BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Berdasarkan pemaparan dari hasil tes dan wawancara, peneliti mendapatkan hasil atau jawaban dari rumusan masalah yang disusun oleh peneliti pada bab I yaitu bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bentuk aljabar. Penelitian kali ini, peneliti tidak memakai penilaian berupa angka dalam menganalisis kreativitas yang dimiliki,
63
sebab peneliti memiliki pandangan bahwa kreativitas yang dimilki seseorang tidak dapat dihitung menggunakan nilai, akan tetapi hanya dengan menggunakan indikator kreativitas yaitu kefasihan, fleksibelitas dan kebaruan.
Pada hasil tes dan wawancara terlihat bahwa pada indikator berpikir kreatif semuanya dapat dipenuhi, baik itu kefasihan, fleksibilitas maupun kebaruan. Akan tetapi, tingkatan kemampuan berpikir kreatif dari subjek penelitian tidak manpu mencapai tingkatan yang tertinggi yaitu tingkat ke-4.
Walaupun seperti itu, subjek sudah mampu mencapai tingkat ke-3 yang sudah termasuk ke kategori tinggi. Adapun indikator yang banyak dicapai oleh subjek yaitu hanya indikator kefasihan dan fleksibilitas, hanya sedikit yang memenuhi indikator kebaruan dari subjek-subjek penelitian.
Pada bagian ini akan dipaparkan data hasil penelitian berdasarkan fokus penelitian yang ada pada bab III yaitu mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bentuk aljabar ditinjau dari perbedaan gender.
Untuk mendapatkan gambaran mengenai kemampuan berpikir kreatif, maka pengumpulan data diperoleh dengan cara memberikan tes kemampuan berpikir kreatif pada kelas VII, lalu dari hasil tes tersebut akan dipilih subjek penelitian yang memenuhi indikator kemampuan berpikir kreatif. Berikut adalah uraian pembahasan dari masing-masing subjek penelitian.
1. Kemampuan Berpikir Kreatif SP
Pada deskripsi data dan wawancara hasil tes kemampuan berpikir kreatif, SP pada soal nomor 1 dapat dilihat bahwa subjek SP dapat menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan cara mensubtitusikan
64
nilai A dan B sesuai dengan apa yang diketahui pada soal tersebut, lalu mengoperasikannya dengan aturan operasi hitung campuran yang tepat.
Namun subjek SP hanya bisa menyelesaikan soal nomor 1 dengan satu cara saja. Dalam soal ini, Subjek SPhanya memenuhi indikator kefasihan karena hanya mampu menjelaskan dengan benar dan jelas namun belum bisa menyelesaikan dengan tersebut dengan cara lain. SPjuga tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi. Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor 1 adalah tingkat ke-1. Sebagaimana yang dikemukakan oleh (Siswono, 2018) tingkat ke-1 adalah siswa hanya hanya bisa mencapai indikator kefasihan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal. Kemudian, pada soal nomor 2 walaupun SP tidak meuliskan diketahui dan apa yang ditanyakan, namun pada saat wawancara subjek mampu menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, dan subjek juga mampu menggunakan cara perkalian operasi hitung bentuk aljabar yang berbeda untuk menyelesaikan soal tersebut. Dalam soal ini, SP memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena bisa memberikan penjelasan dengan benar dan juga bisa menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Akan tetapi, SP tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi. Maka tingkat kreavifitas siswa pada soal nomor 2 adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal. Selanjutnya, SP pada soal nomor 3 subjek mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dari soal. Pada operasi aljabar SP menjawab soal dengan jelas sehingga jawabannya dapat dipahami
65
dengan baik, subjek juga mampu menjelaskan dengan jelas. Subjek memenuhi indikator kefasihan karena hanya mampu menjelaskan dengan benar tapi tidak mampu menyelesaikan dengan cara lain. SP juga tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan juga tidak terpenuhi. Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor 3 adalah tingkat ke-1 adalah siswa hanya hanya bisa mencapai indikator kefasihan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal. Selanjutnya, pada soal nomor 4 subjek tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Subjek hanya langsung mengerjakan apa yang diperintahkan pada soal pertama nomor 4.
