BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Hubungan antara Persepsi Mahasiswa tentang Metode Mengajar Dosen dengan Prestasi Belajar Mahasiswa
Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Kebenaran pernyataan ini didukung oleh hasil analisis regresi ganda yang menunjukkan bahwa rhitung sebesar 0,558 dan rtabelsebesar 0,135.
Berdasarkan hasil rhitung tersebut, dapat diketahui bahwa variabel persepsi
mahasiswa tentang metode mengajar dosen dengan prestasi belajar mahasiswa memiliki hubungan (rhitung= 0,558 > Phitung= 0,00), memiliki hubungan yang
positif atau searah (rhitungbertanda + (positif)), memiliki interpretasi koefisien
korelasi sedang (rhitung berada pada interval 0,40 – 0,599), dan memiliki
rendahnya prestasi belajar mahasiswa berhubungan dengan metode mengajar dosen.
Dengan demikian persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen memberikan sumbangan relatif yang lebih besar yaitu 30,64. Hal ini berarti bahwa variabel persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen memberikan kontribusi atau sumbangan kepada variabel prestasi belajar mahasiswa. Sumbangan efektif juga diberikan oleh variabel persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen sebesar 14,87%. Hal ini berarti bahwa sumbangan efektif tersebut merupakan pencerminan dari koefisien determinasi (R2) yang digunakan untuk menunjang efektifitas garis regresi demi keperluan pengadaan prediksi.
Hasil penelitian ini yang diperoleh dari jawaban kuesioner para mahasiswa dapat memberi masukan bagi para dosen agar menyajikan metode pengajaran secara tepat. Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika metode mengajar yang digunakan baik. Metode mengajar mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar. Metode mengajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa berupa peningkatan gairah belajar mahasiswa, perkembangan kepribadian mahasiswa, perangsangan keinginan mahasiswa dalam belajar, itu semua dapat memberi dampak terhadap kegiatan belajar mahasiswa. Agar mahasiswa dapat berhasil dalam
pendidikannya maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya.
2. Hubungan antara Intensitas Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis kedua yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Kebenaran pernyataan ini didukung oleh hasil analisis regresi ganda yang menunjukkan bahwa rhitung
sebesar 0,529 dan rtabelsebesar 0,135. Berdasarkan hasil rhitungtersebut, dapat
diketahui bahwa variabel intensitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa memiliki hubungan (rhitung= 0,529 > Phitung= 0,00), memiliki hubungan yang
positif atau searah (rhitungbertanda + (positif)), memiliki interpretasi koefisien
korelasi sedang (rhitung berada pada interval 0,40 – 0,599), dan memiliki
hubungan yang signifikan (thitung > ttabel). Hal ini membuktikan bahwa tinggi
rendahnya prestasi belajar mahasiswa berhubungan dengan intensitas belajar,. Dengan demikian intensitas belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Intensitas belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 29,15. Hal ini berarti bahwa variabel intensitas belajar memberikan kontribusi atau sumbangan kepada variabel prestasi belajar mahasiswa. Sumbangan efektif intensitas belajar sebesar 14,15. Hal ini berarti bahwa sumbangan efektif tersebut merupakan pencerminan dari koefisien determinasi (R2) yang digunakan untuk menunjang efektifitas garis regresi demi keperluan pengadaan prediksi.
Hasil penelitian ini yang diperoleh dari jawaban kuesioner para mahasiswa dapat memberi masukan bagi mahasiswa itu sendiri agar dapat meningkatkan intensitas belajarnya. Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika intensitas belajarnya tinggi. Intensitas belajar mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar. Intensitas belajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa berupa keteraturan dalam belajar, disiplin belajar, dan konsentrasi dalam belajar, itu semua dapat memberi dampak terhadap kegiatan belajar mahasiswa. Agar mahasiswa dapat berhasil dalam pendidikannya maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya. Intensitas belajar dalam diri mahasiswa harus bisa dipertahankan, sehingga prestasi belajarnya dapat dipertahankan.
3. Hubungan antara Sarana Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara sarana belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Kebenaran pernyataan ini didukung oleh hasil analisis regresi ganda yang menunjukkan bahwa rhitung
sebesar 0,504 dan rtabelsebesar 0,135. Berdasarkan hasil rhitungtersebut, dapat
diketahui bahwa variabel sarana belajar dengan prestasi belajar mahasiswa memiliki hubungan (rhitung = 0,504 > Phitung= 0,00), memiliki hubungan yang
positif atau searah (rhitungbertanda + (positif)), memiliki interpretasi koefisien
hubungan yang signifikan (thitung > ttabel). Hal ini membuktikan bahwa tinggi
rendahnya prestasi belajar mahasiswa berhubungan dengan sarana belajar. Dengan demikian sarana belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Sarana belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 23,81. Hal ini berarti bahwa variabel sarana belajar memberikan kontribusi atau sumbangan kepada variabel prestasi belajar mahasiswa. Sumbangan efektif juga diberikan oleh variabel sarana belajar sebesar 11,56. Hal ini berarti bahwa sumbangan efektif tersebut merupakan pencerminan dari koefisien determinasi (R2) yang digunakan untuk menunjang efektifitas garis regresi demi keperluan pengadaan prediksi.
