• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : DESKRIPSI DATA, PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

C. Pembahasan

Pada hasil kegiatan belajar siswa pada postes siklus I jumlah siswa yang lulus atau mencapai target KKM yang diharapkan hanya berkisar 4 orang siswa saja ( sebesar 20%) dari 20 orang siswa dengan jumlah nilai rata-rata 47,00. Sedangkan jumlah siswa yang lulus atau mencapai target KKM pada hasil belajar siswa pada postes siklus II mengalami peningkatan, yaitu sekitar 17 orang siswa (sekitar 85%) dari 20 orang siswa dengan nilai rata-rata perkelasnya 76,50. Hal tersebut menunjukan adanya perbedaan yang mencolok dan signifikan dengan diterapkannya metode pembelajaran Team Games Tournamen (TGT), karena metode tersebut dirasakan dan dinilai lebih efektif dapat meningkatkan minat dan antusias terhadap hasil belajar matematika yang telah dilakukan oleh siswa kelas 3 di M.I. Darul Muqinin Sukabumi Utara - Jakarta Barat.

Adanya kegagalan nilai hasil belajar siswa pada postes siklus I tersebut di atas disebabkan karena : 1) masih banyaknya siswa yang kurang memperhatikan seputar pembelajaran yang dijelaskan guru, 2). Siswa terlihat masih ragu dan malu-malu untuk bertanya, baik kepada temannya maupun kepada guru, 3). Sebagian besar siswa masih banyak yang belum memahami cara mencari keliling dan luas pada bangun datar persegi dan persegi panjang, 4). Sikap guru yang kurang membantu dalam menyelesaikan soal yang dijawab siswa.

Sedangkan adanya keberhasilan nilai hasil belajar siswa pada postes siklus II disebabkan oleh : 1). Siswa sudah mulai mengerti penjelasan guru tentang cara mencari keliling dan mencari luas pada bangun datar persegi dan persegi panjang,

2). Siswa tidak ragu-ragu lagi untuk bertanya baik kepada temannya maupun kepada guru apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, 3). Guru bersifat lebih luwes dan juga membantu kepada siswa, 4). Adanya rasa tanggungjawab sesama siswa dalam kelompok untuk membantu kelompoknya agar supaya menang dalam lomba atau turnamen, 5). Adanya motivasi yang diberikan guru dalam bentuk hadiah-hadiah untuk direbut oleh setiap kelompok.

Dari hasil nilai rata-rata yang diperoleh siswa tersebut menunjukan bahwa hasil nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada posttest siklus II adalah lebih besar jika dibandingkan dengan hasil nilai rata-rata siswa pada postes sebelumnya (siklus I).

Perbedaan yang terjadi antara nilai hasil belajar siswa pada posttest siklus I dengan nilai hasil belajar siswa pada posttest siklus II tersebut disebabkan oleh : 1. Adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara anggota kelompok dalam

team.

2. Adanya kerjasama dan koordinasi yang baik yang terjadi antara guru (peneliti) dengan sesama team di dalam kelas.

3. Siswa mulai mengerti dan terbiasa dengan pembelajaran menggunakan metode TGT (Teams Games Tournamen).

4. Siswa menyenangi pembelajaran dengan metode TGT (Teams Games Tournamen).

Adapun faktor lain yang menyebabkan terjadinya peningkatan pada hasil observasi terhadap aktivitas siswa, dimana pada siklus I prosentase skor yang diperoleh baru mencapai 64,28 kemudian pada siklus II meningkat menjadi 89,28 adalah : 1). Keseluruhan siswa hadir dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), 2). Siswa sudah benar-benar memperhatikan dan konsentrasi saat guru menjelaskan pembelajaran, 3). Siswa dapat menerima materi pembelajaran yang diberikan dengan baik, 4). Siswa dapat merespon dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan baik, 5) siswa mengerjakan tugas

yang diberikan guru dengan baik dan juga hati-hati, 6). Siswa dapat mengikuti pembelajaran sampai akhir dengan baik.

