• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 Hasil Penelitian dan Pembahasan

5.2 Pembahasan

Karakteristik responden dalam penelitian ini mencakup usia, pendidikan, pekerjaan dan jumlah anak. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah terbanyak responden berada pada rentang usia 27–29 tahun sebanyak 19 orang (29,7%), berpendidikan SMA sebanyak 32 orang (50%), pekerjaan sebagai pemulung

sebanyak 27 orang (42,2%) dan jumlah anak dua orang sebanyak 21 orang (32,8%).

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa responden memiliki pengetahuan cukup tentang imunisasi ulangan kepada anak usia sekolah yaitu sebanyak 46 orang (71,9%). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Amir (2004) di Lingkungan VIII Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas yang berjudul “pengetahuan dan sikap ibu primipara mengenai pemberian imunisasi pada balitanya” secara deskriptif didapatkan karakteristik demografi responden mayoritas usia ibu 20-23 tahun (37,04%), pendidikan SMU (70,37%) dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (85,18%) dengan hasil analisa data bahwa mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik (40,7%). Demikian juga, Surbakti (2007) melakukan penelitian di Lingkungan VII Kelurahan Simpang Selayang Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan yang berjudul “pengetahuan ibu tentang cakupan imunisasi polio pada bayi” dengan karakteristik demografi responden usia mayoritas 25-29 tahun (35,5%), pendidikan SMA (58,1%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (77,4%) dan kesimpulannya adalah pengetahuan ibu mayoritas baik (83,9%). Kedua penelitian di atas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi secara umum adalah baik, sedangkan jika digali lebih dalam tentang imunisasi khususnya imunisasi ulangan maka hasil yang peneliti dapatkan adalah bahwa tingkat pengetahuan ibu adalah cukup. Hal ini bisa disebabkan kurangnya informasi yang didapatkan ibu tentang topik imunisasi ulangan atau bisa juga karena ibu tidak tahu pentingnya imunisasi ulangan bagi anaknya.

Seperti yang terjadi di Lingkungan IX Kelurahan Sunggal, jawaban responden melalui kuesioner yang berisi 10 pertanyaan tentang pengertian, jenis-jenis, jadwal dan efek samping imunisasi ulangan kepada anak usia sekolah, pada pertanyaan no.1 dan no.2 yang berkaitan dengan pengertian imunisasi ulangan kebanyakan responden menjawab salah 25% dan 26,6%. Pada pertanyaan no.1 tentang pemberian imunisasi yang diberikan setelah imunisasi dasar lengkap dan pertanyaan no.2 tentang revaksinasi setelah mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang diberikan pada waktu tertentu atau saat ada wabah, responden yang jawabannya salah menjawab imunisasi tambahan. Mungkin dikarenakan masyarakat lebih sering mendengar istilah imunisasi tambahan daripada imunisasi ulangan sehingga pada pertanyaan no.1 dan no.2 ada yang menjawab imunisasi tambahan.

Sedangkan untuk pertanyaan berikutnya, dimana sebanyak 100% responden menjawab “benar” pertanyaan no.7 dan 96,9% responden menjawab “benar” yang kedua pertanyaan tersebut berkaitan dengan jadwal pemberian imunisasi ulangan, kemudian sebanyak 92,2% responden menjawab benar pertanyaan no.10, sebanyak 85,9% responden menjawab “benar” pertanyaan no.8

dan 84,4% responden menjawab “benar” pertanyaan no.9 yang ketiganya

berkaitan dengan efek samping imunisasi ulangan. Hal ini menunjukkan untuk ketiga indikator lainnya, jawaban responden mayoritas baik karena banyak faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2010). Tingkat pengetahuan ibu yang cukup tentang imunisasi ulangan kepada anak usia sekolah di Lingkungan IX Kelurahan Sunggal ini dikarenakan tingkat pendidikan yang

lebih banyak SMA sesuai dengan teori bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi juga tingkat pengetahuannya.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Hasil penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu cukup tentang imunisasi ulangan sebanyak 71,9% (46 orang), baik sebanyak 6,3% (4 orang) dan kurang sebanyak 21,9% (14 orang). Kriteria untuk menentukan tingkat pengetahuan ibu dinilai dari skor kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan tentang pengertian, jenis-jenis, jadwal dan efek samping imunisasi ulangan. Dimana pada pertanyaan no.7 sebanyak 64 orang (100%) menjawab benar tentang jadwal pertama kali biasanya diberikan imunisasi ulangan. Dan sebanyak 17 orang (26,6%) menjawab salah pertanyaan no.2 tentang pengertian imunisasi ulangan. Dengan karakteristik demografi terdiri dari usia mayoritas 27-29 tahun sebanyak 19 orang (29,7%), pendidikan mayoritas SMA sebanyak 32 orang (50%), pekerjaan mayoritas pemulung sebanyak 27 orang (42,2%) dan jumlah anak mayoritas dua orang sebanyak 21 orang (32,8%).