Hasil penelitian ini yang diperoleh dari jawaban kuesioner para mahasiswa dapat memberi masukan bagi orang tua, pihak kampus, dan mahasiswa itu sendiri agar sarana belajar menjadi lebih baik lagi sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar lebih mendalam. Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika sarana belajar yang digunakan baik. Sarana belajar mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar. Sarana belajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa berupa perpustakaan, ruang kelas, ruang belajar, meja belajar, dan modul atau buku paket, itu semua dapat memberi dampak terhadap kegiatan belajar mahasiswa. Agar mahasiswa dapat berhasil dalam pendidikannya maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya.
4. Hubungan antara Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa
Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis keempat yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Kebenaran pernyataan ini didukung oleh hasil analisis regresi ganda yang menunjukkan bahwa rhitung sebesar 0,411 dan rtabelsebesar 0,135. Berdasarkan hasil rhitung
tersebut, dapat diketahui bahwa variabel lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa memiliki hubungan (rhitung = 0,411 > Phitung = 0,00),
memiliki hubungan yang positif atau searah (rhitung bertanda + (positif)),
memiliki interpretasi koefisien korelasi sedang (rhitung berada pada interval
0,40 – 0,599), dan memiliki hubungan yang signifikan (thitung> ttabel). Hal ini
membuktikan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar mahasiswa berhubungan dengan lingkungan belajar.
Dengan demikian lingkungan belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Lingkungan belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 16,40%. Hal ini berarti bahwa variabel lingkungan belajar memberikan kontribusi atau sumbangan kepada variabel prestasi belajar mahasiswa. Sumbangan efektif juga diberikan oleh variabel lingkungan belajar sebesar 7,96%. Hal ini berarti bahwa sumbangan efektif tersebut merupakan pencerminan dari koefisien determinasi (R2) yang
digunakan untuk menunjang efektifitas garis regresi demi keperluan pengadaan prediksi.
Hasil penelitian ini yang diperoleh dari jawaban kuesioner para mahasiswa dapat memberi masukan bagi masyarakat, pihak kampus, maupun mahasiswa lainnya agar lebih memperhatikan lingkungan belajarnya. Mahasiswa akan memiliki prestasi belajar yang tinggi jika lingkungan belajar yang di sekitarnya baik. Lingkungan belajar mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar. Lingkungan belajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa berupa dorongan dari orang tua, dorongan dari teman baik di lingkungan rumah/kost maupun lingkungan kampus, hubungan dengan lingkungan sekitar, keadaan orang tua, praktek pengelolaan keluarga, letak rumah, itu semua dapat memberi dampak terhadap kegiatan belajar mahasiswa. Agar mahasiswa dapat berhasil dalam pendidikannya maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya. Lingkungan sosial kampus seperti dosen, teman-teman sekelas dapat mempengaruhi belajar seorang mahasiswa. Dosen yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dan dapat memberikan suriteladan dapat menjadi daya pendorong positif bagi kegiatan belajar mahasiswa.
5. Hubungan antara Persepsi Mahasiswa tentang Metode Mengajar Dosen, Intensitas Belajar, Sarana Belajar, dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa
Dari hasil analisis data diketahui bahwa hipotesis kelima yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dapat diterima. Kebenaran pernyataan ini didukung oleh hasil analisis regresi ganda yang menunjukkan bahwa Rhitungsebesar 0,697 dan Phitungsebesar 0,00. Berdasarkan
hasil Rhitung tersebut, dapat diketahui bahwa variabel persepsi mahasiswa
tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa memiliki hubungan (Rhitung= 0,697 > Phitung= 0,00), memiliki hubungan yang positif atau searah
(Rhitung bertanda + (positif)), memiliki interpretasi koefisien korelasi kuat
(Rhitung berada pada interval 0,60 – 0,799), dan memiliki hubungan yang
signifikan (Fhitung > Ftabel). Hal ini membuktikan bahwa tinggi rendahnya
prestasi belajar mahasiswa berhubungan dengan metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar secara bersama-sama. Dengan demikian persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen memberikan
sumbangan relatif yang lebih besar yaitu 30,64%, intensitas belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 29,15%, sarana belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 23,81%, dan lingkungan belajar memberikan sumbangan relatif sebesar 16,40%. Hal ini berarti bahwa variabel persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi atau sumbangan kepada variabel prestasi belajar mahasiswa. Sumbangan efektif yang lebih besar juga diberikan oleh variabel persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen sebesar 14,87%, kemudian intensitas belajar sebesar 14,15%, sarana belajar sebesar 11,56%, dan yang terakhir lingkungan belajar sebesar 7,96%. Hal ini berarti bahwa sumbangan efektif dari keempat variabel bebas di atas secara bersama-sama merupakan pencerminan dari koefisien determinasi (R2) yang digunakan untuk menunjang efektifitas garis regresi demi keperluan pengadaan prediksi.
Hasil penelitian ini yang diperoleh dari jawaban kuesioner para mahasiswa dapat memberi masukan bagi para dosen agar menyajikan metode pengajaran secara tepat dan bagi mahasiswa itu sendiri agar dapat meningkatkan intensitas belajarnya. Selain itu sarana belajar dan lingkungan belajar agar menjadi lebih baik lagi sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar lebih mendalam. Dengan demikian materi pelajaran yang diberikan oleh dosen pun akan lebih mudah diserap dan rasa motivasi mahasiswa untuk belajar akan bertambah karena sarana dan lingkungan
belajar yang lengkap dan nyaman sehingga pada akhirnya akan meningkatkan intensitas belajarnya.
BAB VI