• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 55-0)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Analisis Data Hasil Penelitian

5. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, selanjutnya dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai pengaruh antara variabel satu dengan yang lainnya yang terdapat dalam penelitian ini. Adapun variabel-variabel tersebut yaitu persepsi risiko (X1), pengetahuan keuangan (X2) dan dukungan pemerintah (X3) sebagai variabel independen. Sedangkan variabel minat pengguna (Y) sebagai variabel dependen, dan untuk variabel persepsi kemanfaatan (Z) sebagai variabel intervening.

a. Pengaruh persepsi risiko terhadap minat pengguna Persepsi risiko mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna. Hal ini menunjukkan jika persepsi akan risiko meningkat maka hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan terhadap minat pengguna. Pengguna dapat merasakan manfaat secara langsung dengan menggunakan aplikasi ini, karena bisa memudahkan pengguna untuk bertransaksi kapan dan dimana saja, tanpa harus meninggalkan rumah atau pekerjaan. Pengguna tidak mengkhawatirkan resiko yang muncul karena pengguna yakin dan percaya akan keamanan data dan informasi pribadi yang dimiliki. Di sisi lain, resiko akibat transaksi menggunakan uang kertas jauh lebih besar dan berdampak bukan hanya diri sendiri melainkan keluarga sekitar. Pengguna akan lebih memilih menggunakan aplikasi yang mudah dan simple dengan keyakinan bahwa aplikasi ini telah mendapat dukungan pemerintah dibandingkan harus bertransaksi menggunakan uang kertas yang membahayakan kesehatan dan keluarga. Semakin meningkat resiko sejalan dengan peningkatan minat pengguna aplikasi ini.

Pengguna yang menggunakan aplikasi tentu memperhatikan dan telah mengetahui aplikasi yang bisa dipercaya dan memberi keamanan dan kenyamanan dalam menggunakannya, sehingga mereka telah memproteksi diri lebih awal dengan memilih aplikasi yang tepat dan memberikan keamanan.

b. Pengaruh Pengetahuan keuangan terhadap minat pengguna

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis kedua diperoleh hasil bahwa pengetahuan keuangan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan keuangan seseorang maka semakin meningkat pula minat pengguna aplikasi ini. Pengetahuan keuangan yang baik akan menunjukkan perilaku pengambilan keputusan yang bijak dan tepat tentang kapan waktu menggunakan aplikasi ini. Pengguna telah mengetahui bagaimana mengatur pengelolaan keuangan dengan baik sehingga dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya sangat selektif dan prioritas pada kebutuhan bukan keinginan semata. Dengan pengetahuan keuangan yang dimiliki, pengguna memiliki pengalaman dalam menggunakan aplikasi ini karena sejalan dengan pengetahuan yang

dimiliki dan pemahaman terhadap IT dan informasi dalam aplikasi ini memberikan kemudahan memahami aplikasi yang digunakan.

Sejalan dengan teori subjective well being yang mengemukakan bahwa kebahagiaan akan timbul apabila seseorang memiliki kemampuan dan kemampuan tersebut dapat digunakan dengan baik (E. Diener, 2009). Kemudian (Veenhoven, 1991) mengatakan bahwa kebahagiaan yaitu sejauh mana individu menilai kualitas hidupnya secara keseluruhan dengan baik. Dengan kata lain, seberapa baik ia menyukai kehidupan yang ia jalani. Dengan demikian, kebahagiaan bisa juga disebut sebagai kepuasan hidup c. Pengaruh dukungan pemerintah terhadap minat

pengguna

Dukungan pemerintah tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna, yang artinya dukungan pemerintah memiliki pengaruh yang tidak searah terhadap minat pengguna. Hal ini mengindikasikan bahwa sosialisasi pemerintah dalam mendorong literasi digital tidak berpengaruh terhadap minat pengguna. Dukungan pemerintah yang dimaksud disini adalah berupa regulasi baik undang-undang dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan mobile payment serta perlindungan terhadap keamanan data pribadi pengguna. Keberadaan dukungan pemerintah seharusnya dimulai dari keputusan pemerintah memilih pelaku bisnis atau usaha yang dapat dipercaya dan tidak merugikan konsumen. Pelaku usaha dipilih secara selektif dan dapat menjalankan transaksi perdagangan dengan baik dan tidak merugikan pengguna. Tingkat kepercayaan pengguna lebih tinggi jika pemerintah telah mengawal dengan baik transaksi perdagangan sesuai standar yang peraturan yang dimiliki kepada pelaku usaha dan memberikan sanksi jika dalam pelaksanaannya terbukti terdapat pelaku usaha yang wanprestasi.

