PEMBAHASAN
A. Pengertian Antibitika
Antibiotika ialah zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi jenis mikroba lain. Antibiotika ( latin : anti = lawan, bios = hidup ) adalah zat-zat kimia yang dihasilkan miroorganisme hidup tertua fungi dan bakteri ranah. Yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuahan banyak bakteri dan beberapa virus besar, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relative kecil.
B. Pembuatan Antibiotika
Pembuatan antibiotika lazimnya dilakukan dengan jalan mikrobiologi dimana mikroorganisme dibiakan dalam tangki-tangki besar dengan zat-zat gizi khusus. Kedalam cairan pembiakan disalurkan oksigen atau udara steril guna mempercepat pertumbuhan jamur sehingga produksi antibiotiknya dipertinggi setelah diisolasi dari cairan kultur, antibiotika dimurnikan dan ditetapkan aktifitasnya beberapa antibiotika tidak dibuat lagi dengan jalan biosintesis ini, melakukan secara kimiawi, antara lain kloramfenikol
Pada umumnya aktivitasnya dinyatakan dalam suatu berat (mg), kecuali zat yang belum sempurna pemurniannya dan terdiri dari campuran beberapa zat misalnya
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 4 polimiksin B basitrasin, atau karena belum diketahui struktur kimianya, seperti, nistatin.
Banyak antibiotik dewasa ini dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh. Namun, pada prakteknya anti biotik sintetik yang tidak diturunkan dari produk mikroba (misalnya sulfonamide dan kuinolon).
Antibiotika semisintetis. Apabila pada persemaian (culture substrate) dibubuhi zat-zat pelopor tertentu, maka zat-zat ini diinkorporasi ke dalam antibiotikum dasarnya. Misalnya, penisilin-V.
Antibiotika sintetis tidak lagi dibuat secara biosintetis, melainkan seluruhnya melalui sintesa kimiawi, misalnya kloramfenikol.
C. Mekanisme Kerja
Beberapa antibiotika bekerja terhadap dinding sel (penisilin dan sefalosforin) atau membran sel (kelompok polimiksin), tetapi mekanisma kerja yang terpenting adalah perintangan selektif metabolisme protein bakteri, sehingga sintesis protein dapat terhambat dan kuman musnah atau tidak berkembang lagi misalnya kloramfenikol dan tetrasiklin.
Diluar bidang terapi, antibiotik digunakan dibidang peternakan sebagai zat gizi tambahan guna mempercepat pertumbuhan ternak, dan unggas yang diberi penisilin, tetrasiklin erithomisin atau basitrasin dalam jumlah kecil sekali dalam sehari harinya, bertumbuh lebih besar dengan jumlah makanan lebih sedikit.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 5 D. Golongan Obat Antibiotika
Obat antibiotika digolongan dalam 4 golongan yaitu penghambat sintetis dinding sel bakteri yang terbagi menjadi golongan β-Laktam dan golongan peptida, penghambat sintetis protein (DNA), antagonis folat, dan quinolon dan golongan lainnya.
1. Penghambat Sintesis Dinding Sel Bakteri
Lapisan terluar dari bakteri, yaitu dinding sel, tersusun atas komponen peptidoglikan, yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel bakteri dan melindungi bakteri dari pengaruh luar. Adanya dinding sel ini memungkinkan bakteri untuk menjaga tekanan osmotik internal tetap tinggi. Beberapa jenis antibiotika seperti penisilin, sefalosporin, basitrasin, vankomisin, dan sikloserin mampu menghambat sintesis dinding sel ini, sehingga sel menjadi lisis dan akhirnya mati.
Golongan antibiotik ini terbagi menjadi golongan β-Laktam (azetreonam, sefalosporin, imipenem, penisilin) dan golongan peptida (basitrasin, vancomisin).
