• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari hasil peneliti mengenai ” Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Pada Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014”. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 40 ibu primigravida.

1. Analisis Univariat

Analisis univariat yaitu menganalisis tiap – tiap variabel penelitian yang ada secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi. variabel yang dianalisis secara univariat dalam penelitian ini adalah karakteristik responden berdasarkan umur, variabel tingkat kecemasan untuk mengetahui tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Dan variabel umur dan pekerjaan ibu dalam menghadapi persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014.

Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Ibu Primigravida pada Trimester III dalam Menghadapi Persalinan berdasarkan usia di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor

Tahun 2014

Usia (tahun) Frekuensi Presentase (%)

Highrisk < 20 tahun dan > 35 tahun

1 2,5 %

Lowrisk 20 – 35 tahun 39 97,5 %

Berdasarkan table 5.1 hasil menunjukkan bahwa dari 40 ibu primigravida yang menjadi responden di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014 didapatkan karakteristik responden berdasarkan usia didapatkan Highrisk < 20 tahun dan > 35 tahun sebanyak 1 orang (2,5%), responden usia Lowrisk 20 – 35 tahun sebanyak 39 orang (97,5%).

Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Ibu Primigravida pada Trimester III dalam Menghadapi Persalinan berdasarkan pekerjaan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan

Johor Tahun 2014

Pekerjaan Frekuensi Presentase

Tidak bekerja 26 65 %

Bekerja 14 35 %

Total 40 100 %

Berdasarkan tabel 5.2 hasil menunjukkan bahwa dari 40 ibu primigravida yang menjadi responden di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014 didapatkan karakteristik responden berdasarkan pekerjaan yaitu didapatkan yang tidak bekerja 26 orang (65%), dan yang bekerja 14 orang (35%).

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Ibu Primigravida pada Trimester III dalam Menghadapi Persalinan berdasarkan tingkat kecemasan di Klinik Sumiariani Kecamatan

Medan Johor Tahun 2014

Tingkat Kecemasan Frekuensi Persentasi (%)

Tidak Ada Kecemasan 19 47,5 %

Kecemasan Ringan 5 12,5 %

Kecemasan Sedang 12 30 %

Kecemasan Berat 4 10 %

Total 40 100 %

Berdasarkan tabel 5.3 hasil menunjukkan bahwa dari 40 ibu primigravida yang menjadi responden di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014 didapatkan responden berdasarkan tingkat kecemasan yaitu sebanyak 19 responden

(47,5%) dengan tidak ada kecemasan, sebanyak 5 responden (12,5%) dengan tingkat kecemasan ringan, sebanyak 12 responden (30%) dengan tingkat kecemasan sedang, sebanyak 4 responden (10%) dengan tingkat kecemasan berat.

2. Analisis Bivariat

Analisis data yang digunakan adalah chi – square yaitu digunakan untuk mencari ada atau tidaknya hubungan antara Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Pada Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014.

a. Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Pada Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014

Pada awalnya data yang diperoleh berbentuk tabel 4 x 2, namun karena tidak memenuhi syarat uji chi-square yaitu masih ada sel yang mempunyai nilai expected kurang dari lima. Maka dilakukan penggabungan sel untuk kembali di uji dengan uji chi-square. Peneliti memutuskan untuk menggabung kelompok tingkat kecemasan, menjadi tidak cemas sebanyak 1 orang dan cemas sebanyak 39 orang. Dengan begitu di dapatkan data tabel 2 x 2 lalu diuji kembali dengan uji chi-square. Data tersebut layak di uji dengan uji chi - square karena tidak ada nilai expected yang kurang dari lima.

Tabel 5.4

Hubungan Umur dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Pada Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan

Johor Tahun 2014 Umur Tingkat Kecemasan Total Uji statistik Tidak Cemas Cemas

f % f % f % Highrisk < 20 tahun dan > 35 tahun 1 5,3 % 0 0 % 1 2,5 % X² hitung = 0,475 p = 0,475 Lowrisk 20 – 35 tahun 18 94,7 % 21 100 % 39 100 % Total 19 100 % 21 100 % 40 100 %

Berdasarkan tabel 5.4 hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 orang ibu primigravida yang menjadi responden sebanyak 1 orang ibu primigravida berdasarkan umur Highrisk < 20 tahun dan > 35 tahun, 1 orang (53,3 %), mengalami tidak cemas. Sebanyak 39 ibu primigravida umur Lowrisk 20 – 35 tahun, 18 orang (94,7 %) mengalami tidak cemas, dan 21 orang (100 %), mengalami kecemasan.

