• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

% !&' ! ()* +,% -. % !&' ! /(* (,% - 0 %$ !&' ! /(* 1/%

Dari tabulasi diatas, pada awal sebelum adanya pembelajaran dengan

Mind Map sebanyak 20 siswa mengalami motivasi rendah. Setelah mengalami setengah pembelajaran dengan menggunakan Mind Map, motivasi siswa dalam kategori rendah berkurang menjadi 3 siswa. Pada akhir pembelajaran

dengan Mind Map selesai yaitu pada motivasi 3, terdapat 4 siswa masuk dalam kategori rendah. Akan tetapi setelah melihat persentase motivasi kelas,

pada motivasi 2 dan motivasi 3 tergolong pada motivasi tinggi.

C. Pembahasan

Dari hasil ulangan 1 mengenai sifat-sifat bangun segiempat (fase 1), nilai tertinggi dari ulangan ini adalah 93,3 dan nilai terendah adalah 20,0 dan diperoleh ketuntasan belajar yaitu 47,62% dengan rata-rata nilai kelas 56,50. Berdasarkan batas KKM sekolah dengan hasil demikian, masuk dalam kategori tidak tuntas. Maka

dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel hasil belajar pada

ulangan 1 adalah berada pada kategori kurang sesuai Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang telah disepakati.

Sedangkan pada ulangan 2 mengenai keliling dan luas bangun

segiempat (fase 2), nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 0 dan

diperoleh ketuntasan belajar yaitu 4,88% dengan rata-rata nilai kelas 21,71.

Berdasarkan batas KKM sekolah dengan hasil demikian, masuk dalam

kategori tidak tuntas. Maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel hasil belajar pada ulangan 1 adalah berada pada kategori sangat kurang sesuai Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang telah disepakati.

Dari data Motivasi 1 yang diukur pada saat awal sebelum dimulainya

kegiatan belajar mengajar didapat persentase individu tertinggi 70% dan

persentase individu terendah 33,33% dengan persentase keseluruhan sebesar

52,46%. Berdasarkan perhitungan maka dapat disimpulkan bahwa

kecenderungan untuk variabel motivasi 1 adalah berada dalam kategori tinggi menurut kriteria motivasi siswa.

Dari data Motivasi 2 yang diukur usai kegiatan fase 1 didapat

persentase individu tertinggi 100% dan persentase individu terendah 0%

dengan persentase keseluruhan sebesar 75,56%. Berdasarkan perhitungan

maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel motivasi 2

adalah berada dalam kategori tinggi menurut kriteria motivasi siswa.

Dari data Motivasi 3 yang diukur usai kegiatan fase 2 didapat

persentase individu tertinggi 96,67% dan persentase individu terendah 30%

dengan persentase keseluruhan 75,37%. Berdasarkan perhitungan maka dapat

disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel motivasi 3 adalah berada

Dari hasil pengamatan dan data diatas menyatakan bahwa siswa kelas

VII A SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten memiliki motivasi yang tinggi dalam

mengikuti pembelajaran matematika. Dilihat pula saat proses pembelajaran

berlangsung, setiap siswa berani dan aktif untuk mempresentasikan hasil

pekerjaan mereka. Selain itu, keinginan siswa untuk berprestasi juga terlihat

saat siswa diberikan pekerjaan rumah kemudian membahasnya pada

pertemuan selanjutnya. Siswa sangat antusias untuk maju menuliskan hasil

pekerjaannya. Siswa merasa nyaman dalam situasi kelas yang dipimpin oleh

guru yang sekaligus sebagai peneliti. Ini bisa saja menyebabkan siswa merasa

tidak adanya jeda antara guru dan siswa, sehingga siswa tidak malu untuk

mengekpresikan apa yang mereka tahu mengenai materi yang diajarkan.

Dengan menggunakan Mind Map cenderung membuat siswa aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu dalam mempelajari matematika

khususnya materi segiempat siswa lebih dipermudah belajarnya mengenai

konsep dasar segiempat. Sebelum penelitian berlangsung, di kelas VII A

hanya sebagian kecil saja yang terlihat aktif dalam proses belajar mengajar.

Saat peneliti hadir membawa model pembelajaran yang baru, yakni Mind Map siswa menjadi lebih semangat dalam pembelajaran. Dengan cara kerja Mind Map yang memusatkan pada konsep awal, dan tampilan yang menarik, membuat siswa termotivasi dalam belajar.

Akan tetapi, terjadi kejanggalan saat melihat hasil ulangan siswa kelas

VII A SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten. Dengan motivasi yang tinggi, tidak

satu manfaat Mind Map karena materi pada fase 1 yakni ulangan pertama materi mengenai sifat-sifat segiempat. Mind Map sangat membantu siswa dalam mempelajarinya. Akan tetapi saat fase 2 yaitu ulangan kedua mengenai

keliling dan luas, terjadi penurunan rata-rata kelas. Hasil belajar siswa

mengalami penurunan dari fase 1 ke fase 2 dengan nilai rata-rata kelas 56,50

menjadi 21,71 dengan ketuntasan belajar pada ulangan 1 yaitu 47.62sedangkan

pada ulangan 2 ketuntasan belajar yaitu 4.88. Sangat rendahnya penggunaan

model pembelajaran Mind Map pada hasil belajar siswa, peneliti mendiskripsikan bahwa penyebab terjadinya penurunan ketuntasan belajar

siswa dan rata-rata ulangan kelas disebabkan karena kurangnya latihan soal

saat mempersiapkan ulangan kedua, sehingga siswa kurang siap dalam

menghadapi soal-soal ulangan. Dalam matematika, konsep awal memanglah

sangat penting akan tetapi apabila tidak diimbangi dengan latihan soal yang

cukup, maka kegiatan belajar matematika akan gagal. Hasil tes fase 1

mengenai sifat-sifat segiempat memiliki kategori kurang, sedangkan hasil tes

fase 2 memiliki kategori sangat kurang. Disini siswa membutuhkan banyak

latihan soal, ketika siswa diberikan soal-soal tes yang mengharuskan siswa

menguraikan terlebih dahulu soal tersebut.

Berdasarkan hasil diatas, dalam pelajaran Matematika materi

segiempat menunjukkan bahwa penggunaan Mind Map merupakan salah satu model yang tepat untuk pembelajaran pemahaman konsep awal. Seperti

mengetahui sifat-sifat Segiempat. Akan tetapi untuk perhitungan matematika

latihan soal. Diperbanyak latihan soal hitungan. Secara garis besar, Mind Map dapat membantu siswa dalam belajar materi yang bersifat pemahaman konsep

awal, dengan cara meringkas menggunakan Mind Map sehingga mudah dipahami dan diingat. Dengan demikian hasil pembahasan menunjukkan

bahwa penggunaan metode Mind Map dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi akan tetapi belum dapat digunakan untuk menjadikan hasil belajar

siswa kelas VII A SMP Pangudi Luhur Wedi Klaten menjadi lebih baik.

Dokumen terkait