BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Bentuk Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto.
Degradasi budaya adalah menurunnya suatu kebiasaan seseorang dalam melakukan suatu kegiatan atau suatu perbuatan pada seseorang terhadap sesama.
Seperti halnya yang terjadi pada desa ini budaya dulu masih kental dan masih sering terjadi tetapi sekarang berubah, itu karena sudah banyak pengaruh dari luar dan salah satu bentuk degradasi budaya seperti kurangnya kebersamaan, silaturahmi dan komunikasi.
a. Kebersamaan
Manusia sebagai makhluk sosial tentunya memerlukan orang lain.
Semakin banyak dan semakin lancar interaksi seseorang dengan orang lain maka keakraban satu sama lain akan sangat erat. Sering kita dengar mengenai kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaan maka dari itu ada penjelasan untuk ketiga tersebut yaitu:
Kebersamaan adalah kesetiakawanan seseorang kepada kerabat terdekatnya atau pun orang lain. Kebersamaan sangat diperlukan dalam suatu organisasi atau lembaga yang ada tetapi kebersamaan yang terlihat dalam masyarakat tentunya pada desa ini dan kebersamaan sudah berubah dan sangat berpengaruh terhadap budaya yang ada.
Kata solidaritas ini beranjak dari kebersamaan, jika kebersamaan ini terjalin dengan baik maka solidaritas seseorang akan ikut dalam kebersamaan itu. Jika kebersamaan baik maka solidaritas seseorang akan ikut baik juga, kebersamaan
dan solidaritas sangat berpengaruh terhadap budaya yang ada karena ketika kebersamaan dan solidaritas baik maka budaya yang ada pada desa ini tentunya akan tetap bertahan. Atau malah sebaliknya jika kebersamaan dan solidaritas tidak maka akan berdampak terhadap budaya tersebut.
Kekeluargaan sebagai asas yang sangat penting bagi masyarakat dalam organisasi atau pun kelompok. Kekeluargaan ini akan terjalin baik jika solidaritas dan kebersamaan seseorang juga baik dan kekeluargaan tidak hanya terjadi dalam keluarga atau hubungan darah saja, tetapi kekeluargaan ini bisa terjadi kapan pun karena solidaritas seseorang sehingga melahirkan yang namanya kekeluargaan.
Seperti rasa kekeluargaan masyarakat disini kini sudah berubah, sehingga berpengaruh pada budaya yang ada. Jika rasa kekeluargaan masih erat maka budaya yang ada akan tetap bertahan. Tetapi sekarang kebersamaan, solidaritas dan rasa kekeluargaan pada desa ini sudah tidak baik sehingga budaya yang ada kini mulai memudar.
Kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaan ini tidak dapat terpisahkan karena solidaritas dan kekeluargaan ini berangkat dari kata kebersamaan. Tetapi dewasa ini masyarakat disini kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaannya kini sudah hampir tidak terlihat lagi sehingga budaya ini sangat mengalami kemerosotan, dan kemerosotan inilah yang membuat budaya hampir hilang.
b. Silaturahmi
Silaturahmi adalah hubungan silaturahim tidak hanya antar orang yang memiliki hubungan darah saja, tetapi juga orang lain atau orang luar sebab kata Rahim adalah kasih sayang dan sama sekali tidak menunjuk pada arti yang punya
hubungan darah saja melainkan pada orang lain. Terlepas dari arti bahasa tersebut, sebenarnya silaturahmi yang dimaksudkan kebanyakan orang adalah melakukan perbuatan baik kepada kerabat atau siapa pun yang ada pada sekitarnya, baik dalam sikap tutur atau hal lain. Memang secara sempit silaturahmi adalah mengunjungi namun tidak pun mengunjungi tetapi selama tetap berkomunikasi dan berbuat baik, itu adalah bagian dari silaturahmi.
Silaturahmi adalah wujud dari bentuk manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk saling berbagi, saling memperhatikan dan kasih sayang dengan sesama manusia satu dengan lainnya dapat terikat dalam hubungan emosional, sosial, ekonomi dan lainnya. Karenanya islam sangat memahami hal itu karena itulah silaturahmi harus terlaksana dengan adab yang baik.
