• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

2. Pembahasan

a. Sistem Pengawasan

Sistem merupakan suatu kumpulan komponen phisik ataupun non-phisik yang membentuk suatu jaringan kerja untuk melakukan suatu kegiatan guna mencapai sasaran tertentu. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling

berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara, sedangkan pengawasan merupakan suatu tindakan pemantauan atau pemeriksaan kegiatan perusahaan untuk menjamin pencapaian tujuan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya dan melakukan tindakan korektif yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada sebelumnya.

Dengan demikian tindakan pengawasan ini tidak dilakukan terhadap suatu proses kegiatan yang sedang berjalan, akan tetapi justru pada akhir suatu kegiatan, setelah kegiatan tersebut menghasilkan sesuatu. Melalui pengawasan diharapkan dapat membantu melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan. Bahkan, melalui pengawasan tercipta suatu aktivitas yang berkaitan erat dengan penentuan atau evaluasi mengenai sejauhmana pelaksanaan kerja sudah dilaksanakan. Pengawasan juga dapat mendeteksi sejauhmana kebijakan pimpinan dijalankan dan sampai sejauhmana penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan kerja tersebut. Proses pengawasan dapat kita lihat pada gambar 4.2 flowchart pengesahan hasil dan pengawasan di KPP.

b. Pengendalian Pelaporan SPT

Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang). Adanya sistem akuntansi yang

memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan, hal ini disebut Pengendalian Intern, atau dengan kata lain bahwa pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menyediakan informasi keuangan yang handal serta menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.

c. Kepatuhan Wajib Pajak

pelaksanaan dan peningkatan pembangunan nasional serta bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat adalah pajak. Oleh karenanya, pajak perlu dikelola secara seksama dengan meningkat kepatuhan Wajib Pajak dan peran serta seluruh lapisan masyarakat dan dari aparat perpajakan sendiri.

Sistem self assessment memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak, maka selayaknya diimbangi dengan adanya pengawasan yang diberikan tidak disalah gunakan. Selain melakukan penyuluhan, upaya yang dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara yaitu dengan melakuan pendataan atau

penyisiran ini merupakan salah satu dari upaya yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dengan cara melakukan pencarian data baik melalui data internal maupun langsung penyisiran di lapangan. Untuk menangulangi keterbatasan jumlah Account Representative (AR) dalam mengatasi kurangnya ratio pengawasan oleh Account Representative (AR) atas pemenuhan kewajiban Wajib Pajak yaitu dengan cara menambah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten guna untuk meringankan beban kerja Account Representative (AR). Dengan upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kendala-kendala yang ada bahkan dapat mengatasi kendala-kendala yang ada. Sehingga pelaksanaan pengawsan pelaporan SPT pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara dapat berjalan dengan baik memberikan pelayanan baik dan pengawasan yang dilakukan oleh Account Representative (AR) bisa membantu bagi Wajib Pajak dalam memahami peraturan perpajakan dan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sehingga penerimaan atas pajak dapat menjadi lebih optimal.

Pengawasan yang dilakukan oleh Account Representative (AR) telah dilakukan secara optimal. Account Representative (AR) dibawah koordinasi Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi. Keberadaan Account Representative (AR) akan mempermudah komunikasi antara pihak kantor pajak dengan wajib pajak. Account Representative (AR) bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanan secara langsung, edukasi, asistensi, mendorong dan mengawasi pemenuhan hak dan kewajiban wajib pajak. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Account Representative (AR) harus

dapat melakukan analisa data dan informasi wajib pajak baik dari segi jenis usahanya (nature of business) maupun penerapan suatu peraturan perpajakan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan diatas dan untuk menjawab rumusan masalah yang di kemukakan maka dapat disimpulkan bahwa sistem pengawasan dan pengendalian pelaporan SPT terhadap kepatuhan wajib pajak belum optimal karena jumlah wajib pajak yang terdaftar tidak semua melaporkan surat pemberitahuannya (SPT), sedangkan jumlah wajib pajak dalam 4 tahun terakhir terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan perlu ditingkatkan, namum dilihat dari kurangnya sosialisasi dan kesadaran masyarakat maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus menambahkan fiskus yang dapat mengawasi yang jumlah tiap tahunnya meningkat.

