• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Pembahasan

Desain deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi mahasiswa DIII Keperawatan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas keperawatan USU dimana responden pada penelitian ini berjumlah 192 orang.

Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil tentang karakteristik responden yaitu usia minimum 19 tahun dan usia maksimum 25 tahun, dengan rata-rata usia responden adalah 20,8 tahun. Dimana usia 19-25 tahun tersebut masih tergolong masa dewasa dini, masa dewasa dini merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru (Hurlock, 2004). Dapat kita lihat para mahasiswa menunjukkan harapan mereka melalui motivasi melanjutkan pendidikan.

Hasil penelitian ini, mayoritas mahasiswa memiliki motivasi yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat sarjana keperawatan yaitu sebanyak 169 orang (88,02%). Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Mc. Donald (Sutikno, 2008) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, baik yang bersumber dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri (motivasi intrinsik) maupun pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain (motivasi ekstrinsik). Seperti yang dijelaskan Purwanto (2004, dalam Achmad, 2007), apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasinya. Ini berarti, apa pun tindakan

yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia melakukan tindakannya itu. Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu ada motivasinya. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ada keinginan di dalam dirinya yang mendorongnya untuk bertindak mencapai keberhasilan dalam hidupnya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Achmad (2007) yang mengemukakan bahwa motivasi intrinsik, yaitu motivasi internal yang timbul dari dalam diri pribadi seseorang itu sendiri, seperti sistem nilai yang dianut, harapan, minat, cita-cita, dan aspek lain yang secara internal melekat pada seseorang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa motivasi intrinsik mahasiswa adalah mayoritastinggi yaitu 170 orang responden (88,54%).

Berdasarkan sub variabel motivasi intrinsik mayoritas tinggi yaitu nilai 94,79%, cita-cita 93,22%, harapan 96,87%, Minat 91,66% dan yang paling tinggi adalah harapan yaitu 186 orang (96,87%). Harapan adalah melihat kedepan dengan kepercayaan diri. Ketika ada harapan, maka ada kehidupan (Werdiyanto, 2007). Harapan yang dibuat oleh hati adalah impian , sedangkan harapan yang dibuat oleh pikiran adalah rencana, seseorang tidak mungkin melihat jalan menuju yang baik, bila hati kosong dari harapan. Harapan yang tinggi adalah pembentuk kesungguhan hati untuk menggunakan semua kekuatan dari keberadaan kita untuk mencapai yang tertinggi dari yang mungkin kita capai. Berdasarkan penelitian responden berharap dengan melanjutkan pendidikannya ke tingkat sarjana keperawatan di Fakultas keperawatan USU dapat meningkatkan pengetahuan dan

ketrampilannya lebih dari yang mereka terima sewaktu duduk di DIII keperawatan.

Responden lebih menaruh harapan mereka untuk dapat menimba ilmu di Fakultas Keperawatan USU. Bila kita tinjau masih banyak instansi swasta yang menyediakan program sarjana keperawatan yang lebih praktis untuk kalangan mahasiswa dan pekerja seperti hanya mengikuti perkuliahan hanya 2-3 hari dalam seminggu, uang kuliah relatif lebih murah dimana hal tersebut sangat jauh berbeda dengan Fakultas Keperawatan USU yang menganut sistem 5 hari belajar aktif, jadwal kuliah yang padat, tugas-tugas yang banyak serta pemberian nilai yang ketat, walaupun ada rintangan-rintangan tersebut tetapi motivasi calon peserta didik untuk masuk ke Fakultas Keperawatan USU tetap tinggi. Daya tarik ini mungkin dapat kita lihat dari visi Fakultas Keperawatan USU yaitu menjadikan pusat pendidikan keperawatan yang terbaik di wilayah Regional Sumatera dan menghasilkan lulusan kerja yang siap pakai dengan kompetensi global.

Dilihat dari sub variabel intrinsik lainnya, minat juga mempunyai persentase yang cukup tinggi yaitu 176 orang (91,66%). Menurut Windradini (dalam Bambang, 2009), “suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan”. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. Dari persentase tersebut kita dapat mendefenisikan bahwa responden memiliki minat yang cukup tinggi untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Keperawatan USU dimana satu-satunya Universitas negeri di Sumatera utara yang membuka program Ekstensi untuk

perawat yang berlatar belakang pendidikan DIII, sehingga nilai jual untuk mencari pekerjaan terbuka lebar. Hal ini dapat kita lihat dua tahun terakhir ini dimana banyak lulusan sarjana keperawatan USU khususnya program Ekstensi maupun yang sedang menjalani studi sarjana keperawatan khususnya program Ekstensi yang lulus CPNS yaitu angkatan 2007 sebanyak 15 orang dan angkatan 2008 sebanyak 13 orang.

Berdasarkan penelitian ini responden berminat untuk menjadi perawat profesional dan menjadi tenaga pengajar di Akper jika mereka lulus nanti. Minat merupakan suatu perhatian khusus terhadap suatu hal yang tercipta dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungannya. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.

Hasil penelitian dilihat dari sub variabel ekstrinsik didapatkan bahwa reward adalah yang paling tinggi 183 orang (95,31%). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa ganjaran adalah hadiah (sebagai pembalas jasa), dan balasan. Hadiah dapat juga dikatakan sebagai pendorong yang bersifat ekstrinsik bagi usaha manusia, motivasi karena hadiah terhadap suatu pekerjaan atau prestasi akan menarik bagi seseorang.

Unsur yang paling rendah dalam sub variabel motivasi ekstrinsik adalah lingkungan yaitu sebanyak 163 orang (84,89%). Menurut UU RI No.4 Tahun 1982 & UU RI No. 23 Tahun 1997 Tentang Lingkungan Hidup, lingkungan didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang

mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Dalam penelitian ini juga dikatakan bahwa orang tua, dosen dan teman juga mempengaruhi keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan sebagai kesatuan ruang yang tidak dapat dipisahkan.

Dokumen terkait