• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web serta melihat keefektivitasan penggunaan LKS tersebut pada saat pembelajaran di SMK N 2 Depok Yogyakarta pada tahun ajaran 2016/ 2017.

1. Merancang dan mengembangkan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web

Penelitian ini telah terlaksana dengan baik walaupun ada beberapa kendala yang terjadi selama pembelajaran. Tahap demi tahap telah dilalui dalam merancang dan mengembangkan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web, yaitu 1) potensi dan masalah, 2) kajian pustaka dan pengumpulan informasi, 3) pembuatan desain, 4) validasi desain, 5) revisi desain produk sampai dihasilkan produk akhir berupa LKS model penemuan terbimbing berbasis web, 6) ujicoba terbatas, 7) revisi, 8) ujicoba lapangan operasional. Pada tahap pertama adalah menemukan potensi dan masalah yang terjadi dengan melakukan observasi di SMK N 2 Depok dan wawancara dengan guru matematika. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan

peneliti memperoleh data bahwa guru belum pernah menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web saat pembelajaran. Hasil observasi dan wawancara menjadi bahan pertimbangan untuk membuat produk.

Tahap kedua adalah mendesain produk awal dengan menggunakan

wordpress yang dapat diakses melalui

http://happylearning2017.wordpress.com// dan diberi nama “Happy Learning”. Tentunya isi dari wordpress tersebut terbagi dalam beberapa menu utama diantaranya KD, Indikator, LKS; Kontak dan Penulis; dan Aplikasi Geogebra. Sebelum KD, Indikator, dan LKS dikemas dalam Happy Learning, KD, Indikator, dan LKS dikonsultasikan kepada guru matematika kelas XI TPMP dan dosen terlebih dahulu. LKS tersebut bisa didownload pula. Dalam Happy Learning terdapat juga kolom komentar di mana pembaca bisa memberikan kritik, saran, dan masukan untuk penulis.

Produk awal Happy Learning validasi oleh Ahli Media dan Ahli Materi (yang dilakukan oleh dosen serta mahasiswa), Guru Matematika, dan juga siswa sebagai sampel uji coba terbatas. Berdasarkan hasil validasi oleh Ahli Media, Ahli Materi, dan Guru Matematika diperoleh bahwa produk LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web layak digunakan dengan hasil 3,78 dan kategori “Baik”. Hasil validasi untuk uji coba terbatas diperoleh hasil dengan nilai 3,7 dengan kategori “Baik”. Para validator juga memberikan komentar terkait produk peneliti. Sehingga produk LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web layak digunakan dengan saran.

Setelah dilakukan validasi oleh para ahli dan siswa, maka produk di revisi dan siap untuk di uji cobakan ke lapangan operasional yaitu siswa kelas XI TPMP. Dengan lima kali pertemuan menggunakan produk LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web maka peneliti mendapatkan data terkait bagaimana penggunaan LKS tersebut saat pembelajaran.

Setelah melakukan uji coba ke lapangan operasional maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah evalusi terhadap pembelajaran menggunakan produk LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web dengan menggunakan posttest dan kuesioner online dengan Google Form. Dalam kuesioner tersebut siswa juga memberikan saran sehingga Happy Learning semakin menarik, dan semakin optimal. Saran tersebut akan sangat berarti untuk memperbaiki Happy Learning.

2. Efektivitas LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web pada pokok bahasan persamaan lingkaran di SMK N 2 Depok Yogyakarta

Efektivitas penggunaan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web dilihat dari selama pembelajaran berlangsung, kuesioner online, dan posttest di akhir pertemuan.

Selama proses pembelajaran diperoleh hasil belajar matematika siswa yang dilihat dari hasil posttest dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 77. Hasil posttest tersebut kemudian dianalisis sehingga didapatkan hasilnya sebagai berikut:

Tabel 4. 11 Hasil Analisis Hasil Belajar Siswa

No

Absen Nilai Kriteria

1 66 Tidak Tuntas 2 74 Tidak Tuntas 3 100 Tuntas 4 90 Tuntas 5 94 Tuntas 6 82 Tuntas 7 72 Tidak Tuntas 8 48 Tidak Tuntas 9 88 Tuntas 10 42 Tidak Tuntas 11 94 Tuntas 12 70 Tidak Tuntas 13 90 Tuntas 14 100 Tuntas 15 72 Tidak Tuntas 16 88 Tuntas 17 60 Tidak Tuntas 18 54 Tidak Tuntas 19 76 Tidak Tuntas 20 94 Tuntas 21 84 Tuntas 22 74 Tidak Tuntas 23 50 Tidak Tuntas 24 52 Tidak Tuntas 25 66 Tidak Tuntas 26 100 Tuntas 27 80 Tuntas 28 90 Tuntas 29 90 Tuntas 30 90 Tuntas 31 72 Tidak Tuntas 32 92 Tuntas Rata- rata 75,3125

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa pada tabel di atas, didapatkan kesimpulan bahwa banyaknya siswa yang tidak memenuhi KKM ada 15 anak atau sebanyak 46,86%, sedangkan yang memenuhi KKM ada 16 anak atau

sebanyak 53,14%. Dikatakan efektif apabila memenuhi tabel kriteria efektivitas hasil belajar siswa pada tabel 3.8. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web kurang efektif atau efektivitasnya rendah pada pembelajaran pada pokok bahasan persamaan lingkaran ditinjau dari hasil belajar siswa kelas XI TPMP SMK N 2 Depok. Banyak hal yang mempengaruhi keefektivan hasil belajar siswa. Hal ini didukung oleh data ketika melakukan pengamatan langsung saat pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing, kuesioner, dan wawancara langsung yang dilakukan seusai melakukan pembelajaran. Hal yang sangat mempengaruhi adalah ini kali pertama pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web dan siswa sudah terbiasa dengan metode ceramah yang dilakukan oleh guru.

Hal yang mempengaruhi hasil dari posttest adalah posttest dilakukan siang hari mendekati jam pulang sekolah dan tanpa didampingi oleh guru, sehingga yang mendampingi hanya peneliti.

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan diperoleh bahwa sebanyak 97% siswa mengatakan bahwa pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web dapat menjadi inovasi baru. cukup membuat siswa termotivasi untuk semangat belajar persamaan lingkaran sebesar 66%. Sebanyak 47% belum memahami, sedangkan 6% tidak paham sama sekali materi persamaan lingkaran. Sebanyak 53% siswa kurang antusias dalam belajar.

G.Keterbatasan Penelitian

Dalam pelaksanaan penelitian pada pokok bahasan persamaan lingkaran untuk siswa kelas XI SMK N 2 Depok Yogyakarta memiliki keterbatasan, diantaranya adalah:

1. Untuk mencapai pertemuan keempat pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web terhambat karena ada libur Ujian Tengah Semester dan Ujian Sekolah. Sehingga jarak waktunya kurang lebih 3 minggu. Hal ini menyebabkan siswa banyak yang lupa materi persamaan lingkaran, sehingga guru mengulang materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya secara singkat.

2. Ketika saya melaksanakan Program Pelaksanaan Lapangan (PPL), sinyal internet akan sampai ke setiap kelas, namun ketika sudah mau penelitian, sinyal internet sudah tidak sampai ke setiap kelas dan hanya ruang tertentu saja. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan modem dan tethering dari hp.

3. Kesulitan dalam membuat LKS, sheet di geogebra, latihan, dan pengumpulan hasil kerja siswa dalam satu web Happy Learning.

4. Instrumen wawancara belum cukup kuat dalam menggali masalah, sehingga menghambat proses selanjutnya.

H. Refleksi

Skripsi merupakan matakuliah yang menjadi momok bagi semua mahasiswa, karena bagi saya sendiri merasa sangat takut dalam mengerjakan skripsi. Awalnya bingung menentukan judul yang sesuai dengan permasalahan

yang ada. Karena bingung maka saya rajin ke ruang baca mencari inspirasi judul. Setelah menemukan inspirasi, maka mencoba memikirkan dan membayangkan apa saja yang harus dilakukan, apa saja yang diuji, datanya seperti apa, dll. Kegalauan selanjutnya adalah menentukan siapa dosen pembimbing yang sesuai dengan judul yang sudah dibuat. Kegalauan menentukan dosen adalah apakah dosen itu akan membantu mahasiswanya saat ujian? Apakah mampu diajak kerjasama saat bimbingan? Itu yang selalu terpikirkan. Tetapi puji Tuhan dosen pembimbing yang saya dapatkan sesuai dengan harapan saya. Lalu diadakan pertemuan semua mahasiswa bimbingan Pak Andi dan beliau. Banyak cerita dan pertanyaan yang muncul terkait judul yang kita punya. Beliau juga menanyakan mengapa memilih Pak Andi sebagai dosen pembimbing? Banyak alasan yang melatarbelakanginya. Dosen menyarankan judulnya agar lebih menarik dan lebih fresh. Saya mencoba memulai mengerjakan proposal dengan judul yang disarankan dosbing.