Sama halnya dengan hasil observasi terhadap aktivitas siswa yang mengalami peningkatan, maka pada hasil observasi terhadap kegiatan guru siklus II juga mengalami peningkatan yang berarti, dimana pada hasil observasi terhadap kegiatan guru siklus I yang baru mencapai prosentase skor yang diperoleh 70, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 90. Hal ini disebabkan oleh : 1). Guru lebih hati-hati dan teliti dalam membuat RPP, 2). Guru sudah semakin menguasai materi pembelajaran dengan baik, 3). Guru memberikan penugasan (dalam bentuk soal-soal) kepada siswa dengan tingkat kesukaran yang seminimal mungkin, 4). Guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan jelas, 5). Guru lebih bersifat luwes, terbuka dan membantu dalam mengampu siswa, dan 6). Guru memberikan waktu yang cukup luas kepada siswa untuk menyelesaikan tugas turnamen dan juga tugas-tugas siswa lainnya dengan baik.

Rekapitulasi hasil observasi pengamat terhadap kegiatan guru dan rekapitulasi hasil observasi pengamat terhadap aktivitas siswa siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.6 dan tabel 4.7 berikut ini :

Tabel 4.6

Rekapitulasi Hasil Observasi Pengamat Terhadap Kegiatan Guru Siklus I dan Siklus II

No Asfek Yang Dinilai

Siklus I Siklus II Skor Skor Ideal Skor I Skor Ideal 1 Guru membuat RPP 3 4 4 4

2 Guru membuka pelajaran dengan baik 3 4 3 4

3 Guru menanyakan kembali pelajaran siswa

sebelumnya (apersepsi) 3 4 3 4

4. Guru menguasai materi pelajaran 3 4 4 4

5. Guru mengelola kelas dengan baik 3 4 3 4

6. Guru memberikan penugasan kepada siswa 2 4 4 4 7. Guru menggunakan metode pembelajaran

kooperatif tipe TGT 3 4 4 4

8. Guru bersifat luwes, terbuka dan membantu 2 4 4 4 9. Guru memberikan waktu yang cukup kepada

siswa untuk menyelesaikan tugas 2 4 3 4

10. Guru menutup pembelajaran dengan baik 4 4 4 4

Jumlah 28 40 36 40

Persentase skor yang diperoleh 70,00 90,00

Keterangan Poin :

1 = kurang 3 = baik

2 = cukup 4 = baik sekali

Tabel 4.7

Rekapitulasi Hasil Observasi Pengamat Terhadap Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II

No Asfek Yang Dinilai

Siklus I Siklus II Jumlah Frekuensi Data Tabel Jumlah Frekuensi Data Tabel 1 Siswa hadir dalam proses belajar

mengajar 3 20 4 20

2 Siswa memperhatikan saat guru

menjelaskan 2 20 4 20

3 Siswa dapat menerima materi

4. Siswa merespon dan menjawab

pertanyaan guru dengan baik 2 20 3 20

5. Siswa mengerjakan tugas yang

diberikan oleh guru dengan baik 3 20 4 20

6. Siswa tampak antusias selama

mengikuti pelajaran 3 20 3 20

7. Siswa mengikuti pelajaran sampai

akhir dengan baik 3 20 4 20

Jumlah 18 140 25 140

Persentase skor yang diperoleh 64,28 89,28

Keterangan :

4 = Jika jumlah siswa lebih besar dari 15 orang

3 = Jika jumlah siswa antara 10 sampai dengan atau sama dengan 15 orang 2 = Jika jumlah siswa antara 5 sampai dengan atau sama dengan 10 orang 1 = Jika jumlah siswa kurang dari 5 orang

Dengan menggunakan metode pembelajaran team games tournament (TGT) dalam pembelajaran matematika pada materi bangun datar persegi dan persegi panjang dapat membuat siswa termotivasi serta dapat membangkitkan minat dan semangat belajar, sehingga siswa cenderung menjadi lebih aktif dalam mempelajari dan memahami mata pelajaran matematika. Disamping itu, selama pembelajaran berlangsung para siswa nampak menunjukan respon yang positif dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas, terlebih-lebih lagi dengan diterapkannya pembelajaran dengan menggunakan metode team games tournament (TGT), hal tersebut dapat ditunjukan dengan adanya beberapa alasan yang diberikan oleh peneliti dan sekaligus juga sebagai guru yang antara lain : 1. Siswa dapat bekerjasama dengan teman-teman kelompoknya.