Hasil analisa Chi-Square pada tabel kontigensi 2x2 dengan derajat kebebasan (df) = 1 dan tingkat signifikan (ɑ) sebesar 0,05 didapatkan nilai Chi-Square hitung sebesar 0,475. Dan nilai Chi-Square tabel adalah 3,841.

Pada analisa Chi-Square Ho ditolak jika Chi-Square hitung > Chi-Square tabel, atau p-value (signifikansi) < ɑ. Berdasarkan hasil perhitungan yang di peroleh Chi-Square hitung (0,475) < Chi-Square tabel (3,841) dan p-value (0,475) > ɑ (0,05). Dari pernyataan di atas bisa di ambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan

antara umur dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014.

Tabel 5.5

Hubungan Pekerjaan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Pada Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan

Medan Johor Tahun 2014

Pekerjaan Tingkat Kecemasan Total Uji statistic X² hitung = 0,573 p = 0,318 Tidak Cemas Cemas

f % f % f %

Tidak Bekerja 11 57,9 % 15 71,4 % 26 65 %

Bekerja 8 42,1 % 6 28,6 % 14 35 %

Total 19 100 % 21 100 % 40 100 %

Berdasarkan tabel 5.4 hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 orang ibu primogravida yang menjadi responden sebanyak 26 orang ibu primigravida berdasarkan pekerjaan adalah 11 orang (57,9%), yang tidak bekerja, sedangkan 15 orang (71,4%) yang bekerja. Sebanyak 14 orang berdasarkan pekerjaan adalah 8 orang (42,1%) yang tidak bekerja, sedangkan 6 orang (28,6%) yang bekerja.

Hasil analisa Chi-Square pada tabel kontigensi 2x2 dengan derajat kebebasan (df) = 1 dan tingkat signifikan (ɑ) sebesar 0,05 didapatkan nilai Chi-Square hitung sebesar 0,573. Dan nilai Chi-Square tabel adalah 3,841.

Pada analisa Chi-Square Ho ditolak jika Chi-Square hitung > Chi-Square tabel, atau p-value (signifikansi) < ɑ. Berdasarkan hasil perhitungan yang di peroleh Chi-Square hitung (0,573) < Chi-Square tabel (3,841) dan p-value (0,318) > ɑ (0,05). Dari pernyataan di atas bisa di ambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan

antara pekerjaan dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014.

B. Pembahasan

1. Karakteristik berdasarkan usia

Dari hasil menunjukkan bahwa dari 40 ibu primigravida yang menjadi responden di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014 didapatkan karakteristik responden berdasarkan usia didapatkan Highrisk < 20 tahun dan > 35 tahun sebanyak 1 orang (2,5%), responden usia Lowrisk 20 – 35 tahun sebanyak 39 orang (97,5%).

Usia yang cukup dalam mengawali atau memasuki masa perkawinan dan kehamilan akan membantu seseorang dalam kematangan dalam menghadapi persoalan atau masalah. Menurut teori Wawan dan Dewi (2010), dan bertambahnya umur seseorang maka akan terjadi perubahan pada fisik dan psikologis (mental).

Karakteristik pada ibu hamil berdasarkan usia sangat berpengaruh terhadap perhatian dalam proses persalinan, dimana semakin muda usia ibu maka semakin kurang perhatian serta pengalaman yang dimiliki ibu hamil karena ketidaksiapan ibu dalam menerima sebuah kehamilan, selain itu usia yang masih muda sistem reproduksi yang belum matang, sehingga akan berisiko terjadi gangguan selama kehamilan.