Selanjutnya melakukan revisi judul yang tepat dan melangkah membuat proposal. Saya sendiri sudah tidak pusing dalam mencari sekolah, karena menggunakan sekolah tempat saya PPL. Di sana saya sudah mengetahui suasana sekolah, kriteria siswa, dan metode pembelajaran yang sering digunakan. Dalam mengerjakan proposal saya menemukan kebingungan yang menyebabkan malas melanjutkan seakan skripsi saya berat. Ketika mengalami kebingungan, malah tidak ada bimbingan. Wah rasanya sungguh membuat saya galau harus bagaimana. Semua dilakukan dengan email dan whatsapp. Bab 1, 2, dan 3 semua kirim email dan revisian secara terbuka dalam grup whatsapp.

Sambil mengerjakan proposal, saya mencoba membuat rancangan produknya dan ternyata sangat sulit serta membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mengerjakan. Saya mencoba terus berusaha mencari alternatif lain sampai pernah saya menyerah dengan produk saya saya buat. Sehingga saya berniat mengganti judul, namun dosen memberikan penguatan supaya saya jangan mudah menyerah dahulu. Dosen memberikan altenatif lain untuk rancangan produk saya supaya lebih mudah dan sederhana. Dari situ saya mendapatkan banyak pembelajaran dan pengalaman. Saya harus bisa merevisi hal-hal kecil seperti salah menulis, atau paragraf yang kurang rapi. Dosen akan memberikan masukan yang sekiranya belum pas.

Saya merasa materi yang saya pilih terlalu cepat untuk dilakukan penelitian. Sehingga saat pembelajaran ada jeda UAS, libur Usek, dan libur UNBK. Saat penelitian banyak kendala yang terjadi karena keterbatasan laptop dan wifi tidak sampai ke kelas. Penelitian yang saya lakukan kurang begitu optimal karena banyak hal yang menyebabkan mengapa kurang optimal. Dalam penelitian saya selalu dibantu oleh guru matematika kelas XI TPMP. Mulai dari mengajar, mengoreksi LKS, dan mengkondisikan kelas. Guru selalu menanyakan bagaimana jalannya penelitian, beliau juga memberikan masukan apabila saya mengalami kesulitan atau ada sesuatu yang kurang pas. Pernah juga ketika penelitian ada siswa perempuan seperti tidak mau mengikuti pembelajaran. Sudah diminta membawa laptop pada hari sebelumnya saja tetap tidak membawa. Diminta mengerjakan LKS, siswa tersebut malah mengerjakan

tugas yang lain. Sudah ditegur tapi tetap saja siswa tersebut bandel. Itu sangat melatih kesabaran saya.

Pernah suatu ketika banyak mahasiswa bimbingan Pak Andi mengalami kesulitan dan kebingungan yang secara bersamaan. Bagi saya, lebih enak konsultasi secara langsung daripada melalui sosmed. Karena banyak yang mengalami kebingungan akhirnya Pak Andi memutuskan untuk mengadakan pertemuan rutin setiap hari Selasa pukul 11.00 WIB. Saya sangat merasa senang karena bisa bimbingan dan konsultasi secara klasikal, sehingga kita bisa belajar dari teman-teman yang lain. Secara langsung dosen menanyakan pengerjaan skripsi sampai mana, mengalami kebingungan di bagian mana, target menyelesaikan kapan, dsb.

