• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

G. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh pemeriksaan pajak dan tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak orang pribadi pada KPP Pratama Bantaeng yang telah diuraikan diatas, maka ada beberapa hal yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

1. Pengaruh Pemeriksaan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara pemeriksaan pajak terhadap penerimaan pajak dilihat berdasarkan nilai sig>0,05 meskipun demikian pengaruhnya tetap ada.

Kenyataan dilapangan menunjukkan sekecil apapun peran pemeriksa pajak, akan tetap menentukan besarnya penerimaan pajak karena ada keharusan bagi wajib pajak yang diperiksa untuk memenuhi kewajibannya.

Hal ini berarti bahwa semakin efektif seorang karyawan pemeriksa pajak berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 545/KMK.04/2000 dapat meningkatkan penerimaan negara dalam sektor perpajakan. Peran pemerintah sebagai pendongkrak penerimaan pajak mengharuskan adanya pengawasan yang efektif terhadap pelaksanaan pemeriksaan pajak. Pengawasan atau pengendalian intern terhadap pemeriksaan pajak ini diimplementasikan dalam bentuk administrasi dan

monitoring terhadap pemeriksaan pajak. Pemeriksaan pajak juga bertujuan untuk meredam kecurangan yang dilakukan wajib pajak untuk meminimalkan pajaknya. Dalam rangka pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan wajib pajak DJP melakukan pemeriksaan rutin kepada wajib pajak. Apabila telah dilakukan pemeriksaan dengan baik maka akan berdampak pada peningkatan penerimaan pajak negara.

2. Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Terhadap Penerimaan Pajak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak yang dilihat berdasarkan nilai sig<0,05. Hasil penelitian ini konsisten dengan Penelitian yang dilakukan Ratna Sari, Ni Nyoman Afriyanti (2010) yang menyatakan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan pajak. Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak mengindikasikan bahwa peningkatan penerimaan pajak disebabkan oleh tingkat kepatuhan wajib pajak, dan semakin bertambahnya pengetahuan wajib pajak yang mengerti dan memahami sistem perpajakan di Indonesia sehingga berdampak positif pada perilaku wajib pajak terhadap kesadaran dan kepatuhan dalam hal menghitung dan membayar sendiri utang pajak yang terutang , serta menyampaikan SPT tepat pada waktunya sehingga akan signifikan positif terhadap penerimaan pajak

Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak yang ada akan bisa meningkatkan penerimaan pajak nantinya, karena faktor utama yang mempengaruhi penerimaan pajak adalah tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

Kepatuhan wajib pajak merupakan kesediaan wajib pajak secara suka rela dalam memenuhi kewajiban perpajakannya tanpa perlu melewati pemeriksaan, investigasi, peringatan atau ancaman dalam penerapan sangsi atau denda.

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh pemeriksaan pajak dan tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bantaeng, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pemeriksaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. Dengan nilai signifikan>0,05 yaitu 0,256

2. Tingkat kepatuhan wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak, dilihat dari nilai sig 0,008 yang lebih kecil dari 0,005 3. Pemeriksaan pajak dan tingkat kepatuhan wajib pajak berpengaruh

signifikan terhadap penerimaan pajak, dilihat dari nilai F sebesar 20,132 dan nilai sig 0,000

Hasil penelitian menyatakan bahwa pemeriksaan pajak dan tingkat kepatuhan wajib pajak sangat penting dalam melakukan penerimaan pajak pada KPP Pratama Bantaeng maka perlu adanya peningkatan pemeriksaan pajak dan tingkat kepatuhan wajib pajak,

B. Saran

1. Penelitian ini hanya menggunakan 2 variabel independen yang mempengaruhi penerimaan pajak secara simultan. Oleh karena itu penulis mengharapkan partisipasi aktif peneliti berikutnya untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak.

2. Peneliti ini hanya menggunakan 60 sampel responden. Sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggunakan lebih banyak sampel dapat memperoleh hasil yang akurat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan pajak.

DAFTAR PUSTAKA Abut, Hilarus.2005. perpajakan. Jakarta: Diadit.

Arikunto S. 2006. Prosuder Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI Cahya. 2013. Analisis faktor-faktor Penerimaan Pajak Penghasilan Orang

Pribadi.

Devano Sony, Siti Kurnia Rahayu. 2006. Perpajakan: Konsep, Teori dan Isu.

Jakarta: Kencana Prenada Media group.

Gozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Peneliti Universitas Diponegoro.

Gunadi. 2005. Teknik pemeriksaan pajak untuk penetapan surat ketetapan pajak.

Jurnal Perpajakan Indonesia, 18-21.

Mardiasmo. 2009. Perpajakan. Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Mardiasmo. 2009. Perpajakan, Edisi Revisi 2009. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Prabowo,Yusdianto. 2004. Akuntansi Perpajakan Terapan. Jakarta: Grasindo.

Rahmawati, Lina, (2012), Pengaruh Penagihan Pajak Terhadap Pelunasan Tunggakan Pajak dan Implikasinya Pada Penerimaan Pajak, Skripsi (S1), Fakultas Enonomi UniversitanKomputer Indonesia.