Dari penjelasan diatas bahwa silaturahmi sangat penting bagi kehidupan manusia karena dengan silaturahmi dan komunikasi yang baik hubungan kekerabatan akan semakin kuat dan semakin erat. Tetapi berbicara dengan silaturahmi dan komunikasi pada desa ini dari beberapa informan mengatakan bahwa bentuk silaturahmi dan komunikasi sesama orang lain pada masyarakat sangat menurun sehingga budaya ini sudah tidak stabil lagi, karena masyarakat sudah tidak saling silaturahmi dan komunikasinya sudah tidak baik maka dari sinilah budaya tersebut mengalami kemerosotan. Karena kebersamaan, silaturahmi dan komunikasinya sudah tidak lancar maka berimbas kepada budaya tersebut.
Emile Durkheim Teori Solidaritas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh sebuah masyarakat ataupun kelompok sosial karena pada dasarnya setiap
masyarakat membutuhkan solidaritas. Kelompok-kelompok sosial sebagai tempat berlangsungnya kehidupan bersama, masyarakat akan tetap ada dan bertahan ketika dalam kelompok sosial tersebut terdapat rasa solidaritas pada anggota-anggotanya. Istilah solidaritas dalam kamus ilmiah populer diartikan sebagai
“kesetiakawanan dan perasaan sepenanggungan”.
Dari penjelasan diatas dengan teori solidaritas menguatkan bahwa memang kebersamaan, silaturahmi dan komunikasi ini sangat penting bagi manusia atau masyarakat setempat, tetapi kenyataannya solidaritas masyarakat pada desa ini kini sudah mulai goyah sehingga berimbas kepada budaya yang ada.
2. Faktor Yang Mempengaruhi Degradasi Budaya Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Dari hasil penelitian dan wawancara dari beberapa informan masyarakat desa mengenai faktor apa yang mempengaruhi degradasi budaya pada masyarakat dari penjelasan informan ada beberapa faktor yang mempengaruhi degradasi budaya salah satunya ialah faktor demokrasi/politik, ekonomi, pendidikan, pekerjaan dan teknologi.
a. faktor Politik
politik yang terjadi pada desa ini kini sangat mengguncang masyarakat ketika terjadi suatu pemilihan pemerintahan kepala desa, pilkada dan pemilihan lainnya ini sangat berpengaruh pada budaya yang ada. Informan kepala desa sendiri mengatakan bahwa politik ini salah satu faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya yang ada karena, pada saat ada pemilihan masyarakat masing-masing punya dukungan tertentu, sehingga ketika mereka tidak sejalan maka
pertikaian antara mereka terjadi, bahkan terkadang masa periode pemerintahan sudah selesai pertikaian antara mereka belum selesai, jadi dari politik ini juga yang membuat interaksi menjadi kurang baik terhadap sesama.
Teori interaksi sosial sangat erat kaitannya dengan politik dalam suatu masyarakat pasti ada yang namanya interaksi sosial begitu pun dalam politik.
b. Faktor Ekonomi
Berbicara tentang ekonomi tentunya berbicara dengan kebutuhan manusia, baik berbentuk barang atau jasa. Ekonomi ini sangat penting bagi kehidupan manusia ekonomi ini adalah salah satu kebutuhan manusia agar bisa bertahan hidup tanpa ekonomi manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk bisa bertahan hidup. Seperti halnya pada desa ini semua barang-barang atau kebutuhan sehari-hari sudah mahal jadi orang-orang sangat fokus untuk kehidupannya saja.
ekonomi adalah semua yang menyangkut tentang kehidupan seseorang baik itu berbentuk uang, atau barang dan jasa. Seperti halnya dari penjelasan beberapa informan yang mengatakan bahwa ekonomi salah satu faktor dari degradasi budaya karena dilihat dari zaman sekarang semua kebutuhan ekonomi sangat mahal baik dari makanan, minuman, pakaian dan kebutuhan lainnya semua serba mahal, sehingga masyarakat Bontotiro ini jika ingin melakukan sesuatu atau membantu seseorang mereka selalu mengharapkan imbalan karena kebutuhan sehari-hari yang begitu sangat mahal sehingga mereka sudah tidak memikirkan lagi arti budaya yang sebenarnya, memang mereka masih sadar akan budaya itu dalam membantu tetapi mereka juga mengharapkan imbalan semua itu karena
ekonomi yang semakin tinggi. Bahkan sekarang sebagian orang berpikir kita ingin membantu seseorang mereka lebih mengutamakan apakah adalah imbalan atau tidak, jika ada mereka pasti membantu jika tidak maka mereka tidak membantu sehingga sangat berpengaruh terhadap budaya yang ada.
