• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 5. Hasil Penelitian dan Pembahasan

5.2 Pembahasan

Dari data hasil penelitian yang telah diperoleh, pembahasan dilakukan

untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang hubungan dukungan keluarga

dengan respon cemas anak usia sekolah yang akan menjalani pembedahan di

ruang IX RSUD dr. Pirngadi Medan Tahun 2013.

5.2.1 Dukungan Keluarga

Hasil analisa data dukungan keluarga dengan respon cemas anak usia

sekolah yang akan menjalani pembedahan di ruang IX RSUD dr. Pirngadi Medan

terhadap 30 responden, didapat bahwa mayoritas responden yang mendapatkan

dukungan baik dari keluarga sebanyak 14 orang (46,7%). Hasil penelitian ini

sesuai dengan penelitian Umi (2011) bahwa terdapat dukungan keluarga yang

baik pada anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi. Didukung juga dengan

hasil penelitian Nadeak (2010) yang menyatakan bahwa terdapat dukungan

keluarga yang baik (53,2%) terhadap pasien pre operasi. Lebih lanjut Fincer dkk

(2012) melalui penelitiannya yang menyatakan bahwa persiapan sebelum operasi

lebih efisien dilakukan dengan adanya dukungan orang tua kepada anaknya,

dimana orang tua harus terlibat aktif dalam persiapan pra operasi anak mereka.

Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Wijayanti (2009) bahwa pada pasien

yang akan menjalani pembedahan sangat membutuhkan dukungan keluarga,

pasien dapat mengekspresikan ketakutan dan kecemasannya pada keluarga.

dapat juga dipengaruhi oleh anggota keluarga lainnya dan pendamping orang tua

selama di rumah sakit.

Dukungan keluarga memang selalu diberikan keluarga pada anaknya yang

akan menjalani pembedahan, hal ini dilihat dari jawaban responden yang paling

banyak menyatakan selalu memperhatikan reaksi anak saat menghadapi persiapan

operasi (63,3%) dan tidak penah menolak apabila pasien meminta bantuan kepada

keluarga (63,3%). Hal ini sesuai dengan pendapat Friedman (1998) dalam

Murniasih (2007) yang menyatakan anggota keluarga dipandang sebagai bagian

yang tidak terpisahkan dalam lingkungan keluarga. Anggota keluarga memandang

bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan

bantuan jika diperlukan. Dengan adanya dukungan keluarga, dapat menurunkan

tingkat kecemasan, rasa takut, dan depresi karena dukungan tersebut dapat

meningkatkan kesehatan mental.

5.2.2 Respon Cemas

Hasil analisa data menunjukkan bahwa respon cemas pada anak usia

sekolah yang akan menjalani pembedahan di ruang IX RSUD dr. Pirngadi Medan

menunjukkan bahwa mayoritas anak yang memiliki respon cemas ringan

sebanyak 13 orang anak (43,3%). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian

Nadeak (2010) bahwa tingkat kecemasan pada pasien pre operasi paling banyak

mengalami kecemasan ringan (46,8%). Hal ini dimungkinkan oleh jumlah

responden anak yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 22 orang anak (73,3%) lebih

anak (26,7%). Dimana tingkat kecemasan laki-laki jauh lebih rendah dari

perempuan. Pendapat ini didukung oleh hasil penelitian Trismiati (2004) yang

menyatakan bahwa wanita secara umum lebih sering merasakan cemas dari pada

pria. Menurut pendapat Wong (2008) yang menyatakan anak perempuan

cenderung mengekspresikan ketakutan yang lebih banyak dan lebih kuat

dibandingkan dengan anak laki-laki. Hal ini juga dapat dilihat dari jawaban

responden (63,3%) yang paling banyak menyatakan responden tidak pernah

merasakan takut setelah dioperasi tidak dapat bangun lagi.