d. Pengaruh persepsi risiko terhadap persepsi kemanfaatan Persepsi risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kemanfaatan, yang artinya persepsi risiko mempunyai pengaruh yang searah terhadap persepsi kemanfaatan atau dengan kata lain apabila persepsi risiko meningkat maka persepsi kemanfaatan juga mengalami peningkatan. Resiko yang timbul dari aplikasi ini salah satunya adalah kebocoran data pribadi konsumen bukan menjadi hambatan untuk pengguna tetap

menggunakan aplikasi ini. Pengguna telah merasakan manfaat yang efisien, simple dan cepat dan tidak mengganggu aktivitas pekerjaan yang lain. Di samping itu, fitur proteksi yang ada pada sistem memberikan jaminan dan kepercayaan yang diberikan aplikasi.

e. Pengaruh pengetahuan keuangan terhadap persepsi kemanfaatan

Pengetahuan keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kemanfaatan, yang artinya semakin tinggi pengetahuan keuangan juga akan meningkatkan persepsi kemanfaatan dalam menggunakan aplikasi ini. Pengetahuan keuangan yang dimiliki seseorang mampu mengubah mindset dalam mengatur keuangan dengan berbelanja sesuai kebutuhan pokok bukan hanya sebatas keinginan atau ingin mencoba.

Seseorang dengan pengetahuan yang dimiliki mampu mengatur dan mengelola keuangan baik jangka pendek dan jangka panjang, misalnya mengatur anggaran yang sifatnya rutin dan tetap dalam sebulan dengan berbelanja menggunakan aplikasi ini. Sehingga tidak mengganggu aktivitas pendanaan yang lainnya.

f. Pengaruh dukungan pemerintah terhadap persepsi kemanfaatan

Dukungan pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kemanfataan, yang artinya semakin tinggi dukungan pemerintah juga akan meningkatkan persepsi kemanfaatan. Dukungan pemerintah melalui Kominfo telah mensosialisasikan digitalisasi pembayaran ke hampir seluruh daerah dengan memberikan doorprize dalam bentuk uang digital mengajarkan individu secara tidak langsung tentang penggunaan e-wallet ini. Berbagai manfaat bisa dirasakan dengan adanya sosialisasi ini diantaranya individu bisa lebih mudah mengatur waktunya, memahami informasi penggunaan e-wallet dengan cepat dan memberikan kemudahan dengan efisien biaya, waktu dan tenaga. Tingginya dukungan pemerintah dalam memberikan sosialisasi secara terus menerus memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung dan mampu mengubah mindset seseorang yang dari gagap menjadi mahir menggunakan teknologi digital pembayaran.

g. Pengaruh persepsi kemanfaatan terhadap minat pengguna

Persepsi kemanfaatan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna. Hal ini berarti bahwa jika persepsi kemanfaatan meningkat maka hal tersebut menyebabkan peningkatan minat pengguna e-wallet. Hasil penelitian ini didukung dengan beberapa penelitian terdahulu. Aslam et al., (2017) Schierzet et al., (2010) dan Chuang et al.,(2016) menemukan bahwa manfaat yang diberikan oleh pembayaran mobile akan berguna dan menunjang aktivitas individu, sehingga mereka cenderung akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pembayaran mobile. Hal ini juga dibuktikan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menemukan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif dengan sikap seseorang terhadap suatu teknologi (Shanmugam et al., 2014).

Individu yang dapat merasakan manfaat e-wallet yang dapat memenuhi kebutuhan secara cepat, efisien biaya dan waktu, dan mencegah penularan virus melalui penggunaan uang fisik akan mengubah pola pikir seseorang untuk memiliki minat menggunakan e-wallet. Minat tidak hanya timbul dari keinginan menyukai aplikasi itu namun karena memang aplikasi memberi manfaat dan nilai yang tinggi bagi penggunanya.

h. Pengaruh persepsi risiko terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan

Persepsi risiko mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan. Hal ini berarti bahwa jika persepsi risiko meningkat maka hal tersebut menyebabkan peningkatan terhadap persepsi kemanfaatan. Risiko dalam penggunaan e-wallet ini bisa dirasakan sekarang atau di kemudian hari bergantung pada persepsi penggunanya. Risiko yang muncul belum tentu akan menimbulkan kerugian bagi penggunanya, karena bisa jadi aka nada resiko yang lebih berbahaya lagi jika tidak menggunakan e-wallet ini. Penggunaan digital saat pandemi tentu memberikan manfaat kepada penggunanya yang memang betul mengerti dan mengetahui menggunakan aplikasi ini, karena individu akan lebih mengkhawatirkan resiko yang lebih besar dari bertransaksi secara konvensional dengan menggunakan uang kertas dan koin yang

tentu menimbulkan penularan virus yang justru membahayakan kesehatan. Individu dapat menggunakan aplikasi ini dengan berprinsip kehati-hatian dan berdasar pengalaman untuk menghindari resiko dari penggunaan e-wallet ini misalnya kebocoran data secara sadar untuk menyimpan data data pribadi dan tidak memberikan kepada orang lain sehingga pengguna akan tahu kapan waktu dan kondisi yang tepat menggunakan e-wallet ini.

i. Pengaruh pengetahuan keuangan terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan

Pengetahuan keuangan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan.

Hal ini berarti bahwa jika pengetahuan keuangan meningkat maka minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan juga akan mengalami peningkatan. Pengetahuan keuangan yang dimiliki mengantarkan individu pada penguasaan berbagai alat keuangan dan keterampilan keuangan (Andrew dan Nanik, 2014). Alat keuangan mempengaruhi minat individu untuk tertarik menggunakannya. Terlebih ketika alat keuangan itu memberi manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat yang diterima merespon individu untuk mengubah sikapnya dan mengambil keputusan untuk menggunakan e-wallet. Hal ini sejalan dan memiliki pengaruh positif ketika terjadi peningkatan pengetahuan keuangan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi minat untuk menggunakan melalui manfaat yang telah dirasakan dari penggunaan e-wallet.

j. Pengaruh dukungan pemerintah terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan

Dukungan pemerintah mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan.

Hal ini berarti bahwa jika dukungan pemerintah meningkat maka minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan juga akan mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini memberikan maksud bahwa pemerintah terus berupaya dalam memberikan sosialisasi penggunaan dan manfaat e-wallet, serta membuat regulasi dalam transaksi perdagangan. Tentu ini meyakinkan individu untuk berminat dan memiliki kemauan untuk menggunakan e-wallet (Jogiyanto, 2007). Upaya pemerintah dalam melakukan sosialisasi

memberikan feedback atau tanggapan individu bahwa penggunaan e-wallet ini dapat memberikan solusi yang cepat dan tidak mengganggu aktivitas pekerjaan. Cukup di tempat dimanapun kita berada, semua pekerjaan bisa berjalan secara maksimal dan kebutuhan konsumtif individu dapat dengan mudah terpenuhi melalui transaksi pembayaran dengan menggunakan e-wallet.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut : 1. Persepsi risiko berpengaruh terhadap minat pengguna. Hal

ini menunjukkan jika persepsi akan risiko meningkat maka hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan terhadap minat pengguna. Pengguna dapat merasakan manfaat secara langsung dengan menggunakan aplikasi ini, karena bisa memudahkan pengguna untuk bertransaksi kapan dan dimana saja, tanpa harus meninggalkan rumah atau pekerjaan. Pengguna tidak mengkhawatirkan resiko yang muncul karena pengguna yakin dan percaya akan keamanan data dan informasi pribadi yang dimiliki. Di sisi lain, resiko akibat transaksi menggunakan uang kertas jauh lebih besar dan berdampak bukan hanya diri sendiri melainkan keluarga sekitar.

2. Pengetahuan keuangan berpengaruh terhadap minat pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan keuangan seseorang maka semakin meningkat pula minat pengguna aplikasi ini. Pengetahuan keuangan yang baik akan menunjukkan perilaku pengambilan keputusan yang bijak dan tepat tentang kapan waktu menggunakan aplikasi ini. Pengguna telah mengetahui bagaimana mengatur pengelolaan keuangan dengan baik sehingga dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya sangat selektif dan prioritas pada kebutuhan bukan keinginan semata.