c. Faktor Pendidikan
Berbicara tentang pendidikan, pendidikan ini sangat penting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan ialah proses perubahan seseorang dari tidak baik menjadi baik, dan dari tidak tahu menjadi tahu. Tetapi malah sebaliknya masyarakat pada desa ini seperti penjelasan dari beberapa informan mengatakan bahwa pendidikan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi degradasi budaya, mengapa demikian seperti itu, karena kekuasaan atau kepentingan sendiri yang dipikirkan semakin tinggi pendidikan atau jabatan seseorang maka dia semakin menganggap dirinya lebih diatas, dan dia tidak bisa menghargai mana yang perlu dihargai mana yang tidak karena dia merasa dia lebih tinggi dari siapa pun.
Sehingga dari pendidikan yang tinggi yang menghilangkan makna dari budaya tersebut dan budaya kita mulai berubah.
d. Faktor Pekerjaan
Bekerja adalah salah satu cara untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup dan bisa menghidupi diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat. Karena sekarang ini orang-orang banting tulang untuk mencari nafkah agar bisa bertahan hidup. Jika manusia tidak bekerja maka mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu yang bisa membuat mereka bertahan hidup. Jadi sebagai manusia kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Tetapi faktor dari pekerjaan ini juga yang sangat
mempengaruhi pudarnya budaya yang ada karena orang-orang pada sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga tidak memperhatikan lagi budaya tersebut.
e. Teknologi
Teknologi adalah alat yang canggih yang dapat dipakai oleh manusia untuk mempermudah pekerjaannya. Seperti pada desa ini teknologi sudah mulai masuk seperti teknologi mesin, traktor, teknologi komunikasi, dan telepon. Teknologi ini mempengaruhi degradasi budaya dari beberapa penjelasan informan mengatakan bahwa teknologi ini menyingkirkan budaya yang ada seperti contohnya dulu masyarakat disini kalau membajak sawah pasti menggunakan sapi, dan banyak orang yang membantu, tetapi sekarang sudah menggunakan traktor maka yang bekerja hanya pemilik tanah saja karena itu lebih mudah dibandingkan sebelumnya, jadi dari faktor inilah sehingga masyarakat sudah tidak berkumpul lagi. Kemudian telepon juga bisa mengubah seseorang baik dari tingkah laku, etika dan lainnya. Mengapa telepon mempengaruhi degradasi budaya karena anak-anak jaman sekarang itu walaupun ada orang tua yang mengajak dia berbicara terkadang dia tidak menghiraukan dikarenakan mereka sibuk dengan teleponnya. Ini sangat berpengaruh sama budaya yang ada sehingga semuanya berubah seperti etika, tingkah laku dan lainnya. Jika etika tidak bagus maka sangat berpengaruh pada makna dari budaya tersebut.
Sekarang dapat kita lihat zaman yang semakin berkembang dan teknologi yang semakin canggih kini sangat mempengaruhi budaya yang ada karena, mau tidak mau manusia harus mengikuti zaman karena sekarang kita tinggal pada zaman yang sudah serba canggih, dan interaksi manusia sudah sangat luas dengan
adanya teknologi jadi manusia sekarang tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Teori interaksi sosial sangat erat kaitannya dengan pembahasan tersebut.
C. Interprestasi Hasil Penelitian
Dibawah ini peneliti akan membuat tabel tentang hasil wawancara peneliti dengan informan, yakni:
Tabel 5. 1: Hasil Penelitian
No Nama
2 Dg Jannang Ya, budaya sekarang ini
4 Kepala Desa Saya selaku kepala
6 H. Bundu Memang budaya kita sudah berubah tetapi
7 Dg. Tompo Budaya kita memang
8 Hj. Situju Budaya ini ibaratkan warisan dari nenek
kerjasama masih sangat
Tabel diatas adalah rangkuman hasil wawancara peneliti dengan informan mengenai bentuk degradasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi degradasi budaya pada masyarakat desa.
