BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2 Pembahasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil penderita lesi jinak dan ganas pada tiroid berdasarkan diagnosa histopatologi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik pada tahun 2010-2012. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2013, dan didapatkan sejumlah 177 penderita neoplasma tiroid, yang terdiri dari neoplasma jinak (90 kasus, 50,8%) dan neoplasma ganas (87 kasus, 49,2%) (tabel 5.3).
Jumlah penderita perempuan (145 kasus, 81,9%) lebih banyak daripada laki-laki (32 kasus, 18,1%) (tabel 5,1). Dengan perbandingan antara perempuan dengan laki-laki adalah 4,5 : 1. Hasil penelitian ini tidak berbeda jauh dengan penelitian sebelumnya. American Cancer Society (ACS) pada 2004 memperkirakan di antara 22.500 penderita kanker tiroid yang ditemukan di Amerika Serikat, didapatkan perbandingan antara perempuan dengan laki-laki adalah 3 : 1. Dan insidensi kanker tiroid didapatkan sekitar 1,7% di antara kanker pada perempuan, dan hanya 0,5% dari semua jenis kanker yang terdapat pada laki-laki. American Cancer Society (ACS) (2013) juga memperkirakan secara statistik bahwa di antara semua nodul tiroid akan terdapat 60.220 kasus baru kanker tiroid, 45.310 kasus pada wanita dan 14.910 kasus pada laki-laki. Menurut data dari Cancer Statistic Registration England (2010), dijumpai 2.654 kasus kanker tiroid di Inggris, yaitu 1.906 kasus pada perempuan (72%) dan 748 kasus pada laki-laki (28%). Berdasarkan data Australian Institute of Health (2009) terdapat 2.039 penderita kanker tiroid, dan 1.536 kasus di antaranya terdapat pada perempuan sedangkan 503 kasus terdapat pada laki-laki. Insidensi kanker tiroid diperkirakan 13,5 kasus per 100.000 populasi perempuan, sedangkan pada laki- laki hanya 4.5 kasus per 100.000 populasi laki-laki.
Penderita neoplasma tiroid yang terbanyak adalah pada kelompok usia 41- 50 tahun (65 kasus, 36,7%), dan yang paling sedikit terdapat pada kelompok usia di bawah 20 tahun (9 kasus, 5,1%) (tabel 5.2). Berdasarkan penelitian SEER (Surveillance, Epidemiology and End Result Program) kanker tiroid di Amerika Serikat (2006-2010)mendapatkan hasil bahwa kelompok usia yang paling banyak terdiagnosis sebagai kanker tiroid adalah 45-54 tahun (24,4%) diikuti berturut-
turut kelompok usia 35-44 tahun (19,9%), 55-64 tahun (19,6%), 20-34 tahun (15,3%), 65-74 tahun (12,0%), 75-84 tahun (5,7%) dan di bawah 20 tahun (1,8%). Sedangkan penderita kanker tiroid yang paling sedikit terdapat pada usia di atas 84 tahun (1,4%). Menurut Australian Institute of Health (2009), umur rata-rata penderita yang terdiagnosa sebagai kanker tiroid adalah 51 tahun.
Gambaran histopatologi penderita neoplasma tiroid (tabel 5.3) yang jinak yaitu adenoma (90 kasus, 50,8%) lebih banyak dibandingkan neoplasma ganas (87 kasus, 49,1%). Menurut Wong & Wheeler (2000), 4-7% populasi dewasa di Amerika Serikat yang terdiagnosa sebagai nodul tiroid, hanya 5% di antaranya yang menunjukkan keganasan (karsinoma) pada pemeriksaan histopatologi, sedangkan 95% merupakan adenoma.
Di antara neoplasma ganas (karsinoma) tiroid yang paling banyak adalah karsinoma folikuler tiroid (55,2%). Karsinoma papilari tiroid jumlah kasusnya lebih sedikit dibandingkan karsinoma folikular tiroid (33,3%). Karsinoma medulari tiroid hanya 6,9% dari semua jenis karsinoma tiroid pada penelitian ini. Dan karsinoma anaplastik (4,6%) merupakan jenis karsinoma tiroid yang paling sedikit (tabel 5.4). Menurut Maitra (2010), karsinoma papilari merupakan sub-tipe kanker tiroid yang paling sering (75-85% kasus), diikuti karsinoma folikuler (10- 20% kasus), karsinoma medulari (5% kasus), dan yang paling sedikit adalah karsinoma anaplastik (< 5% kasus).
