• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. ASURANSI JASARAHARJA PUTERA

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

6.2.2 Hasil Uji t

6.2.2.1 Produk

Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa thitung -0,345 adalah lebih besar

dari ttabel -2,001 dengan signifikansi 0,731 dimana nilai koefisiennya sebesar

0,066. Hal ini menunjukkan bahwa variabel produk tidak berpengaruh terhadap kuantitas transaksi.

Diketahui bahwa, PT. Asuransi Jasaraharja Putera menghadirkan JP-BONDING dalam berbagai pilihan dalam satu kategori yaitu surety bond yang terdiri dari Bid/tender Bond (Jaminan Penawaran), Performance bond (Jaminan Pelaksanaan), Advance Payment Bond (Jaminan Pembayaran Uang Muka),

maintenance Bond (Jaminan Pemeliharaan) jenis pekerjaan konstruksi, Pengadaan

dan Konsultan, customs Bond (Jaminan Pembebasan/penundaan bea masuk) dan

Excise Bond.

Panduan kualitas layanan dan inovasi juga telah mengantar sukses peluncuran surety bond sehingga menjadi salah satu produk andalan Asuransi Jasaraharja Putera dengan khalayak sasaran utama komunitas bisnis. Dirancang sebagai penunjang sukses dan kelancaran proyek bisnis nasabah, surety bond memberikan proteksi terhadap berbagai risiko dalam pelaksanaan proyek dengan jenis pertanggungan beragam sesuai kebutuhan tertanggung, sehingga

masing-masing turunan produk surety bond memberikan niali tambah tersendiri, utamanya kepastian perlindungan.

6.2.2.2 Harga

Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa variabel harga tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi surety bond, terlihat dari uji t dimana thitung 0,950 lebih kecil dari ttabel 2,001 dengan signifikansi 0,731 dan dengan nilai koefisien sebesar 0,189. Hal ini menunjukkan bahwa variabel harga tidak mempengaruhi nasabah secara signifikan dalam keputusan untuk bertransaksi.

Harga atau penetapan tarif memang telah menjadi ketetapan pemerintah sesuai dengan Keppres RI no. 80 tahun 2003, untuk bid bond nilai jaminan berkisar antara 1% s/d 3% dari nilai penawaran Proyek. Besarnya nilai Jaminan (Penal Sum) Pelaksanaan adalah prosentase tertentu dari nilai kontrak proyek itu sendiri yaitu antara 5% s/d 10% dari nilai proyek. Dan untuk jaminan uang muka yaitu sebesar 20% dari nilai kontrak proyek. Sedangkan untuk jaminan pemeliharaan proyek nilainya sebesar 5% dimana pada saat Principal telah menyelesaikan 100% atas proyeknya dan diterbitkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I. Oleh karena adanya ketetapan dari pemerintah maka harga atau tarif jaminan proyek menjadi tidak elastis juga, dalam arti bukan karena tarif lebih rendah maka nasabah memilih jaminan proyek di PT. Asuransi Jasaraharja Putera.

6.2.2.3 Promosi

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa variabel promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi, terlihat dari uji t dimana thitung 0,143 lebih kecil dari ttabel 2,001 dengan signifikansi 0,315 dan dan nilai

koefisien sebesar 0,281, dapat disimpulkan bahwa variabel promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transnaksi. Koefisien yang positif mencerminkan pengaruh yang sejalan dengan kuantitas transaksi itu sendiri. Maksudnya apabila terjadi penurunan promosi maka menurun juga kuantitas transaksi walau tidak berpengaruh signifikan.

Sesuai dengan jawaban pernyataan responden yang diajukan didalam kuesioner mengenai aktifitas periklanan yang diterapkan perusahaan ternyata PT. Asuransi jasaraharja Putera ternyata masih kurang. Sementara penggunaan media lainnya seperti laman website juga masih kurang berdampak pada konsumen. Sementara untuk agen yang ditempatkan di luar kantor juga sangat jarang dijumpai karena staf surety bond bertugas hanya melayani nasabah yang datang ke kantor cabang.

6.2.2.4 Lokasi

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa variabel lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi, terlihat dari uji t dimana thitung - 0,020 lebih besar dari ttabel -2,001 dengan signifikansi 0,908 dan dan nilai koefisien sebesar -0,031, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi. Tanda negatif menunjukkan bahwa hubungan antara variabel lokasi dengan kuantitas transaksi adalah negatif, artinya apabila terjadi kenaikan pada variabel lokasi maka variabel kuantitas transaksi akan menurun begitu juga sebaliknya walau tidak berpengaruh signifikan.

Apabila dilihat dari lokasi kantor cabang berada maka lokasi kantor memang sudah berada di tempat yang strategis. Selain di tengah kota juga akses

menuju dan dari kantor cabang mudah. Begitu juga dengan layanan transaksi yang harus dilakukan di dalam kantor cabang.

6.2.2.5 Orang

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa variabel orang tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi, terlihat dari uji t dimana thitung -1,223 lebih besar dari ttabel -2,001 dengan signifikansi 0,226 dan dan nilai koefisien sebesar -1,482, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel orang tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi.

Selain keterampilan pegawai, dalam melayani nasabah juga dibutuhkan kecekatan dan kehandalan untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Tetapi untuk kasus ini kuantitas transaksi surety bond tidak dipengaruhi secara signifikan dalam hal keterampilan pegawai. Selain itu variabel orang terhadap kuantitas transaksi memiliki hubungan yang negatif dilihat dari koefisiennya, yang berarti bila terjadi penurunan pada variabel orang maka variabel kuantitas transaksi meningkat walau tidak signifikan.

6.2.2.6 Proses

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa variabel proses tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi, terlihat dari uji t dimana thitung -0,164 lebih kecil dari ttabel 2,001 dengan signifikansi 0,870 dan dan nilai koefisien

sebesar 0,070, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel proses memiliki hubungan positif terhadap kuantitas transaksi walaupun tidak berpengaruh signifikan.

Proses penerbitan surat jaminan yang selama ini terjadi selalu cepat dan tepat waktu. Begitu pula dengan prosedur yang mudah untuk dipenuhi karena dilakukan sesuai prosedur yang diinformasikan. Walaupun proses tidak memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap kuantitas transaksi tetapi proses penerbitan surat tetap dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditatapkan perusahaan.

6.2.2.7 Bukti Fisik

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa variabel bukti fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi, terlihat dari uji t dimana thitung 0,651 lebih kecil dari ttabel 2,001 dengan signifikansi 0,518 dan dan nilai koefisien sebesar 0,256, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel bukti fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas transaksi.

Kelengkapan peralatan yang digunakan PT. Asuransi Jasaraharja Putera cabang Medan telah memenuhi syarat, karena peralatan seperti komputer sudah terhubung dengan kantor pusat. Dan untuk pembuatan surat menyurat atau penerbitan surat jaminan juga dilakukan di kantor cabang Medan.

Lingkungan luar kantor cabang Medan juga ditata rapi dan bersih sehingga nyaman dan menarik. Untuk bukti fisik lainnya seperti surat jaminan yang dipegang nasabah sebagai bukti jaminan juga menambah nilai tersendiri bagi nasabah.

BAB VII

Dokumen terkait