2. Siswa dapat berusaha agar selalu menjadi yang terbaik didalam kelompoknya maupun diluar kelompoknya.

3. Siswa merasa senang karena dapat mengajari teman-temannya yang kurang memahami pembelajaran matematika, terutama dalam materi bangun datar persegi dan persegi panjang.

4. Siswa dapat lebih memahami pembelajaran matematika melalui penerapan metode team games tournament (TGT).

5. Siswa merasa senang jika belajar dengan teman kelompok, karena tidak perlu merasa malu dan takut untuk bertanya kepada teman.

6. Siswa merasa tertantang untuk membela teman-teman kelompoknya dalam menjawab soal-soal yang diberikan oleh peneliti.

Sementara itu, berdasarkan perbandingan hasil angket respon siswa antara siklus I dengan siklus II, maka peneliti memperoleh gambaran dan kesimpulan tentang pendapat beberapa orang siswa yang menyatakan bahwa ada yang tidak menyukai pelajaran matematika pada siklus I, namun ada juga yang mulai menyukai pelajaran matematika pada siklus II. Ada juga yang menyatakan tidak mendapatkan nilai yang bagus pada mata pelajaran matematika siklus I, namun ada juga yang gembira karena mendapatkan nilai yang bagus pada mata pelajaran matematika di siklus II ini. Ada yang menyatakan bahwa penyampaian pelajaran matematika yang diberikan oleh guru belum bagus pada siklus I, namun ada juga yang menyatakan bahwa penyampaian pelajaran matematika yang diberikan oleh guru pada siklus II sudah bagus.

Dengan adanya tanggapan atau respon yang diberikan oleh para siswa tersebut tadi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode TGT (Team Games Tournamen) kiranya dapat dijadikan sebagai suatu acuan metode atau modal pembelajaran bagi para pendidik (guru) dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang ada di dalam kelas, sehingga diharapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan nanti akan lebih terarah dan dapat mempermudah para siswa dalam memahami materi yang diberikan guru.

Selain itu, dengan adanya uraian kesimpulan hasil angket respon siswa siklus I dan siklus II di atas tadi, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan tindakan pembelajaran dengan menggunakan metode Teams Games Tournamen (TGT) pada siklus II telah berhasil. Dengan demikian, maka berdasarkan rencana semula bahwa pemberian tindakan hanya dilakukan pada dua siklus telah berjalan dengan baik. Jadi, penelitian ini telah berakhir pada siklus yang ke II. Hasil angket respon siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada lampiran.

103

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah peneliti buat, hasil pengolahan data observasi proses belajar mengajar dan hasil tes setiap siklus sebagai interpretasi data atau konsep dalam penyusunan skripsi ini seperti yang terdapat dalam bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Proses pembelajaran yang diterapkan di MI. Darul Muqinin Jakarta Barat dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT, berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan.

2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT, dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas III di M.I. Darul Muqinin Jakarta Barat.

3. Hasil belajar matematika yang diperoleh siswa kelas III M.I. Darul Muqinin Jakarta Barat, setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT pada hasil belajar siswa siklus I sebesar 20 % (dengan nilai rata-rata siswa 47,00) atau sebanyak 4 orang siswa, meningkat pada siklus II menjadi sebesar 85 % (dengan nilai rata-rata 76,50) atau sebanyak 17 orang siswa dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 20 orang.

B. Saran-saran

Dari kesimpulan di atas, ada beberapa saran yang dapat penulis sampaikan, antara lain :

1. Sudah selayaknya bagi seorang guru untuk selalu mencoba model dan metode pembelajaran yang lain (yang baru) selain metode konvensional, agar jalannya pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik, menyenangkan, gembira dan berbobot (gembrot).