Antibiotik Golongan β-Laktam
Obat golongan ini mempunyai struktur kimia yang mengandung cincin β-laktam. Obat ini bersifat bakterisidal. Cincin β-laktam itulah yang menyebabkan obat golongan ini efektif. Jika cincin β-laktam rusak atau terbuka maka aktivitasnya akan hilang. Bakteri yang tidak peka terhadap golongan ini kemungkinan dapat mengeluarkan suatu enzim yang dapat merusak β-laktam. Contoh enzim yang dapat merusak cincin β-laktamase, penisilinase, dan sefalosporinase. Untuk mencegah
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 6 kerusakan β-laktam atau inaktivitasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
Menambahkan zat penghambat β-laktamase, penisilinase, atau sefalosporinase,
Memodifikasi struktur kimianya sehingga tidak rusak oleh enzim. Contoh obat dari golongan β-Laktam yaitu azetreonam, sefalosporin, imipenem, dan penisilin.
Penisilin
Penisilin diperoleh dari jamur Penicillium chrysogenum, dari berbagai jenis yang dihasilkan, perbedaan antara penisilin dan sefalosporin yaitu terletak pada gugusan samping R saja. Perubahan-perubahan pada gugusan samping R menghasilkan derivat-derivat dengan dengan sifat yang berlainan. Misalnya terbentuknya derivat yang tahan asam yang dapat digunakan peroral (fenoksimetilpenisilin atau penisilin-V). Bila pada radikal fenil dari benzilpenisilin dimasukkan gugusan amino, keampuhan dan juga luas spectrum anti mikrobanya akan meningkat dengan mencakup banyak organism Gram-positif dan Gram-negatif. Modifikasi dari gugusan R juga dapat membuatnya resisten terhadap penisilinase kuman (fulkloksasilin).
Mekanisme kerja dari obat golongan penisilin ini yaitu dinding sel kuman terdiri dari suatu jaringan peptidoglikan, yaitu polimer dari senyawa amino dan gula yang saling terikat satu dengan yang lain (crosslinked) dan dengan dmeikian
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 7 memberikan kekuatan mekanis pada dinding. Penisilin menghalangi sintesa lengkap dari polimer ini yang spesifik bagi kuman dan disebut murein. Bila sel tumbuh dan plasmanya bertambah atau menyerap air dengan jalan osmosis, maka dinding sel yang tak sempurna itu akan pecah dan bakteri musnah. Dinding sel manusia dan hewan tidak terdiri dari murein, maka antibiotika ini tidak toksis untuk manusia.
Penisilin dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut aktivitas dan resistensinya terhadap laktamase, sebagai berikut:
1) zat dengan spektrum-sempit: benzilpenisilin, penisilin-V, dan fenetisilin. Zat-zat ini terutama aktif terhadap kuman Gram-positif dan diuraikan oleh penisilinase.
2) Zat-zat tahan-laktamase: metisilin, kloksasilin, dan flukloksasilin. Zat ini hanya aktif terhadap Stafilokok dan Strestokok. Asam klavulanat, sulbaktam dan tazobaktam memblokir laktamase dan dengan demikian mempertahankan aktivitas penisilin yang diberikan bersamaan.
3) Zat-zat dengan spektrum-luas: ampisilin dan amoksisilin, aktif terhadap kuman-kuman Gram-positif dan sejumlah kuman-kuman Gram-negatif, kecuali antara lain Pseudomonas, Klebsiella dan B.fragilis. Tidak tahan-laktamase, maka sering digunakan terkombinasi dengan suatu laktamase-blocker, umumnya klavulanat. 4) Zat-zat anti-Pseudomonas: tikarsilin dan piperasilin. Antibiotika
berspektrum-luas ini meliputi lebih banyak kuman Gram-negatif, termasuk Pseudomonas, Proteus, Klebsiella dan Bacteroides fragilis. Tidak tahan-laktamase dan umumnya digunakan bersamaan dengan laktamase-blocker.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 8 Sefalosforin
Sefalosporin merupakan antibiotika yang bersifat bakterisid yang aksi utamanya mirip dengan penisilin. Sefalosporin bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri pada fase akhir dengan terikat pada satu atau lebih Penicillin Binding Proteins (PBPs) yang terdapat pada membran sitoplasma di bawah dinding sel bakteri.