3. Dukungan pemerintah tidak berpengaruh terhadap minat pengguna. Hal ini mengindikasikan bahwa sosialisasi pemerintah dalam mendorong literasi digital tidak berpengaruh terhadap minat pengguna. Dukungan pemerintah yang dimaksud disini adalah berupa regulasi baik undang-undang dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan mobile payment serta perlindungan terhadap keamanan data pribadi pengguna. Keberadaan

dukungan pemerintah seharusnya dimulai dari keputusan pemerintah memilih pelaku bisnis atau usaha yang dapat dipercaya dan tidak merugikan konsumen. Pelaku usaha dipilih secara selektif dan dapat menjalankan transaksi perdagangan dengan baik dan tidak merugikan pengguna.

4. Persepsi risiko berpengaruh terhadap persepsi kemanfaatan. Resiko yang timbul dari aplikasi ini salah satunya adalah kebocoran data pribadi konsumen bukan menjadi hambatan untuk pengguna tetap menggunakan aplikasi ini. Pengguna telah merasakan manfaat yang efisien, simple dan cepat dan tidak mengganggu aktivitas pekerjaan yang lain. Di samping itu, fitur proteksi yang ada pada sistem memberikan jaminan dan kepercayaan yang diberikan aplikasi.

5. Pengetahuan keuangan berpengaruh terhadap persepsi kemanfaatan. Pengetahuan keuangan yang dimiliki seseorang mampu mengubah mindset dalam mengatur keuangan dengan berbelanja sesuai kebutuhan pokok bukan hanya sebatas keinginan atau ingin mencoba.

Seseorang dengan pengetahuan yang dimiliki mampu mengatur anggaran yang sifatnya rutin dan tetap dalam sebulan dengan berbelanja menggunakan aplikasi ini.

6. Dukungan pemerintah berpengaruh terhadap persepsi kemanfataan. Dukungan pemerintah melalui Kominfo telah mensosialisasikan digitalisasi pembayaran ke hampir seluruh daerah dengan memberikan doorprize dalam bentuk uang digital mengajarkan individu secara tidak langsung tentang penggunaan e-wallet ini. Tingginya dukungan pemerintah dalam memberikan sosialisasi secara terus menerus memberikan manfaat dan mengubah mindset seseorang yang dari gagap menjadi mahir menggunakan teknologi digital pembayaran.

7. Persepsi kemanfaatan berpengaruh terhadap minat pengguna. Hasil penelitian ini didukung dengan beberapa penelitian terdahulu. Aslam et al., (2017) Schierzet et al., (2010) dan Chuang et al.,(2016) menemukan bahwa manfaat yang diberikan oleh pembayaran mobile akan berguna dan menunjang aktivitas individu, sehingga

mereka cenderung akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pembayaran mobile. Individu yang dapat merasakan manfaat e-wallet yang dapat memenuhi kebutuhan secara cepat, efisien biaya dan waktu, dan mencegah penularan virus melalui penggunaan uang fisik.

8. Persepsi risiko berpengaruh terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan. Risiko dalam penggunaan e-wallet ini bisa dirasakan sekarang atau di kemudian hari bergantung pada persepsi penggunanya. Risiko yang muncul belum tentu akan menimbulkan kerugian bagi penggunanya, karena bisa jadi akan ada resiko yang lebih berbahaya lagi jika tidak menggunakan e-wallet ini.

Individu akan lebih mengkhawatirkan resiko yang lebih besar dari bertransaksi secara konvensional dengan menggunakan uang kertas dan koin yang tentu menimbulkan penularan virus.

9. Pengetahuan keuangan berpengaruh terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan. Pengetahuan keuangan yang dimiliki mengantarkan individu pada penguasaan berbagai alat keuangan dan keterampilan keuangan (Andrew dan Nanik, 2014). Hal ini sejalan dan memiliki pengaruh positif ketika terjadi peningkatan pengetahuan keuangan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi minat untuk menggunakan melalui manfaat yang telah dirasakan dari penggunaan e-wallet.

10. Dukungan pemerintah berpengaruh terhadap minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan.

Hal ini berarti bahwa jika dukungan pemerintah meningkat maka minat pengguna melalui persepsi kemanfaatan juga akan mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini memberikan maksud bahwa pemerintah terus berupaya dalam memberikan sosialisasi penggunaan dan manfaat e-wallet, serta membuat regulasi dalam transaksi perdagangan. Upaya pemerintah dalam melakukan sosialisasi memberikan feedback atau tanggapan individu bahwa penggunaan e-wallet ini dapat memberikan solusi yang cepat dan tidak mengganggu aktivitas pekerjaan.

