BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
c. Memberikan motivasi untuk belajar
3 Langkah-langkah guru saat melakukan kegiatan mencetak
a. Cara guru membagikan pelepah pisang dan pewarna
b. Cara guru memberi contoh mencetak c. Guru membimbing atau mendampingi anak
Keterangan: 1: kurang 2: cukup 3: baik
B. Pembahasan
Adapun pengolahan data dari penilaian Pra Siklus sampai Siklus II didapatkan hasil persentase pencapaian kemampuan motorik halus anak sebagai berikut :
78
Tabel 4.8 Data Peningkatan Jumlah Anak yang Mencapai Perkembangan
kegiatan Jumlah anak yang
berkembang dengan baik
Persentase Nilai Keberhasilan
Pra Siklus 0 anak -
Siklus 1 9 anak 47%
Siklus II 19 anak 92%
Adapun data perkembangan dari Pra Siklus sampai Siklus II, dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 4.1 Diagram Perkembangan Motorik Halus
Dapat disimpulkan dari data yang telah disajikan, bahwa motorik halus anak mengalami perkembangan dengan melalui media pelepah pisang pada anak kelompok A.2 di RA Ma’arif Kecandran Salatiga. Hal ini dibuktikan dengan adanya perkembangan dari Pra Siklus yang rata-rata pencapaian kelas bernilai 27%, berkembang pada Siklus 1 yang rata-rata
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Pra Siklus Siklus 1 Siklus II
Diagram Perkembangan Pra Siklus, Siklus , Siklus
II
79
pencapaian kelas bernilai 47%, ditambah lagi dengan adanya perkembangan pada Siklus II dimana rata-rata anak pencapaian kelas bernilai 92%.
80
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan mencetak melalui media pelepah pisang dapat mengembangkan motorik halus pada anak kelompok A.2 RA Ma’arif Kecandran Salatiga. Motorik halus anak mengalami perkembangan diantaranya otot-otot kecil anak semakin lentur, posisi badan ketika mencetak sudah tidak berputar, kemandirian,kerapian,ketepatan dalam mencetak tidak kaku. Melalui mencetak dengan media pelepah pisang dapat mengembangkan fisik motorik halus anak, hal ini dapat dibuktikan dari hasil persentase keberhasilan kelas pada Pra Siklus adalah 27% . Siklus 1 belum berkembang sesuai harapan 47%, dan Siklus II berkembang sesuai harapan menjadi 92%. Selisih peningkatan nilai pada Pra Siklus ke Siklus 1 adalah 20%, dan selisih Siklus 1 ke Siklus II adalah 45%, dengan berkembangnya persentase nilai mencetak menggunakan media pelepah pisang untuk mengembangkan fisik motorik halus anak di RA Ma’arif Kecandran Salatiga dinyatakan berhasil.
B. Saran
1. Bagi Lembaga
Lembaga selalu mengembangkan kualitas sekolah. Terutama kualitas guru dalam mengajar, dibutuhkan inovasi, kreativitas, dan alat pendukung pembelajaran yang mencukupi murid. Perlu adanya
81
keseriusan dan kesungguhan para pendidik sebagai usaha untuk pendewasaan diri yang optimal.
2. Bagi Guru
Guru hendaknya enantiasa mengembangkan kualitas pembelajaran, guru dapat menggunakan media pelepah pisang sebagai sumber belajar karena bahan mudah di dapat dan dapat mengembangkan fisik motorik halus anas dengan lebih baik dan anak dapat secara aktif dan konsentrasi pada saat melakukan pembelajaran. Bukan hanya fisik motorik halus saja yang mendapatkan stimulus dengan baik, namun juga imajinasi dan kreativitas mereka.
3. Bagi Orang Tua
Orang tua hendaknya berperan aktif dan mendukung setiap perekembangan anak, orang tua harus menjalin kerja sama dengan guru untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan anak, orang tua juga harus selalu memberi dukungan, motivasi, dan semangat pada anaknya, agar anak lebih merasa percaya diri.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah. 2013. Peningkatan Kemampuan Gerak Dasar Melompat Melalui Permainan Tradisional Engklek. Artikel Penelitian. Pontianak: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jantungpura Pontianak. Ali, M dam Asriri. 2011. Psikologi Remaja-Perkembangan Peserta Didik.
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: Sinar Grafika Offset.
Asmawati Luluk, dkk. 2011. Pengelolaan Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Desmita. 2014. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rodaskarya Offset.
Dimyati, Johni. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Firdani Lara, dkk. 2014. Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Gunarti, Winda, dkk. 2013. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Tangrang Selatan: Universitas Terbuka.
Hajar Pamadhi dan Evan Sukardi. 2008. Seni Ketrampilan Anak. Jakarta: Universitas terbuka.