Sebagian besar sefalosporin tersedia dalam bentuk parenteral. Meskipun distribusinya cukup luas di seluruh tubuh, hanya beberapa yang dapat menembus CSS dan mencapai kadar terapeutik di otak pada kondisi meningitis. Semua sefalosporin, termasuk yang eliminasi utamanya melalui mekanisme hepatal, memberikan konsentrasi yang cukup di dalam urin untuk terapi infeksi saluran kencing. Kadar sefalosporin di dalam kandung empedu dapat lebih tinggi dibandingkan dengan kadarnya dalam plasma. Sefalosporin aminothiazolyl dapat menembus humor aqueous sehingga bermanfaat untuk terapi infeksi pada mata.
Sefalosforin merupakan antibiotik betalaktam yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding mikroba. Farmakologi sefalosforin mirip dengan penisilin, ekseresi terutama melalui ginjal dan dapat di hambat probenisid. Sefalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam. Seperti antibiotik Betalaktam lain, mekanisme kerja antimikroba Sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba. Yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 9 Sefalosporin aktif terhadap kuman gram positif maupun garam negatif, tetapi spektrum masing-masing derivat bervariasi.
Klasifikasi obat golongan ini berdasarkan generasi yang pada dasarnya ditentukan oleh aktivitas antimikrobialnya. Generasi I bersifat sensitive terhadap enzim β-Laktamase dan berspektrum sempit. Contoh dari golongan generasi I ialah sefazolin dan sefalexin. Generasi II mempunyai stabilitas yang lebih baik dan aktivitasnya terhadap bakteri garam negatif lebih tinggi. Contoh obat dari generasi ini yaitu sefaklor, sefamandol, dan sefoxitin. Generasi III mempunyai spectrum yang lebih luas dan lebih resistensi terhadap enzim β-Laktamase. Contoh dari obat golongan ini ialah sifotaksin, seftazidin, seftriaxon. Generasi IV mempunyai aktivitas baik terhadap bakteri gram positif, maupun gram negatif dan mempunyai resisitensi terhadap enzim β-Laktamase yang lebih baik. Contoh obat dari golongan ini yaitu sefepim dan sefpirum.
Azetreonam
Aztreonam merupakan derivat monobaktam pertama yang terbukti bermanfaat secara klinis. Monobaktam pada awalnya diisolasi dr kuman Gluconocabacter, Acetobacter, Chromobacterium, tetapi aktivitas antibakterinya sangat lemah.
Aztreonam terdiri hanya atas satu cincin-laktam (monosiklis) tanpa gugusan cincin lainnya, berlainan dengan zat – zat penisilin/sefalosporin, oleh karena itu dinamakan monobaktam. Aztreonam dihasilkan oleh antara lain chromobacterium violaceum, tetapi sebagai obat dibuat secara sintesis. Khusus bekerja terhadap kuman
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 10 Gram-negatif aerob termasuk pseudomonas, H. Infuluenzae dan gonococci yang resisten terhadap penisilinase. Tidak aktif terhadap kuman Gram-positif dan anaerob. Berkhasiat bakterisid berdasarkan mekanisme yang sama dengan penisilin dan sefalosporin, yakni penghambatan sintesa dinding sel kuman.
Mekanisme kerja
Obat aztreonam yaitu bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel kuman, seperti antibiotika betalaktam lain. Antibiotik ini dg mdh menembus dinding dan membran sel kuman gram-neg aerobik, kmd mengikat penicillin-binding-protein 3 (-PBP 3). Pengaruh interaksi tsb pd kuman ialah terjadi perubahan bentuk filamen, pembelahan sel terhambat dan mati. KBM aztreonam terhadap kuman yang peka tidak banyak berbeda dengan KHM-nya. Aztreonam tidak terikat pada PBP esensial kuman gram-positif dan kuman anaerob.