Dari hasil tersebut, tingkat pengetahuan cukup karena didukung tingkat pendidikan responden yang mayoritas adalah SMA (50%).

6.2 Saran

a. Bagi praktek keperawatan

Dari penelitian sebelumnya, diperoleh hasil bahwa pengetahuan ibu tentang imunisasi secara umum adalah baik, sedangkan dalam penelitian ini tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi ulangan adalah cukup. Diharapkan bagi

perawat agar dapat lebih mensosialisasikan tentang imunisasi ulangan lewat program Posyandu, kunjungan langsung ke masyarakat atau penyuluhan di Puskesmas agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan lebih jelas. b. Bagi pendidikan keperawatan

Pengetahuan tentang imunisasi ulangan perlu disosialisasikan lebih dalam lagi kepada mahasiswa untuk menambah wawasan sehingga saat terjun ke masyarakat, mahasiswa memiliki bekal yang kuat tentang topik tersebut. Juga perlunya dijalin kerjasama yang baik dengan antara pihak universitas dengan puskesmas-puskesmas selama mahasiswa terjun ke masyarakat dalam meningkatkan promosi kesehatan tentang imunisasi ulangan pada saat mahasiswa melakukan penyuluhan agar masyarakat tahu lebih banyak dan dapat memberikan imunisasi ulangan kepada anaknya sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. c. Bagi peneliti selanjutnya

Dalam penyusunan skripsi ini terdapat beberapa kekurangan yang menjadi keterbatasan peneliti selama melakukan penelitian. Dalam penyusunan skripsi ini, sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah sebanyak 64 orang tanpa diketahui status imunisasi ulangannya. Seharusnya, peneliti harus mendata terlebih dahulu status imunisasi ulangan anak sehingga sampel tersebut menjadi lebih representative. Setelah didata ulang oleh peneliti, didapatkan hasil bahwa ibu yang anaknya telah mendapat imunisasi ulangan sebanyak 19 orang (29,69%) dan yang belum mendapat imunisasi ulangan sebanyak 45 orang (70,31%), kemudian pada pertanyaan kuesioner no.9, seharusnya ditujukan bagi ibu yang anaknya telah mendapatkan imunisasi ulangan. Padahal dalam penelitian ini tidak

diteliti terlebih dahulu status imunisasi ulangan anak. Oleh sebab itu, peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar dapat lebih menyempurnakan penelitian ini sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Amir, Nur Hidayah. (2004). Skripsi. Pengetahuan dan Sikap Ibu Primipara Mengenai Pemberian Imunisasi pada Balitanya di Lingkungan VIII Kel.

Harjosari I Kec. Medan Amplas. USU: Medan.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik

(Edisi Revisi 2010). Jakarta: Rineka Cipta.

Danim, Sudarwan. (2003). Riset Keperawatan: Sejarah dan Metodologi. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. Aziz Alimul. (2011). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik

Analisis Data (Edisi 1). Jakarta: Salemba Medika.

Lisnawati, Lilis. (2011). Generasi Sehat melalui Imunisasi. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Machfoedz, Ircham. (2005). Teknik Membuat Alat Ukur Penelitian Bidang

Kesehatan, Keperawatan, dan Kebidanan. Yogyakarta: Penerbit Fitramaya.

Maryunani, Anik. (2010). Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nursalam, Rekawati S., Sri U. (2006) . Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak

(untuk Perawat dan Bidan). Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu

Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Polit&Hungler. (1995). Nursing Research: Principles and Methods. Philadelphia: Lippincot.

Prasetyawati, Arsita Eka. (2011). Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk Kebidanan

Ranuh, dkk. (2008). Pedoman Imunisasi di Indonesia (Edisi 3). Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudjana. (2005). Metoda Statistika (Edisi 6). Bandung: Tarsito.

Supartini, Yupi. (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.

Surbakti, Bertha. (2007). Skripsi. Pengetahuan Ibu tentang Cakupan Imunisasi Polio pada Bayi di Lingkungan VII Kelurahan Simpang Selayang Wilayah

Kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan. USU: Medan.

Hadinegoro, Sri Rezeki S. (2010). Mengapa Imunisasi Harus Diulang?. Dalam http://health.kompas.com/read/2010/11/01/12324224/Mengapa.Imunisasi. Harus.Diulang.

Julianto, Irwan. (2011). Imunisasi Tak Lengkap Dapat Timbulkan Wabah. Dalam http://health.kompas.com/read/2011/10/19/03031847/Imunisasi.Tak.Lengkap. Dapat.Timbulkan.Wabah.

