BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Terdapat Perbedaan yang Signifikan Prestasi Belajar Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Peserta Didik kelas XI SMA Negeri 1 Pengasih Kulon Progo antara yang Diajar Menggunakan Metode Everyone Is A Teacher Here dan yang Diajar Menggunakan Metode Konvensional
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan prestasi belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman antara yang diajar menggunkan metode everyone is a teacher here dengan yang diajar menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen sebesar 24,964, sedangkan nilai rata-rata post-test kelompok kontrol sebesar 23,407. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen yang diajar menggunakan everyone is a teacher here lebih tinggi bila dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol yang diajar menggunakan metode konvensional.
Data tersebut didukung oleh hasil dari uji hipotesis yang menunjukkan nilai lebih besar dari nilai pada tafaf signifikansi 0,05. Hasil perhitungan keterampilan berbicara bahasa Jerman akhir (post-test) sebesar 2,404 dengan nilai signifikansi sebesar 0,020. Hal ini menunjukkan bahwa lebih besar daripada (thitung 2,404 >ttabel 2,009), apabila
dibandingkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,020 lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 5% (0,020< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara bahasa Jerman antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Pengasih Kulon Progo dengan menggunakan metode konvensional dirasa masih kurang efektif. Dalam penggunaan metode konvensional ini guru cenderung banyak berceramah dan pengajaran berlangsung secara deduktif. Peserta didik cenderung hanya mendengar dan mencatat saja. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Jerman, terutama dalam keterampilan berbicara yang menutut peserta didik untuk dapat berkomunikasi lancar dalam bahasa Jerman.Untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jerman, perlulah digunakan metode pembelajaran yang lebih aktif dan variatif, sehingga peserta didik memiliki minat dan semangat yang lebih tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode everyone is a teacher here. Merode ini menjadikan peserta didik sebagai subjek dalam proses pembelajaran. Peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kreativitas mereka dan menuntut mereka untuk memahami suatu materi yang sedang mereka pelajari, karena peserta didik akan dijadikan sebagai guru untuk teman-temannya. Metode ini juga melatih peserta didik untuk lebih percaya diri dan aktif menanyakan materi yang belum dimengerti, sehingga guru dapat mengetahui tingkat kemampuan peserta didiknya.
Penggunaan metode everyone is a teacher here dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman mampu meningkatkan motivasi peserta didik. Peserta didik menjadi semangat dalam memperhatikan materi yang disampaikan guru, karena setiap peserta didik dituntut untuk mampu mengajukan pertanyaan serta menjawab pertanyaan dari temannya, dengan begitu peserta didik termotivasi untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut mampu menciptakan kondisi kelas yang aktif, menyenangkan, dan tidak membosankan, sehingga tujuan pembelajaran pun dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Pengasih Kulon Progo antara kelas yang diajar menggunakan metode everyone is a teacher here dan yang diajar menggunakan metode konvensional.
2. Penggunaan Metode Everyone Is A Teacher Here Lebih Efektif dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Pengasih Kulon Progo Dibandingkan dengan Metode Konvensional
Pembelajaran keterampilan berbicara merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran bahasa Jerman. Hai ini dikarenakan salah satu tujuan dari pembelajaran bahasa adalah agar pembelajar bahasa mampu berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada orang lain. Kendala yang sering dihadapi oleh peserta didik sebagai pembelajar bahasa Jerman adalah peserta didik cenderung malu atau merasa tidak bisa apabila mereka harus mengungkapkan ide atau pendapat mereka. Selain itu guru cenderung menggunakan metode konvensional yang kurang menuntut peserta didik
untuk berlatih keterampilan berbicara. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan dari guru dan mengerjakan soal.
Penggunaan metode dalam proses pembelajaran merupakan faktor penting untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Tujuan dari penggunaan metode adalah untuk mempermudah peserta didik memahami materi yang disampaikan oleh guru secara maksimal. Metode everyone is a teacher here adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara.
Melalui metode everyone is a teacher here, peserta didik akan lebih bertanggung jawab untuk memahami setiap materi yang disampaikan, karena setiap peserta didik dituntut untuk dapat bertanya dan menjelaskan setiap materi yang disampaikan. Pada saat seorang peserta didik menjawab dan menjelaskan sebuah pertanyaan di depan kelas, peserta didik yang lainnya bisa memberi atau menambahkan tanggapan terhadap penjelasan temannya, sehingga akan tercipta suasana pembelajaran yang aktif. Di dalam proses pembelajaran tersebut guru berperan sebagai fasilitator dan motivator, agar peserta didik lebih berani dan percaya diri dalam menjelaskan pertanyaan yang ia peroreh di depan kelas.
Berdasarkan uraian di atas dan data hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode everyone is a teacher here dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Pengasih Kulon Progo lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional. Berdasarkan hasil perhitungan bobot kefektifannya sebesar 8,8%, sedangkan
sisanya sebesar 91,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar dari penelitian ini. Faktor-faktor tersebut antara lain, sarana dan prasarana sekolah, kurikulum yang diterapkan dalam mata pelajaran bahasa Jerman, kualitas pengajar sebagai motivator dan fasilitator serta minat dan motivasi dari peserta didik sendiri.