• Tidak ada hasil yang ditemukan

74 75PEMBAHASAN ATAS KINERJA KEUANGAN 2008

Ikhtisar Laporan Keuangan

• Laba usaha tahun 2008 meningkat sebesar 25% dibanding tahun 2007, sedangkan pendapatan hanya meningkat sebesar 21%.

• Laba bersih meningkat sebesar 34% di banding 2007. • Aktiva lancar meningkat sebesar 63% di banding 2007. • Current ratio meningkat sebesar 29% menjadi 1.39 kali

di banding 2007.

• Capex tahun 2008 meningkat 335% yang sebagian didanai melalui hutang sehingga Debt to Equity Ratio perusahaan juga meningkat sebesar 37% menjadi 0,57 kali. Sebagian investasi ini belum sepenuhnya terutilisasi. Pendapatan dari investasi-investasi ini baru akan tercermin pada tahun 2009.

Kinerja Keuangan

Laporan keuangan konsolidasi yang berakhir pada Desember 2008 dan 2007 disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (PSAK) dan peraturan BAPEPAM-LK. Mata uang pelaporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.

Kinerja Laba Rugi

2007 2008 08/07%

Pendapatan Usaha 2,103,690 2,543,913 21% Segment Revenue Beban Pokok Pendapatan Usaha (1,704,945) (2,149,039) 26% Cost of Operating Revenue

Laba Kotor 398,745 394,874 -1% Gross Profit

Beban Usaha (254,391) (214,487) -16% Operating Expenses

Laba Usaha (144,354) (180,387) 25% Operating Profit

EBITDA 263,780 330,644 25% EBITDA

Beban lain-lain (3,733) (4,475) 20% Other Expenses

Laba Sebelum Pajak 140,621 175,912 25% Income Before Tax Beban Pajak Penghasilan (37,831) (33,503) -11% Income Tax Expenses

Hak Minoritas (2,781) (8,637) 211% Minority Interest

Efek Penyesuaian Pro Forma 131 Effect of Pro Forma Adjustment

Laba Bersih 100,140 133,772 34% Net Income

Pendapatan usaha Perseroan hanya meningkat 21% dari Rp. 2,1 triliun di tahun 2007 menjadi Rp. 2,54 triliun di tahun 2008 karena peningkatan kapasitas operasi yang dilakukan dengan investasi alat belum dapat menghasilkan sepenuhnya di tahun 2008. Peningkatan pendapatan terbesar Perseroan diperoleh dari kenaikan pendapatan dari segmen jasa hulu migas terintegrasi sebesar 50%. Segmen tersebut merupakan pemberi kontribusi tertinggi di dalam total penjualan Perseroan di tahun 2008 yakni sebesar 66%. Pertumbuhan pendapatan juga didapat dari jasa penunjang hulu migas sebesar 52% dan jasa telematika penunjang sebesar 21%.

DISCUSSION OF 2008 FINANCIAL PERFORMANCE Financial Report Highlights

• Operating income in 2008 increased by 25% compared to 2007, while revenue only increased by 21%. • Net income increased by 34% compared to 2007 • Current Assets increased by 63% compared to 2007 • Current ratio increased by 29% compared to 2007 to

1.39 times.

• Capex in 2008 increased by 335% compared to 2007, which is partly funded through debt, so Debt to Equity Ratio Company also increased by 37% to 0.57 times. Some of this investment is not fully utilized Income from investments this will be reflected in the 2009.

Financial Performance

Consolidated financial statement ended in December 31, 2008 and 2007 is prepared in accordance with generally accepted accounting principles (PSAK) and the regulation of Bapepam-LK. The currency of the Consolidated Financial Statement is in Rupiah.

