• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

4.2.7 Pengemasan dan Pemasaran

4.2.7.2 Pemasaran

Strategi pemasaran menjadi hal yang penting untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis pupuk kompos cair ini. Semakin banyak pupuk kompos cair yang terjual, akan semakin memberikan keuntungan. Berikut ini beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan penjualan produk pupuk kompos cair:

1) Asumsi

Biaya investasi meliputi pembelian alat-alat yang digunakan untuk membuat kompos cair: satu paket komposter, gunting dan pisau, wadah dan alat pengaduk. Satu paket komposter terdiri dari 3 liter ukuran wadahnya, kran, pipa paralon dan dop 0.5 inch, dan bioaktifator dengan harga Rp 69.000,-.

Bahan baku pembuatan pupuk cair membutuhkan 2 kg ampas kopi dan teh yang didapat dari cafe. Untuk ongkos pemilahan ampas organik dan ongkos perajangan dimasukkan ke biaya produksi.

2) Investasi dan Keuntungan

EM-4 = Rp

24.000,-Jika yang dihasilkan dari pupuk efiensi dari P2 yakni komposisi ampas kopi 375 gram dan ampas teh 125 gram adalah 250 ml pupuk cair, maka dibandingkan dengan harga pemasaran EM-4 Rp 24.000,- dinilai ekonomis dengan 250 ml seharga Rp

6.000,-Hal ini memberikan arti, bahwa usaha pembuatan komposter ini akan menghasilkan 27,4 % dari total biaya investasi yang dikeluarkan.

Keterangan: biaya investasi dan biaya produksi dari pembuatan pupuk kompos ini bisa berbeda dikarenakan beberapa faktor, misalnya antara pelosok dengan kota harga bahan baku pasti akan mengalami perbedaan.

Sehingga ketika akan memulai bisnis ini diharapkan dapat disesuaikan dengan keadaan dan kondisi di tempat tersebut.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pupuk cair dari ampas kopi dan teh yang menggunakan bioaktifator Effective Mikroorganisme (EM-4) didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Ampas kopi dan teh merupakan bahan organik yang mudah untuk dikomposkan, bahkan dapat diberikan langsung ke media tanaman sebagai pupuk padat maupun dibuat menjadi pupuk cair. Untuk penelitian itu sendiri, ampas kopi dan teh ini dapat dijadikan sebagai pupuk cair dengan cara pengomposan menggunakan komposter anaerob. Secara teknis, komposter yang diuji coba relatif mudah untuk dibuat serta mudah pula untuk diterapkan di masyarakat dalam rangka pengomposan sampah-sampah anorganik ataupun organik. Dengan penambahan EM-4 ke dalam komposter dapat mempercepat proses pengomposan secara anaerob, hal ini ditandai dengan kualitas kompos dan pupuk cair yang dihasilkan cukup baik.

2. Dari hasil dan pembahasan dijelaskan bahwa dari 8 sampel yang memiliki bahan kompos yang terbaik untuk dilakukan proses pengomposan dan pupuk cair adalah ampas kopi (375 gram) + ampas teh (125 gram) dengan penambahan 250 ml EM-4 komposter variasi P2. Komposter variasi P2 telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004 dengan Nitrogen (N) 1,12%, pH 5,67 ,

C-Organik 21,80%, Timbal (Pb) 0,089 ppm, dan jumlah total koloni adalah 154 x 103cfu/ml pada waktu kematangan 11 hari.

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan adalah:

1. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih memperdalam masalah ini, terutama pengujian ke media tanaman.

2. Perlu diperhatikan ketika penelitian, banyak membaca literatur lain yang terkait sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan diperoleh data yang akurat.

3. Untuk jeda waktu menghasilkan pupuk kompos dan pupuk cair sebaiknya terhitung minimal sampai dua minggu atau 14 hari agar pupuk yang dihasilkan optimal.

( Brassica rapa L ) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Ampas Teh dan Limbah Biji Nangka, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2017.