Walaupun hasil penelitian ini respon cemas anak usia sekolah yang akan

menjalani pembedahan dalam kategori ringan, tetapi diketahui juga bahwa ada

responden anak yang berada pada tingkat respon cemas sedang sebanyak 11 orang

anak (36,7%) dan respon cemas berat sebanyak 6 orang anak (20,0%) yang akan

menjalani pembedahan. Dimana pada anak usia sekolah memiliki faktor resiko

untuk mengalami kecemasan dan ketidakmandirian selama dirawat dan menjalani

pembedahan. Didukung dengan penelitian Lee (2007) dalam Umi (2011) yang

menyebutkan bahwa tindakan invasif dapat menimbulkan ancaman pada anak usia

sekolah yang akan menjalani pembedahan dirumah sakit. Hal ini sesuai dengan

pendapat Speer (2007) yang menyatakan karena lingkungan rumah sakit dirasakan

asing dan karena pembedahan yang akan dijalani, kebayakan anak merasakan

tingkat kecemasan tertentu selama periode pre operasi.

Atree dan Merchant (1996) dalam Christine (2010) menyatakan bahwa

cemas adalah suatu respon emosional dari rasa takut, tertekan, dan khawatir yang

jelas, terutama oleh adanya pengalaman baru termasuk pada pasien yang akan

mengalami tindakan invasif seperti pembedahan atau operasi yang berpengaruh

terhadap perannya dalam hidup, integritas tubuh atau bahkan kehidupannya

sendiri. Gruendemann (2005) menyatakan rasa cemas anak terkait rumah sakit

dan pembedahan akan menimbulkan kecemasan yang memperlihatkan masalah

emosi atau perilaku yang akut atau jangka lama seperti mimpi buruk, peningkatan

ketergantungan, regresi, hilangnya kemampuan buang air sendiri, gangguan

makan dan peningkatan rasa takut. Wong (2008) menyatakan anak usia sekolah

sangat khawatir terhadap pemulihan yang tidak pasti, atau kemungkinan

kematian. Pembedahan yang ditunggu pelaksanaannya akan menyebabkan rasa

takut dan kecemasan pada klien yang menghubungkan pembedahan dengan rasa

nyeri, kemungkinan cacat, menjadi bergantung pada orang lain, dan mungkin

kematian Potter (2005).

5.2.3 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Respon Cemas Anak Usia

Sekolah yang akan menjalani pembedahan

Hasil penelitian hubungan dukungan keluarga dengan respon cemas anak

usia sekolah yang akan menjalani pembedahan di ruang IX RSUD dr. Pirngadi

Medan menunjukkan bahwa nilai Probabilitas (p) dukungan keluarga mempunyai hubungan signifikan p =0,000 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan respon cemas anak usia sekolah yang akan

menjalani pembedahan. Dengan hipotesa alternative pada penelitian ini diterima

sekolah yang akan menjalani pembedahan. Di dapat nilai kolerasinya r = -0,606 dengan iterprestasi hubungan kuat yang berarti semakin tinggi dukungan keluarga

maka semakin rendah respon cemas anak usia sekolah yang akan menjalani

pembedahan diruang IX RSUD dr. Pirngadi Medan.

Hasil Penelitian ini sesuai dengan penelitian Murniasih dan Rahmawati

(2007) dalam Umi (2011) yang membuktikan bahwa semakin tinggi dukungan

keluarga akan semakin rendah kecemasan anak. Hasil penelitian Irdawati dan

Thomas (2010) menunjukkan bahwa dengan adanya dukungan keluarga yang baik

atau tinggi dapat menurunkan tingkat kecemasan seseorang. Penelitian Novtaria

(2011) juga menyatakan adanya dukungan keluarga dapat membuat respon cemas

pasien berkurang. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Nadeak

(2010) bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga

dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.

