• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

48

Lebih lanjut Ustadz Ridhoni menjelaskan bahwa kemampuan menulis santri TPA Baiturrahman ini sangat rendah. Namun seiring berjalannya metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung ini membawa dampak, yakni kemampuan menulis santri meningkat. Hal ini berdasarkan pendapat Ustadz Ridhoni sebagai berikut:

“La hasil dari fakta lapangan yang saya alami selama mengajar di TPQ ini itu begini, anak-anak itu sudah bisa membaca seperti huruf alif, ba>, ta> sampai ya>, tapi ketika disuruh menulis itu masih bingung, padahal sudah jelas kalau ba> itu seperti itu, tapi caranya menulis mulai darimana itu masih bingung. Nah itulah kelemahan yang harus kita perbaiki semampunya, tapi alhamdulillah disini selama berjalannya metode utsmani, akhirnya ya sedikit demi sedikit lah anak tau caranya menulis itu gimana”.15

Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ustadz Ridhoni bahwa para santri ini sebelumnya belum bisa sama sekali menulis huruf-huruf al-Quran atau huruf-huruf hijaiyah. Namun setelah mengikuti pembelajaran menulis al-Quran dengan menggunakan metode utsmani mereka sudah bisa menulis huruf-huruf hijaiyah baik secara tunggal maupun huruf yang dirangkai dengan baik. Hal ini merupakan buah dari keseriusan mereka dalam mengikuti program pembelajaran metode utsmani dengan materi menulis al-Quran.

49

berjumlah 10 orang. Dengan jumlah guru tersebut, pembelajaran metode utsmani di TPA Baiturrahman berjalan dengan baik

Untuk lebih memudahkan dalam proses mengajar, pengurus TPA Baiturrahman Desa Munggung membuat jadwal mengajar bagi para ustadz. Setiap harinya terdapat dua ustadz yang mengajar di TPA Baiturrahman Desa Munggung.

Dalam proses pembelajaran metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung, santri yang berjumlah 10 anak tadi dibagi menjadi dua kelompok. Alasannya adalah terdapat kesenjangan usia diantara para santri tersebut. pembagiannya adalah kelompok pertama diisi para santri yang berusia 10-12 tahun dan kelompok kedua adalah santri yang berusia 3-6 tahun.

Dengan dikelompokkannya para santri tersebut akan memudahkan ustadz dalam menyelenggarakan proses pembelajaran metode utsmani.

Pelaksanaan pembelajaran membaca al-Quran dengan menggunakan metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung diawali dengan santri melantunkan sholawat dan puji-pujian secara bersama-sama, hal ini dilakukan sambil menunggu kedatangan ustadz. Kemudian dilanjutkan dengan membaca asmaul husna, sholawat Thibbil Qulub, Hasby Robby, serta doa pembuka pembelajaran metode utsmani. Kemudian dilanjutkan dengan hafalan surat pendek dengan menggunakan metode sambung ayat. Baru setelah itu pembelajaran metode utsmani di laksanakan. Proses tersebut sangat berbeda dengan pembelajaran metode utsmani di tempat lain, khsusunya tempat atau lokasi yang di teliti oleh Nopita. Pada lokasi penelitian tersebut diketahui pembelajaran metode utsmani hanya diawali dengan membaca

50

atau murojaah al-Quran saja.16 Hal ini menandakan kalau ustadz di TPA baiturrahman Desa Munggung ini lebih inovatif dalam menyelenggarakan sebuah pembelajaran dengan menggunakan metode utsmani.

Pelaskanaan pembelajaran metode utsmani dilakukan dengan cara mempelajari jilid dalam metode utsmani. Sesuai dengan data diatas bahwa santri di TPA Baiturrahman dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari santri yang berusia sekitar 10-12 tahun sebanyak 5 anak dengan materi utama adalah jilid lima. Sebelum jilid lima ini tentunya mereka sudah belajar jilid pemula hingga jilid 4 yang didalamnya berisi pengenalan huruf hijaiyah hingga materi hukum bacaan dalam ilmu tajwid.

kemudian di dalam jilid lima ini santri belajar tentang fawatihussuwar dan cara mewaqofkan kalimat.17. sehingga setelah mengikuti pembelajaran jilid lima ini santri mengetahui cara membaca fawatihussuwar dan mewaqofkan kalimat dengan baik.