Namun, pada saat wawancara bahwa subjek SP dapat menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, dan dia juga mampu mampu menggunakan cara perkalian operasi hitung bentuk aljabar yang berbeda untuk menyelesaikan soal tersebut. Dalam soal ini, SP memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena bisa memberikan penjelasan dengan benar dan juga bisa menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Akan tetapi, SP
tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi. Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor satu adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
Kemudian yang terakhir pada soal nomor 5, subjek juga tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan seperti pada saat menjawab soal nomor 4. Subjek hanya langsung mengerjakan apa yang diperintahkan pada soal pertama nomor 5. Namun, pada saat wawancara bahwa SP dapat menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, dan dia juga
66
mampu menggunakan cara perkalian operasi hitung bentuk aljabar yang berbeda untuk menyelesaikan soal tersebut. Pada jawaban ini, peneliti mengamati bahwa pekerjaan subjek SP hampir saja sempurna apabila subjek SPmenuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal. Dalam soal ini, SP memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena bisa memberikan penjelasan dengan benar dan juga bisa menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Akan tetapi, SP tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi. Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor 5 adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
Berdasarkan paparan diatas, dapat diketahui bahwa subjek perempuan mampu mencapai tingkat krativitas di tingkat ke-3 pada soal no 2, 4 dan 5. Namun, pada soal no 1 dan 3 subjek hanya mampu mencapai tingkat ke-1. Indikator yang dipenuhi subjek adalah kefasihan dan fleksibelitas. Pada soal yang telah dikerjakan, tidak ada satupun yang memenuhi indikator kebaruan.
Dilihat dari hasil tes yang telah dikerjakan SP, dominan subjek hanya langsung mengerjakan soalnya tanpa menulis apa yang diketahui dan ditanyakan. Namun, pada penyelesaiannya dibeberapa soal subjek menuliskan jawabannya lebih detail daripada laki-laki. Hal ini sejalan dengan pendapat Krutetzky (Febryana, 2018) yang menyatakan bahwa dalam kemampuan berpikir perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, dan
67
keseksamaan, berbeda dengan siswa laki-laki yang cenderung kurang teliti dan cenderung penyelesaian sesuatu lebih cepat.
2. Kemampuan Berpikir Kreatif SL
Pada deskripsi data dan wawancara hasil tes kemampuan berpikir kreatif,, SLmampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dengan benar. Dalam hasi tes SL, peneliti memahami bahwa subjek mengerti perintah soal dengan baik dan subjek menuliskan cara yang digunakan untuk menyelesaikan soal operasi hitung aljabar tersebut. Pada jawaban tes pada soal nomor 1 SL hanya menggunakan satu cara dalam menyelesaikan soal tersebut. Walaupun SL hanya mampu menyelesaikan dengan satu cara, akan tetapi SL mampu membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi. Maka tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor satu adalah tingkat ke-3 yaitu yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal. Selanjutnya pada soal nomor 2, subjek menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Pada jawaban subjek terlihat bahwa subjek juga mampu mengoperasikan operasi hitung bentuk aljabar dengan benar dan tepat. subjek SL juga mampu menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, dan dia juga mampu menggunakan cara perkalian operasi hitung bentuk aljabar yang berbeda untuk menyelesaikan soal tersebut. Dalam soal ini, SL memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena bisa memberikan penjelasan dengan benar dan juga bisa menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda.
Akan tetapi, SL tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator
68
kebaruan tidak terpenuhi. Namun indikator kebaruan tidak terpenuhi karena subjek tidak mampu contoh lain Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor 3 adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal. Selanjutnya pada soal nomor 3, subjek mampu menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal tersebut.