Penegakan hukum juga harus dilakukan untuk pemeriksaan/penyidikan dan penagihan pajak. Dengan adanya pemeriksaan yang merupakan instrument yang baik untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, baik secara formal maupun material dari peraturan perpajakan, yang tujuannya untuk menguji dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, kepatuhan ini akan berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung pada penerimaan perpajakan.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka saran penulis adalah sebagai berikut :

1) Melakukan Penyuluhan Guna mendukung suksesnya tugas KPP pratama Makassar Utara, dan melihat bahwa penyuluhan merupakan salah satu fungsi Direktorat Jenderal Pajak sebagai fiskus untuk memberikan bimbingan, pembinaan, pelayanan dan pengawasan kepada masyarakat Wajib Pajak. Tujuan penyuluhan perpajakan secara langsung adalah mendorong kesediaan dan kepatuhan Wajib Pajak untuk membayar pajak.

Melalui penyuluhan perpajakan diharapkan pula pengetahuan kewajiban perpajakannya semakin meningkat. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakannya, diharapkan jumlah Wajib Pajak yang terdaftar di suatu KPP juga semakin meningkat dan jumlah wajib pajak yang melaporkan Surat Pemberitahuannya juga meningkat.

2) Melakukan Pendataan Pendataan atau penyisiran ini merupakan salah satu dari upaya yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dengan cara melakukan pencarian data baik melalui data internal maupun langsung penyisiran di lapangan, melakukan penyisiran terhadap tempat atau jalan utama yang diduga menjadi pusat bisnis serta mendata masyarakat yang diduga memiliki tambahan kemampuan ekonomis berdasarkan harta kekayaan yang dimiliki.

3) Sebaiknya tingkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya penyampaian SPT dan besarnya sanksi yang akan dibayarkan ketika tidak atau terlambat disampaikan

4) Tingkatkan pengawasan terhadap wajib pajak agar memenuhi kewajiban perpajakannya.

DAFTAR PUSTAKA

Brotodiharjo Andriani, (2003). Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Fitriandi primandita, yuda Aryanto, Agus Puji Pryono. Kompilasi Undang-Undang Perpajakan, Edisi 2001, Penerbit Salembah Empat.

Ilyas Wirawan, Rudy Suhartono. (2012). Perpajakan : Pembahasan Lengkap Berdasarkan Perundang-undangan dan Aturan Pelaksanaan Terbaru. Mitra Wacana Media, Jakarta

Ilyas, Wirawan B. 2010. Ensiklopedia Perpajakan Indonesia. Jakarta: Salemba Empat. Rahman Pura, Se, M.Si, 2012, Buku ajar : Riset Akuntansi, STIEM Bongaya, Makassar.

Jogianto, (2005). Analisis dan Desain sistem informasi. hal :2

Kurnia Siti, (2006). http://akunt. blogspot. com/2012/03/sistem-perpajakan-di-indonesia-saat-ini.html.

Lukman, Gagaring Pagalung, Anwar Borahima. Jurnal tentang : Pengaruh Struktur Pengendalian Intern (SPI) Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam Memenuhi Kewajibannya di Kota Makassar

Mardiasmo, Prof. Dr. MBA. Ak. Perpajakan. Edisi Revisi 2011, Yokyakarta: Andi Menteri Keuangan No. 199/PMK.03/2007 diubah No. 28/PMK.03/2011. Menegaskan

pemeriksaan tujuan menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan Muchsan (2000). Sistem Pengawasan Terhadap Perbuatan Aparat Pemerintah dan

Peradilan Tata Usaha di Idonesia.Yokyakarta : LIBERTY

Nowak D. Norman (2004). Kepatuhan Wajib Pajak. http://www. Bambang hariyanto.com/2012/06/pengertian-kepatuhan-wajib-pajak.

Nurmanto Safri dan Rahayu Kurnia Siti (2010). Kepatuhan Wajib Pajak.

http://www. Bambang hariyanto.com/2012/06/pengertian-kepatuhan-wajib-pajak.