Singgih Azwar A., Pertumbuhan dan Kadar Kalsium Tanaman Selada (Lactuca sativa) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Limbah Ampas Teh dan Limbah Tulang Ikan Lele, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2017.

Fajar Ronggo A., Pemanfaatan Ampas Tebu dan Ampas Teh sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Ditinjau dari Intensitas Penyiraman Air Teh, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2013.

Dinik Rusmaliyah P., Pertumbuhan Misellium Bibit F2 Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada Media Ampas Kopi dan Media Kardus, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2017.

Yudhy Irhananto., Pertumbuhan dan Produktifitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Komposisi Media Tanam Ampas Kopi dan Daun Pisang Kering yang Berbeda, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2014.

Ria Adikasari., Pemanfaatan Ampas Teh dan Ampas Kopi sebagai Penambah Nutrisi pada Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersium) dengan Media Hidroponik, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2012.

Ni Made M.H, dkk., Pengaruh Ampas Teh Tjap Daun Terhadap Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaeaL.)dan Pengembangannya sebagai Media Pembelajaran, Universitas Tadulako, Palu, 2013. (e-Jipbiol)

Irham F, dkk., Pengaruh Pupuk Organik Limbah Kulit Kopi (Coffea arabica L.) terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Palembang, 2016. (Bioilmi)

Nurlela, dkk., Pengaruh Pemberian Kombinasi Pupuk Kompos Kotoran Domba dan Ampas Teh terhadap Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolens L.), Universitas Galuh Ciamis, Ciamis, 2016. (Bioed)

Dewi Ratna N, dkk., Peran Pembenah Tanah yang Berbasis Ampas Teh terhadap Pertumbuhan Tanaman Wijen (Sesamum indicum, L.), Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Surakarta, 2017. (Jurnal Pertanian)

Panji Nugroho., Panduan Membuat Pupuk Kompos Cair, Pustaka Baru Press, Yogyakarta, 2017.

Madani., Tiga Sampah Dapur yang Membantu Meningkatkan Kesuburan Tanah, https://kebunmadani.com/tag/pupuk-dari-kopi/ (diakses pada tanggal 12 Februari 2018).

Agung Suriyadi, Pengolahan Limbah Kopi (Daur Ulang),

https://recyclearea.wordpress.com/2010/05/10/pengolahan-limbah-kopi/

(diakses pada tanggal 12 Februari 2018).

BSN., SNI 19-7030-2004: Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik, Bandung, 2001.

Riko Ervil., dkk., Buku Panduan Penulisan dan Ujian Skripsi, Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang, Padang, 2016.

Campuran Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2017.

Marianus K., Pengaruh Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair Ampas Teh Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Bakso (Brassica rapa var.

parachinensis L.), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2017.

Tewguth Yueornro, Nama Latin Tanaman Teh, Klasifikasi, dan Fakta Uniknya,http://namalatins.blogspot.com/2015/04/nama-latin-tanaman-teh-kl asifikasi-dan.html (diakses pada tanggal 16 Februari 2018).

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI), Beberapa Pemanfaatan Limbah dari Industri Teh,

http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/183-beb erapa-pemanfaatan-limbah-dari-industri-teh (diakses pada tanggal 16

Februari 2018).

Sonson Gorsoni, Dengan Penemuan Komposter dan Konsorsium Bakteri, Membuat Kompos Jadi Mudah,

https://id-id.facebook.com/notes/komposter-biophoskko/dengan-penemuan-k omposter-dan-konsorsium-bakteri-membuat-kompos-jadi-mudah/470467638 934/ (diakses pada tanggal 16 Februari 2018).

Panduan Bertanam, Cara Membuat Komposter Pupuk Organik, https://panduanbertanam.blogspot.co.id/2016/04/cara-membuat-komposter-pu puk-organik.html (diakses pada tanggal 16 Februari 2018).

Kiflyzoel, Penelitian Eksperimen,

http://kiflyzoel.blogspot.co.id/2013/03/penelitian-eksperimen.html(diakses pada tanggal 16 Februari 2018).