Pada soal tersebut, subjek menjawab soal tersebut dengan mudah dan benar namun dengan langkah yang kurang jelas. SL dapat menyelesaikan soal no 3 dengan 2 cara dan juga dapat menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, walaupun sebelumnya cara 1 subjek tidak menuliskan caranya dengan rinci namun subjek mampu menjelaskan dengan baik pada saat wawancara. Dalam soal ini, SL memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena bisa memberikan penjelasan dengan benar dan juga bisa menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Akan tetapi, SL tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor 3 adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
Selanjutnya, pada soal nomor 4 subjek menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dengan jelas. Ini menandakan bahwa subjek paham dengan soal tersebut. Pada jawaban subjek, subjek menyelesaikannya menggunakan 2 cara yang berbeda. SL mampu menjelaskan cara untuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, dan dia juga mampu menggunakan cara perkalian operasi hitung bentuk aljabar yang berbeda untuk menyelesaikan
69
soal tersebut. Dalam soal ini, Subjek SL memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena mampu menjelaskan dengan benar dan juga mampu menyelesaikan dengan tersebut dengan cara lain. Namun, subjek tidak mampu membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor satu adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
Kemudian pada soal terakhir, soal nomor 5 subjek tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Subjek hanya langsung mengerjakan apa yang diperintahkan pada soal nomor 5. Pada jawaban subjek, subjek memiliki 2 cara untuk menyelesaikan soal tersebut. Subjek SL dapat menjelaskan cara mendapatkan jawabannya dengan benar dan jelasuntuk mendapatkan hasilnya dengan jelas, dan dia juga mampu menggunakan cara perkalian operasi hitung bentuk aljabar yang berbeda untuk menyelesaikan soal tersebut. Dalam soal ini, SP memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena bisa memberikan penjelasan dengan benar dan juga bisa menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Akan tetapi, SP tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
Maka tingkat kreativitas siswa pada soal nomor 5 adalah tingkat ke-3 yaitu siswa bisa mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
Dilihat dari hasil tes yang telah dikerjakan SL, Subjek mampu menuliskan informasi yang diketahui pada soal. Hal ini menandakan bahwa subjek memang memahami soal tersebut dengan baik. Berdasarkan paparan
70
diatas, dapat diketahui bahwa subjek laki-laki mampu mencapai tingkat kratifitas di tingkat ke-3 pada semua soal yang telah dikerjakan. Dalam pengerjaan soal tersebut, SL lebih unggul daripada SP. Beberapa temuan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki lebih unggul terhadap perempuan untuk beberapa aspek kreatifitas, tetapi perempuan umumnya juga lebih baik daripada laki-laki di aspek yang lain. (Trianggono & Yuanita, 2018).
Indikator yang paling sering muncul oleh SL adalah kefasihan dan fleksibelitas, namun pada soal nomor 1 SL mampu memenuhi indikator kebaruan. Akan tetapi indikator kebaruan dapat dikatakan masih lemah pada siswa karena kebaruan dalam berpikir kreatif artinya siswa yang mencapai indikator kreatifitas yaitu siswa yang mampu menyelesaikan soal dengan cara baru yang masih belum pernah ada atau dipakai secara umum. Pada hasil penelitian ini, kebaruan pada siswa di SMP Negeri 3 Sungguminasa masih sangat rendah, siswa hanya mampu membuat contoh yang berbeda dari yang sebelumnya sudah ada, namun masih belum didapatkan oleh peneliti yang benar-benar menggunakan metode ataupun cara lain yang berbeda dengan cara biasanya yang sudah ada sebelumnya.
Adapun beberapa penelitian relavan yang sudah mengkaji tentang kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari perbedaan gender siswa memberikan informasi dan bahan kajian. Penelitian yang dilakukan oleh (Nurmasari et al., 2014), menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki dan perempuan berbeda. Subjek laki-laki mampu mencapai indikator kelancaran,
71
keluwesan, keaslian, dan menilai, namun pada subjek perempuan hanya dapat memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, keaslian.
Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh (Novianti & Yunianta, 2018) yang berjudul “Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Bentuk Aljabar yang Ditinjau dari Perbedaan Gender” menunjukkan bahwa siswa yang berkemampuan tinggi memenuhi aspek kefasihan dan fleksibilitas sehingga tingkat kreativitas menunjuk pada tingkat ke-3 (kreatif). Namun, siswa yang berkemampuan sedang hanya memenuhi aspek kefasihan ole sebab itu tingkat kreatifitas hanya mencapai tingkat ke-1 (kurang kreatif). Siswa yang kemampuan rendah tidak mampu mencapai semua aspek berpikir kreatif sehingga tingkatan kreatifitasnya hanya berada pada tingkat ke-0 (tidak kreatif).
Kesimpulan hasil penelitian relavan diatas memberikan informasi bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bentuk aljabar ditinjau dari perbedaan gender dilihat dari beberapa indikator kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari perbedaan gender berbeda. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dideskripsikan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sungguminasa yaitu kefasihan, fleksibelitas dan kebaruan.
Berdasarkan data hasil penelitan dan kaitannya dengan dengan perbedaan gender sebagaimana telah dipaparkan pada kajian putaka, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sungguminasa, siswa laki-laki menyelesaikan seluruh soal dengan memperoleh tingkat kemampuan berpikir kreatif di tingkat ke-3. Sedangkan, siswa perempuan pada nomor 1 dan 3 hanya
72
memperoleh tingkat kemampuan berpikir kreatif di tingkat ke-2 dan pada nomor 2,4 dan 5 memperoleh tingkat kemampuan berpikir kreatif di tingkat ke-3. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Nurmasari et al., 2014) melakukan penelitian dan mendapatkan hasil bahwa kemampuan berpikir kreatif yang dimilki antara siswa laki-laki dan perempuan berbeda. Subjek laki-laki mampu mencapai indikator kelancaran, keluwesan, keaslian, dan menilai, namun pada subjek perempuan hanya dapat mencapai aspek kelancaran, keluwesan, keaslian. Walaupun pada penelitian ini indikator yang dicapai tidak sama namun penelitian ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih kreatif dibandingkan dengan perempuan. Kemudian hasil penelitian ini, tidak sejalan dengan (Hodiyanto, 2014) memiliki hasil penelitian yang sejalan dengan (Novianti & Yunianta, 2018) yang mendapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang nampak pada kemampuan berpikir kreatif siswa jika ditinjau dari perbedaanya gendernya (laki-laki, perempuan).
Secara umum, kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bentuk aljabar ditinjau dari perbedaan gender terlihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Deskripsi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Ditinjau dari Perbedaan Gender berdasarkan nomor soal.
No.
dan menyebutkan informasi yang diketahui.
• Subjek mampu
mengoperasikan operasi
• Subjek mampu menuliskan dan menyebutkan informasi yang diketahui.
• Subjek mampu
mengoperasikan operasi
73
hitung aljabar dengan benar.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan karena mampu menuliskan dan menjelaskan dengan benar dan jelas.
Subjek tidak memenuhi indikator fleksibelitas karena belum bisa menyelesaikan soal tersebut dengan cara lain.
Subjek SPtidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
• Tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor satu adalah tingkat ke-1.
hitung aljabar dengan benar.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan karena mampu menuliskan dan menjelaskan dengan benar dan jelas.
Subjek tidak memenuhi indikator fleksibelitas karena belum bisa menyelesaikan soal tersebut dengan cara lain. Pada saat wawancara peneliti menemukan bahwa subjek tidak hanya memenuhi indikator kefasihan, namun subjek juga memenuhi indikator kebaruan karena mampu menjelaskan dengan benar dan jelas dan bisa contoh menuliskan informasi yang diketahui pada soal, namun pada saat wawancara subjek
mampu menyebutkan
informasi yang diketahui dengan benar.
• Subjek mampu
mengoperasikan operasi hitung bentuk aljabar dengan benar.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena mampu menuliskan dan menjelaskan dengan benar walaupun subjek lupa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dan juga satuannya, namun pada saat wawancara subjek mampu menyebutkannya dengan benar dan subejk juga mampu menyelesaikan dengan tersebut dengan cara lain.
