BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
2. Pembahasan Hambatan-hambatan yang Muncul ketika Guru
Subbab ini membahas tentang hambatan-hambatan yang muncul ketika guru menerapkan teknik pembelajaran. Hambatan-hambatan yang dibahas dalam penelitian ini adalah hambatan yang muncul pada saat pembelajaran keterampilan membaca dan keterampilan menulis.
Secara umum hambatan muncul karena beberapa faktor. Faktor penyebab timbulnya hambatan antara lain guru, siswa, media pembelajaran dan lingkungan. Berikut uraian masing- masing hambatan tiap pembelajaran keterampilan.
a. Teknik-teknik Pembelajaran Keterampilan Membaca
1) Teknik Membaca Gambar
Hambatan-hambatan yang muncul ketika menerapkan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa kerap kali me nafsirkan gambar, hal ini disebabkan karena gambar yang disajikan kurang jelas. Gambar yang disajikan ada yang membingungkan ini disebabkan karena bentuknya memiliki makna yang ambigu. Misalnya gambar cermin. Jika siswa tidak benar-benar memperhatikan, mereka akan mengartikan yang lain.
b) Tidak semua siswa membaca gambar secara mandiri, oleh sebab itu kompetensi tidak tercapai. Salah satu penyebab siswa tidak membaca gambar
secara mandiri adalah gambar yang disajikan tidak sesuai dengan jumlah siswa. jumlah gambar lebih sedikit dari jumlah siswa.
c) Berbicara sendiri dengan teman sebangku. Siswa yang tidak diberi tugas untuk membaca gambar cenderung sibuk dengan aktivitas sendiri. Siswa akan memperhatikan apabila mereka ditunjuk untuk membaca gambar.
2) Teknik Membaca Pemahaman
Hambatan-hambatan yang muncul ketika menerapkan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa sulit memahami isi bacaan. Hal ini disebabkan karena siswa tidak sungguh-sungguh dalam memahami, mereka hanya sekedar membaca namun tidak mencerna isi dari bacaan tersebut.
b) Siswa berbicara sendiri pada saat pembelajaran. Aktivitas ini disebabkan karena kurang terkontrolnya siswa oleh guru, selain itu juga terkait pada hal di atas. Karena siswa merasa kurang memahami teks, maka mereka tidak mengerjakan tugas.
3). Teknik Membaca Dialog
Hambatan-hambatan yang muncul ketika menerapkan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa kurang percaya diri.
b) Siswa lupa dengan kalimat urutan kejadian. Hal ini disebabkan karena waktu yang diberikan oleh guru untuk menghafal dirasa masih kurang
c) Siswa yang berada di belakang tidak memperhatikan teman yang sedang memperagakan dialog di depan, jadi siswa yang di belakang bercanda sambil berbicara dengan temannya. Siswa yang demikian, merasa bahwa mereka kurang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Siswa yang terlibat secara langsung adalah siswa yang ditugaskan untuk memperagakan dialog di depan kelas. d) Suara siswa kurang keras.
3) Teknik Lihat dan Baca
Hambatan-hambatan yang muncul ketika menerapkan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa kurang bersemangat dalam membaca. Hal ini disebabkan kerena penerapan teknik yang sama sering dipergunakan oleh guru, jadi siswa merasa bosan dan kurang tertarik.
b) Media yang digunakan masih kurang. Guru ha nya memakai media yang ada pada buku. Guru tidak menambah media yang lain yang dapat menarik perhatian dan memberi motivasi siswa.
4) Teknik Menceritakan Kembali
Hambatan-hambatan yang muncul ketika menerapkan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
a) Semua siswa tidak memiliki kesempatan untuk membacakan hasil pekerjaannya. Hal ini disebabkan karena waktu yang disediakan dirasa masih
kurang. Jadi siswa yang membacakan hasil pekerjaannya hanya sebagian, dan sebagian yang lain hanya diberi nilai.
b) Siswa kurang berani tampil membacakan hasil pekerjaannya. c) Siswa kurang termotivasi untuk membuat cerita.
d) Siswa berbicara dengan teman yang lain. Hal ini disebabkan karena hal di atas, yaitu kurangnya motivasi untuk membuat cerita. Jadi siswa sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri.
6). Teknik Mendeklamasikan Puisi
Hambatan-hambatan yang muncul ketika menerapkan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa terdapat siswa yang tidak bisa mengekspresikan puisi dengan gerak dan mimik yang sesuai. Hal ini disebabkan karena siswa terkesan kurang percaya diri.
b) Siswa yang ada di belakang cenderung beraktivitas sendiri. Siswa yang merasa tidak memiliki tugas untuk mendeklamasikan puisi di depan merasa bahwa dirinya bebas untuk melakukan aktivitas yang lain.
b. Teknik-teknik Pembelajaran Keterampilan Menulis
1) Teknik Menyalin
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa kurang teliti dalam memberikan tanda baca. Hal ini disebabkan karena siswa kurang mengamati teks yang disalin dengan jeli. siswa kurang
memfokuskan pada tugas yang diberikan, siswa menyalin sambil bercanda dan bermain dengan teman sebangku, sehingga hasil salinannya kurang sempurna. b) Tulisan siswa kurang rapi, antara kata yang satu dengan kata yang lain tidak
diberi jarak. Hal ini disebabkan karena siswa kurang teliti dan kurang fokus pada kegiatan menyalinnya.
c) Ketika guru menggarisi papan tulis, siswa beraktivitas sendiri. Hal ini sisebabkan karena guru tidak memberikan tugas pada siswa selama guru menggarisi papan tulis. Oleh sebab itu, siswa mengisis waktu dengan berbicara sendiri dan bercanda sampai guru selesai menuliskan teks yang harus disalin.
