BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Dari hasil kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Jarimatika yang dilakukan pada kelas V B MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo pada mata pelajaran Matematika yang telah dilakukan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Telah dijabarkan hasil penelitian diatas.
Dan menurut Penelitian yang dilaksanakan oleh Peneliti, peningkatan kemampuan menghitung terjadi dikarenakan pada siklus I peneliti menggunakan penugasan pada lembar kerja individu sedangkan pada siklus II peneliti menggunakan penugasan pada lembar kerja kelompok. Dimana disetiap kelompok, siswa dianjurkan saling mengajarkan pada siswa yang masih kurang mampu untuk mengajarkan Metode Jatrimatika. Metode saling mengajarkan atau membantu ini disebut Tutor Sebaya. Tutor sendiri memiliki arti orang memberi pelajaran (membimbing) kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa, sebaya sendiri memiliki arti umur yang sama atau seseorang yang memiliki usia yang hampir sama (berdekatan). Tutor Sebaya adalah siswa yang sebaya yang ditunjuk/ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antar teman umumnya lebih dekat
89
dibandingkan hubungan antar guru dan siswa. Sehingga memudahkan siswa untuk memahami dikarenakan dipandu oleh teman sebaya nya sendiri.26
Dari penelitian ini peneliti mampu melihat bahwa proses kecepatan kemampuan siswa dalam berhitung berbeda-beda dikarenakan pertumbuhan pada setiap siswa pun berbeda-beda. Begitu pula dalam hal ini, peneliti mengamati bahwa kecepatan anak dalam berhitung perkalian masih banyak yang kurang dikarenakan metode yang digunakan masih membutuhkan waktu yang lama yakni menghitung berulang. Sedangkan untuk siswa yang cepat dalam proses kemampuan menghitung perkalian ini dikarenakan siswa tersebut sudah menghafal sebagaian hasil dari perkalian. Siswa mampu menyelesaikan soal dengan cepat adalah salah satu bentuk bahwa indikator kemampuan menghitung ini telah berhasil. Siswa mampu menghitung dengan cepat artinya siswa sudah mampu menggunakan metode jarimatika dengan baik dan dapat menghafal rumus dengan cepat sehingga dapat menyelesaikan soal tepat waktu tidak melebihi batas waktu yang ditentukan oleh Guru.
Berdasarkan data tersebut, peningkatan aktivitas guru dalam penelitian ini dapat ditunjukkan dengan menggunakan diagram berikut :
26
90 0 20 40 60 80 100 Siklus I siklus II Diagram 4.1
Hasil Observasi Aktivitas Guru siklus I dan II
Dalam penelitian ini, peneliti sebagai guru yang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan RPP yang telah dibuat. Guru mata pelajaran sebagai observer yang bertugas melakukan observasi terhadap aktivitas yang dilakukan guru pada saat pembelajaran. Nilai yang didapatkan pada siklus I sebesar 72,5 sehingga guru dan kolaborator memutuskan untuk melakukan siklus selanjutnya. Pada siklus II didapatkan prosentase keaktifan 88,75. Prosentase tersebut tersebut telah memenuhi indikator kinerja yang telah tentukan.
Pada observasi siswa hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yang telah diamati oleh guru mata pelajaran menunjukkan nilai keaktifan siswa sebesar 60. Peneliti kemudian melakukan diskusi dengan guru kolaborator, sehingga diputuskan bahwa perlu dilaksanakan siklus berikutnya karena belum memenuhi nilai minial indikator kinerja yang telah ditentutakn. Pada siklus II nilai keaktifan siswa mengalami peningkatan menjadi 88,75
91
sehingga memenuhi nilai yang telah ditentukan pada indikator kinerja. Untuk melihat perbandingan nilainya terdapat pada diagram dibawah ini
0 20 40 60 80 100 Siklus I 3-D Column 2 Siklus II Diagram 4.2
Hasil Observasi Keaktivan Siswa Siklus I dan II
Nilai rata-rata yang diperoleh dari siklus I yaitu 73,1 dan pada siklus II rata-rata meningkat sebanyak 14,7 menjadi 87,8.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Siklus I 3-D Column 2 Siklus II Diagram 4.3
Hasil Nilai Rata-rata kelas Siklus I dan II
Ketuntasan kemampuan menghitung mengalami dampak positif dengan meningkatnya prosentase kemampuan menghitung. Dari kegiatan siklus I dengan jumlah 12 siswa dri 19 siswa meningkat dari 63,1% menjadi
92
89,5% dengan 17 siswa yang tuntas dan 2 tidak tuntas. Dan dibawah ini adalah diagram ketuntasan kemampuan menghitung.