Hal ini berdasarkan hasil observasi yang dilakukan Peneliti ketika mengikuti kegiatan khotmil quran di TPA Baiturrahman Desa Munggung.18 Pada saat membaca al-Quran santri yang bernama Fitri, Yogi, Heni dan Sumari mampu membaca al-Quran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Kelompok kedua terdiri dari santri berusia 3-6 tahun sebanyak 5 orang. Adapun materi yang diajarkan pada kelompok ini adalah metode utsmani jilid dua. Materi utama yang disampaikan dalam jilid dua ini adalah mengenai cara melafalkan huruf hijaiyah yang berjulah 28 itu secara berharokat baik fathah,

16 Nopita, “Penerapan Metode Utsmani Pada Pembelajaran Al-Quran Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Quran”, (Tesis, UIN Raden Intan,2019) , 37.

17 Saiful Bahri, Metode Praktis Belajar Membaca Al-Quran Utsmani 5 (Blitar, Pon. Pes Nurul Iman, 2009) , 2

18 Lihat Hasil Observasi Nomor: 04/O/22-2/2023.

51

kasroh, dhommah maupun harokat tanwin.19 Setelah mengikuti pembelajaran jilid dua ini santri mampu melafalkan huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. salah satunya adalah mampu melafalkan huruf ta dan t{o serta mengetahui perbedaan diantara kedua huruf tersebut. Berdasarkan teori yang dirujuk dari buku yang diterbitkan oleh Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ) yang berjudul Buku Panduan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ), makhraj huruf ta dan t}a memang sama yaitu punggung ujung lidah mengenai pangkal gigi seri pertama atas sambil mengenai gusinya.20 kemudian dalam hal shifat huruf keduanya berbeda. Kalau huruf ta mempunyai shifat huruf hams, syiddah, istifal, dan infitah. Sedangkan huruf t}a mempunyai shifat huruf jahr, Syiddah, isti’la’, itbaq, ismat, dan qolqolah.21

Kemudian dalam proses pelaksanaannya, cara mengajar yang dipilih oleh pengajar atau ustadz di TPA Baiturrahman Desa Munggung ini adalah belajar dengan sistem individual. Artinya setiap santri dituntut untuk membaca tiap-tiap bacaan di jilid metode utsmani secara individu dan disimak secara langsung oleh ustadz yang mengajar.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan Peneliti, ditemukan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran membaca al-Quran dengan menggunakan metode utsmani ini, ustadz menggunakan menggunakan sistem drill. Menurut KH. Saiful Bahri dalam bukunya yang berjudul Buku Panduan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ), dijelaskan bahwa sistem drill adalah metode belajar yang dilakukan dengan melakukan banyak

19 Saiful Bahri, Metode Praktis Belajar Membaca Al-Quran Utsmani 2 (Blitar, Pon. Pes Nurul Iman, 2009) , 2

20 Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), Buku Panduan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ) (Blitar: Pon.Pes Nurul Iman, 2010) , 18-19.

21 Ibid.

52

latihan.22 Dengan menggunakan sistem atau metode belajar tersebut kualitas baca al-Quran santri TPA Baiturrahman Desa Munggung terus mengalami peningkatan.

Pelaksanaan metode utsmani dalam pembelajaran a-Quran di TPA Baiturrahman Desa Munggung terbukti mampu meningkatkan kualitas membaca al-Quran para santrinya. Hal ini dibuktikan dengan para santrinya yang sudah mampu menerapkan ilmu tajwid dalam melafalkan huruf hijaiyah dan membaca al-Quran. Sementara itu menurut Rois Mahfud dalam bukunya yang berjudul Pelajaran Ilmu Tajwid menjelaskan bahwa mengimplementasikan ilmu tajwid dalam membaca al-Quran hukumnya adalah fardhu ‘ain, artinya setiap orang yang membaca al-Quran harus menggunakan kaidah-kaidah ilmu tajwid dengan baik dan benar.23 Dengan peningkatan ini berarti salah satu kewajiban dalam membaca al-Quran berhasil dipenuhi oleh para santri TPA Baiturrahman Desa Munggung

2. Pelaksanaan pembelajaran metode utsmani dalam meningkatkan kualitas menulis al-Quran santri TPA Baiturrahman Desa Munggung

Metode utsmani juga memperhatikan keterampilan para santrinya dalam menulis al-Quran. Maka dari itu metode utsmani selain mengadakan pembelajaran baca al-Quran, juga mengadakan pembelajaran menulis al-Quran. Hal ini yang menjadikan metode utsmani sangat perlu diterapkan di lembaga-lembaga al-Quran.