Ratnasari, Maria M, Afrianti Nyoman. 2010. Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Penerimaan PPh Pasal 25/29 Wajib Pajak Badan.

Resmi, Siti. 2011, Perpajakan: Teori dan Kasus. Edisi keenam. Jakarta: Salemba Empat.

Singgih, Santoso. 2002. Mengolah Data Statistik Secara Professional. Jakarta:

Elex Media Kompotindo.

Widodo, Widi. 2010. Moralitas, Budaya, dam Kepatuhan Pajak. Bandung: CV Alfabeta.

Yosi. 2010. “Hubungan Kepatuhan WajibPajak Orang Pribadi dengan Penerimaan Pajak Penghasilan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat dari Tahun Pajak 2000--2008”. Skripsi Program Ekstensi FE Unud, Denpasar

http://warungmassahar.blogspot.com, diakses pada tanggal 14 februari 2015.

www.vivanews.com. Diakses 14 februari 2015. Jakarta: PT Rineka Cipta.

L A M

P

I

R

A

N

LAMPIRAN

Sig.

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

UJI VALIDITAS X2

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

UJI VALIDITAS Y

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000

N 60 60 60 60 60

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

UJI RELIABILITAS X1

Item-Total Statistics

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

UJI REGRESI LINEAR BERGANDA

a. Dependent Variable: Penerimaan Pajak

UJI T

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

a. Dependent Variable: Penerimaan Pajak

UJI F

a. Dependent Variable: Penerimaan Pajak

b. Predictors: (Constant), Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak, Pemeriksaan Pajak

DAFTAR PERNYATAAN

Penilaian Variabel-Variabel Penelitian A. Variabel Pemeriksaan Pajak. (X1)

No Pernyataan SS S KS TS STS

1

Seorang pemeriksa pajak telah mendapat pendidikan teknis yang cukup dan memiliki keterampilan sebagai pemeriksa pajak.

2

Pemeriksa pajak dituntut untuk bekerja jujur, bertanggung jawab, penuh pengabdian, bersikap terbuka, sopan, dan objektif serta terhindar dari perbuatan tercela.

3

Beban kerja pemeriksa harus sebanding dengan jumlah pemeriksa.

4

Pemeriksaan SPI tidak akan berarti apa-apa jika tidak disertai dengan langkah pemeriksaan buku-buku, catatan dan dokumen Wajib Pajak.

5

Pemeriksa melakukan konfirmasi kepada pihak ketiga tentang kelengkapan data atau informasi dari WP dengan bukti-bukti yang diperoleh dari pihak ketiga.

6

Pemeriksa pajak harus memberitahukan hasil pemeriksaan pajak kepada Wajib pajak.

7

Pemeriksa pajak melakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan sebagai upaya memperoleh pendapat yang sama dengan wajib pajak atas temuan pemeriksaan dan koreksi fiscal terhadap seluruh jenis pajak yang diperiksa.

B. Variabel Kepatuhan Wajib Pajak (X2)

No Pernyataan SS S KS TS STS

1

Dengan perubahan yang dilakukan dirjen pajak, pendaftaran wajib pajak memperoleh NPWP saat ini dapat dilakukan dengan mudah, sehingga mempermudah wajib pajak dalam menjalankan kewajibannya.

2

Reformasi administrasi yang dilakukan Dirjen pajak melalui e-SPT, sehingga mendorong wajib pajak untuk menjalankan kewajibannya.

3

Wajib Pajak senantiasa membayar pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4

Pengenaan sanksi administrasi atas keterlambatan dalam pembayaran tunggakan pajak mendorong wajib pajak untuk bersikap patuh.

C. Variabel Penerimaan Pajak (Y)

No Pernyataan SS S KS TS STS

1 Peran penerimaan pajak sangat penting bagi kemandirian pembangunan

2 Peningkatan penerimaan pajak memegang peranan strategis karena akan meningkatkan kemandirian pembiayaan pemerintah.

3 Dengan adanya pemeriksaan dan penagihan pajak, penerimaan pajaksemakin bertambah

4 Kerjasama fiskus dan Wajib Pajak diperlukan dalam meningkatkan penerimaan pajak dimasa depan.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

YULIANTI PRATIWI. Lahir di Malakaji, kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, tanggal 21 Oktober 1992. Anak ke dua dari tiga bersaudara dari pasangan orang tua Ayahanda Darno, dan ibunda Riswati.

Penulis mulai memasuki jenjang pendidikan formal tahun 1998 pada SDN Centre Malakaji Kec. Tompobulu Kab. Gowa dan tamat pada tahun 2004. Setamat SD penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Tompobulu dan selesai pada tahun 2007. Kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di MAN Malakaji Gowa dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2010, Pada tahun 2011 penulis mendaftar di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Jurusan Akuntansi Program Strata Satu (S1) dan akhirnya penulis berhasil menyelesaikan studi pada tahun 2015.

Dokumen terkait