2. Guru lebih menitikberatkan/memperhatikan pada tingkat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung di kelas.

3. Guru seharusnya dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih baik lagi sehingga hasil belajar siswa akan lebih meningkat dimasa berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, Jakarta:PT Rajawali Pers, 2011.

Dra. Masitoh, M.Pd. dan Laksmi Dewi, M.Pd, Strategi Pembelajaran, Jakarta, Dirjen Pend. Islam Departemen Agama RI, 2009.

https://Julifa.wordpress.com/2013/11/15/pendekatan-pembelajaran-konstruktivisme kontekstual problem-solving pmri/.

Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, Model-model Pembelajaran Inovatif dan Efektif, Bandung, Alfabeta, 2013

Abdul Halim Fathani, Matematika Hakikat & Logika, Malang : Ar-Ruzz Media Yogyakarta, 2008.

Drs.E.T. Ruseffendi, M.Sc., Pengajaran Matematika Modern untuk Orang Tua

Murid Guru dan SPG, Bandung: Tarsito, 1980.

Andi Hakim Nasoetion, Landasan Matematika, Jakarta: Bhratara Karya Aksara, 1980.

Abdul Halim Fathani, Matematika Hakikat dan Logika, Malang, 2008.

Dr. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya, 1989.

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan

Profesi Guru, Jakarta, PT Rajawali Pers, 2011.

http://syahsmkn2tb.wordpress.com/2012/07/29/

ranah-kognitif-afektif-dan-psikomotorik-dalam-pendidikan.

http://ekosuprapto.wordpress.com/2009/04/18/ faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses-belajar.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Kencana, 2006.

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan

Profesi Guru, Jakarta, PT Rajawali Pers, 2011.

Demitra, dkk. Laporan Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional, Universitas Palangkaraya, 2010.

Demitra, dkk. Laporan Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional, Universitas Palangkaraya, 2010.

R.D. Suyanti, Strategi Pembelajaran Kimia, Yogyakarta, Graha Ilmu, 2010. R.D. Suyanti, Strategi Pembelajaran Kimia, Yogyakarta, Graha Ilmu, 2010. Tukiran Taniredja, Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Efektif, Bandung,

Alfabeta, 2013.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Kencana, 2006.

Harvey F. Silver, dkk. Strategi-Strategi Pengajaran, Jakarta, PT. Indeks Permata Puri Media, 2012.

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan

Profesi Guru, Jakarta : PT. Rajawali Pers, 2011.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Kencana, 2006.

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta, Kencana, 2010.

Retno Dwi Suyanti, Strategi Pembelajaran Kimia, Yogyakarta, Graha Ilmu, 2010. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.Ed. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS I

Tahun Pelajaran 2012 - 2013

Sekolah : MI. Darul Muqinin

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III/2

Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (dalam 2 x Pertemuan)

A. Standar Kompetensi

Menghitung luas dan keliling pada bangun datar persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi Dasar

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas pada bangun datar persegi dan persegi panjang

C. Indikator

1. Menggambar luas persegi 2. Menggambar keliling persegi 3. Menggambar luas persegi panjang 4. Menggambar keliling persegi panjang 5. Membandingkan luas bangun datar persegi

6. Membandingkan luas bangun datar persegi panjang 7. Membandingkan keliling bangun datar persegi

8. Membandingkan keliling bangun datar persegi panjang 9. Mengurutkan luas berbagai bangun datar

10. Menaksir luas daerah beberapa bangun datar dengan menghitung petak satuan 11. Menemukan cara menghitung luas persegi

12. Menemukan cara menghitung keliling persegi 13. Menemukan cara menghitung luas persegi panjang

15. Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan bangun datar

D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menggambar luas persegi

2. Siswa dapat menggambar luas persegi panjang 3. Siswa dapat membandingkan luas bangun datar 4. Siswa dapat mengurutkan luas berbagai bangun datar

5. Siswa dapat menaksir luas daerah beberapa bangun datar dengan menghitung petak Satuan

6. Siswa dapat menemukan cara menghitung luas persegi

7. Siswa dapat menemukan cara menghitung luas persegi panjang

8. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan bangun datar

E. Materi Pokok

Bangun datar, Persegi dan persegi panjang

F. Metode Pembelajaran

Ekspositori, tanya jawab, diskusi, tournament dan penugasan (PR).