Pelaksanaan pembelajaran menulis al-Quran dengan menggunakan metode utsmani dilakukan dengan cara santri maju satu per satu lalu dijelaskan mengenai bentuk huruf arab yang akan ditulis di papan tulis. Metode seperti ini disebut dengan metode

22 Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ), Buku Panduan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ) (Blitar: Pon. Pes Nurul Iman, 2009) , 6.

23 Rois Mahfud, Pelajaran Ilmu tajwid (Depok: PT Raja Grafindo Persada,207),1.

53

konvensional. Adapun menurut pendapat Sella Permata Sari dkk.

dalam artikelnya yang berjudul Metode Menulis Berantai Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Keterampilan Menulis Pantun Siswa. Mendefinisikan metode konfensional sebagai metode yang dilakukan dengan cara guru menjelaskan materi yang akan ditulis kepada siswa. Kemudian setelah selesai menjelaskan guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis.24 Metode tersebut diterapkan para ustadz di TPA Baiturrahman Desa Munggung dengan baik.

Pelaksanaan pembelajaran menulis al-Quran berdasarkan metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung ini, sedikit menyimpang dari buku pedoman pembelajaran menulis al-Quran metode utsmani mengenai alat dan media pembelajaran.

Berdasarkam teori yang tertulis pada bab dua menyatakan bahwa alat yang dibutuhkan dalam melaksanakan pembelajaran menulis al-Quran dengan menggunakan metode utsmani, diantaranya adalah buku tulis latihan dan pensil 2b.25 Sedangkan dalam proses pelaksanaan pembelajaran menulis al-Quran di TPA Baiturrahman Desa Munggung hanya menggunakan spidol dan papan tulis. Jadi santri diminta untuk maju persatu untuk menulis huruf dan kata-kata yang diambil dari potogan ayat al-Quran. Meskipun hanya dengan peralatan dan media sederhana, proses pelaksanaanya tetap berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tulisan santri TPA Baiturrahman Grinting setelah mengikuti pembelajaran menulis al-Quran dengan menggunakan metode utsmani, terlihat kualitasnya sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan santri usia 3-6

24 Sella Permata Sari, et al., “Metode Menulis Berantai Untuk Meningkatkan Motivasi dan Keterampilan Menulis Pantun Siswa,” BASASTRA, 8, 1 ( April 2020) , 3.

25 Saiful Bahri, Metode Praktis Menulis Huruf Arab (Blitar: Pondok Pesantren Nurul Iman, 2009) , 2.

54

tahun yang bernama Faiz sudah mampu menulis huruf t}a dengan benar, Salsa mampu menulis huruf z}a dengan benar, dan Rizki mampu menulis huruf ‘ain dengan benar. begitu juga dengan santri yang berusia sekitar 10-12 tahun yang diantaranya adalah Fitri, Heni, dan Yogi yang sudah mampu menulis kosakata yang berasal dari potongan ayat al-Quran dengan baik. Keberhasilan ini sesuai dengan tujuan dari keterampilan menulis sebagaimana yang diungkapkan Amaliyah Nur Fadhilah dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Metode Imla’ Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Arab Siswa Kelas V MI Muhammadiyah Lumajang yang diantaranya adalah mampu menulis huruf hijaiyah dengan harakat dan mampu membunyikannya serta mampu menulis huruf hijaiyah secara terpisah maupun bersambung dan mampu mengetahui perbedaan huruf hijaiyah berada di awal, tengah, maupun akhir.26

26 Amaliyah Nur Fadhilah, “Penerapan Metode Imla’ Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Arab Siswa Kelas V MI Muhammadiyah Lumajang,”

(Skripsi, UIN Malik Ibrahim, Malang, 2020) , 35.