Pedoman Penulisan Skripsi, 2014. Universitas Muhammadiyah Makassar

Resmi siti. 2010. Perpajakan Teori dan Kasus. Edisi enam. Salemba Empat: Jakarta Rustiyaningsih Sri, 2011. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuahan wajib

pajak. Widya Warta. No. 02/juli, Hal 44-54.

Sadhani, 2004. . Peranan Perorangan di Kantor Pelayanan Pajak X. Skripsi Fakultas Ekonomi, UNIAR Surabaya.

Susanto Azhar, (2004). Sistem informasi manajemen konsep dan pengembangannya.

hal:18

Sofyan, 2003. Sistem Penetapan Pajak (dalam karangka mencari sistem yang kondusif). Jurnal Perpajakan Indonesia. Vol. 3, Hal 28-34

Skripsi : Sri Ayu Dewi (2013): Peranan Pengawasan Pelaporan SPT Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Universitas STIEM Bungaya.

Tarjo dan Indra Kusumawati (2005). Jurnal : Pengaruh Struktur Pengendalian Intern (SPI) Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam Memenuhi Kewajibannya di Kota Makassar. Universitas Trunojoyo.

Tjondro Subagiono, 2001. Pengaruh Penetapan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Hotel Dalam Memenuhi Kewajibannya di Kodia Semarang.Semarang : Program Pasca Serjana Universitas Diponegoro.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 23 Huruf (a) bahwa segala pajak untuk keperluan Negara berdasarkan Undang-Undang.

Wahono, Segeng, 2012. Teori dan aplikasi. Penerbit PT Elex media komputindo.

Zain, M (2003). Manajemen Perpajakan. Jakarta: penerbit PT Salemba Empat.

Anonim. Article-25.itjen depdagri.Jakarta. (http://itjen-depdagri.go.id /article-25-pengertian-pengawasan.html) Pasal 1 UU No. 19 Tahun 2000 : Tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (PPSP).

Anonim, (2009). Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Indonesia Legal Center Publishing

Pasal 18 Ayat 1 UU KUP No. 28 (2007) : Menegaskan Dasar Penagihan

Pasal 20 ayat 3 UU KUP. Menegaskan pelaksanaan penagihan pajak dengan surat paksa sesuai dengan perundang-undangan perpajakan.

Pasal 29 UU KUP No. 28 Tahun 2007. Tentang Pemeriksaan Pajak

Pasal 29 Ayat 1 UU KUP. Menegaskan pemeriksaan tujuan lain yang dilakukan dengan criteria.

Pasal 43 Ayat 1 UU KUP No. 28 (2007) dan Pasal 1 Angka 27 UU KUP tentang : Pemeriksaan Bukti Permulaan

Pasal 44 Ayat 1 UU KUP tentang : Peyidik Pajak

Peraturan Menteri Keuangan No. 199/PMK.03/2007 dan di ubah menjadi No.

82/PMK.03/2011.

Pasal 1 Angka 25 UU KUP. pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengelola data yang dilaksanakan secara objektif dan professional.

Pasal 1 Angka 32 UU KUP, menyatakan bahwa penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.

Pasal 13 UU KUP. Daluarsa penetapan pajak adalah 5 tahun setelah berakhirnya masa pajak atau tahun pajak.

Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) No.36 (2008). Tenteng Tarif Pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak.

pelayanan satu pelayanan

satu pelayanan pengawasan&konsultasi

pengolahan data dan informasi

SPT dari KPP lain serta surat pengiriman dan

SPT dari KPP lain serta surat pengiriman dan

pelayanan satu pemgolahan data dan informasi

Account Representative dan konsultasi

SPT dan batch

RIWAYAT HIDUP

RUSNENI,lahir di Kamalipada tanggal 25 Agustus 1984. Anak ketiga dari Empat bersaudara, buah cinta dari pasangan Jumaing dan Tipa. Mulai menempuh pendidikan formal pada tahun 1991 di SDN 186Lembang dan tamat pada tahun 1997. Pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Duampanua dan tamat pada tahun 2000. Selanjutnya melanjutkan pendidikan di SMA Paket C dan tamat tahun 2009. Kemudian pada tahun 2010 melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dokumen terkait