Profit and Loss Statement

KOMPOSISI PENDAPATAN USAHA Revenue Composition 53% 38% 8% 3% 2007 2008 4% 8% 66% 23% JASA PENUNJANG HULU MIGAS

Upstream oil and gas supporting services JASA TELEMATIKA PENUNJANG MIGAS Telematic services for supporting

JASA HILIR MIGAS

Downstream oil and gas services JASA HULU MIGAS TERINTEGRASI Integrated upstream oil and gas services Company’s operating income only increased by 21% from

Rp. 2.1 trillion in 2007 to Rp. 2.54 trillion in 2008 because the increased in the operational capacity which came from equipment investment has not yet fully generated revenue in 2008. The largest increased of the Company’s revenue came from the integrated upstream oil and gas services segment revenue which rose by 50%. This segment’s revenue which accounted for 66% of the Company’s total revenue made them the largest contributor. Revenue growth is also obtained from the upstream oil and gas support services which grow 52%, and telematics support services which grow 21%

Dalam miliar Rupiah, kecuali disebutkan lain In billion Rupiah, unless otherwise stated

URAIAN 2004 2005 2006 2007 2008 DESCRIPTION

LAPORAN LABA RUGI STATEMENTS OF INCOME

Pendapatan Usaha 1.175.025 1.296.372 1.877.981 2.103.690 2.543.913 Operating Revenues Laba Usaha 19.552 77.547 115.331 144.354 180.387 Income from Operations Depresiasi 85.077 82.418 87.020 119.426 150.257 Depreciation

EBITDA 104.629 159.965 202.351 263.780 330.644 EBITDA

Beban Keuangan 22.272 23.595 38.732 42.392 58.987 Financing Cost Laba Bersih 152.403 58.615 83.033 100.140 133.772 Net Income Jumlah Saham Beredar (ribu lembar) 5.838.500 5.838.500 5.838.500 5.838.500 7.298.500 Number of Shares Issued (tho shares) Laba Bersih per Saham (Rp.) 26 10 14 17 19 Net Income per Share (Rp)

NERACA BALANCE SHEETS

Aktiva Lancar 480.981 652.741 835.284 994.492 1.621.565 Current Assets Aktiva Tetap - bersih 627.931 633.516 702.095 836.185 1.294.400 Fixed Assets - net Total Aktiva 1.316.264 1.548.293 1.808.610 2.159.405 3.317.816 Total Assets Kewajiban Lancar 401.451 595.022 736.231 918.095 1.163.382 Current Liabilities Kewajiban Jangka Panjang 163.772 180.639 172.879 294.272 566.085 Long-Term Debts Total Kewajiban 541.114 723.295 914.819 1.195.264 1.685.724 Total Liabilities Interest Bearing Debt 177.892 267.722 296.762 392.871 917.461 Interest Bearing Debt Ekuitas 762.695 809.063 879.408 948.901 1.613.833 Equity Modal Kerja - bersih 79.530 57.719 99.053 76.397 458.183 Working Capital - net

LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS

Arus Kas Bersih dari Operasi 30.628 24.373 78.849 (142.145) 38.499 Net Cash from Operating Activities Arus Kas Bersih untuk Investasi 295.295 (68.526) (29.307) (126.713) (551.576) Net Cash used in Investments

Activities Arus Kas Bersih dari Pendanaan (358.370) 72.372 12.038 218.748 807.249 Net Cash from Financing Activities

RASIO KEUANGAN FINANCIAL RATIO

Margin Laba Kotor 16% 21% 19% 19% 16% Gross Profit Margin

Margin Laba Operasi 2% 6% 6% 7% 7% Operating Profit Margin

Margin Laba Bersih 13% 5% 4% 5% 5% Net Profit Margin

Margin EBITDA 9% 12% 11% 13% 13% EBITDA Margin

Rasio Lancar 120% 110% 113% 108% 139% Current Ratio

Perputaran Total Aset 89% 84% 104% 97% 77% Total Asset Turnover

Imbal Hasil Investasi 12% 4% 5% 5% 4% Return on Investment

Imbal Hasil Ekuitas 20% 7% 9% 11% 8% Return on Equity

Hutang/Ekuitas 23% 33% 34% 41% 57% Debt to Equity

Hutang/Total Aset 14% 17% 16% 18% 28% Debt to Total Asset

Hutang/EBITDA 170% 167% 147% 149% 277% Debt to EBITDA

EBITDA/Beban Bunga 470% 678% 522% 622% 561% EBITDA to Interest Expense Total Kewajiban/Ekuitas 71% 89% 104% 126% 104% Total Liabilities to Equity Total Kewajiban/Aset 41% 47% 51% 55% 51% Total Liabilities to Assets

