Bab V Berisi penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran
B. Pemasaran
Pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan. Pemasaran juga dapat dirumuskan dengan: “kumpulan konsep, sarana, teori, kebiasaan dan prosedur serta pengalaman.3
Pemasaran adalah kreasi dan realisasi sebuah standar hidup pemasaran mencakup kegiatan :
2Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta:Rajawali Pers, 2012), h. 186
3Warren J Keegan, Manajemen Pemasaran Global, (Jakarta: Prenh. lindo, 2003), h. 2.
1. Menyelidiki dan mengetahui apa yang diinginkan konsumen
2. Kemudian merencanakan dan mengembangkan sebuah produk atau jasa yang akan memenuhi keinginan tersebut
3. Dan kemudian memutuskan cara terbaik untuk menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk atau jasa tersebut.4
Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.5
Sedangkan American Marketing Association secara resmi telah mendefinisikan pemasaran (Marketing) sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan sasaran perseorangan dan organisasi.6
Menurut Paul D. Converse dan Fred M. Jones dalam “Indroduction To Marketing” mengemukakan bahwa dunia business itu dibagi dua, yaitu production and marketing. Production diartikan sebagai Has to do with moving these goods in the hand of consumers. Produksi diartikan sebagai pekerjaan menciptakan barang, sedangkan adalah pekerjaan memindahkan
4Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h. 2
5Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran, (Malang : UB Press, 2011), h. 2.
6Ricky W. Griffin And Ronald J. Ebert, Bisnis, (Jakarta : PT Ikrar Mandiri Abadi, 2003), h. 351.
barang-barang ke tangan konsumen. Dan menurut William J. Shultz dalam bukunya “Outlines Of Marketing” menyebutkan bahwa “Marketing or distribution is performance of business activities that direct the flow of goods and service from producers to consumers of users”. Marketing atau distribusi adalah usaha/kegiatan yang menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.7
Sedangkan menurut Philip Kotler dalam bukunya, Marketing Manajement edisi terbaru (The Milenium Edition 2000) menyatakan bahwa pengertian Marketing, dapat dilihat dari 2 sudut pandang, yaitu sudut pandang Societal dan sudut pandang marketer.
“Marketing is a societal process by which individual and groups obtain what they and want through creating, offering, and freely exchanging products and services of value with others”.
Artinya marketing adalah proses dimana seseorang atau kelompok dapat memenuhi need dan want melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran barang dan jasa. Dari sudut pandang manajerial dikutip pengertian marketing menurut The American Marketing Association:
“Marketing (manajement) is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion and distribution of ideas, goods, services to create exchanges that satisfy individual and organizational goals.”
7Bukhari Alma, Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013), h. 2.
Artinya marketing adalah proses merencanakan konsepsi, harga, promosi dan distribusi ide, menciptakan peluang yang memuaskan individu dan sesuai dengan tujuan organisasi.8
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah suatu proses perencanaan dalam penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen guna untuk menciptakan peluang yang dapat memuaskan individu sesuai dengan tujuan perusahaan.
Unsur-unsur utama pemasaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga unsur utama, yaitu:9
1. Unsur strategi persaingan
Unsur strategi persaingan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Segmentasi pasar b. Targeting
c. positioning
2. Unsur taktik pemasaran
Terdapat dua unsur taktik pemasaran, yaitu:
a. Diferensiasi, yang berkaitan dengan cara membangun strategi pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan.
b. Bauran pemasaran, yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan mengenai produk, harga, promosi dan tempat.
8Bukhari Alma, Manajemen Pemasaran Dan . . . h. 4-5.
9Freddy Rangkuti, Analisis Swot . . . h. 102-103
3. Unsur nilai pemasaran
Nilai pemasaran dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Merek atau Brand, yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau nilai yang dimiliki dan melekat pada suatu perusahaan.
b. Pelayanan atau Service, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemberian jasa pelayanan kepada konsumen.
c. Proses, yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perusahaan untuk membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa tanggung jawab dalam proses memuaskan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam sistem pemasaran terdapat beberapa faktor yang saling mempengaruhi tergantung satu sama lain.10
1. Organisasi dalam pemasaran 2. Sesuatu yang sedang dipasarkan 3. Pasar yang dituju
4. Para perantara (pedagang agen) 5. Faktor lingkungan.
Konsep pemasaran muncul pada pertengahan tahun 1950-an. Sebagai ganti filosofi “buat dan jual” yang berpusat pada produk, bergeser ke filosofi
“pahami dan tanggapi” yang berpusat pada konsumen.11
10M. Mursid, Manajemen Pemasaran, (Jakarta:Bumi Aksara, 2014), h. 8
Filosofi “buat dan jual” bertitik pada tolak bahwa konsumen akan membeli seluruh barang yang diproduksi oleh perusahaan, namun kelemahan dari filosofi ini adalah seringkali produk yang dibuat perusahaan tidak terserap oleh pasar, karena produk yang dibuat tidak berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini mengakibatkan banyaknya produk perusahaan yang tidak laku di pasaran, meskipun betapa canggih dan bagusnya produk tersebut karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Sementara filosofi “pahami dan tanggapi” bertitik tolak bahwa pembuatan suatu produk haruslah berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari konsumen, sehingga produk benar-benar yang menjadi kebutuhan konsumen.
Konsep pemasaran adalah dasar pemikiran bagaimana caranya aktivitas pemasaran dapat dilaksanakan berdasarkan suatu filsafat yang mantab, yang mengungkapkan pamasaran yang tanggap dan bertanggung jawab.12
Konsep inti Pemasaran yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan, produk nilai, biaya dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan. Pasar dan pemasaran serta pemasar.13
11M. Nur Riyanto, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2012), h. 6.
12Danang Sunyoto, Dasar-Dasar Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta: CAPS, 2014), h.
27 13Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, . . . h. 14
Gambar 2.1 Konsep Inti Pemasaran
Sumber :Buku Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, 2012