Setelah mengerjakan bab 4 dan dikirim kembali melalui email, dosen meminta mengirimkan lengkap dari bab 1 sampai lampiran. Sungguh itu menjadikan saya galau, suka begadang sampai pagi, tidak nafsu makan. Bayangan saya saat itu adalah waduh kalau seperti ini apakah nantinya benar- benar dibaca sampai akhir? Takut pas pendadaran direvisi banyak sekali. Saat itu saya malas-malasan dalam mengerjakan sampai suatu keajaiban datang. Waktu itu saya misa malam minggu bersama teman-teman saya. Seusai misa saya meminta berkat ke Romo dengan ujub agar skripsi saya cepat selesai dan saat ujian pendadaran sukses memperoleh nilai A. Tak butuh waktu berhari-hari Tuhan mengabulkan doa saya. Senin pagi kemarin saya membuka whatsapp dan terlihat bahwa Pak Andi typing di grup. Wah seketika saya penasaran isi pesannya apa. Wah ternyata beliau menanyakan sudah selesai ataukah belum

dan mengabsen satu per satu dari kami. Beliau meminta saya dan Hanifah untuk membuat ppt yang digunakan presentasi di kelompok bimbingan. Ini benar- benar di luar dugaan. Bangun tidur membaca pesan tersebut seketika langsung melek.

Tentunya sangat senang bisa memiliki dosen pembimbing seperti Pak Andi. Luar biasa. Banyak cerita, pengalaman suka duka, pengetahuan, keterampilan dan beliau selalu menyemangati mahasiswanya agar jangan mudah menyerah. Beliau membebaskan mahasiswa mengkonstruksi pemikiran dan jalannya penelitian, beliau memberikan masukan saja. Semoga saja ketakutan yang saya miliki ini berbuah manis di akhir sehingga nantinya ketakutan itu hanya menjadi mitos.

Hari berganti hari... Presentasipun sudah berjalan dengan lancar dalam

waktu 30 menit. Huft... padahal yang lain lebih dari 30 menit. Tapi tidak apa- apa. Itu tidak menjadi masalah bagiku. Setiap hari nyekrip sampai suatu hari memberanikan diri mendaftar ujian. Ya.. saya merasa untuk membulatkan tekad mendaftar ujian butuh kesiapan mental yang sangat besar. Selalu berdoa biar hati mantap. Mendadak holy pak...

Apa rasanya setelah mendaftar ujian? Huh rasanya galau, cemas, deg- degan, ah pokonya campur aduk. Sehari setelah itu, ketika saya mau misa bersama teman-teman, baru saja duduk, tiba-tiba melihat chat dari Bu Tari. Huh saya sangat terkejut melihat dosen pengujinya adalah Pak Sugiarto dan Pak Dewa. Entah saat itu saya harus bersyukur atau tidak. Yang pasti di dalam gereja

saya hanya bisa terdiam dan gagal fokus misa karena membayangkan suasana dalam ruang ujian.

Setiap hari membaca skripsi dan belum bisa bersyukur atas dosen pengujiku siapa. Suatu hari aku mendadak bersyukur dan percaya diri bahwa aku pasti bisa, namun rasa itu tidak bertahan lama. Teman-teman bertanya kepada saya”siapa dosen pengujimu?” Ekspresi mereka berubah ketika aku menyebutkan dosenku siapa. Wah mentalku down. H-sekian aku tersadar banyak typo yang membuatku cemas, ingin mundur saja dari ujian ini, saya merasa sangat takut di dalam saya diberi pertanyaan yang sangat mematikan, takut ujian tidak lancar, kutekuni lagi materi itu biar saya bisa menjawab ketika ditanya dosen.

Tiba saatnya hari Rabu, 7 Juni 2017 aku ujian skripsi. Rasanya sungguh ngga karuan. Tapi di dalam bukan seperti ujian skripsi tetapi seperti presentasi biasa. Pak Andi selalu membuat saya ketawa, beliau berusaha memecahkan suasana tegang menjadi suasana mengasyikkan. Semua dosen memperhatikan presentasi saya. Awalnya saya berpikiran kalau di ruangan selama 1,5 jam itu serasa 3 jam di dalam. Kupikir dosen di dalam akan membuat ketegangan hebat, membuat aku gagal fokus, panik, bahkan ngblank. Tapi itu semua SALAH. Di dalam bukan seperti ujian skripsi. Saya masih bisa tersenyum lebar bahkan tertawa. Luar biasa, saya sangat bersyukur Tuhan. Ini semua crita yang tak akan pernah terlupakan. Bahkan Pak Andi tahu dosen yang saya takuti mana dan ekspresi saya selama ujian.

Terimakasih dosen pengujiku yang sangat luar biasa. Membuatku tak berhenti ingin membagikan ceritaku ke semua orang. Akhirnya mitos ketakutan itu tidak ada. Semua berbuah manis. Jangan takut kalau hal itu belum terjadi lho..