76 77

PENDAPATAN USAHA 2007 2008 08/07% OPERATING REVENUES

Jasa Hulu Migas Terintegrasi 1,121,587 1,681,622 50% Integrated upstream oil and gas services Jas Hilir Migas 805,918 579,671 -28% Downstream oil and gas services Jasa Telematika Penunjang 175,690 212,544 21% Telematics services for supporting Jasa Penunjang Hulu Migas 69,628 106,164 52% Upstream oil and gas supporting services

Eliminasi (69,133) (36,088) -48% Elimination

Jumlah 2,103,690 2,543,913 21% Total

1. Jasa Hulu Migas Terintegrasi

Segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi dioperasikan oleh Divisi Geoscience Services (GSC), Divisi Drilling Services (EDS) dan Divisi Oilfield Services (OFS). Khusus di Jasa Penunjang Hulu Migas Terintegrasi, pendapatan dari Divisi GSC mendominasi dengan kontribusi 50% dari pendapatan jasa hulu migas terintegrasi.

JASA HULU MIGAS TERINTEGRASI

Integrated upstream oil and gas services 2007 2008 08/07%

GSC 376,759 813,530 116% EDS 411,907 490,511 19% OFS 248,376 352,821 42% Korporat Corporate 84,545 24,760 -71% Jumlah Total 1,121,587 1,681,622 50%

Pendapatan Divisi GSC meningkat 116% yang penyebab utamanya adalah peningkatan aktivitas eksplorasi di tahun 2008 serta adanya perubahan pencatatan akuntansi dari metode pencatatan net revenue ke gross revenue. Hal tersebut dianjurkan oleh auditor eksternal Perseroan KAP Purwantono, Sarwoko, Sandjaja (Ernst & Young) yang mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 23 mengenai pendapatan dan Bab VII dalam Buletin Akuntansi yang mengatur pedoman pengakuan pendapatan.

Untuk pendapatan usaha Divisi EDS, hanya terjadi peningkatan sebesar 19% karena di tahun 2008 ada 1 unit drilling rig yang masih dalam proses perbaikan sehingga tidak mendapatkan proyek. Peningkatan pendapatan usaha Divisi ini hanya terjadi di jasa wireline logging.

Peningkatan pendapatan usaha di Divisi OFS sebesar 42% dipicu oleh beberapa proyek baru yang baru mulai berjalan di tahun 2008 selain proyek yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya, seperti well testing barge, snubbing dan pipeline relocation.

Pendapatan Korporat berasal dari Elnusa Building Management (EBM) yang merupakan salah satu bisnis diluar kompetensi inti Perseroan yang bertugas untuk mengelola Gedung Graha Elnusa. Pada tahun 2008 pendapatan usaha dari pengelolaan gedung menurun 71% dibandingkan dengan tahun 2007 karena sebagian besar pendapatan berasal dari anak perusahaan Perseroan termasuk 3 (tiga) anak perusahaan yang saat ini menjadi Divisi di Perseroan. Oleh karena pada akhir 2007 dilakukan merger ke induk Perseroan, maka pendapatan usaha dari 3 (tiga) anak perusahaan yang menjadi Divisi hilang.

2. Jasa Penunjang Hulu Migas

Segmen jasa penunjang hulu migas yang dioperasikan oleh PBN menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2008 dengan pertumbuhan 52%. Hal ini lebih banyak disebabkan peningkatan penjualan dan pabrikasi pipa.

3. Jasa Hilir Migas

Jasa hilir migas Perseroan dilaksanakan oleh EPN dan EPR, dimana pada tahun 2008 ini terjadi penurunan yang cukup signifikan sebesar 28% yang disebabkan oleh perubahan pencatatan akuntansi untuk penjualan yang didapat dari SPBU kelola yang dicatat pada pendapatan lain-lain karena kerjasama berubah menjadi bagi hasil (profit sharing). Hal tersebut dianjurkan oleh auditor eksternal Perseroan KAP Purwantono, Sarwoko, Sandjaja (Ernst & Young) yang mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 23 mengenai Pendapatan . Meskipun demikian, pendapatan dari bisnis transportir dan trading menunjukkan peningkatan yang cukup besar yaitu masing-masing 61% dan 148% disebabkan peningkatan penjualan.