Menurut Elisabeth (2010), usia adalah individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulang tahun. Sedangkan menurut Huclock (2010), semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa dipercayai dari orang yang belum tinggi

kedewasaannya, hal ini akan sebagai dari pengalaman yang banyak dan sudah mempunyai kematangan jiwa tersebut maka ibu akan berfikir secara matang dan ibu tersebut tahu bagaimana cara menghadapi kecemasan pada saat ingin bersalin yang diberikan konseling kepada dokter ataupun bidan. 2. Karakteristik berdasarkan pekerjaan

Dari hasil menunjukkan bahwa dari 40 ibu primigravida yang menjadi responden di Klinik Sumiariani Kecamatan Medan Johor Tahun 2014 didapatkan karakteristik responden berdasarkan pekerjaan yaitu didapatkan yang tidak bekerja 26 orang (65%), dan yang bekerja 14 orang (35%).

Banyak ibu-ibu bekerja mencari nafkah, baik untuk kepentingan sendiri maupun keluarga. Faktor bekerja saja nampak belum berperan sebagai timbulnya suatu masalah pada persiapan menghadapi persalinan, dimana kondisi kerja yang menonjol sebagai faktor yang mempengaruhi persiapan menghadapi persaalinan karena tersitanya waktu. Dalam penelitian ini paling banyak yaitu ibu yang tidak bekerja. Ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu soal persalinan. Pada ibu-ibu yang bekerja di luar rumah sudah membuat persiapan menghadapi persalinan meski persiapan yang dimiliki terkadang belum sesuai.

Menurut Thomas (2010), pekerjaan adalah keburukan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupan keluarga. Pekerjaan bukanlah sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan (Dewi, 2010).

3. Karakteristik berdasarkan Tingkat Kecemasan Ibu

Berdasarkan penelitian diatas menunjukkan tingkat kecemasan primigravida pada trimester III dalam menghadapi persalinan di klinik Sumiariani Kecamatan

ada kecemasan, berdasarkan dari alat ukur Hamilton Ratting Scale For Anxiety (HRS-A) nilai < 14 adalah tidak ada kecemasan yang disebabkan karena ibu bisa mengatasi kecemasannya dalam menghadapi persalinan. Dengan ibu sering berkonsultasi ke dokter atau ke bidan selama kehamilannya. Tingkat kecemasan sedang yaitu 12 responden (30%), berdasarkan dari alat ukur Hamilton Ratting Scale For Anxiety nilai 21-27 adalah kecemasan sedang yang disebabkan karena ibu belum pernah mendapatkan pengalaman tentang persalinan, dan ibu terlalu berfikir bahwa persalinan adalah hal yang mengerikan, hal tersebut terarah pada gejala perasaan cemas, ketegangan, ketakutan, dan gejala autonom. Tingkat kecemasan ringan yaitu 5 reponden (12,5%), berdasarkan dari alat ukur Hamilton Ratting Scale For Anxiety nilai 14-20 adalah kecemasan ringan, hal ini disebabkan karena ibu sudah memahami tentang persalinan dan menganggap bahwa persalinan itu adalah hal yang normal yang dialami oleh seorang wanita. Kecemasan ini hanya disebabkan karena ibu belum pernah mendapatkan pengalaman tentang persalinan, hal tersebut lebih terarah pada gejala perasaan cemas dan ketegangan. Tingkat kecemasan berat 4 responden (10%), berdasarkan dari alat ukur Hamilton Rating Scale For Anxiety nilai 28-41 adalah kecemasan berat, kecemasan ini hampir sama dengan kecemasan sedang tetapi kecemasan berat ini lebih pada keadaan psikis dan tingkah laku ibu hamil, kecemasan berat terarah pada gejala perasaan cemas, ketegangan, ketakutan, gejala autonom dan tingkah laku.

Kecemasan adalah perasaan yang tidak jelas tentang keprihatinan dan khawatir karena ancaman pada sistem nilai atau pola keamanan seseorang individumungkin dapat mengidentifikasi situasi (misal, persalinan), tetapi pada

kenyataannya yag terlibat di dalam situasi. Situasi tersebut adalah sumber dari ancaman, tapi bukan ancaman itu sendiri (Carpenito, 2007).