110

BAB V

PENUTUP

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Lembar Kerja Siswa (LKS) Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web untuk kelas XI TPMP SMK N 2 Depok dikembangkan dengan langkah penelitian sebagai berikut: 1) potensi dan masalah dilakukan dengan Ibu Rum yaitu guru matematika kelas XI TPMP, 2) kajian pustaka dan pengumpulan informasi dalam pembuatan produk. 3) desain produk dilakukan menggunakan wordpress yang diberi nama Happy Learning, 4) validasi produk dilakukan oleh dosen, mahasiswa dan guru matematika dengan skor 3,7 dan kategori “Baik”, 5) revisi desain produk sampai dihasilkan produk akhir berupa LKS model penemuan terbimbing berbasis web. LKS dibuat agar tertampil dalam Happy Learning, 6) ujicoba terbatas, dilakukan oleh dua siswa SMK N 2 Depok yang memperoleh skor 3,7 dengan kategori “Baik”, (7) revisi (8) uji lapangan operasional dilakukan di kelas XI TPMP dengan lima kali pertemuan menggunakan LKS model penemuan terbimbing berbasis web. Untuk ujicoba terbatas perlu memperhatikan representasi subjek sehingga hasil tidak berbeda jauh dengan uji lapangan operasional.

Berdasarkan analisis hasil belajar siswa (posttest), dapat disimpulkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web dikatakan kurang efektif atau kefektivitasannya

rendah dengan presentase ketuntasan KKM sebesar 53,14%. Banyak hal yang menyebabkan pembelajaran kurang efektif. Hal ini didukung oleh data ketika melakukan pengamatan langsung saat pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing, kuesioner, dan wawancara langsung yang dilakukan seusai melakukan pembelajaran. Hal yang sangat mempengaruhi adalah ini kali pertama pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web. Hal yang mempengaruhi hasil dari posttest adalah posttest dilakukan siang hari mendekati jam pulang sekolah dan tanpa didampingi oleh guru, sehingga yang mendampingi hanya peneliti.

B.Saran

Saran yang dapat diberikan kepada peneliti yang akan mengembangkan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web untuk selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Sebaiknya sebelum menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web perlu dijelaskan dahulu oleh guru bagaimana menggunakannya dan materi yang akan dipelajari.

2. Sebaiknya peneliti memperhitungkan waktu secara tepat untuk setiap langkah-langkah pembelajaran menggunakan LKS Model Penemuan Terbimbing Berbasis Web, sehingga penelitian sesuai dengan yang direncanakan dan efektiv.

3. Sebaiknya posttest dilakukan tidak di siang hari menjelang pulang sekolah, karena siswa sudah tidak fokus dalam mengerjakannya.

4. Sebaiknya LKS berbasis web tersebut dikembangkan sehingga siswa berfokus dengan web tanpa membuka geogebra saat mengerjakan dan hasil pengerjaan siswa di geogebra dikumpulkan juga.

113

DAFTAR PUSTAKA

A.A. Hartanto & O.W Purbo. 2002. Buku Pintar Internet Teknologi E-learning Berbasis PHANDPHONE dan MySQL. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Achmadi. 1996. Tujuan Lembar Kerja Siswa. :http://lenterakecil.com/pengertian- lembar-kerja-siswa-LKS/. (diakses 28 November 2016 pukul 19:46) Andi Prastowo.2013. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.

Yogyakarta: DIVA Press.

Ari Akhirni. 2007. Pengembangan Website Sebagai Media Pembelajaran pada Pokok Bahasan Limit Fungsi dan Turunan di Kelas XI SMA Negeri I Inderalaya. Skripsi. Palembang: FKIP Universitas Sriwijaya

Borg R walker; Gall D. Meredith (2003); Educational Research. Longman, New York.

Depdiknas.2004. Pedoman Umum Pengembangan Bahan Ajar Sekolah Menengah Atas. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pendidikan menengah umum.

Depdiknas. 2005. Pedoman Penyusunan LKS SMA. Jakarta: Depdiknas

Depdiknas. 2006. Standar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Matematika. Jakarta: Depdiknas.