4. Jasa Telematika Penunjang

Segmen ini dioperasikan oleh 2 anak perusahaan, yaitu PND dan SCU serta 2 (dua) perusahaan asosiasi/ afiliasi yaitu IMN dan PKM. Untuk 2 (dua) anak perusahaan yaitu PND dan SCU diakui pendapatannya oleh Perseroan pada pendapatan usaha total karena kepemilikan Perseroan yang mayoritas, sedangkan untuk 2 perusahaan asosiasi yaitu IMN dan PKM diakui sebesar porsi laba (rugi) bersih dari perusahaan afiliasi karena kepemilikan Perseroan yang minoritas.

Jasa telematika penunjang tumbuh sebesar 21%, dengan kontribusi terbesarnya berasal dari PND yang tumbuh sebesar 37% yang diikuti dengan pertumbuhan SCU sebesar 7%. Pertumbuhan 37% di PND disebabkan adanya peningkatan aktivitas migas Indonesia yang terbukti dengan terjadinya 2(dua) kali pembukaan wilayah kerja selama tahun 2008.

JASA TELEMATIKA PENUNJANG

Telematic service for supporting 2007 2008 08/07%

PND 82,883 113,669 37%

SCU 92,806 98,875 7%

Jumlah

Total 175,690 212,544 21%

1. Integrated Upstream Oil and Gas Services The Integrated Upstream Oil and Gas Services segment

is being operated by Geoscience Division (GSC), Drilling Services Division (EDS) and Oilfield Services Division (OFS). In Integrated Upstream Oil and Gas Services segment, the revenue contribution from GSC dominates where it accounted for 50% of the segment’s total revenue.

Corporate revenue came from Elnusa Building Management (EBM) which is one of the businesses outside the core competency of the Company. EBM responsibility is to manage Graha Elnusa Building. In 2008 revenue from building management declined by 71% compared to 2007 because most of the revenue was derived from subsidiaries of the Company, including three (3) a subsidiary which is currently a division in the Company. By the end of 2007 because of the mergers with the parent company, all revenue from those three (3) subsidiaries was no longer recorded.

2. Upstream Oil and Gas Support Services Upstream oil and gas support services segment,

performed by PBN showed a significant increase in 2008 with a revenue growth of 52%. This is more due to increased sales and manufacturing pipes.

3. Downstream Oil and Gas Services

Downstream oil and gas services of the Company is being performed by EPN and EPR, where in 2008 experienced a significant decrease of 28% caused by the change in accounting method for the recording of sales obtained from gas station managed by EPN which was recorded in other income was changed to a profit sharing scheme. It was recommended by external auditors of the Company, KAP Purwantono, Sarwoko, Sandjaja (Ernst & Young), which refer to the Statement of Financial Accounting Standard (PSAK) 23 on Revenue. However, revenue from trading and transporting showed a significant increased of 61% and 148% respectively due to an increased in sales.

4. Telematics Support Services

This segment is being performend by two subsidiaries, SCU and PND and two (2) other associated/affiliated companies, IMN and PKM. For the two (2) subsidiaries, PND and SCU their revenue is recognized as part of the Company’s total revenue due to the Company’s majority ownership. Whereas the revenue of two (2) other affiliated/associated companies, IMN and PKM is recognized as a portion of net profit (loss) of affiliated companies since the Company only hold a minority ownership in those companies.

Telematics support services grew by 21%, with the largest contribution derived from PND which grew 37%, followed by SCU which grew by 7%. PND’s 37% growth was caused by an increase in Indonesian oil and gas activities as being showed by the opening of 2 (two) working area during 2008.

GSC Division revenue increment of 116% was mainly due to the increased in exploration activity in 2008 and a change of accounting method from net revenue to gross revenue. It was recommended by external auditors of the Company, KAP Purwantono, Sarwoko, Sandjaja (Ernst & Young), which refer to the Statement of Financial Accounting Standard (PSAK) 23 on revenue and Chapter VII in the Accounting Bulletin regarding revenue recognition guidelines.

For EDS Division revenue, it only increased by 19% in 2008 because there is 1 drilling rig unit which was still being repaired so that it did not get any project. Revenue increased in EDS division only occurred in the Wireline logging services.