Rasa cemas anak dan ketakutan akan mempengaruhi respon anak terhadap

penanganan medis. Keterlibatan orang tua selama anak dirawat memberikan

perasaan tenang, nyaman, merasa disayang dan diperhatikan. Pengelolaan emosi

yang baik dari anak memunculkan reaksi positif sehingga anak lebih percaya diri

menghadapi permasalahannya Gruendemann (2005). Oleh karena itu perlu

dukungan dari keluarga, karena keluarga adalah unsur penting dalam perawatan,

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan pada penelitian ini

menunjukkan nilai Probabilitas (p) dukungan keluarga mempunyai hubungan yang signifikan (p =0,000 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan respon cemas anak usia sekolah yang

akan menjalani pembedahan di ruang IX RSUD dr. Pirngadi Medan dengan

kekuatan korelasi r = -0,606 dan masuk ke dalam kategori hubungan kuat. Penggunaan uji korelasi Spearman Rank (Rho) dari penelitian ini bersifat negatif yang juga membuktikan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan

maka semakin rendah respon cemas anak usia sekolah yang akan menjalani

pembedahan dan sebaliknya semakin rendah dukungan yang diberikan keluarga

maka semakin tinggi respon cemas anak usia sekolah yang akan menjalani

pembedahan di ruang IX RSUD dr. Pirngadi Medan.

6.2 Saran

6.2.1 Praktek Keperawatan

Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien anak yang akan

menjalani pembedahan, hendaknya perawat memiliki pemahaman pentingnya

dukungan keluarga pada setiap intervensi yang akan diberikan. Perawat dapat

mengurangi respon cemas anak, sehingga anak akan menjadi lebih kooperatif dan

memudahkan perawat memberikan intervensi keperawatan lainnya.

6.2.2 Pendidikan Keperawatan

Bagi pendidikan keperawatan diharapkan hasil ini dapat digunakan sebagai

evidence base practice dan masukan dalam pengembangan keperawatan khususnya

keperawatan keluarga dan keperawatan anak sehingga perlu diberi penekanan materi tentang dukungan keluarga dengan respon cemas anak usia sekolah yang akan menjalani pembedahan.

6.2.3 Penelitian Keperawatan

Untuk peneliti keperawatan selanjutnya penelitian ini dapat digunakan

sebagai data dasar dan diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat terhadap

peneliti sendiri. Disarankan juga agar peneliti dapat melakukan pendidikan

kesehatan dan memberikan motivasi kepada keluarga dalam memberikan

dukungan pada pasien anak yang akan menjalani pembedahan untuk mengurangi

DAFTAR PUSTAKA

Apriliawati, Anita. (2011). Pengaruh Bibliografi Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Sekolah Yang Menjalani Hospitalisasi Di Rumah Sakit Islam

Jakarta. Diambil pada tanggal 19 juli 2013 dari

lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20280209-T%20Anita%20Apriliawati.pdf Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,

Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.

Baradero, Mary., Dayrit wilfrid Mary., siswadi Yakobus. (2008). Keperawatan Perioperatif: Prinsip Dan Praktik. Jakarta: EGC

Christine, Merlyn. (2010) Hubungan Dukungan Keluarga dengan Respon Cemas Anak Usia Sekolah terhadap Pemasangan Intravena di Rumah Sakit Advent Medan. Diambil pada tanggal 04 April 2013 dari http://repository.usu.ac.id/

, (2012). The effectiveness of a standardised preoperative preparation in reducing child and parent anxiety: a single-blind randomised controlled trial. Diambil pada tanggal 08 April 2013 dari

Gruendemann, Barbara J., Fernsebner, Billie. (2005). Buku ajar keperawatan perioperatif, volume 2. Jakarta: EGC.

Hidayat, Azis Alimul. (2005). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta: Salemba Medika.

. (2008). Metode Penelitian Keperawatan dan Tehnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

. (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Irdawati., Wibowo, Thomas, Ari. (2010). Hubungan Support System Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah Yang Dirawat di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Diambil pada tanggal 06 Desember 2013 dari jks.fkik.unsoed.ac.id/index.php/jks/article/download/306/154

Margaretha S, Carolina. (2007). Perbedaan Sters Anak Terhadap Hospitalisasi Di Ruang Rawat Bedah Dan Di Ruang Rawat Penyakit Dalam Di Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi Medan.(Tidak Di Publikasikan).

Marlindawani Jenny P., Wahyuni Sri Eka., Daulay Wardiah., Lailan, Mahnum N. (2012). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Masalah Psikososial Dan Gangguan Jiwa, Edisi Revisi. Medan: USU Press.

Muscari, Mary, E. (2005). Panduan Belajar: Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC.