D. Cara Kerja Teori
Teori solidaritas Emile Durkheim mengatakan bahwa solidaritas sangat dibutuhkan dalam suatu masyarakat ataupun kelompok sosial karena pada dasarnya manusia membutuhkan solidaritas. Masyarakat akan tetap ada dan bertahan apabila dalam kelompok sosial itu terdapat solidaritas. Seperti halnya dalam budaya pada desa ini, budaya ini akan tetap ada dan bertahan apabila didalamnya terdapat solidaritas masyarakat. Dalam suatu kelompok atau lembaga
solidaritas sangat diperlukan jika masyarakat solidaritasnya bagus maka semua kegiatan yang dilakukan akan mudah. Seperti halnya budaya ini akan tetap ada dan bertahan jika solidaritas masyarakat masih bagus seperti teori solidaritas pada umumnya masyarakat membutuhkan yang namanya solidaritas untuk keberlangsungan hidup bersama. Teori solidaritas ini hadir pada tengah-tengah masyarakat untuk mempersatukan masyarakat agar tetap bisa satu rasa, persatuan baik dan segala sesuatu yang dilakukan akan terasa mudah.
Teori Interaksi sosial yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto, bahwa Interaksi adalah kunci dari kehidupan masyarakat tanpa adanya interaksi manusia tidak akan bisa hidup seutuhnya karena manusia yang satu dengan lainnya saling membutuhkan. Jika interaksi seseorang baik maka segala sesuatu yang dilakukan akan mudah. Begitu pun dalam budaya tersebut jika interaksi masyarakat baik dalam suatu kelompok maka budaya tersebut akan tetap ada dan bertahan, tetapi jika interaksi individu dengan masyarakat lainnya tidak lancar maka akan berimbas pada budaya tersebut. Jadi solidaritas dan interaksi sangat dibutuhkan dalam masyarakat karena kedua ini sangat diperlukan dalam suatu kelompok atau dalam suatu kebudayaan.
Tetapi dari hasil penelitian yang saya dapat dengan kedua teori yang ada kini tidak searah, karena dari teori ini menginginkan masyarakat solidaritas dan interaksinya baik tetapi kenyataannya tidak. Karena masyarakat disini kini solidaritasnya mulai memudar.
E. Nilai Kebaharuan
Penelitian saya memang mempunyai objek yang sama dengan peneliti terdahulu Yaitu Degradasi Budaya tetapi fokus penelitian saya sangat berbeda.
Inilah beberapa penelitian terdahulu yaitu: Muslimawati, 2016. Fokus penelitian lebih membahas tentang bagaimana intervensi globalisasi terhadap budaya tersebut. selfiana, 2017. Penelitian ini lebih berfokus pada bagaimana nilai gotong royong pada lingkungan sekolah. Saiful, 2016, lebih fokus kepada bagaimana partisipasi masyarakat terhadap budaya modero. Dan yang terakhir Sasmita, 2017, fokus pada nilai-nilai Degradasi Bahasa Lontara’. Dari beberapa fokus penelitian terdahulu diatas dengan fokus penelitian saya menunjukkan sangat berbeda walaupun objeknya sama tetapi fokus penelitian saya berbeda, seperti saya lebih berfokus kepada bagaimana bentuk dan faktor yang mempengaruhi degradasi budaya pada masyarakat. Disinilah peneliti hadir dengan membawa nilai kebaharuan dari penelitian peneliti sebelumnya dengan penelitian saya saat ini.
Dari hasil penelitian saya dan penelitian peneliti sebelumnya sudah bisa kita lihat perbedaannya baik dari fokus penelitian saya ataupun dari hasil penelitian yang saya dapat. Jadi penelitian saya membawa nilai yang berbeda dari peneliti sebelumnya.
62
Setelah peneliti melakukan penelitian tentang degradasi budaya.
Peneliti dapat menyimpulkan temuan-temuan yang pokok yaitu sebagai berikut:
Bentuk degradasi budaya dari hasil penelitian yang saya dapat bahwa memang budaya yang ada pada desa ini mengalami kemerosotan, budaya ini sangat memudar dan bentuk degradasi budaya ini seperti kurangnya kebersamaan, silaturahmi dan komunikasi yang baik bagi masyarakat ataupun pemerintah setempat. Dan pudarnya budaya ini dikarenakan masyarakat sudah hilang kesadaran dirinya akan budaya tersebut, karena masyarakat sekarang hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak memikirkan kepentingan orang lain. Ditambah lagi seperti kepentingan kekuasaan, jabatan dan kelas sosial, sehingga budaya yang ada mengalami kemerosotan.