Revenue increment of 42% in OFS Division was triggered by several new projects that began running in the 2008 in addition to the projects that had been running since the previous year, such as well testing barge, pipeline and snubbing relocation.

78 79

Komposisi pendapatan usaha berdasarkan segmen pelanggan adalah sebagai berikut :

PENDAPATAN USAHA 2007 2008 08/07% OPERATING REVENUES

Pelanggan Eceran 668,234 345,117 -48% Retail Customer

Kontrak Bagi Hasil 498,503 918,128 84% Production Sharing Contract

PT Pertamina EP 406,763 612,268 51% PT Pertamina EP

Perusahaan Swasta 394,422 455,328 15% Private Company

PT Pertamina (Persero) 154,732 237,543 54% PT Pertamina (Persero) Instansi Pemerintah 50,169 10,600 -79% Government Institution

PT Pertamina Gas - 1,017 N/A PT Pertamina Gas

Eliminasi (69,133) (36,088) -48% Elimination

Jumlah 2,103,690 2,543,913 21% Total

Pada tahun 2008 dan 2007, pendapatan usaha yang jumlahnya melebihi 10% dari pendapatan usaha konsolidasi berasal dari pendapatan usaha yang diperoleh dari PT Pertamina EP masing-masing sebesar Rp 611,2 miliar (24,64% dari total pendapatan usaha) dan Rp 406,8 miliar (19,34% dari total pendapatan usaha). Pada tahun 2007 pendapatan usaha dari kelompok Pertamina dan afiliasinya masih dominan tetapi di tahun 2008 pendapatan terbesar berasal dari PSC (kontrak bagi hasil).

Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan meningkat 26% dari Rp. 1,7 trilliun menjadi Rp. 2,15 trilliun di tahun 2008. Meskipun terjadi penurunan 45% pada Jasa Hilir Migas karena perubahan pencatatannya, tetapi terjadi peningkatan sebesar 61% di Jasa Hulu Penunjang Migas dan peningkatan sebesar 71% di Jasa Hulu Migas karena perubahan pencatatan dan permasalahan humas serta dampak krisis yang mulai terjadi di bulan Oktober 2008.

BEBAN POKOK

PENDAPATAN 2007 2008 08/07% Cost Of Operating Revenue

Penjualan Perdagangan dan

Distribusi 656,494 363,555 -45% Sales Trading and Distribution Penjualan Manufaktur 57,754 92,886 61% Sales Manufacture Pendapatan Jasa 989,769 1,692,598 71% Contractual Services

Jumlah 1,704,017 2,149,039 26% Total

Beban Usaha

Beban usaha menurun 16% dari Rp. 254 miliar di tahun 2007 menjadi Rp. 214 miliar di tahun 2008. Penurunan biaya ini sebagian besar dihasilkan dari merger yang dilakukan di bulan Oktober 2007 sehingga menghasilkan efisiensi biaya yang cukup signifikan karena adanya program pooling untuk beberapa aktivitas inti. Diantaranya adalah aktivitas pemasaran dan aktivitas pengadaan

barang. Penurunan terbesar terjadi pada beban penjualan sebesar 55%, sedangkan pada beban umum dan administrasi hanya turun 12%.

BEBAN PENJUALAN 2007 2008 08/07% Selling Expenses

Representasi dan sumbangan 8,697 2,956 -66% Representation and donation Gaji, upah dan kesejahteraan

karyawan 4,841 3,724 -23% Salaries, wages and employees’ benefits Transportasi dan perjalanan

dinas 1,687 818 -52% Transportation and travelling

Iklan dan promosi 3,915 732 -81% Advertising and promotions

Lain-lain 2,121 1,233 -42% Others

Jumlah 21,261 9,463 -55% Total

BEBAN UMUM DAN

ADMINISTRASI 2007 2008 08/07%

General and Administration Expenses

Gaji, upah dan kesejahteraan

karyawan 128,133 120,229 -6% Salaries, wages and employees’ benefits Penyusutan dan amortisasi 18,373 14,846 -19% Depreciation and amortization Jasa teknik dan profesional 10,845 13,350 23% Technical and Professional fees Penyisihan piutang ragu-ragu 10,220 9,823 -4% Provision for doubtful accounts

