PAI angkatan 2019 yang aktif menggunakan sosial media yaitu Ihsanti Ika. Tujuan dari wawancara ini adalah mengetahui sejauh mana pemanfaatan media sosial sebagai sarana literasi bagi mahasiswa. Peneliti memperkenalkan diri dan mengakhiri wawancara dengan ucapan terima kasih.

Peneliti : “Media sosial apa saja yang digunakan untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “WhatsApp, Youtube, Instagram mbak.”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial WhatsApp untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Buat liat grup mbak, bagi tugas kelompok aja si biasanya. Buat liat-liat story temen aja si mbak, kadang juga ikut event dari pamflet yang dibikin story temen.”

Peneliti : “Bagaimana pemanfaatan media sosial Youtube untuk kebutuhan literasi dan perkuliahan?”

Mahasiswa PAI 2019

: “Liat video-video mbak, kalau kemarin pas microteaching, aku biasanya liat contoh microteaching mbak buat referensi, sama kalau ada tugas dari dosen mbak yang nyuruh upload ke Youtube.

Misalnya waktu itu ada tugas dari Pak Yayan makul Akidah Akhlak, suruh bikin video pembelajaran terus di up ke Youtube.”

Peneliti : “Akun apa yang di-subscribe di Youtube yang berkaitan dengan konten literasi?”

Dokumen terkait