Aztreonam hanya aktif terhadap kuman gram-negatif aerobik termasuk Haemophilus influenzas dan meningokok serta gonokok yang menghasilkan betalaktamase. harus diberikan secara im atau iv, karena tidak diabsorpsi melalui saluran cerna. Sekitar 56% aztreonam dlm darah terikat pd protein plasma. Obat ini didistribusi luas ke dalam berbagai jaringan dan cairan tubuh. Kadar dalam urin tinggi. Ekskresi terutama melalui filtrasi glomerulus dan sekresi tubulus ginjal dalam bentuk utuh, yaitu sekitar 70% dosis yang diberikan. Probenesid memperlambat ekskresinya.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 11 Imipenem
Imipenem, suatu turunan tienamisin, merupakan karbapenem pertama yang digunakan dalam pengobatan. Tienamisin diproduksi oleh Strepto myces cattleya. Imipenem mengandung cincin β-Laktam dan cincin lima segi tanpa atom sulfur. Oleh enzim dehidropeptidase yang terdapat pada brush border tubuli ginjal. Obat ini dimetabolisme menjadi metabolit yang nefrotoksik. Hanya sedikit yang terdeteksi dalam bentuk asal di urin. Bila silastin diberikan bersama imipenem dalam perbandingan sama, silastatin akan meningkatkan kadar imipenem aktif dalam urin dan mencegah efek toksiknya terhadap ginjal.
Mekanisme kerja
Imipenem mengikat PBP2 dan menghambat sintesis dinding sel kuman. In vitro obat ini berspektrum sangat luas, termasuk kuman garm positif dan gram negatif, baik yang aerobik maupun anaerobik; imepenem beraktivitas bakterisid. Betalaktamase baik yang diperantai plasmid maupun kromosom. Imipenem in vitro sangat aktif terhadap kokus gram positif, termasuk stafilikok, streptokok, pneumokok dan E. faecalis serta kuman penghasil betalakamase umumnya. Tetapi obat ini tidak aktif terhadap stafilokok resisten metisilin atau galur yang uji koagulasinya negatif. Imipenem aktif terhadap sebagian besar Enterobacteriaceae. Potensinya sebanding dengan aztreonam dan sefalosporin generasi ketiga. Selain itu spektrumnya meluas mencakup kuman yang resisyen penisilin, aminoglikosida dan sefalosporin generasi ketiga. Imipenem juga sangat aktif terhadap meningokok, gonokokus dan H. influenza termasuk yang memproduksi betalaktamase. Terhadap Acinetobakter dan P.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 12 Aeruginosa aktivitasnya sebanding dengan seftazdimin. Terhadap kuman anaerob aktivitasnya sebandimg dengan klindamisin dan metronidazole, tetapi terhadap Clostridium difficile tidak aktif. Terhadap sebagian besar kuman yang sensitif terhadapnya , imipenem memperlihatkan efek pasca antibiotik.
Farmakokinetik
Imipenem maupun silastatin tidak diabsorbsi melalui saluran cerna, sehingga harus diberikan secara suntikan. Setelah pemberian masing-masing 1g imipenem/silastatin secara infus 30 menit, kadar puncak rata-rata dapat mencapai 52 dan 65μg/ml. enam jam kemudian kadar menurun sampi 1μg/ml. kadar puncak imipenem dalam plasma (10 dan 12/ml) dicapai dalam 2 jam. Kadar puncak silastatin 24 dan 33 μg/ml yang dicapai 1 jam sesudah pemberian. Kira-kira 20 % imipenem dan 40% silastatin terkait protein plasma. Distribusi obat ini merata keberbagai jaringan dan cairan tubuh. Pada meningitis pemberian 1g obat ini tiap 6 jam, akan mencapai kadar garam cairan otak setinggi 0,5 dan 11μg/ml. kadar imipenem dalam empedu umumnya rendah. Obat ini diekskresi melalui filtrasi glomelurus dan sekresi tubuli ginjal.