Mubarak, Wahit, Iqbal., Santoso, Bambang, Adi., Rozikin, Khoirul., Patonah, Siti. (2006). Ilmu Keperawatan Komunitas 2, Cetakan 1. Jakarta: Sagung Seto. Murniasih, E., Rahmawati, A. (2007). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan

Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah di Bangsal L RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jurnal Kesehatan Surya Medika Yogyakarta. Diambil pada tanggal 22 November 2013 dari http://www.skripsistikes.wordpress.com.

Muwarni, Arita. (2008) Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Yogyakarta : Fitramaya.

Nadeak, Ruspina jenita. (2010). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruangan RB2 RSUP HAM. Diambil pada tanggal 06 Desember 2013 dari http://repository.usu.ac.id/

Nursalam., Nurs., Sisilaningrum, Rekawati., Utami, Sri. (2005). Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (Untuk Perawat dan Bidan), Edisi 1. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, Soekijo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Novtaria, Darna Galuh. (2011). Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pra Bedah di RSI Surabaya. Diambil

pada tanggal 09 April 2013 dari

Pollit., Hungler. (1999). Nursing Research Principles and Methods. Philadelpia. Lippincott.

Potter P., Perry, Anne G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan, cetakan 1 Edisi 4. Jakarta: EGC.

Purwandari, Haryatiningsih. (2009). Pengaruh Terapi Seni Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak Usia Sekolah Yang Menjalani Hospitalisasi Di Wilayah Kabupaten Bayumas. Diambil pada tanggal 09 juli 2013 dari lontar.ui.ac.id/opac/ui/

Rasmun. (2004). Stess, Koping Dan Adaptasi Teori Dan Pohon Masalah Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: Sagung Seto.

Setiawati Santun., Dermawan Agus Citra. (2008). Penuntun praktis Asuahan keperawatan Keluarga Cetakan I, Edisi ke 2. Jakarta: Trans Info Media. Setiadi. (2008). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Jakarta: Graha Ilmu Smeltzer., Suzanne. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medical-Bedah Brunner &

Suddarth. Jakarta: EGC.

Speer, Kathleen Morgan. (2007). Rencana Asuhan Keperawatan Pediatric Dengan Clinical Pathways. Jakarta: EGC.

Supartini, Yupi. (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak Edisi 1. Jakarta: Salemba Medika.

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC.

Syamsuhidayat. (2004). Buku-Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC

Suyanto. (2011). Metodelogi Dan Aplikasi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Tarwoto dan Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan, Edisi 4 Jakarta: Selemba Medika.

Trismiati. (2004). Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Pria dan Wanita Akseptor Kontrasepsi Mantap Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Diambil

pada tanggal 06 Desember 2013 dari http://www.psikologi.binadarma.ac.id/

Umi, Solikhah. (2011). Pengaruh Therapeutic Peer Play Terhadap Kecemasan dan Kemandirian Anak Usia Sekolah Selama Hospitalisasi Dirumah Sakit Wilayah Banyumas. Diambil pada tanggal 22 November 2013 dari lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20282702-T%20Umi%20Solikhah.pdf Wijayanti, Dewi. (2009). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat

Kecemasan Pasien Pre Operasi di Bangsal Melati RSD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Diambil pada tanggal 09 april 2013 dari

Wong, Donna L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatric, Volume 1 & 2, Edisi 6. Jakarta: EGC.

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESPON CEMAS ANAK USIA SEKOLAH YANG AKAN MENJALANI PEMBEDAHAN

DI RUANG IX RSUD dr. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2013

Oleh :

Lilis Andriani

Saya adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera

Utara. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan

tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Tujuan

penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan respon

cemas anak usia sekolah yang akan menjalani pembedahan.

Saya mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu untuk memberikan jawaban atau

tanggapan sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu sendiri. Saya menjamin kerahasiaan

pendapat dan identitas saudara Bapak/Ibu. Informasi yang Bapak/Ibu berikan

hanya akan dipergunakan untuk pengembangan Ilmu Keperawatan dan tidak akan

dipergunakan untuk maksud-maksud lain.