Permasalahan yang muncul cerita-cerita negatif seputar persalinan merupakan hal yang sangat dicemaskan oleh ibu hamil di trimester III sehingga akan berpengaruh pada psikologis ibu yang ditandai dengan sukar bekonsentrasi (Maimunah, 2011).

Cara mengatasi kecemasan adalah menghindari cerita yang mengerikan tentang persalinan, belajar untuk rileks, meditasi, bernafas dalam-dalam, yoga, dan mengendalikan khayalan, beri dukungan dan pendampingan saat persalinan karena kehadiran mereka membuat kuat dan lebih percaya diri.

4. Hubungan antara umur dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 orang ibu primogravida yang menjadi responden sebanyak 1 orang ibu primigravida berdasarkan umur Highrisk < 20 tahun dan > 35 tahun, 1 orang (53,3 %), mengalami tidak cemas. Sebanyak 39 ibu primigravida umur Lowrisk 20 – 35 tahun, 18 orang (94,7 %) mengalami tidak cemas, dan 21 orang (100 %), mengalami kecemasan.

Seorang ibu hamil diharapkan memiliki umur yang baik secara fisik maupun psikologis telah siap dalam menghadapi persalinan sehingga tidak mengalami kecemasan. Penelitian membuktikn bahwa presentase umur ibu diketahui sebagian kecil ibu hamil yang mengalami tidak cemas tergolong yaitu sebanyak 5,3 %. Dan pada ibu hamil yang mengalami tidak cemas tergolong lowrisk sebanyak 94,7 % dan yang cemas tergolong lowrisk 100 %. Jadi pada penelitian dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan.

Hasil peneliti tersebut dapat menunjukkan bahwa umur banyak mempengaruhi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Ternyata penelitian ini tidak semuanya sama dengan teori yang ada. Hal ini kemungkinan disebabkan karena distribusi sampel yang kurang meratadimana jumlah ibu tergolong highrisk lebih sedikit daripada ibu yang tergolong lowrisk yaitu 53.3 % atau karena kurangnya informasi bagi ibu hamil mengenal usia resiko tinggi untuk kehamilan dan persalinan.

5. Hubungan antara pekerjaan dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 orang ibu primigravida yang menjadi responden sebanyak 26 orang ibu primigravida berdasarkan pekerjaan adalah 11 orang (57,9%), yang tidak bekerja, sedangkan 15 orang (71,4%) yang bekerja. Sebanyak 14 orang berdasarkan pekerjaan adalah 8 orang (42,1%) yang tidak bekerja, sedangkan 6 orang (28,6%) yang bekerja. Pada penelitian ini, tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan.

Hasil penelitian tersebut dapat menunjukkan bahwa pekerjaan tidak banyak mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi persalinan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena ibu hamil yang bekerja maupun tidak bekerja sama-sama mempunyai adaptasi yang baik terhadap perubahan yang terjadi selama kehamilan, sehingga perubahan tersebut tidak terlalu mempengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu dalam menghadapi persalinan, kemungkinan disukung oleh factor social ekonomi keluarga yang cukup sehingga status kesehatan ibu terjamin. Ibu hamil senantiasa memeriksakan kehamilannya secara

rutin, merencanakan persalinan di tenaga kesehatan dan melakukan persiapan lainnya dengan baik.

C. Keterbatasan Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti merasakan masih banyak keterbatasan yang dihadapi dalam melaksanakan penelitian, hingga penyajian hasil. Hal ini disebabkan keterbatasan serta kemampuan yang dimiliki. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini tentang pada saat pengisian kuesioner responden kurang memahami bahasa khususnya bahasa ilmiah dalam kesehatan yang digunakan dalam kuesioner, sehingga berpengaruh pada jawaban tentang kecemasan.

D. Implikasi penelitian

Di dalam penelitin ini menjadi saran bagi para mahasiswa yang meneliti tentang tingkat kecemasan untuk dapat lebih meningkatkan dalam melakukan penelitian khususnya di dalam kasus tingkat kecemasan.

Dokumen terkait