B. Saran

Penulis menyadari bahwa penelitian ini memiliki kekurangan, oleh sebab itu penelitan selanjutnya agar lebih menyempurnakan hasil penelitian sebelumnya dan tentunya merujuk pada penelitian yang sudah ada dengann harapan supaya penelitian yang didapatkan selanjutnya dapat lebih baik dari sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Aji, Berakon & Maizatulaidawati Husin. (2020). Covid-19 and e-Wallet usage intention: A Multigroup analysis between Indonesia and Malaysia. Jurnal Cogent Business &

Management 7:1804181

Andrew, Nanik Linawati (2014).Hubungan faktor demografi dan pengetahuan keuangan dengan perilaku keuangan karyawan swasta di Surabaya. Jurnal Finesta Volume 2 No. 2 Universitas Petra Surabaya

Appiah, K., Osei, C., Selassie, H., & Osabutey, E. (2019). Peran Pemerintah dan Daya saing Internasional UKM : Bukti dari Ghana.

Ari, D.P.S. (2013). Pengaruh Technology Acceptance Model dan Pengembangannya dalam Perilaku Menggunakan Core Banking System. Jurnal Keuangan dan Perbankan Volume 17 No. 2, Mei 2013.

Arief Wibowo. (2006). Kajian tentang Perilaku Pengguna Sistem Informasi dengan Pendekatan Technology Acceptance Model.

Arner, D.W., Barberis, J., dan Buckley R.P. (2015). The evolution of Fintech: A new post-crises paradigm. University of HongKong.

Ather, A., Patel, B., Ruparel, N.B., Diogenes, A., & Hagreaves, K.M. (2020). Coronavirus disease 19 (COVID-19):

Implications for dinical dental care. Journal of Endodontics, 46(5), 584-595

Azwar, Saifuddin. (1995). Sikap manusia Teori dan Pengukurannya. Edisi kedua. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Bagla, R.K., & Sancheti, V. (2018). Gaps in customer satisfaction with digital wallets: Challenge for sustainability. Journal of Management Development, 37(6), 442-451.

https://doi.org/10.1108/JMD-04-2017-0144

Brown, D. (2020).Can cash carry coronavirus?World Health Organization says use digital payments when possible.

USA Today. Retrieved April1, 2020, from

https://www.ustoday.com/story/money/2020/03/06/corona virus-covid-19- concerns-over-using-cash-/4973975002 Christensen dan Bower. (1995). Disruptive Technologies:

Catching the Wave, Harvard Business Review, 1995 Davis, Fred D. 1989. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use

dan User Acceptance of Information Technology. Dalam MIS Quarterly, September, Vol. 13 Issue 3 p.318-340.

Davis, F., Bagozzi, R., & Warshaw, P. (1989). Penerimaan pengguna atas teknologi computer: Perbandingan dua model teoritis, Ilmu Manajemen 35(8) 982-1003.

Ernama Santi et. al. (2016). Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Financial Technology(Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016). Diponegoro Law Journal Volume 6 No. 3 Tahun 2017.

Evy Nur Sugiarti, et. al. 2019. Peran Fintech dalam Meningkatkan Literasi Keuangan pada Usaha Mikro Kecil Menengah di Malang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang.

Fan, VY, Jamison, DT, Summers, LH (2018). Risiko Pandemi:

Seberapa besar kerugian yang diharapakan ?

Fernandes, N. (2020, April 13). Economic effect of coronavirus outbreak (COVID-19) on the world economy. SSRN.

Retrieved April 2, 2020, from

https://paper.ssrn.com/sol3/paper.cfm?Abstract_id=35575 04

Forsythe, S.M., & Shi, B. (2003). Consumer patronage and risk perceptions in internet shopping. Journal of Business Research, 56(11), 867-875. https://doi/org/10.1016/S0148-2963(01)00273-9

Goodhue D.L.dan Thompson R.L. (1995). Task-Technology Fit and Individual Performance. MIS Quarterly 19(2): 213-236.

Jogiyanto HM. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan. Penerbit:

ANDI, Yogyakarta.

Ghazali, Imam. (2006). Analisis Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Haderi, S. M. (2014). The influences of government support in accepting the information technology in public organization culture. International Journal of business and Social Science, 5(5), 118-124

Hai, L.C., & Kazmi, S.H. A. (2015). Dynamic support of government in online shopping. Asian Social Science, 11(22), 1-9. https://doi.org/10.5539/ass.v11n22p1

Hanggono, A. dkk. (2015). Analisis atas praktek TAM (Technology Acceptance Model) dalam mendukung bisnis online dengan memanaatkan jejaring sosial instagram. Jurnal Administrasi Bisnis Volume 26 No. 1 Tahun 2015.