Pertisipasi Bapak/Ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela, sehingga

Bapak/Ibu bebas untuk menerima atau menolak menjadi peserta penelitian ini.

Jika Bapak/Ibu bersedia menjadi responden penelitian ini, maka silahkan

Bapak/Ibu menandatangani formulir ini.

Tanggal : Tanda tangan :

I. KUESIONER DATA DEMOGRAFI DUKUNGAN KELUARGA DAN RESPON CEMAS PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG AKAN MENJALANI PEMBEDAHAN

A. Kuesioner Data Demografi Dukungan Keluarga

Petunjuk pengisian: isilah data di bawah ini dengan lengkap dan

berilah tanda cek (√) pada kotak pilihan yang tersedia.

1. Nomor Responden : ………..(diisi peneliti)

2. Hubungan dengan pasien : ……….

Ayah Ibu Lain-lain(………)sebutkan

3. Umur orang tua : ………...Tahun

4. Pendidikan Terakhir :

Tidak sekolah SD SMP SMU Perguruan Tinggi

5. Pekerjaan :

Pegawai Negeri Sipil Wiraswasta

Pegawai Swasta Lain-lain(...)sebutkan

6. Penghasilan Keluarga :

Di bawah Rp 1.650.000,-

B. Kuesioner Data Demografi respon cemas anak

Petunjuk pengisian: isilah data di bawah ini dengan lengkap dan

berilah tanda cek (√) pada kotak pilihan yang tersedia.

1. Nomor Responden :……….. (diisi peneliti)

2. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

3. Umur :………..Tahun

4. Pengalaman dilakukan operasi:

II. KUESIONER DUKUNGAN KELUARGA DAN RESPON CEMAS

ANAK USIA SEKOLAH YANG AKAN MENJALANI

PEMBEDAHAN

A. Kuesioner Dukungan Keluarga

Petunjuk pengisian: Berilah tanda cek (√) pada setiap kolom jawaban

yang tersedia di bawah ini dengan kondisi dan situasi yang anda alami.

Keterangan TP : Tidak Pernah, KD : Kadang-Kadang, SL : Selalu. NO PERNYATAAN TP KD SL DUKUNGAN PENGHARAPAN

1 Keluarga memberikan semangat pada anak

2 Keluarga membujuk anak agar mau menerima tindakan pemeriksaan pada persiapan operasi

3 Keluarga menanggapi keluhan anak saat melaksanakan persiapan operasi

4 Keluarga memperhatikan reaksi anak saat menghadapi persiapan operasi

5 Keluarga mendengarkan keluhan anak dan memberikan tanggapan yang positif terhadap keluhanya

6 Keluarga membiarkan anak menangis ketika pemeriksaan kesehatan dilakukan

DUKUNGAN NYATA

7 Keluarga menolak memberikan bantuan kepada anak selama tindakan pemeriksaan terkait persiapan operasi yang dilakukan

8 Keluarga tidak mau membantu anak saat diminta bantuanya 9 Keluarga membantu memenuhi kebutuhan anak saat

tindakan pemeriksaan terkait persiapan operasi yang dilakukan

10 Keluarga secara bergantian menjaga anak selama dirawat sebelum dilakukanya operasi

11 Keluarga menyediakan dana yang diperlukan anak yang berkaitan dengan operasi

12 Keluarga membersihkan anaknya terlebih dahulu sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan

13 Keluarga memegang tangan anak saat melaksanakan tindakan pemeriksaan terkait persiapan operasi

DUKUNGAN INFORMASI

14 Keluarga terlebih dahulu memberitau dan menjelaskan kepada anak bahwa pemeriksaan kesehatan itu tidak menyakitkan

15 Keluarga memberitahu anak bahwa tindakan pemeriksaan sebelum operasi adalah bagian dari pengobatan yang harus dijalani

16 Keluarga menyarankan anak agar tidak takut terhadap tindakan pemeriksaan sebelum operasi

17 Keluarga mengatasi ketakutan anak dengan mengalihkan perhatiannya melalui pembicaraan

18 Keluarga menemui dokter atau perawat dan menayakan pengobatan apa yang baik untuk kesehatan anaknya

19 Keluarga menasehati anak untuk mau bercerita tentang perasaan yang dialaminya saat sakit

20 Apabila anak bertaya maka keluarga akan memberikan informasi yang baik pada anak agar anak tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan

DUKUNGAN EMOSIONAL

21 Keluarga memarahi anak karena menangis saat dilakukan pemeriksaan oleh perawat

22 Keluarga menemani anak saat dilakukan pemeriksaan sebelum operasi

23 Keluarga memuji ketenangan anak saat dilakukan pemeriksaan sebelum operasi

24 Keluarga menanyakan perasaan anak saat menghadapi pemeriksaan sebelum dilakukan operasi

25 Keluarga menghibur anak ketika anak bersedih dan merasa cemas

26 Keluarga tidak memperdulikan anak ketika anak bertaya tentang kesehatanya

B. Kuesioner Respon Cemas Anak

Petunjuk: Berilah tanda cek (√) pada setiap kolom jawaban yang

tersedia di bawah ini dengan kondisi dan situasi yang anda alami berhubungan dengan menghadapi operasi.

Keterangan:

TP : Tidak pernah , KD : Kadang-kadang , SL : Selalu

No Pernyataan TP KD SL

1. Saya takut melihat perawat melakukan tindakan persiapan operasi seperti mengambil darah dengan jarum suntik dan pemasangan infus

2. Saya menangis dan meronta ketika tim kesehatan menyentuh dan memegang tangan atau badan saya

3. Saya marah kepada perawat ataupun dokter yang akan melakukan pemeriksaan fisik

4. Kepala saya terasa sakit ketika akan dilakukan tindakan pemeriksaan

5. Saya terkejut saat dilakukan pemeriksaan untuk persiapan operasi

6. Saya sulit tidur saat menghadapi persiapan operasi

7. Saya takut setelah dioperasi nanti saya tidak dapat bangun lagi

8. Saya memperhatikan terus setiap tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh perawat atau dokter kepada saya

9. Saya ingin buang air kecil terus menerus

10 Saya merasa nyaman dan tenang saat diperiksa oleh dokter ataupun perawat

11 Saya takut tidak dapat bermain lagi dengan saudara kandung maupun teman-teman saya

12 Saya merasa gelisah saat akan menghadapi operasi

13 Saya sulit menjawab pertayaan yang diberikan oleh tim kesehatan

14 Saya merasa dicintai oleh keluarga dan teman-teman saya

15 Saya tiba-tiba sakit perut ketika diperiksa

16 Tubuh saya terasa lemah saat menghadapi persiapan operasi

17 Saya merasa ingin terus berada didekat orang tua saya

18 Saya berfikir kalau saya tidak akan bertemu lagi dengan teman-teman sekolah setelah menjalani operasi

19 Saya takut kalau terjadi sesuatu yang salah atau cedera pada tubuh saya

20 Saya mengalami mimpi buruk dan menakutkan tentang kondisi kesehatan saya

21 Saya bertanya tentang kesehatan saya kepada siapa saja yang berada didekat saya

HASIL RELIABEL INSTRUMENT PENELITIAN 1. Dukungan Keluarga Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .773 26 Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

61.60 41.156 6.415 26

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted PERTAYAAN 1 58.80 38.844 .406 .763 PERTAYAAN 2 59.00 38.444 .382 .763 PERTAYAAN 3 59.10 37.656 .346 .763 PERTAYAAN 4 58.70 39.789 .318 .768 PERTAYAAN 5 59.30 37.567 .288 .768 PERTAYAAN 6 59.20 39.733 .178 .772 PERTAYAAN 7 59.40 39.822 .217 .770 PERTAYAAN 8 59.40 39.156 .140 .777 PERTAYAAN 9 59.10 39.656 .112 .778 PERTAYAAN 10 58.80 38.844 .406 .763 PERTAYAAN 11 59.10 42.989 -.252 .798 PERTAYAAN 12 59.10 41.211 -.061 .787 PERTAYAAN 13 59.50 36.278 .390 .761 PERTAYAAN 14 59.30 34.900 .727 .740 PERTAYAAN 15 59.20 35.511 .874 .740 PERTAYAAN 16 59.00 37.556 .363 .762 PERTAYAAN 17 59.80 45.067 -.508 .807 PERTAYAAN 18 59.40 39.156 .202 .771 PERTAYAAN 19 59.40 36.489 .424 .758 PERTAYAAN 20 59.10 36.767 .643 .750 PERTAYAAN 21 59.70 38.011 .286 .767 PERTAYAAN 22 59.10 36.322 .717 .747 PERTAYAAN 23 59.30 38.011 .489 .759 PERTAYAAN 24 59.70 34.233 .601 .744 PERTAYAAN 25 59.00 39.778 .171 .772 PERTAYAAN 26 59.50 36.500 .632 .750