Fitra Mayasari. 2009. “Pendesaian LKS Matematika Interaktif Model E-Learning Berbasis Web Di Kelas X SMA Negeri 3 Palembang”. Skripsi. Indralaya: Universitas Sriwijaya

Gora S, Winastwan. 2005. Membuat CD Multimedia Interaktif Untuk Bahan Ajar ELearning. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Hendro Darmodjo, dan Jenny R.E. Kaligis. 1992. Pendidikan IPA II.

Hendro Darmodjo, dan Kaligis, J. 1993. Pendidikan IPA II. Jakarta: Dirjen Dikti Jakarta : Depdikbud

Ivana, Bernadita. 2016. “Efektivitas Penggunaan Lembar Kerja Siswa Pad Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Bilangan Bulat Ditinjau Dari Hasil Belajar Dan Pemahaman Siswa Kelas VII Compassion SMP Joannes Bosco Yogyakarta”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Kartika Budi. 2001. Berbagai Strategi untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif dalam Proses Pembelajaran Fisika Di SMU. Efektivitas dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut. Yogyakarta: Widya Dharma

Nana Syaodih Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

PPPPTK.2008. Model Penemuan Terbimbing pada Pembelajaran Matematika SMK. Yogyakarta: PPPPTK

Ruseffendi, E.T.1988. Pengajaran Matematika Modern dan Masa Kini Untuk Guru dan SPG. Bandung: Tarsito.

Rusman. 2013. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: Alfabeta.

Sartono Wirodikromo. 2006. Matematika untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga Simamora, Ikbal. 2010. Metode Penemuan Terbimbing.

http://antik2006.wordpress/metode-penemuan-terbimbing/. (diakses 29 November 2016 pukul 12:12).

Suharsimi Arikunto.1999. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Ed.Rev.IV. Yogyakarta:PT Rineka Cipta

Sukardjo. 2008. Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY Yogyakarta.

Syaiful Sagala. 2004. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Tafiardi. 2005. Meningkatkan mutu pendidikan melalui e-learning. Jurnal Pendidikan Penabur. No.04/Th.I

115

116 LAMPIRAN A

Lampiran A.1

Lampiran A.2

Lampiran A.2

LAMPIRAN B

Lampiran B.1

Instrumen Validasi Ahli Media, Materi, Guru Matematika, dan Uji Coba Terbatas KUESIONER UNTUK AHLI MATERI DAN MEDIA

Mata Pelajaran : Matematika

Materi : Lingkaran

Judul Penelitian : Pengembangan Lembar Kerja Siswa Model Penemuan

Terbimbing Berbasis Web Pada Pokok Bahasan Lingkaran di SMK N 2 Depok Yogyakarta Peneliti : Paskalia Krisantari

Ahli Materi dan Media :

Tanggal :

Petunjuk:

1. Kuesioner ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi peneliti dalam pengembangan produk LKS berbasis web ini.

2. Untuk penilaian dimohon Bapak/Ibu memberikan tanda checklist (√) ke dalam kolom yang telah disediakan. Berikut untuk penilaiannya:

1 = sangat kurang 2 = kurang baik 3 = cukup baik 4 = baik 5 = sangat baik

3. Untuk kritik dan saran dituliskan dituliskan di tempat yang telah disediakan. 4. Terimakasih atas kesedian Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner ini

A. Aspek Materi, Media, dan Tampilan

No Komponen LKS skor Catatan

1 2 3 4 5 Aspek Penyajian Materi

1. Kejelasan indikator dan tujuan pembelajaran

2. Relevansi indikator dan tujuan terhadap KI & KD. 3. Kesesuaian sasaran

pengguna LKS 4. Langkah-langkah

penemuan konsep materi runtut

5. Bahasa mudah dipahami

6. Rumusan tugas

mencerminkan langkah- langkah model penemuan terbimbing

7. Petunjuk/langkah kerja singkat dan jelas

8. Menumbuhkan rasa ingin tahu

9. Memfasilitasi siswa menggunakan,

memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu.

10. Keruntuttan konsep

11. Kesesuaian alat/ bahan dengan LKS yang tersedia Aspek media

12. Menu dan petujuk pengoperasian cukup jelas

13. Kemudahan dan

kesederhanaan dalam pengoperasian

14. Icon/tombol/logo yang membantu pengguna dalam menggunakan program 15. Konsistensi bentuk dan tata

letak halaman LKS model penemuan terbimbing berbasis web

Dokumen terkait