Faktor yang mempengaruhi budaya tersebut dari hasil penelitian ini ialah ada beberapa faktor yang mempengaruhi budaya tersebut pada desa ini salah satunya yaitu faktor demokrasi/politik, faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor pekerjaan dan faktor teknologi, inilah beberapa faktor yang sangat mempengaruhi degradasi budaya yang ada dalam masyarakat.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti dapat memberikan saran yaitu sebagai berikut:
1. Untuk masyarakat setempat agar dapat mempertahankan dan membuat budaya yang ada tetap bertahan maka masyarakat harus menjaga kebersamaan, silaturahmi sesama tetangga dan komunikasi harus lancar baik sesama masyarakat ataupun sama pemerintah. Masyarakat harus tetap bersatu bersama-bersama mempertahankan budaya kita agar tidak hilang.
2. Untuk pemerintah pada desa ini bahwa untuk mempersatukan kebersamaan, dan silaturahmi terhadap masyarakatnya maka perlu perbaiki komunikasi kepada masyarakatnya dan harus memperbaiki tali silaturahmi kepada masyarakatnya. Dan selalu sosialisasi terhadap masyarakat tentang pentingnya budaya kita, jadi pemerintah perlu lebih bertindak lagi agar budaya yang ada tetap bertahan.
3. Untuk akademi penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya, tetapi peneliti akui bahwa penelitian ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan dikarenakan juga belum ada peneliti sebelumnya disini yang meneliti mengenai judul yang serupa. Jadi perlu untuk diberikan kritikan dan saran untuk penelitian ini.
64
Amran Mahmud, 2012. Degradasi budaya gotong royong pada masyarakat Bali.
Jurnal edu civis media publikasi prodi PKN. 21 (1)
A. Safril Mubah, 2011. Strategi meningkatkan daya tahan budaya Lokal dalam menghadapi arus globalisasi. Jurnal budaya lokal. 24 (4)
Basri Seta. 2011. Pengantar Ilmu Politik. Jogjakarta: Indie Book Corner. Hlm 2.
Creswell, John W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Doyle Paul Johnson, (1994), Teori Sosiologi Klasik Dan Modern. Jakarta:
Gramedia Pustaka
Hildigardis, 2019. Upaya melestariakan budaya Indonesia di Era Globalisasi.
Jurnal sosiologi nusantara. 5 (1)
Koentjaraningrat, (2009). Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta; rineka cipta
Muslimawati, (2016). Impilkasi Globalisasi Terhadap Budaya Assamaturu’ di Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Martono, N. (2012). Sosiologi perubahan social: prepektif klsik. Modern, postmodern, poskolonial. Jakarta. PT. Raja Grofindo Persada
Muhammad Nawir, 2017. Degradasi budaya modero (studi kasus masyarakat desa lasunapa duruka kabupaten muna. Jurnal Etika Demokrasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 (1)
Nursalam, Dkk. (2016). Teori Sosiologi. Yogyakarta: Writing Revolution.
Nomina, 2017. Pendidikan dalam kebudayaan. junal kopertais wilayah XI Kalimantan 15(28).
Naomi Diah Budi Setyaningrum, 2018. Budaya Lokal di era Global. Jurnal Ekspresi Seni. 20 (2)
Prayoga Rian dan Danial Endang (2016). Pergeseran nilai-nilai budaya pada suku Bonai Sebagai Civis Culture di Kecamatan Bonai Darrussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Jurnal Humanika .23(1).
Ritzer George, 2016. Sosiologi ilmu pengertahuan paradigma ganda. Pt RajaGrafindo persada Jakarta.
Soerjanto poespowardojo (1993). Strategi kebudayaan: Suatu pendekatan filosofis, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Soekanto S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali pers
Selpiana, 2017. Degradasi nilai gotong royong pada lingkungan sekolah (Studi kasus SMA Somba Opu) skripsi. Universitas Muhammadiyah makassar.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. bandung:
Alfabeta.
Sri Suneki, 2012. Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Budaya Daerah.