Hildayani, Rini, 2011. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
Hurlock, Elizabeth B. 1997. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Istiriyani. 2015. Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Mencetak Menggunakan Media Pelepah Pisang Untuk anak Kelompok B TK PKK 115 Mangiran Bantul DIY. (Skripsi). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Kemenag. 2011. Pedoman Penyusunan Pembelajaran RA/BA. Jawa tengah:
RA. Ma’arif kecandran Salatiga. 2017. Dokumen 1. Salatiga.
Lerin, Christine. 2009. Permainan Untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas Buah hati. Jakarta: Trans Media.
Masitoh. 2011. Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.
MS, Sumantri. 2005. Pengembangan Ketrampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Dinas Pendidikan.
Slamet, Suyanto. 2005. Dasar-dasar Pndidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Sudirjo, dkk. 2018. Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik. Sumedang: UPI Sumedang Pers.
Sugandhi dan Syamsu. 2014. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rajawali Pers.
Suyanto. 2005. Konsep Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sumanto. 2005. Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sujiono, Yuliani Nuraini. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Sumandoyo, Samsu. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Graha Ilmu. Suwardi, Anitah, W. S., Akhyar, M. & Asrowi. (2017). The Relevance Of
Pictures As Media In Thematic Learning Book With Pluralism Values In Indonesia. International Journal Of Law Government and Communication (IJLGC). 2. (6). 01-08.
Wardhani, IGAK. Kuswaya Wihardit. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Wiyani, Novan, Ardy. 2014. Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Riska Cahya Anggraini
Tempat Tanggal Lahir : Boyolali, 02 Januari 1997
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Patran Rt.017 Rw.004 Wates, Simo, Boyolali
Email : [email protected] Riwayat Pendidikan Sekolah Tahun MI KERAGILAN 2002-2008 SMP MUHAMMADIYAH 02 SIMO 2008-2011 MAN 2 BOYOLALI 2011-2014 IAIN SALATIGA 2014-2018
OBSERVASI LAPANGAN I
Metode Pengumpulan Data: Wawancara dan Observasi Pra Siklus Hari/Tanggal : Senin, 26 Mei 2018
Jam : 07.30-11.00
Lokasi : Ruang Kelas
Sumber Data : Sri Haryanti, S.Pd. Deskripsi Data
Informasi dari guru kelas RA Ma’arif Kecandran Salatiga. Pertanyaan yang diajukan yaitu mengenai bagaimana kondisi siswa pada saat pembelajaran fisik motorik halus sebelum mencetak dengan pelepah pisang pada anak kelompok A? Selama pembelajaran fisik motorik halus apakah ada media lain yang digunakan pada saat pembelajaran pada anak kelompok A?
Wawancara yang dilakukan dapat menarik kesimpulan bahwa pada saat pembelajaran anak-anak kurang memperhatikan pada materi dan anak sering lari-lari dan meninggalkan tempat duduknya saat pembelajaran berlangsung, anak masih sulit memegang pensil dan krayon, untuk media yang dipakai selama ini majalah, papan tulis, buku, kertas lipat, dengan demikian pembelajaran yang diberikan guru kurang di pahami oleh anak karena anak masih terpusat pada guru dan media yang monoton. Dengan itu hasil pembelajaran kurang dapat memuaskan dan hasil yang diperoleh masih sangat jauh dan anak menjadi bosan dengan media yang monoton.
Pembelajaran fisik motorik halus akan lebih menyenangkan apabila belajar dengan menggunakan suasana yang menyenangkan apalagi dengan media
pembelajaran yang menarik. Karena dunia anak adalah dunia bermain. Sehingga anak lebih fokus terhadap apa yang diajarkan oleh guru, dan anak mudah dikondisikan di dalam kelas saat waktu pembelajaran berlangsung.
Gambar Kegiatan Siklus 1
Gambar 1: Guru membuka pelajaran Gambar 2 : guru menerangkan cara mencetak/mencap dengan pelepah pisang
Gambar 3 : anak-anak antusias saat belajar Gambar 4 : anak-anak memperhatikan dengan baik
Gambar 5 : anak mulai mencetak
Gambar 6 : anak mulai mencetak dan bergantian menggunakan alat dan bahan
Gambar 7 : Hasil Karya Anak dengan mencetak melalui media pelepah pisang
Gambar Kegiatan Siklus II
Gambar 8 : baris dihalaman sebelum masuk kelas
Gambar 9: SOP Pembukaan
Gambar 10 : Guru menerangkan cara mencetak dan anturan mencetak
Gambar 11 : Anak mencetak dengan pelepah pisang
Gambar 12 : Anak mencetak dengan
pelepah pisang Gambar 13 : anak mencetak dengan pelepah pisang