Sundoro, Julitasari. (2011). BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah): Anak

Terlindung dari Penyakit Campak, Difteri dan Tetanus. Dalam

http://www.bumn.go.id/biofarma/kontribusi/bias-bulan-imunisasi-anak-sekolah-anak-terlindung-dari-penyakit-campak-difteri-dan-tetanus/

Informed Consent

Saya adalah mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi ulangan kepada anak usia sekolah.

Saya mengharapkan kesediaan Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dimana penelitian ini tidak akan memberi dampak yang membahayakan. Jika Anda bersedia menjadi peserta penelitian ini, silahkan Anda menandatangani formulir persetujuan di bawah ini. Terima kasih atas perhatian dan partisipasi yang Anda berikan.

Partisipasi Anda dalam penelitian ini bersifat bebas, Anda dipersilahkan memilih untuk bersedia menjadi peserta penelitian atau menolak dan mengundurkan diri tanpa ada sanksi apa pun.

Medan, Desember 2012

Peneliti, Responden,

KUESIONER

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Ulangan

kepada Anak Usia Sekolah di Lingkungan IX Kelurahan Sunggal A. Petunjuk Pengisian Kuesioner.

1. Bacalah pertanyaan-pertanyaan berikut dan jawab semua pertanyaan yang ada dengan baik kemudian pilih salah satu jawaban yang benar dengan benar dengan memberi silang (X) pada kolom yang dipilih. 2. Jika saudara ingin memperbaiki jawaban, coret yang salah dengan

memberi tanda (=) dan ganti jawaban yang benar. B. Data Responden. No. responden : Umur : Pendidikan : Pekerjaan : Jumlah Anak :

C. Pengetahuan Tentang Imunisasi Ulangan. I. Pengertian

1. Pemberian imunisasi apa yang diberikan setelah imunisasi dasar lengkap?

a. Imunisasi wajib. c. Imunisasi ulangan. b. Imunisasi tambahan.

2. Revaksinasi setelah mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang diberikan pada waktu-waktu tertentu atau juga diberikan bila terdapat suatu wabah yang berjangkit atau bila terdapat kontak dengan penyakit tertentu termasuk imunisasi apa?

a. Imunisasi lanjutan. b. Imunisasi ulangan. c. Imunisasi tambahan.

3. Imunisasi apakah yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara cepat?

a. Imunisasi dasar. b. Imunisasi tambahan. c. Imunisasi ulangan. II. Jenis-jenis

4. Apakah salah satu jenis imunisasi ulangan yang ibu ketahui? a. Campak. b. Hepatitis B.

b. BCG.

5. Di bawah ini merupakan jenis imunisasi ulangan, kecuali:

a. Campak. b. Polio.

b. BCG. III. Jadwal Pemberian

6. Kapan biasanya pertama kali imunisasi ulangan diberikan jika sesuai dengan program pemerintah?

a. Kelas 1 SD c. Kelas 6 SD. b. Kelas 3 SD.

7. Imunisasi ulangan yang terakhir diberikan pada anak usia sekolah adalah imunisasi TT (Tetanus Toxoid), kapan imunisasi tersebut diberikan?

a. Kelas 1 SD. c. Kelas 6 SD. b. Kelas 3 SD.

IV. Efek Samping

8. Apakah efek samping dari pemberian imunisasi ulangan campak?

a. Demam. b. Gatal-gatal. c. Kelumpuhan.

9. Bagaimanakah cara ibu mengatasi efek samping yang terjadi setelah pemberian imunisasi ulangan?

a. Membawa ke petugas kesehatan terdekat. b. Didiamkan saja karena akan hilang sendiri. c. Membeli obat sendiri di warung terdekat.

10. Apakah gejala yang biasa terjadi setelah pemberian vaksin DT? a. Demam ringan dan gelisah.

b. Batuk. c. Kelumpuhan.

Daftar Riwayat Hidup

Nama : Krissan Melita Tambunan

Tempat Tanggal Lahir : Pekanbaru, 12 Mei 1985 Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Kawin

Agama : Protestan

Alamat : Rumah Dinas Pendeta HKBP Tapian Nauli Jl. Pasar 1, Lingkungan IX, Kelurahan Sunggal

Riwayat Pendidikan: 1. SD Santa Maria Pekanbaru 2. SMP Santa Maria Pekanbaru 3. SMUN 1 Pekanbaru

4. Akademi Perawat Gleneagles Medan Pengalaman kerja:

1. RS Gleneagles Medan (Perawat Pelaksana Lt.7 East), September 2006-Maret 2007

2. RS Awal Bros Batam (Perawat Pelaksana ICU), Juli 2007-Oktober 2007 3. RS Santa Maria Pekanbaru (Perawat Pelaksana Ruang VIP Lt.6), Januari

Dokumen terkait