Bila diberikan bersama silastatin, kurang lebih 70% dari dosis imipenem diekskresi diurin dalam bentuk asal 10 jam sesudah pemberian, sisanya dimetabolisme, metabolit utama sebanyak kurang lebih 12% dari dosis terdapat diurin sebagai N-asetil silastatin. Ekskresi imipenem maupun silastatin melalui tinja hanya sekitar 1 %.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 13 Waktu paruh imipenem dan silastatin kurang lebih 1 jam pada orang deawasa. Pada kelaianan fungsi ginjal waktu paruh imipenem dapat mencapai 3,5 sampai 4 jam dan silastatin sampai 16 jam
Imipenem/ silastatin digunakan untuk pengobatan infeksi berat oleh kuman yang sensitif, termasuk infeksi nosokomial yang resisten terhadap antibiotik lain, misalnya infeksi saluran napas bawah, intra abdominal, obsteri-ginekologi, osteomielitis dan endokarditis oleh S. aureus. Untuk infeksi berat oleh P. aeruginosa dianjurkan agar dikombinasikan dengan aminoglikosida, karena berefek sinergistik.
Efek samping yang paling sering dari imipenem adalah mual, muntah, kemerahan kulit dan reaksi lokal pada tempat infus. Kejang dilaporkan terjadi pada 0,9% dari 1.754 pasien yang mendapat obat tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut obat ini dikontrainidikasi pada pasien yang berisiko tinggi untuk menderita kejang. Bila diberikan bersama siklosporin sebaiknya hati-hati, karena keduanya dapat mengganggu susunan s saraf pusat.
Antibiotika Golongan Polipeptida
Antibiotika golongan ini merupakan senyawa non β-Laktam. Contoh dari antibiotika jenis ini adalah vancomisin dan basitrasin.
Vancomisin
Vankomisin adalah suatu glikopeptida trisiklik yang penting pada efektifitasnya terhadap semua resistenmulti-obat seperti stafilokokus resisiten
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 14 metisilin. Vankomisin adalah salah satu jenis obat yang menghambat sintesis dinding sel (beta laktam).
Mekanisme kerja dari obat vankomisin yaitu menghambat sintesis fosfolipid dinding sel bakteri serta polimerisasi peptidoglikan pada tempat yang lebih dulu dibandingkan tempat yang dihambat oleh antibiotika beta-laktam. Catatan : polimerasi adalah reaksi kimia ynag menggabungkan dua molekul kecil atau lebih untuk membentuk molekul yang lebih besar. Peptidoglikan adalah gabungan protein dan polisakarida yang menyusun dinding sel eubacteria.
Farmakokinetik dari obat vancomisin ialah infus intravena lambat diberikan untuk pengobatan infeksi sistemik atau untuk profilaktik. Karena vankomisin tidak diabsorpsi setelah pemberian oral, cara pemberian ini hanya diberikan untuk pengobatan kolitis yang diinduksi antibotika dan disebabkan klostridium difficile. Adanya inflamasi menyebabkan obat ini dapat mempenetrasi menigen.metabolisme minimal : 90-100% diekresikan oleh filtrasi glomerulus. Catatan : dosis obat harus disesuaikan poada pasien gagal ginjal karena obat ini akan berakumulasi. Waktu paruh normal : 6- 10 jam, dan dibandingkan dengan pasien penyakit ginjal akan berakhir lebih dari 200 jam.
Efek samping vankomisin merupakan masalah yang serius dan dapat berupa demam, menggigil, dan atau flebitis pada tempat infus. Syok dapat terjadi karena pemberian infus yang cepat. Muka kemerahan dan syok yang terjadi karena lepasnya histamin yang disebabkan oleh infus cepat. Hilangnya pendengaran berkaitan dengan dosis terjadi pada pasien gagal ginjal yang mengakibatkan akumulasi obat.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 15 2. Penghambat sintesis protein (DNA)
Antibiotika golongan ini beraksi dengan berikatan pada sub-unit ribomosal 30s atau 50s bakteri sehingga mempengaruhi proses transkripsi mRNA menjadi protein. Terdapat lima golongan obat yaitu aminoglikosida, makrolida, kloramfenikol, klindamisin, eritromisin, tetrasiklin. Resistensi bakteri terhadap obat ini disebabkan karena penurunan uptake obat ke dalam sel bakteri, dan perubahan sub unit ribosom.