59 BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan bina baca tulis al-Quran metode utsmani dalam meningkatkan kualitas baca tulis al-Quran santri TPA Baiturrahman Desa Munggung kecamatan Pulung, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan pembelajaran membaca al-Quran metode utsmani di TPA bauturrahman Desa Munggung menggunakan pendekatan yang terpusat pada santri, serta menggunakan metode pembelajaran dengan sistem drill atau latihan secara terus menerus. Adapun proses pembelajarannya dimulai dengan dengan lantunan sholawat atau puji-pujian, pembacaan asmaul husna, sholawat thibbil qulub, hasby robby, serta doa pembuka metode utsmani yang dipimpin oleh salah satu santri. Kemudian dilanjutkan pembelajaran metode utsmani yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diajar oleh Ustadz Ridhoni dengan jumlah santri usia 10-12 tahun sebanyak 8 santri.

Kelompok kedua diajar oleh Ustadzah Tsalitsul, dengan jumlah santri usia 3-6 tahun sebanyak 7 santri. Kelompok yang diajar Ustadz Ridhoni mempelajarai jilid 5 metode utsmani, sedangkan kelompok yang diajar Ustadzah Tsalitsul mempelajari jilid 2 metode utsmani.

Dengan adanya pembelajaran membaca al-Quran metode utsmani ini terbukti kualitas bacaan al-Quran santri TPA Baiturrahman Desa Munggung meningkat, dibuktikan dengan hasil peneliyian ketika menyimak pada saat acara khotmil qur’an. Berdasarkan hasil penelitian, santri sudah menguasai makharijul huruf dan tajwi dengan baik.

2. Pelaksanaan pembelajaran menulis a-Quran metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung dilakukan dengan menggunakan pendekatan terpusat pada guru atau ustadz, artinya ustadz dituntut aktif untuk menjelaskan setiap materi kepada santri. Serta menggunakan smetode pembelajaran dengan sistem drill atau latihan

60

terus menerus. Pembelajaran menulis al-Quran metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung dilakukan setelah proses pembelajaran membaca al-Quran metode utsmani selesai. Diwali dengan guru menyiapkan media dan alat pembelajaran, berupa spidol dan papan tulis. Kemudian santri ditata berbaris dengan santri usia paling muda berada dibarisan paling depan. Lalu setiap siswa diminta untuk menulis huruf hijaiyah. Pelaksanaan pembelajaran menulis al-Quran metode utsmani di TPA Baiturrahman Desa Munggung membuahkan hasil yakni kualitas menulis al-Quran santri TPA baiturrahman Desa Munggung mengalami peningkatan. Sebagai contoh siswa yang dulunya tidak bisa menulis huruf ba>, sekarang mereka sudah bisa menulis huruf tersebut, bahkan sebagian dari mereka sudah bisa menulis huruf hijaiyah yang bersambung.

B. Saran

Dari hasil Penelitian diatas, Peneliti memiliki saran kepada beberapa pihak, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Bagi para ustadz dan santri TPA Baiturrahman Grinting agar selalu istiqomah dalam menyelenggarakan pembelajaran membaca dan menulis al-Quran dengan menggunakan metode utsmani.

2. Bagi para peneliti yang akan datang, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian terutama yang berkaitan dengan metode utsmani

57

DAFTAR PUSTAKA

(LPQ), Lembaga Pendidikan Quran. 2010. Buku Panduan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ). Blitar: Pon.Pes Nurul Iman.

Al-Shalh, Subhi. 1991. Membahas Ilmu-Ilmu Al-Quran . Terj. Tim Pustaka Firdaus Jakarta: Pustaka Firdaus.

Bahri, Saiful. 2010. Tatacara Membaca Al-Quran Dengan Baik dan Benar Ilmu Tajwid Praktis. Blitar: Pon.Pes Nurul Iman.

Fadhillah, Amaliyah Nur. Penerapan Metode Imla' Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Arab Siswa Kelas V MI Muhammadiyah Lumajang. Malang: UIN Malik Ibrahim.

Hasanah, Nur Zaytun; Zakiy, Dhiko Saifuddin. Pendekatan Integralistik Sebagai Media Alternatif Inovasi Pendidikan Islam di Era Milenial. Asatiza, 02, 03 (2021) .

Kurniawati, Diah. 2019. Penerapan Metode Utsmani dalam Pembelajaran Al-Quran di PTQ Al-Utsmani Jakarta Timur. Jakarta: UIN Syarif

Hdayatullah.

Kusumastuti, Adhi dan Mustamil Khoiron, Ahmad. 2019. Metode Penelitian Kualitatif. Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo.

Maharani, Sri, Izzati. 2020. "Pembelajaran Baca Tulis Al-Quran." Jurnal Pendidikan Tambusia, Vol. 4, No. 2 .