Namun, subjek SP tidak bisa
• Pada hasil tes subjek tidak menuliskan informasi yang diketahui pada soal, namun pada saat wawancara subjek mampu menyebutkan informasi yang diketahui dengan benar. kefasihan dan fleksibelitas karena mampu menjelaskan dengan benar walaupun subjek lupa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, namun pada saat wawancara subjek mampu menyebutkannya dengan benar dan juga mampu menyelesaikan dengan tersebut dengan cara lain.
Namun, subjek SL tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator
74
membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
Maka tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor dua adalah tingkat ke-3.
kebaruan tidak terpenuhi.
Maka tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor dua adalah tingkat ke-3.
No. 3 • Pada hasil tes subjek tidak menuliskan informasi yang diketahui pada soal, namun pada saat wawancara subjek
mampu menyebutkan
informasi yang diketahui dengan benar.
• Subjek mampu
mengoperasikan bentuk aljabar dengan benar dan jelas.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan karena hanya mampu menjawab dan menjelaskan dengan benar namun tidak mampu menyelesaikan dengan tersebut dengan cara lain, maka indikator fleksibelitas tidak terpenuhi. Subjek juga tidak mampu membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
• Tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor tiga adalah tingkat ke-1.
• Subjek mampu menuliskan dan menyebutkan informasi yang diketahui. bisa menjelaskannya dengan baik.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena mampu memberikan penjelasan dengan benar juga mampu menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Namun, subjek tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
• Tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor tiga adalah tingkat ke-3.
No. 4 • Pada hasil tes subjek tidak menuliskan informasi yang diketahui pada soal, namun pada saat wawancara subjek
mampu menyebutkan
informasi yang diketahui dengan benar.
• Subjek mampu
mengoperasikan operasi hitung bentuk aljabar dengan benar.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena mampu memberikan penjelasan dengan benar juga mampu menyelesaikan
• Subjek mampu menuliskan dan menyebutkan informasi yang diketahui. kefasihan dan fleksibelitas karena mampu memberikan penjelasan dengan benar juga mampu menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Namun, subjek tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga
75
dengan cara lain yang berbeda. Namun, subjek tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
• Tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor satu adalah tingkat ke-3.
indikator kebaruan tidak terpenuhi.
• Tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor satu adalah tingkat ke-3.
No. 5 • Pada hasil tes subjek tidak menuliskan informasi yang diketahui pada soal, namun pada saat wawancara subjek
mampu menyebutkan
informasi yang diketahui dengan benar.
• Subjek mampu
mengoperasikan operasi hitung bentuk aljabar dengan benar.
• Subjek memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas karena mampu memberikan penjelasan dengan benar juga mampu menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Namun, subjek tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi.
• Tingkat kreatifitas siswa pada soal nomor 5 adalah tingkat ke-3.
• Pada hasil tes subjek tidak menuliskan informasi yang diketahui pada soal, namun pada saat wawancara subjek mampu menyebutkan informasi yang diketahui dengan benar. kefasihan dan fleksibelitas karena mampu memberikan penjelasan dengan benar juga mampu menyelesaikan dengan cara lain yang berbeda. Namun, subjek tidak bisa membuat contoh lain yang baru sehingga indikator kebaruan tidak terpenuhi. indikator kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
76
g. Tingkat ke-3 (kreatif) ialah siswa yang mampu mencapai indikator kefasihan dan fleksibilitas atau indikator kefasihan dan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
h. Tingkat ke-2 (cukup kreatif) ialah siswa yang hanya mampu mencapai indikator fleksibilitas atau kebaruan kebaruan dalam menyelesaikan suatu masalah/soal.
i. Tingkat ke-1 (kurang kreatif) ialah siswa yang hanya mampu mencapai
i. Tingkat ke-1 (kurang kreatif) ialah siswa yang hanya mampu mencapai