Aminoglikosida
Aminoglikosida adalah golongan antibiotika bakterisidal yang dikenal toksik terhadap saraf otak VII komponen vestibular maupun akustik (ototoksik) dan terhadap ginjal (nefrotoksik). Antibiotika ini merupakan produk berbagai spesies Streptomyces atau fungus lainnya. Sejak tahun 1943 sampai sekarang berbagai derivate aminoglikosida telah dikembangkan, misalnya streptomisin, neomisin, kanamisin, paromomisin, gentamisin, tobramisin, amikasin, sisomisin, dan netilmisin. Senyawa aminoglikosida dibedakan dari gugus gula amino yang terikat pada aminosiklitol. Gentamisin merupakan prototip golongan aminoglikosida.
Mekanisme kerja
Aminoglikosida berdifusi lewat kanal air yang dibentuk oleh porin proteins pada membran luar dari bakteri gram-negatif masuk ke ruang periplasmik. Sedangkan transport melalui membrane dalam sitoplasma membutuhkan energi. Fase transfor yang tergantung energy ini bersifat rate limiting, dapat diblok oleh ca++ dan
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 16 Mg++,hiperosmolaritas, penurunan pH dan anaerobisis. Hal ini menerangkan penurunan aktivitas aminoglikosida pada lingkungan anaerobic suatu abses atau urin asam yang bersifat hiperosmolar. Setelah masuk sel, aminoglikosida terikat pada ribosom 30S dan menghambat sintesis protein. Terikatnya aminoglikosida pada ribosom ini mempercepat transport aminoglikosida ke dalam sel, di ikuti dengan kerusakan membrane sitoplasma, dan disusul kematian sel.
Yang diduga terjadi ialah salah baca (mis reading) kode genetic yang menyebabkan terganggunya sintesis protein. Jenis asam amino yang salah (berbeda dari yang seharusnya) disambung pada rantai polipeptida, sehingga terbentuk jenis protein yang salah. Streptomisin menghambat proses normal polimerisasi asam amino setelah terbentuk kompleks awal peptida. Ketergantungan mikroba terhadap streptomisin diduga juga berhubungan dengan salah baca kode tersebut. Fenomena ini sangat menarik, tetapi makna kliniknya belum jelas.
Aminoglikosida bersifat bakterisidal cepat. Pengaruha monoglikosida menghambat sintesis protein dan menyebabkan salah baca dalam penerjemahan mRNA, tidak menjelaskan efek letalnya yang cepat. Berdasarkan kenyataan tersebut, diperkirakan aminoglikosida menimbulkan pula berbagai efek sekunder lain terhadap fungsi sel mikroba, yaitu terhadap respirasi, adaptasi enzim, keutuhan membran dan keutuhan RNA.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 17 Resistensi
Masalah resistensi merupakan kesulitan utama dalam penggunaan streptomisin secara kronik, misalnya pada terapi tuberculosis atau endokarditis bacterial subakut. Sifat resistensi terhadap streptomisin mudah diperlihatkan dengan melakukan beberapa tahap pembiakan ulang suatu mikroba dalam medium yang mengandung streptomisin. Resitensi terhadap streptomisin dapat cepat terjadi ,sedangkan resistensi terhadap aminoglikosida lainnya terjadi lebih berangsur-angsur.
Bakteri dapat resisten terhadap aminoglikosida karena kegagalan penetrasi kedalam kuman, rendahnya afinitas obat pada ribosom atau inaktivasi obat oleh enzim kuman. Hal yang tersebut terakhir merupakan mekanisme terpenting yang menjelaskan resistensi di dapat terhadap aminoglikosida di klinik.