Srikandi Rahayu, Pengertian Penelitian Eksperimen Serta Karakteristiknya, http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2017/09/pengertian-penelitian-eksperi men-serta-karakteristik.html (diakses pada tanggal 5 April 2018).

Ahmad Faisal., Pengaruh Pemberian Ampas Kopi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.), Universitas Negeri Medan, Medan, 2014.

Resti Kusumaningtyas, Pupuk Cair Organik,

http://bungadihatimu.blogspot.com/2012/12/laporan-pupuk-cair-organik.html (diakses pada tanggal 3 Juli 2018).

Cecep Risnandar, Jenis dan Karakteristik Pupuk Kandang,

https://alamtani.com/pupuk-kandang/ (diakses pada tanggal 3 Juli 2018).

Cecep Risnandar, Jenis dan Karakteristik Pupuk Hijau,

https://alamtani.com/pupuk-hijau/ (diakses pada tanggal 3 Juli 2018).

Ustman Ali, Pengertian dan Manfaat Kompos,

http://www.pengertianpakar.com/2015/01/pengertian-dan-manfaat-pupuk-ko mpos.html (diakses pada tanggal 3 Juli 2018).

Usaha321.net, Pengertian pH, https://usaha321.net/pengertian-ph.html (diakses pada tanggal 30 Juli 2018).

Echa Yurike T., C-Organik, https://blog.ub.ac.id/yurike/2011/05/01/c-organik/

(diakses pada tanggal 30 Juli 2018).

Jauharijabar, Perhitungan Jumlah Mikroba,

https://maxeschan.wordpress.com/2015/04/19/perhitungan-jumlah-mikroba/

(diakses pada tanggal 30 Juli 2018).

2. Diameter / jari-jari 14 / 7

3. Jarak tutup toples dari pipa utama 4,5

4. Jarak antara 2 pipa 8

5. Jarak pipa kedua ke dasar 3

6. Panjang pipa utama 22

7. Panjang pipa kedua 9

8. Jarak antara lubang 3

Perhitungan dengan volume tabung:

πr2x tinggi = 3,14 x 7 cm x 7 cm x 21 cm

= 3,14 x 49 cm2x 21 cm

= 3,14 x 1.029 cm3

= 3.231,06 → 3.231 cm3→ 3,2 dm3→ 3,2 liter.

Jadi, volume dari toples yang dipergunakan sebagai komposter adalah wadah yang memiliki ukuran 3 liter.

P1 400 100 10

P2 375 125 10

P3 325 175 10

P4 175 325 10

P5 125 375 10

P6 100 400 10

P7 500 0 10

P8 0 500 10

Total (gr) 2.000 2.000 80

2. Dengan pupuk cair yang dihasilkan masing-masing komposter:

No. Komposter Bioaktifator Berat Ampas (Gr) Pupuk Cair (ml)

Kopi Teh

1. P1 EM-4 400 100 250

2. P2 EM-4 375 125 250

3. P3 EM-4 325 175 250

4. P4 EM-4 175 325 250

5. P5 EM-4 125 375 250

6. P6 EM-4 100 400 250

7. P7 EM-4 500 0 250

8. P8 EM-4 0 500 250

2. Data Hasil Komposter Variasi P2

3. Data Hasil Komposter Variasi P3

4. Data Hasil Komposter Variasu P4

No. Variasi N (%) Pb

6. Data Hasil Komposter Variasi P6

7. Data Hasil Komposter Variasi P7

8. Data Hasil Komposter Variasu P8

N (%) Pb

N (%) Pb

(mg/L) pH Organi

k (%) Koloni

1. P1 1,26 0,102 5,82 15,65 136 x 103

2. P2 1,12 0,089 5,67 21,80 154 x 103

3. P3 1,05 0,122 5,32 14,95 128 x 103

4. P4 0,70 0,142 5,72 11,15 68 x 103

5. P5 0,56 0,157 5,36 11,75 83 x 103

6. P6 0,84 0,127 5,18 10,85 75 x 103

7. P7 1,26 0,165 5,44 16,80 87 x 103

8. P8 0,49 0,150 5,22 14,50 120 x 103

Total 7,28 1,054 43,73 117,45 851 x 103

Rata-rata 0,91 0,132 5,5 14 106 x 103

SNI 0,40 - 2 12,5-150 4 - 8 4 - 58 1 x 102

Potongan pipa pelengkap komposter, dengan salah satunya dilapisi kain kasa.