Sewa 9,277 9,551 3% Rent

Utilitas 13,694 9,316 -32% Utilities

Transportasi dan perjalanan

dinas 9,830 6,220 -37% Transportation and travelling

Pos dan telekomunikasi 4,331 4,246 -2% Postage and telecommunication

Perlengkapan kantor 3,580 3,520 -2% Office supplies

Fasilitas kantor 13,077 2,890 -78% Office facilities

Representasi dan sumbangan 2,887 2,031 -30% Representation and donation Persediaan usang - 1,441 N/A Provision for inventory obsolence

Lain-lain 8,883 7,561 -15% Others

Jumlah 233,130 205,024 -12% Total

Laba Usaha dan Marjin Laba Usaha

Hasil dari uraian beberapa hal diatas menyebabkan terjadi peningkatan laba usaha Perseroan dari Rp. 140 miliar di tahun 2007 menjadi Rp. 180 miliar di tahun 2008 atau sebesar 25%. Marjin laba usaha juga mengalami peningkatan dari 6,9% menjadi 7,3% di tahun 2008. Dari segi kinerja per segmen, segmen jasa telematika penunjang menduduki peringkat terbaik dengan marjin laba kotor 37% dan marjin laba bersih 16%. Di segmen ini, PND memberikan kontribusi laba tertinggi dengan marjin laba usaha 31%.

Untuk segmen jasa hulu migas, kontribusi laba tertinggi diberikan oleh Divisi OFS dengan marjin laba kotor dan laba usaha masing-masing 29% dan 24%.

Revenue contribution based on customer segment are as follows:

by 55%, while the general and administration expense only decreased by 12%.

Operating Profit and Operating Profit Margin

The things mentioned above, had enabled the Company to record an increase in its operating profit from Rp. 140 billion in 2007 to Rp. 180 billion in 2008 or a 25% increase. Operating profit margin also increased from 6.9% to 7.3% in 2008.

In terms of segment performance, telematics support services segment becomes the best with a gross profit margin of 37% and net profit margin of 16%. In this segment, PND has the highest contribution with an operating profit margin of 31%.

For the upstream oil and gas services segment, the highest profit margin is contributed by OFS Division with a gross profit margin and operating profit margin of 29% and 24% repectively.

In 2008 and 2007, the revenue which exceeded 10% of the Company’s consolidated revenue was derived from revenue that came from PT Pertamina EP, which was Rp 611.2 billion (24.64% of total revenue) and Rp 406.8 billion (19.34% of total revenue) respectively. In 2007, revenue from Pertamina and its affiliates are still dominant, but in 2008 revenue mostly derived from PSC (production sharing contract).

Cost of Operating Revenue

In 2008, cost of operating revenue increased by 26% from Rp 1.7 trillion to 2.15 trillion. Despite a decline of 45% in the Downstream Oil and Gas Services segment due to changes in recording method, there was an increase of 61% in the Upstream Oil and Gas Support segment and 71% increase in the Integrated Upstream Oil and Gas segment due to changes in accounting method, public relation issue and the impact from economy crisis which was felt since October 2008.

PROFITABILITAS SEGMEN USAHA TAHUN 2008 Business Segment Profitability 2008 Jasa Telematika Penunjang 37% 16% Jasa Penunjang Hulu Migas 11% 2% Jasa Hulu Migas Terintegrasi 17% 8% Jasa Hilir Migas 5% 1%

MARJIN LABA USAHA

Ratio Profit Margin

MARJIN LABA KOTOR

Gross Profit Margin

Operating Expenses

Operating expenses decreased by 16% from Rp. 254 billion in 2007 to Rp. 214 billion in 2008. The decrease largely came from the merger in October 2007 which produced a significant efficiency because of the pooling program for some core activities. Among them are the marketing activities and the procurement activities. The largest decrease occurred in the sales expenses which decreased

80 81

Jasa hilir migas yang dikerjakan oleh EPN dan EPR juga memberikan kontribusi profitabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan tahun 2007 dengan marjin laba kotor dan laba usaha jasa hilir migas masing-masing sebesar 5% dan 1%.