Farmakokinetik
Aminoglikosida sebagai polikation bersifat sangat polar, sehingga sangat sukar di absorbs melalui saluran cerna. Kurang dari 1 % dosis yang diberikan diabsorbsi lewat saluran cerna. Pemberian per oral hanya dimaksudkan untuk mendapatkan efek local dalam saluran cerna saja, misalnya pada persiapan prabedah usus. Untuk mendapatkan kadar sistemik yang efektif aminoglikosida perlu diberikan secara parenteral.
Efek samping
Efek samping oleh aminoglikosida dalam garis besarnya dapat dibagi dalam tiga kelompok : 1. Alergi, 2. Reaksi iritasi dan toksik, 3. Dan perubahan biologic.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 18 Makrolida
Makrolida adalah suatu golongan antibiotika dengan suatu struktur makrosiklik lakton. Obat-obat pada golongan makrolida yaitu :
1. Eritromisin 2. Klaritromisin 3. Azitromisin
Eritromisin merupakan obat pertama yang digunakan di klinik baik sebagai obat pilihan dan sebagai alternatif terhadap penisilin pada individu yang alergi terhadap antibiotika beta laktam. Anggota baru dari kelompok ini, klaritromisin (suatu bentuk eritromisin metilasi) dan sitromisin (mempunyai cincin lakton yang lebih besar) mempunyai beberapa gambaran yang sama dengan eritromisin. Akhir-akhir ini, diritromisin, suatu makrolid yang mempunyai spektum antibakteri mirip eritromisin, tetapi keuntungannya cukup dengan dosis sekali sehari baru diedarkan di pasaran.
1. Eritromisin. Efektif terhadap organisme yang sama seperti penisilin, karena itu obat ini digunakan pada penderita yang alergi terhadap penisilin. Selain itu, obat ini merupakan obat pilihan untuk pengobatan infeksi :
a. Infeksi klamidia, : eritromisin merupakan alternatif selain tetrasiklin dalam mengobati infeksi epididimal, rektal, endoservikal atau uretral akibat klamidia.
b. Eritromisin merupakan obat pilihan untuk infeksi urogenital akibat klamidia yang terjadi selama khamilan.
MAKALAH ANTIBIOTIK. FARMASI UNHALU Page 19 2. Klaritromisin mempunyai spektrum aktivitas antibakteri mirip dengan klaritromisin, tetapi juga efektif terhadap Haemophilus influenza. Aktivitasnya lebih baik terhadap bakteri patogen intraseluler seperti chlamydia, legionella dan ureaplasma dibandingkan eritromisin
3. Azitromisin, meskipun kurang efektif terhadap streptokokus dan stafilokokus dibandingkan eritromisin, obat ini lebih aktif terhadap infeksi saluran nafas yang disebabkan Haemophilus influenza dan Moraxella Catarrhalis. Kecuali masalah biaya, obat ini sekarang lebih disukai untuk pengobatan uretritis yang disebabkan Chamydia trachomatis. Aktivitas Mycobacterium avium intracellulare tidak terbukti efektif secara klinik, kecuali pada pasien AIDS dengan infeksi yang luas. Mekanisme kerja dari obat Makrolid ialah makrolid mengikat secara ireversibel padatempat subunit 50S ribosom bakteri, sehingga menghambat langkah translokasi sintesis protein. Obat ini secara umum bersifat bakteriostatik (bersifat menghambat bakteri) dan dapat bersifat bakterisidal (bersifat membunuh bakteri) pada dosis tinggi. Tempat pengikatan mungkin mirip atau menyerupai dengan tempat linkomisin, klindamisin dan kloramfenikol.
Farmakokinetik dari obat golongan makrolid ini yaitu:
1. Pemberian : eritromisin basa dihancurkan oleh asam lambung sehingga obat ini diberikan dalam bentuk tablet salut enterik atau ester. Semua obat ini diabsorpsi secara adekuat (memenuhi syarat; memadai; sama harkatnya) setelah pemberian per oral. Klaritromisin dan azitromisin stabil terhadap asam lambung dan siap diabsorbsi. Makanan dapat mempengaruhi absorbsi eritromisin dan azitromisin