Serta komposter yang sudah jadi.

Tempat pengambilan sampel ampas kopi dan ampas teh.

Penimbangan dan memasukkan sampel ke komposter.

Pemberian larutan EM-4 ke komposter.

Program Studi : TEKNIK LINGKUNGAN

Judul Skripsi : ANALISIS KUALITAS PUPUK CAIR DARI AMPAS KOPI DAN TEH SEBAGAI NUTRISI TANAMAN

No. Tanggal Saran / Perbaikan Paraf

1. 14 Februari 2018 a. Perbaikan latar belakang, b. Perbaikan identifikasi masalah, c. Perbaikan rumusan masalah, d. Perbaikan tujuan penelitian, e. Penambahan teori untuk tinjauan

pusataka pada BAB II, dan f. Perbaikan rancangan percobaan

prosedur kerja beserta desain alat pada BAB III.

2. 17 Februari 2018 a. Perbaikan kata penghantar, b. Perbaikan rancangan percobaan

prosedur kerja pada BAB III, c. Penambahan referensi tabel dari

sumber lain pada BAB III, dan d. Perbaikan kerangka metodologi.

3.

ACC Seminar Proposal

d. Perbaikan tabel pada BAB III, e. Perbaikan kerangka konseptual

pada BAB III,

f. Perbaikan komposisi pada BAB III.

5. 7 Juli 2018 a. Membahas pengambilan sampel dan persiapan penelitian,

b. Perbaikan isi dari BAB III, c. Pengarahan hasil dan

pembahasan dari BAB IV serta BAB V.

6. 28 Juli 2018 a. Perbaikan spasi judul pada cover,

b. Penambahan daftar isi untuk abstrak,

c. Tata cara pembuatannya komposter untuk ditampilan pada PPT (Grafik),

d. Perbaikan Tabel 3.1

e. Sistematika penulisan dihapus, f. Perbaikan Tabel 3.2

8. 8 Agustus 2018

ACC Jilid

Padang,...2018 Pembimbing I

Hendri Sawir, ST, M.Si NIDN: 1015086704

Program Studi : TEKNIK LINGKUNGAN

Judul Skripsi : ANALISIS KUALITAS PUPUK CAIR DARI AMPAS KOPI DAN TEH SEBAGAI NUTRISI TANAMAN

No. Tanggal Saran / Perbaikan Paraf

1. 13 Februari 2018 a. Perbaikan kapital huruf, b. Perbaikan kata penghantar, c. Perbaikan perencanaan prosedur

kerja, dan

d. Perbaikan spasi pada daftar kepustakaan.

2. 17 Februari a. Perbaikan spasi BAB II,

b. Perbaikan spasi daftar kepustakaan,

c. Penambahan referensi sumber, d. Perbaikan nama penulisan dari

sumber-sumber yang diambil 3.

ACC Seminar Proposal

BAB II, dan

d. Perbaikan spasi pada daftar kepustakaan.

5. 7 Juli 2018 a. Perbaikan tabel pada BAB III, b. Perbaikan referensi sumber.

6. 3 Agustus 2018

ACC Komprehensif

7. 8 Agustus 2018

ACC Jilid

Padang,...2018 Pembimbing II

Eka Rahmatul Aidha, M.Pd NIDN: 1024078801

Nama : Maftukhoh Cergia

NPM : 1410024428007

Program Studi : Teknik Lingkungan

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir saya yang berjudul:

“Analisis Kualitas Pupuk Cair dari Ampas Kopi dan Teh”

Adalah bebas plagiat dan apabila dikemudian hari terbukti plagiat dalam skripsi ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Padang, Agustus 2018 Pembuat Pernyataan

Maftukhoh Cergia NPM: 1410024428007