Jasa penunjang hulu migas dioperasikan oleh PBN dan perusahaan asosiasi JBE. PBN membukukan marjin laba kotor 11% dan marjin laba usaha 2% sedangkan JBE sampai dengan tahun 2008 belum mencatatkan pendapatan usaha.

Segmen pengelolaan asset migas dijalankan oleh EBE dan perusahaan asosiasi ETR. EBE belum membukukan pendapatan di tahun 2008, sedangkan ETR mencatatkan pendapatan yang diakui pada pendapatan lain-lain sebesar Rp. 6,87 miliar di tahun 2008.

Pendapatan (Beban) Lain-lain

2007 2008 08/07%

Beban Keuangan (42,392) (58,987) 39% Financing cost

Beban pajak (13,269) (20,328) 53% Tax expenses

Rugi selisih kurs - bersih (6,610) (30,818) 366% Loss on foreign exchange-net Laba atas penjualan aktiva

tetap 1,406 15,401 995% Gain on sale of assets

Penghasilan bunga 2,362 12,472 428% Interest income

Rupa-rupa bersih 6,862 14,769 115% Other charges

Bagian atas laba bersih

perusahaan asosiasi 47,908 56,092 17% Equity in net earnings of associated

companies

Jumlah (3,733) (11,399) 205% Total

Pada pendapatan lain-lain, laba atas penjualan aktiva tetap dan penghasilan bunga meningkat cukup signifikan. Peningkatan laba atas penjualan aktiva tetap merupakan hasil penjualan tanah seluas 17,7 hektar dan dermaga di Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur kepada Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Republik Indonesia.

Selain itu, pendapatan lain-lain yang diperoleh dari bagian laba bersih perusahaan asosiasi didapat dari :

2007 2008 08/07% IMN 43,182 54,229 26% PKM 4,859 2,001 -59% JBE (88) (138) 57% ETR - 6,875 N/A JBT (45) - -100% Jumlah 47,908 62,967 31%

Untuk beban lain-lain, perubahan terbesar terjadi pada peningkatan rugi selisih kurs karena cukup fluktuatifnya nilai tukar selama tahun 2008.

Beban pajak mengalami peningkatan sebesar 53% karena adanya penerapan UU No. 36/2008 tentang pajak penghasilan yang sebelumnya tarif bertingkat menjadi tarif tunggal. Hal ini menyebabkan Perseroan harus mencatat dampak perubahan tarif pajak tersebut sebesar Rp. 4,5 miliar. Beban keuangan meningkat 39% karena penambahan hutang dari pinjaman sindikasi dan perbankan lainnya untuk investasi alat dan modal kerja.

Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak Perusahaan Dikonsolidasi

Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan

dikonsolidasi meningkat menjadi Rp. 8,6 miliar atau 211% dari Rp. 2,7 miliar, terbesar dari perbaikan kinerja PND (dimana Yayasan Pertambangan Energi memegang 30% kepemilikan).

Berdasarkan perkembangan pendapatan usaha dan biaya yang diuraikan diatas, indikator profitabilitas Perseroan hanya mengalami sedikit perbaikan. Laba usaha, laba bersih dan EBITDA Perseroan masing-masing mengalami peningkatan sebesar 0,2%, 0,5% dan 0,5%, yang dipicu oleh: • Peningkatan kontribusi profit dari segmen jasa hulu

migas

• Peningkatan profitabilitas jasa hilir migas yang disebabkan perubahan pencatatan

• Upaya efisiensi untuk menekan beban-beban usaha • Pertumbuhan yang cukup signifikan pada laba dari

perusahaan asosiasi

• Pembelian alat untuk ekspansi Perseroan yang baru terealiasi di semester kedua.

Kinerja Aktiva

Pada tahun 2008, total aktiva konsolidasi meningkat signifikan sebesar 54% dari Rp. 2,16 triliun menjadi Rp. 3,32 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap yang meningkat 64% karena pembelian alat untuk ekspansi dan aktiva lancar yang meningkat 63% karena peningkatan kas yang diterima.

AKTIVA LANCAR 2007 2008 08/07% Currents Assets

Kas dan setara kas 106,948 401,120 275.06% Cash and cash equivalents Piutang usaha - bersih 634,520 792,610 25% Trade receivables - net

Dokumen terkait