2. Respon Cemas Anak Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .854 22 Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

49.80 53.511 7.315 22 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted PERTAYAAN 1 47.30 50.011 .300 .853 PERTAYAAN 2 47.70 44.233 .731 .834 PERTAYAAN 3 47.50 45.167 .870 .831 PERTAYAAN 4 47.40 46.489 .959 .833 PERTAYAAN 5 47.20 50.178 .287 .854 PERTAYAAN 6 48.00 57.111 -.418 .876 PERTAYAAN 7 47.60 48.933 .472 .847 PERTAYAAN 8 47.60 46.489 .595 .841 PERTAYAAN 9 47.30 51.122 .280 .853 PERTAYAAN 10 47.90 54.322 -.125 .870 PERTAYAAN 11 47.30 48.011 .715 .840 PERTAYAAN 12 47.30 50.011 .300 .853 PERTAYAAN 13 47.70 44.233 .731 .834 PERTAYAAN 14 47.50 45.167 .870 .831 PERTAYAAN 15 47.40 46.489 .959 .833 PERTAYAAN 16 47.20 50.178 .287 .854 PERTAYAAN 17 48.00 57.111 -.418 .876 PERTAYAAN 18 47.60 48.933 .472 .847 PERTAYAAN 19 47.50 51.167 .305 .852 PARTAYAAN 20 47.90 42.989 .850 .828 PERTAYAAN 21 47.20 52.622 .083 .858 PERTAYAAN 22 47.70 49.122 .511 .846

HASIL DISTRIBUSI FREKUENSI PENELITIAN

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Respon Cemas Anak Usia Sekolah yang akan Menjalani Pembedahan di Ruang IX RSUD dr. Pirngadi

Medan Tahun 2013

Umur Orang Tua

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid umur 29-33 5 16.7 16.7 16.7 umur 34-37 4 13.3 13.3 30.0 umur 38-41 13 43.3 43.3 73.3 umur 42-45 3 10.0 10.0 83.3 umur 46-49 2 6.7 6.7 90.0 umur 50-53 3 10.0 10.0 100.0 Total 30 100.0 100.0 Pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent V

ali d

Pegawai negeri Sipil 3 10.0 10.0 10.0

Wiraswasta 18 60.0 60.0 70.0

Pegawai Swasta 1 3.3 3.3 73.3

dan lain-lain 8 26.7 26.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

Hubungan Responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid ayah 10 33.3 33.3 33.3 ibu 20 66.7 66.7 100.0 Total 30 100.0 100.0 Pendidikan Terakhir

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid SD 2 6.7 6.7 6.7 SMP 8 26.7 26.7 33.3 SMU 16 53.3 53.3 86.7 Perguruan tinggi 4 13.3 13.3 100.0 Total 30 100.0 100.0

Penghasilan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid dibawah Rp 1.650.000 20 66.7 66.7 66.7 diatas Rp 1.650.000 10 33.3 33.3 100.0 Total 30 100.0 100.0 Umur Anak

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 8 tahun 6 20.0 20.0 20.0 9 tahun 10 33.3 33.3 53.3 10 tahun 3 10.0 10.0 63.3 11 tahun 4 13.3 13.3 76.7 12 tahun 7 23.3 23.3 100.0 Total 30 100.0 100.0

Jenis Kelamin Anak

Dokumen terkait