G. Kegiatan Pembelajaran

 Mendiskusikan materi yang akan dipelajari pada kelompok belajar masing-masing.  Mencatat hasil diskusi kelompok untuk dilaporkan didepan kelas.

 Berlomba untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dimeja tournament.  Menentukan juara perlombaan.

H. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Awal

Apersepsi dan Motivasi :

- Guru mengajak siswa berdo’a bersama - Guru mengabsen siswa yang tidak hadir.

- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. - Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok belajar/kelompok diskusi.

 Siswa diminta mendengarkan penjelasan guru seputar materi pokok yang akan dibahas dengan penuh perhatian.

 Siswa diminta mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan pembahasan materi secara kelompok.

 Guru memberikan soal-soal diskusi kepada tiap-tiap kelompok.

 Siswa mendiskusikan soal-soal latihan yang diberikan guru pada kelompok belajar masing-masing dengan penuh ketekunandan tanggung jawab.

 Guru meminta kepada perwakilan dari tiap-tiap kelompok untuk melaporkan hasil diskusi dengan cara mempresentasikannya didepan kelas dengan penuh Tanggung jawab

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 Siswa mengerjakan soal postest yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi.

 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

 Guru bersama siswa bertanya jawab dan meluruskan kesalahpahaman serta memberikan penguatan materi.

 Guru memberikan kesimpulan seputar materi yang telah dibahas bersama.

I. Penilaian

Indikator Pencapaian Teknik

Penilaian

Bentuk

Instrumen Contoh Instrumen

Menggambar luas bangun datar persegi Tertulis dan penampilan Isian dan Lembar observasi

Gambarlah dalam buku berpetak, luas sebuah bangun datar persegi dengan masing-masing sisinya 10 petak satuan.

J. Alat/Bahan dan Sumber Belajar

 Buku Paket Matematika untuk kelas 3 SD/MI, Karangan : Tim Bina Matematika, Penerbit : Yudhistira.

 Lembar Kerja Siswa yang berupa soal-soal tournament.

KISI-KISI PENILAIAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SIKLUS I TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Tingkat Satuan Pendidikan : SD/MI.

Materi Pelajaran : Bangun datar persegi dan persegi panjang Kelas / Semester : III / 2

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit ( 1 x Pertemuan )

Standar Kompetensi : Menghitung keliling dan luas bangun datar persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang

No. Indikator Tingkat Kemampuan

Nomor Butir

Jumlah Butir 1. Menggambar luas persegi dan persegi

panjang

C 1 1 1

2. Mengurutkan luas berbagai bangun datar C 2 2 1 3. Menaksir luas daerah beberapa bangun datar

dengan menghitung petak satuan

C 2 3, 10 2

4. Menemukan cara menghitung luas persegi C 3 4 1 5. Menemukan cara menghitung luas persegi

panjang

C 3 5, 9 2

6. Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan bangun datar

C 3 6, 7, 8 3

INSTRUMEN SOAL TES MATEMATIKA SIKLUS I TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III / 2

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit ( 1 x Pertemuan ) Selesaikanlah soal-soal di bawah ini dengan tepat !

1. Gambarlah dibuku berpetakmu sebuah bangun datar persegi panjang, dengan panjang 10 petak satuan dan lebar 8 petak satuan !

2.

A D

C B

Urutkanlah bangun-bangun datar di atas, mulai dari bangun datar yang terbesar sampai dengan bangun datar yang terkecil !

3. Hitunglah berapa luas petak satuan bangun datar di bawah ini !

4.

5. 11 cm Hitunglah luas bangun datar persegi panjang tersebut !

22 cm

6. Pak Amin mempunyai sebidang kebun yang berbentuk persegi panjang. Panjang kebun tersebut 15 meter, sedangkan lebarnya 7 meter. Berapa meter persegikah luas kebun Pak Amin itu ?