2) Teknik Dikte
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa belum lancar dalam menulis sehingga sering tertinggal.
b) Konsentrasi siswa terganggu karena suara siswa yang mengeja dalam menulis. Siswa susah mengingat kalimat yang dibacakan oleh guru. Penyebab siswa kurang mampu mengingat kalimat yang didiktekan guru adalah suara siswa yang mengeja dalam menulis terdengar cukup keras. Jadi bagi siswa terbiasa belajar dengan suasana yang hening merasa terganggu dengan suara teman yang lain.
3) Teknik Menjawab Pertanyaan
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Terdapat siswa yang kurang benar dalam menjawab pertanyaan. Hal ini disebabkan karena siswa tidak sungguh-sungguh memahami isi dari teks yang telah dibaca, sehingga pada saat siswa menjawab pertanyaan, jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan teks.
b) Siswa kurang teliti dalam memberikan tanda baca.
c) Tulisan siswa kurang rapi, antara kata yang satu dengan kata yang lain tidak diberi jarak
4) Teknik Mendeskripsikan Gambar
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Tulisan siswa kurang rapi, kurang rapi ini ditunjukkan karena siswa tidak memberi jarak antara kata yang satu dengan yang lain.
b) Siswa kurang teliti dalam memberikan tanda baca.
c) Siswa mengalami kesulitan mendeskripsikan gambar. Hal ini disebabkan karena siswa tidak sungguh-sungguh mengamati gambar, sehingga bingung harus menuliskan apa. Sebab yang lain adalah adanya siswa yang kurang senang dengan tugas yang diberikan secara mandiri, mereka lebih senang mendengarkan guru berceramah di depan kelas.
d) Guru tidak memberi penegasan tentang tanda baca ketika pertama kali memberi tugas pada siswa. Oleh sebab itu terdapat siswa tidak memperhatikan penggunaan tanda baca dengan baik dan benar.
5) Teknik Melengkapi Kalimat Berdasarkan Gambar
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Siswa kurang teliti dalam menuliskan tanda baca. Hal ini disebabkan karena siswa kurang memperhatikan penggunaan tanda baca.
b) Tulisan siswa kurang rapi, antara kata yang satu dengan kata yang lain tidak diberi jarak (hanya sekedar menulis tanpa memperhatikan pemenggalan kata) c) Terdapat siswa yang tidak dapat melengkapi kalimat sesuai gambar. Hal ini
disebabkan karena gambar yang digunakan sedikit mengecohkan siswa, sehingga jawaban yang diberikan antara siswa yang satu dengan yang lain tidak sama.
6) Teknik Membuat Kalimat Berdasarkan Gambar
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Tulisan siswa kurang rapi, kurang rapi ini ditunjukkan karena siswa tidak memberi jarak antara kata yang satu dengan yang lain.
c) Siswa kurang memahami gambar yang digunakan, hal ini disebabkan karena siswa kurang mengamati gambar dengan seksama.
7) Teknik Menyusun Kalimat
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Tulisan siswa kurang rapi, kurang rapi ini ditunjukkan karena siswa tidak memberi jarak antara kata yang satu dengan yang lain.
b) Siswa tidak memberikan tanda baca pada kalimat dengan benar.
c) Terdapat siswa yang tidak mampu menyusun kalimat dengan benar dari segi struktur. Hal ini desababkan karena siswa kurang sungguh-sungguh memahami perkata, sehingga ketika menyusun kata-kata tersebut menjadi kalimat masih mengalami kesalahan.
8) Teknik Cerita Berdasarkan Gambar
Hambatan-hambatan yang muncul pada saat menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut.
a) Tulisan siswa kurang rapi, kurang rapi ini ditunjukkan karena siswa tidak memberi jarak antara kata yang satu dengan yang lain.
b) Siswa tidak memberi tanda baca pada kata yang seharusnya dibubuhkan tanda baca.
c) Gambar yang disediakan kurang bervariasi, jadi siswa tidak bisa memilih gambar yang lain, yang sesuai dengan kesenangannya.
Dari hasil pengamatan, gaya belajar siswa yang diterapkan oleh guru cenderung pada gaya belajar yang visual. Dengan belajar yang demikian, siswa terlihat semangat dibanding dengan gaya belajar yang auditif. Hal ini dapat dilihat dengan ketertarikan siswa terhadap gambar-gambar yang disajikan pada buku. Meskipun gambar yang digunakan hanya ada pada buku, siswa sudah terlihat tertarik. Komentar-komentar dan reaksi siswa terhadap gambar dapat membuat pembelajaran menjadi terlihat aktif.
Jika dibanding dengan guru berceramah dan menugaskan mereka untuk menyalin teks, menganilisis gambar mendapat perhatian yang lebih besar. Berikut disajikan segitiga piramida berkaitan dengan gaya belajar siswa SD Negeri I Bulu, Playen, Gunungkidul.
Piramida di atas menunjukkan gaya belajar siswa yang cenderung pada gaya belajar visual. Oleh sebab itu, guru hendaknya mempertahankan gaya belajar yang demikian agar siswa lebih semangat dan lebih tertarik untuk belajar, selain itu siswa juga akan lebih mudah untuk menerima materi. Tetapi, juga tidak menutup kemungkinan, guru mencoba menerapkan gaya belajar kinestetik.
Visual
Kinestetik Auditif
Karena tidak menutup kemungkinan bahwa siswa akan lebih menyukai gaya belajar yang kinestetik. Hal ini dilakukan untuk memenuhi siswa yang pada dasarnya sudah menyukai belajar dengan gaya kinestetik.
3. Pembahasan Langkah-langkah Pemecahan Masalah yang Ditempuh oleh