Malik, Nurhayati. 2016. Keefektifan Pembelajaran Menulis Berbasis Outbond Terhadap Hasil Belajar Menulis Siswa Kelas IV SD Negeri 24 Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Ni'mah, Kholifatun. 2016. Penerapan Metode Utsmani Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Al-Quran Santri Di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) An-Nur Desa Karangsono Kanigoro Blitar. IAIN

TULUNGAGUNG.

58

Nisfu Romadona, Maulida. 2021. Penerapan Metode Utsmani dalam

Meningkatkan kemampuan Membaca Al-Quran Siswa Kelas 1 di MIT Ilhamul Qudus Klego Jenangan Ponorogo. Ponorogo: IAIN Ponorogo.

Nopita. 2019. Penerapan Metode Utsmani Pada Pembelajaran Al-Quran dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Quran. Lampung: UIN Raden Intan.

Nugraheni, Farida. 2014. Metode Penelitian Kualitattif Dalam Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia. Surakarta.

Nurman, Muhammad. Pemberantasan Buta Huruf Arab (Huruf Hijaiyah) Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. el-Tsaqifah, 16, 1 (Januar-Juni).

Nurul Haq, Dadan, Ari Kurniawan. 2020. Metode Sorogan Peningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning. Purwokerto: Amerta Media.

Raco, J. R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Rahmawati, Ely. 2017. Sejarah Dan Perkembangan LPQ Metode Utsmani di Desa Tawangsari Kecamatan Garum Blitar tahun 2009-2016. UIN SUNAN AMPEL.

Romadona Nisfu, Maulida. n.d. Penerapan Metode Utsmani Dalam

Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran Siswa Kelas 1 di MIT Ilhamul Qudus Klego Jenangan Ponorogo.

Rosaliza, Mita. 2015. "Wawancara Sebuah Interaksi Komunikasi dalam Penelitian Kualitatif." Jurnal Ilmu Budaya, Vol. 11, No. 2.

Rois, Mahfud. 2017. Pelajaran Ilmu Tajwid. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Saeed, Abdullah. 2016. Pengantar Studi Al-Quran. Yogyakarta: Baitul Hikmah Press.

Sakdiyah, Siti. 2010. Metode Utsmani Dalam Pembelajaran Membaca Al-Quran di TPQ (taman Pendidikan Al-Quran) Al-Muhtadin Desa Jimbe

Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. IAIN TULUNGAGUNG.

59

Saleh, Sirajudin. 2017. Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadan.

Salim&Syahrum. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatatif. Bandung:

Ciptapustaka Media.

Sari, Sella Permata, et al. .2020. "Metode Menulis Berantai Untuk Meningkatkan Motovasi Dan keterampilan Menulis Pantun Siswa." Basastra, Vol 8, No.

1. 3

Sebayang, Abdul Aziz, et al.. 2017. "Desain Pembelajaran Imla' Dalam

Meningkatkan kemampuan Menulis Tuilsan Arab Di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan." Edu Religia, Vol. 1, No. 4.

Sudiarjo, Aso, Arni Retno, dkk. 2015. "Aplikasi Pembelajaran Ilmu Tajwid, Waqaf, dan Makharijul Huruf Berbasis Android." JURNAL SISFOTEK GLOBAL, Vol. 5, No. 2

Sukmawati, A,et al. Membentuk Karakter Berbasis Keteladanan Guru Dan Pembiasaan Murid SIT Al-Biruni Jipang Kota Makassar. Education and Human Development Journal, 5, 1 (2020).

Suparno, Bejo, Bachtiar Hariady. 2020. "Pengembangan Pembelajaran Membaca Al-Quran Tingkat DasarBerdasarkan Ilmu Tajwid dengan Metode Joyfull Learning." Lintang Songo, Vol. 3, No. 1 (Raja Grafindo Persada) 71.

Ulfah , et al. Kemampuan Menulis Al-Quran Siswa Madrasah Ibtidaiyah Melalui Strategi Practice Rehearsal Pairs. Al-Tarbiyah, 30, 2 (Desember, 2020).

Umar, Zulqarnain. 2020. Panduan Ilmu Tajwid Praktis. Riau: Universitas Islam Riau Press.

Wathoni, Kharisul. Internalisasi Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi: Studi Kasus di Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo. Didaktika Religia, 2, 1 (2014).

Dokumen terkait