7. Adik mempunyai sebuah kertas origami yang berbentuk persegi. Jika panjang sisi kertas tersebut 12 cm, maka berapa cm persegikah luas kertas origami adik tersebut ?

8. Ayah ingin membuatkan kakek sebuah rumah yang sederhana di kampung. Berapa meter persegikah luas rumah kakek, jika diketahui panjangnya 13 meter dan lebarnya 6 meter ? 9. Tulislah sebuah rumus untuk mencari luas bangun datar persegi panjang !

KUNCI JAWABAN MATEMATIKA (TES SIKLUS I) TAHUN PELAJARAN 2012 – 2013 1. 2. B, C, A dan D 3. 28 petak satuan 4. 225 sentimeter persegi 5. 242 sentimeter persegi 6. 105 meter persegi 7. 144 sentimeter persegi 8. 78 meter persegi 9. Panjang x Lebar 10. 49 petak satuan

Soal – soal Turnamen Siklus I

1. Gambarlah sebuah bangun datar persegi dengan panjang sisi masing-masing 13 cm. Kemudian carilah luas bangun persegi tersebut !

...

2. Gambarlah sebuah bangun persegi panjang, dengan panjang 16 cm dan lebar 7 cm. Kemudian tentukanlah luasnya !

... 3. Hitunglah berapa petak satuan gambar di bawah ini !

...

4. Hitunglah berapa luas bangun datar di samping ini !

20 cm

... 5. Sebuah bangun datar persegi panjang mempunyai panjang 21 cm, dan lebar 12 cm.

12 cm Tentukan berapa luas bangun datar tersebut ! 24 cm

... 7. Sebuah ubin keramik lantai sebuah rumah mempunyai mempunyai sisi – sisi yang sama

panjang sebesar 30 cm.Hitunglah luas ubin tersebut !

...

8. Hitunglah berapa petak satuan luas bangun di bawah ini !

...

9. A Urutkanlah luas bangun tersebut mulai dari

yang terkecil sampai yang terbesar ! A B C

D

... 10. Sebuah bangun datar mempunyai panjang 32 cm. Lebar 20 cm. Carilah luas bangun datar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS II Tahun Pelajaran 2012 - 2013

Sekolah : MI. Darul Muqinin

Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III/2

Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (dalam 2 x Pertemuan)

C. Standar Kompetensi

Menghitung keliling dan luas pada bangun datar persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah

D. Kompetensi Dasar

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang

C. Indikator

1. Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan keliling persegi

2. Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan keliling persegi panjang 3. Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi

4. Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi panjang

D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan keliling persegi 2. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan keliling persegi panjang

3. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi

4. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi panjang

E. Materi Pokok

Ekspositori, tanya jawab, diskusi, tournament dan penugasan (PR).

G. Kegiatan Pembelajaran

 Mendiskusikan materi yang akan dipelajari pada kelompok belajar masing-masing.  Mencatat hasil diskusi kelompok untuk dilaporkan didepan kelas.

 Berlomba untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dimeja tournament.  Menentukan juara perlombaan.

H. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Awal

Apersepsi dan Motivasi :

- Guru mengajak siswa berdo’a bersama - Guru mengabsen siswa yang tidak hadir.

- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. - Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok belajar/kelompok diskusi.

- Guru memotivasi siswa.  Kegiatan Inti

 Guru membagi siswa kedalam kelompok meja tournament secara tertib dan disiplin  Guru menjelaskan tentang beberapa aturan tournament yang harus ditaati pada saat

tournament berlangsung.

 Siswa dengan dibimbing guru memainkan tournament dengan penuh tanggung jawab , berani dan disiplin.

Pada saat turnamen berlangsung guru menjadi fasilitator di tiap meja turnamen.  Guru dan semua masing-masing perwakilan turnamen mencocokan hasil jawaban

yang telah dijawab oleh perwakilan turnamen dengan penuh tanggung jawab dan jujur.

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 Siswa mengerjakan soal postest yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi.

 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

 Guru bersama siswa bertanya jawab dan meluruskan kesalahpahaman serta

Dokumen terkait