Huang, R. (2020). WHO encourages use of contactless payments due to COVID-19. Forbes. Retrieved March 15, 2020, from https://www.forbes.com/sites/rogerhuang/2020/03/09/who -encourages-use/of-digital-payments-due-to-covid-19 Ida dan Dwinta, Chintia Yohana (2010). Pengaruh locus of

control, financial knowledge dan income terhadap financial management behavior. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Universitas Kristen Maranatha Vol 12 No 3 Irmadhani. (2012). Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi

Kemudahan Penggunaan dan Computer Self Efficacy terhadap Penggunaan Online Banking pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Volume 1 No. 3 Tahun 2012.

Irma Muzdalifa, Inayah Aulia dan Bella Gita. (2018). Peran Fintech dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif pada UMKM di Indonesia (Pendekatan Keuangan Syariah).

Jurnal Masharif al-Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya Volume 3 No. 1, 2018

Jogiyanto HM. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan. Penerbit:

ANDI, Yogyakarta

Kim, D. J., Ferrin, D. L., dan Rao, H. R. (2008). A Trust-based Consumer Decision-making Model in Electornic Commerce: The Role of Trust, Perceived Risk and Their Antecedent. Decision Support System, 44 (2), pp:544-564 Koinwork. Com. (2018). Semua yang perlu anda ketahui tentang

Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Leong, L-Y., Hew, T-S., Ooi, K.-B., & Jun, J. W. (2020).

Predicting mobile wallet resistance: A two-staged structural equation modelling-article neural network approach. International Journal of Information

Management, 51, 1-24.

https://doi.org/10.1016/j.ijinformgt.2019.102047

Lia Muhibatul Aliyah dan Nurdin. 2019. Pengaruh Layanan Keuangan Berbasis Teknologi (Fintech) terhadap Literasi Keuangan Pengguna Dago Atas, Bandung. Prosiding Manajemen Universitas Islam Bandung Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019.

Listiyanto, Leonardo. (2012). Pengaruh Motivasi dan Pengetahuan tentang Profesi Akuntansi Publik terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) pada Mahasiswa Angkatan 2008 dan 2009. Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Kajian Penelitian dan Akuntansi Indonesia Edisi 3 Volume 1 Tahun 2012

Made, N., Puspita, A., & Warmika, I. G. K. (2016). Peran persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat dan persepsi risiko terhadap niat menggunakan e-Money. E-Journal Manajemen Unund, 5(4), 2606-2634

Marria, V. (2018). What a cashless society could mean for the future. Forbes. Retrieved April 5, 2020, from https://www.forbes.com/sites/vishalmarria/2018/12/21/wh at-acashless-society-could-mean-for-the

future/#77c7528a3263

Meilisa Salim, et.al. (2014). Analisis Implementasi Program Financial Inclusion di Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan (Studi pada Pedagang Golongan Mikro, Instansi Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonedia).

Skripsi: Universitas Bina Nusantara

Muzdalifa, et.al. 2018. Peran Fintech dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif pada UMKM di Indonesia (Pendekatan Keuangan Syariah) Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Volume 3 No. 1 2018

Nazar, M.Rafki. (2008).Cognitif vs Personality terhadap niat penggunaan teknologi (Internet). Simposium Nasional Akuntansi XI, Pontianak, hal 12

Norma Yulianti dan Meliza Silvy (2013). Sikap pengelola keuangan dan perilaku perencanaan investasi keluarga di Surabaya. Journal of Business and Banking volume 3 No. 1, May 2013, Hal 57-68 Parmitasari, L. Bulutoding & Z Alwi (2020). Financial Satisfaction of

Islamic Investing: The Role of Reliosity and Financial Knowledge. Procedings of the 19 th Annual International Conference on Islamic Studies, AICIS 2019, 1-4

Pavlou, P.A. (2003). Consumer acceptance of electornic commerce: integrating trust and risk with the technology acceptance model”. International Journal of Electronic Commerce, Vol 7 No. 3, pp. 101-134. Perspectives on

Pavlou, P.A. (2003). Consumer acceptance of electornic commerce: integrating trust and risk with the technology acceptance model”. International Journal of Electronic Commerce, Vol 7 No. 3, pp. 101-134. Perspectives on

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 55-0)

Dokumen terkait