Distribusi penderita adenoma berdasarkan jenis kelamin (tabel 5.5) lebih banyak ditemukan pada perempuan (86,7%) dibandingkan laki-laki (13,3%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan Farahati et al. (2006) di Jerman, dari 853 sampel, telah ditemukan adenoma pada 80 dari 370 perempuan (21,6%), dan 124 dari 483 laki-laki (25,7%). Menurut Qamar dan Abbas (2011), dari 80 sampel yang diteliti, dijumpai 70 kasus perempuan (87,5%) dan 10 kasus laki-laki (12,5%). Hasil yang didapat pada penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Qamar dan Abbas, namun berbeda dengan hasil penelitian Farahati et al. Perbedaan ini mungkin dikarenakan adanya perbedaan karakteristik penderita adenoma tiroid di berbagai tempat sesuai dengan kondisi lingkungannya.
Distribusi pendeita adenoma berdasarkan kelompok usia (tabel 5.6) paling banyak ditemukan pada kelompok usia 41-50 tahun (42,2%). Penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Niepomniszcze et al. (2004) di Argentina dengan membagi penderita adenoma menjadi 2 kelompok yaitu kelompok usia di bawah 41 tahun dan kelompok usia 41-80 tahun, hasil yang didapati pada penelitian tersebut adalah 67,8% kasus terdapat pada kelompok usia 41-80 tahun.
Distribusi penderita karsinoma papilari berdasarkan jenis kelamin (tabel 5.7) lebih banyak ditemukan pada perempuan (62,1%) daripada laki-laki (38,9%). Hasil penelitian ini hampir sama dengan penelitian sebelumnya. Nguyen (2002) dan Grubbs (2008), mendapatkan insidensi karsinoma papilari tiroid pada perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki dengan perbandingan 3 : 1.
Distribusi penderita karsinoma papilari berdasarkan kelompok usia (tabel 5.8) paling banyak ditemukan pada kelompok usia 41-50 tahun dan di atas 50 tahun, masing-masing sebanyak 9 kasus (31%). Menurut Nguyen (2002), insidensi terbanyak pada karsinoma papilari tiroid adalah kelompok usia 30-40 tahun, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Desai et al. (2005) di India, rata- rata usia penderita karsinoma papilari berusia 46,7 tahun. Hasil penelitian ini sedikit berbeda dengan penelitian sebelumnya, mungkin karena terdapat perbedaan karakteristik penderita adenoma tiroid di berbagai tempat sesuai dengan kondisi lingkungannya.
Distribusi penderita karsinoma folikuler berdasarkan jenis kelamin (tabel 5.9) lebih banyak ditemukan pada perempuan (89,6%) dibandingkan laki-laki (10,4%). Hasil yang didapat pada penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian lain yang dilakukan sebelumnya. Nguyen (2002) dan Grubbs (2008) di AS, frekuensi terjadinya karsinoma folikuler tiroid pada perempuan dibandingkan laki-laki adalah 3 : 1.
Distribusi penderita karsinoma folikuler berdasarkan kelompok usia (tabel 5.10) paling banyak ditemukan pada kelompok usia 41-50 tahun (35,4%). Menurut Nguyen (2002), insidensi karsinoma folikuler tiroid terbanyak terdapat pada kelompok usia 50-60 tahun, sedangkan menurut Caron & Clark (2004)
mendapatkan insidensi karsinoma folikuler tiroid terbanyak adalah kelompok usia 45-50 tahun.
Distribusi penderita karsinoma medulari tiroid berdasarkan jenis kelamin (tabel 5.11) lebih banyak ditemukan pada laki-laki (66,7%) daripada perempuan (33,3%). Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Desai et al. (2005) di India, dari 234 kasus, karsinoma medulari tiroid lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 2 : 1.
Distribusi penderita karsinoma medulari tiroid berdasarkan kelompok usia (tabel 5.12) lebih banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 50 tahun (83.3%). Penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Nguyen (2002), yang mendapatkan insidensi karsinoma medulari tiroid terbanyak terdapat pada kelompok usia 50-75 tahun.
Distribusi penderita karsinoma anaplastik tiroid berdasarkan jenis kelamin (tabel 5.13) hanya ditemukan pada perempuan (100%). Menurut Grubbs (2008), karsinoma papilari lebih banyak ditemukan pada perempuan dibanding laki-laki dengan perbandingan 3 : 1.
Distribusi penderita karsinoma anaplastik berdasarkan kelompok usia (tabel 5.14) paling banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 50 tahun. Kelompok usia pada penelitian ini lebih muda dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan Nguyen (2002), dimana insidensi karsinoma anaplastik tiroid terbanyak pada penelitian sebelumnya terdapat pada kelompok usia 70-80 tahun.
Menurut Reina et al. (2011), hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan karsinoma tiroid belum dapat ditentukan, namun didapati bahwa ketidakseimbangan reseptor estrogen alpha dan beta akan menyebabkan proliferasi sel yang akan menjadi karsinoma tiroid. Insidensi nodul tiroid tertinggi terjadi pada usia pre-menopause juga menegaskan bahwa hormon estrogen mempengaruhi terjadinya karsinoma tiroid.