Jurnal Ilmiah CIVIS. II (1)
https://medium.com/sadeva-satyagraha/indahnya-kebersamaan-solidaritas-kekeluargaan-9c591df61456
silaturahmi/https://www.maxmanroe.com/vid/bisnihtmls/pengertian-ekonomi https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/pengertian-teknologi.html
66
A M
P
I
R
A
N
Tabel Catatan
No Hari /Tanggal Wawancara
1. Rabu, 23/09/2020 Permohonan izin penelitian di desa Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
2 Sabtu, 26/09/2020 Wawancara dengan penyuluh agama desa Bontotiro
3 Sabtu, 26/09/2020 Wawancara dengan orang yang termasuk sudah tua di desa Bontotiro
4 Senin, 28/09/2020 Wawancara dengan mantan kepala desa di desa Bontotiro
5 Sabtu, 10/10/2020 Wawncara dengan kepala desa di desa Bontotiro
6 Senin, 12/10/2020 Wawncara dengan masyarakat bontitro selaku guru sekolah
7 Kamis, 22/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontotiro selaku ketua PKK
8 Senin, 25/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontotiro
9 Senin, 25/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontiro
10 Jum’at, 30/10/2020 Wawancara dengan masyarakat bontotiro
Tabel Informan
No. Nama Informan Umur L/P Pekerjaan
1 Hamzah 37 L Guru/ penyuluh agama
2 Dg Jannang 80 L Petani
3 Kamaruddin 48 L Swasta
4 Marzuki Tinggi 47 L Kepala Desa
5 Halijah 42 P Guru
6 Syamsiah Akbar 42 P Sekretaris PKK
7 Hj. Bundu 62 L Petani
8 Dg Tompo 45 L Petani
9 Hj. Situju 67 L Petani
10 Hj. Roa 69 L Petani
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Utama (Kepala desa di Desa Bontotiro)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Apakah betul budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi sekarang ?
3. Apakah budaya assamaturu’ masih sering terjadi ?
4. Mengapa demikian budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
5. Apakah solusi yang anda tawarkan untuk mempertahankan eksistensi budaya assamaturu’ di desa ini ?
6. Apa factor yang mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’?
7. Mengapa factor itu mempengaruhi budaya assamaturu sehingga mengalami kemunduran ?
8. Mengapa teknologi mempengaruhi degradasi budaya assamaturu’?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci ( Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ? 2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi
sekarang ?
3. Mengapa budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
4. Apakah dampak yang terjadi dengan degradasi budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang akan anda lakukan dengan budaya assamaturu’ agar tetap
terjaga dengan baik ?
6. Apakah factor yang mempengaruhi sehingga budaya assamaturu’
mengalami kemunduran ?
7. Bagaimana pengaruh teknologi terhadap budaya assamaturu’ ?
8. Apakah teknologi sangat mempengaruhi terjadinya degradasi budaya assamaturu’?
9. Apa factor lain yang mempengaruhi budaya assamaturu’ mulai memudar ?
10. Apakah cara yang akan anda lakukan agar budaya assamaturu tetap bertahan ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci ( Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ? 2. Bagaimana bentuk degradasi budaya assamaturu’ yang terjadi
sekarang ?
3. Mengapa budaya assamaturu’ mengalami degradasi ?
4. Apakah dampak yang terjadi dengan degradasi budaya assamaturu’ ? 5. Apakah yang akan anda lakukan dengan budaya assamaturu’ agar tetap
terjaga dengan baik ?
6. Apakah faktor yang mempengaruhi sehingga budaya assamaturu’
mengalami kemunduran ?
7. Bagaimana pengaruh teknologi terhadap budaya assamaturu’ ?
8. Apakah teknologi sangat mempengaruhi terjadinya degradasi budaya assamaturu’?
9. Apa faktor lain yang mempengaruhi budaya assamaturu’ mulai memudar ?
10. Apakah cara yang akan anda lakukan agar budaya assamaturu tetap bertahan ?
Daftar Pertanyaan Informan
Degradasi Budaya Assamaturu’ Masyarakat Bontotiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Informan Kunci ( Penyuluh agama/para orang tua)
Nama :
Alamat : Jenis Kelamin : Pekerjaan :
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ?
1. Bagaimana pendapat anda tentang budaya assamaturu’ sekarang ?