0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% Siklus I 3-D Column 2 Siklus II Diagram 4.4
Ketuntasan Kemampuan Menghitung Siswa
Ketuntasan kemampuan menghitung dari kegiatan siklus I dengan jumlah 12 siswa dari 19 siswa, meningkat dari 63,1% menjadi 89,5% dengan 17 siswa yang tuntas dan 2 siswa tidak tuntas.
Berdasarkan tindakan yang dilakukan pada siklus I dan siklus II keberhasilan pembelajaran Matematika pada materi pecahan biasa dapat meningkatkan kemampuan menghitung siswa kelas V B MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo melalui metode Jarimatika. Hasil yang diperoleh yaitu ada pada tabel dibawah ini .
Tabel 4.7
Ringkasan Rekapitulasi Data Siklus I dan Siklus II
NO Deskripsi Data Siklus I Siklus II Selisih1
93 Guru 2 Observasi Keaktifan Siswa 60 88,75 28,75
3 Rata-rata Nilai Siswa 73,1 87,8 14,7
4 Kemampuan
Menghitung Siswa
94
BAB V PENUTUP
Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil kesimpulan dan saran dari penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan. Kesimpulan merupakan rangkuman hasil dari penelitian yang telah dijabawkan pada bab sebelumnya, sedngkan saran merupakan pendapat peneliti mengenai hasil penelitian lebih lanjut.
A.Simpulan
Setelah peneliti mencermati selama kegiatan penelitian dari awal sampai akhir, maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut :
1. Penerapan pembelajaran dengan menggunakan Metode Jarimatika untuk mengingkatkan kemampuan menghitung siswa-siswi kelas V MI Rodulotul Banat Sepanjang Sidoarjo tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai observasi yang dilakukan peneliti bersama teman sejawat pada tiap siklus. Nilai aktivitas guru meningkat sebanyak 16,25. Nilai aktivitas guru pada siklus 1 yaitu 72,5 ( Baik) dan 88,75 (Sangat Baik) pada siklus II. Begitu pula dengan nilai keaktifan siswa yang meningkat pada setiap siklus, dari 60 (cukup) pada siklus I menjadi 88,75(Sangat Baik) pada siklus II.
2. Hasil kemampuan menghitung pada pecahan biasa mata pelajaran Matematika kelas VB MI Roudlotul Banat Sepanjang Sidoarjo Tahun pelajaran 2016- 2017 dengan menggunakan metode Jarimatika mengalami kenaikan yang
95
signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang meningkat. Nilai rata- rata mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. yaitu 72,1 dan 87,8. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 63,1% (Kurang) pada siklus I menjadi 89,5% (Baik) pada siklus II.
B.Saran
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah diperoleh oleh peneliti, ada beberapa sumbang pendapat sebagai berikut
1. Pada saat menerapkan metode Jarimatika hendaknya guru selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melaksanakan pembelajaran sehingga hasil pembelajaran lebih maksimal dan guru selalu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meminimalkan kejenuhan dalam diri siswa 2. Penerapan pembelajaran dengan metode jarimatika dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan belajar mengajar
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya) B uno, Hamzah dan Masri Kuadrat. 2010. Mengelola Kecerdasan. (Jakarta : PT
Bumi Aksara).
Faturrohman, Pupuh. 2011. Startefi Belajar Menajar melalui penanaman konsep
umum dan konsep islami. (Bandung : PT Refika Aditama).
Hadi, Amirul dan kk. 1998. Metodologi Penelitian. (Bandung : CV Pustaka)
Heruman, 2013. Model Pembelejaran Matematika. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya)
KBBI, 2016 “Kemampuan” http://kbbi.web.id. diakses tangga 6 Nopember 2016 Kunandar, 2013. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai sarana
pembangunan guru profesional. (Depok : PT Raja Grafindo)
Mudyaharjo, Redja. 2001. Pengantar Pendidikan. (Jakarta : PT Raja Grafindo) Mulyasa E, 2006. Menjadi Guru Profesional. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya) Mulyasa, H.E. 2013. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. (Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
Peni, Septi. 2007. Jarimatika penambahan dan pengurangan. (Jakarta : PT Kawan Pustaka)
Simanjuntak, Lisnawatty. 1992. Metode Mengajar Matematika. (Jakarta : PT Rineka Cipta).
Supriyanto, Agus. 2008. Menanamkan cinta Matematika. (Jakarta : Elex Media Komputindo).
Susanto,Ahmad. 2014. Teori belajar pembelajaran disekolah dasar. (Jakarta : PT Kencana Prenamedia Group).
Tapilow, Marthen. 2009. Pengajaran Matematika disekolah dasar. (Bandung : CV Sinar Baru)
Wijaya, Cece. 1991. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. (Bandung : Remaja Rosdakarya).