BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Pembahasan
Hasil yang didapat dari uji hipotesis statistik penelitian ini yang menggunakan teknik korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi (r) untuk persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa SMPN 30 SIAK yaitu sebesar 0,518 dengan taraf signifikan 0,01.
Hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa SMPN 30 SIAK ini membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil uji hipotesis, maka bentuk hubungan antara variabel persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa SMPN 30 SIAK adalah positif, yaitu jika siswa berpandangan positif terhadap kompetensi profesional guru maka akan semakin tinggi motivasi belajarnya.
Menurut Dalyono (dalam Djamarah, 2008:201) motivasi belajar bisa timbul dan tumbuh berkembang dengan jalan yaitu berasal dari dalam diri individu (instrinsik) dan bisa pula datang dari luar diri individu (eksternal). Segala tindakan manusia termasuk belajar tumbuh karena adanya tanggung jawab internal pada diri manusia. Siswa akan melakukan aktivitas belajar secara terus menerus apabila ada motivasi dalam dirinya.
Salah satu faktor yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa adalah bagaimana persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru tersebut di dalam proses belajar mengajar.
Atkinson (dalam Sobur, 2003:446) mengemukakan bahwa persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan. Dari segi psikologi dikatakan bahwa tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia memandang. Oleh karena itu, untuk mengubah tingkah laku seseorang, harus dimulai dari mengubah persepsinya. Dalam proses persepsi, terdapat tiga komponen utama yaitu: seleksi, interpretasi, dan interpretasi dan persepsi kemudian diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007 (dalam Aqib, 2009:137 ) mendeskripsikan kompetensi profesional guru mencakup beberapa hal sebagai berikut:
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran / bidang pengembangan yang diampu.
3. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah peneliti lakukan diketahui bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru 3% untuk kategori negatif dan 97% untu kategori positif. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa SMPN 30 SIAK secara umum memiliki persepsi terhadap kompetensi professional guru yang positif.
Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah peneliti lakukan diketahui bahwa motivasi belajar siswa 10% dengan kategori sedang, 61% dengan kategori tinggi, dan 29,33% dengan kategori sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa SMPN 30 SIAK memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hal ini dapat diartikan bahwa siswa SMPN 30 SIAK memiliki pemikiran yang positif terhadap sesuatu yang dijalaninya, memiliki minat yang tinggi untuk
mempelajari suatu pelajaran, adanya kebutuhan dari diri individu, gemar belajar, dan adanya kesadaran dalam diri individu dalam kategori yang tinggi.
Koefisien determinan (Rsq) dari penelitian ini sebesar 0,268 berarti kontribusi atau sumbangan persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru terhadap motivasi belajar adalah sebesar 26,8%. Meskipun demikian, motivasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru, tetapi masih ada faktor lain yang memberikan kontribusi sebesar 73,2%, seperti intelegensi ataupun motivasi yang berasal dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
56 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan uji hipotesis maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa di SMPN 30 SIAK, artinya persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan motivasi belajar sebesar 26,8%.
B. Saran
1. Kepada guru SMPN 30 SIAK lebih mengoptimalkan dan mempertahankan kompetensi profesionalnya dalam mengajar agar siswa dapat mempertahankan dan lebih termotivasi untuk belajar.
2. Kepada para siswa supaya dapat mempertahankan dan mengoptimalkan persepsi yang baik terhadap kompetensi profesional guru dan selalu mempertahankan motivasi belajar yang tinggi tersebut.
57
profesional guru matematika dengan motivasi belajar matematika pada siswa SMA. Jurnal (tidak dipublikasikan. Universitas Sumatera Utara:
fakultas kedokteran).
Aqib, Zainal. 2009. Menjadi Guru Profesional Berstandar Nasional. Bandung:
Yrama Widya.
Arikunto, Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Azwar, Saifuddin. 2007. Tes Prestasi (fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, Saifudin. 2010. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djamarah Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Erma Suriani. 2008. Hubungan antara sikap siswa terhadap fungsi pendidikan di sekolah dengan motivasi dalam belajar siswa SMA NEGERI 01 BATU BESURAT. Skripsi (tidak dipublikasikan. UIN SUSKA RIAU: Fakultas Psikologi).
Hamalik, Oemar. 2004. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.
Jakarta: Bumi Aksara. .
Nazir. 2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.
Purwanto, M. Ngalim. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung; Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran (berorientasi standar proses pendidikan). Jakarta: kencana.
Santrock, Jhon. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.
Sardiman. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta; PT Raja Grafindo.
Saudagar, Fahruddin dan Idrus, Ali. 2009. Pengembangan Profesionalitas Guru. Jakarta : Gaung Persada.
58
Soemanto, Wasty. 1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta; Rieneka Cipta.
Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Usman, Uzer. 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Walgito, B. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Winkel. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta; Media Abadi.
x
Tabel 3.2 Jumlah Sampel Penelitian ... 28 Tabel 3.3 Blue Print Skala Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi
Profesional Guru (Try Out) ... 30
Tabel 3.4 Blue Print Skala Motivasi Belajar (Try Out) ... 31 Tabel 3.5 Blue Print Skala Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi
Profesional Guru (Hasil Try Out) ... 33 Tabel 3.6 Blue Print Skala Motivasi Belajar (Hasil Try Out) ... 34 Tabel 3.7 Blue Print Skala Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi
Profesional Guru (Untuk Penelitian) ... 35 Tabel 3.8 Blue Print Skala Motivasi Belajar (Untuk Penelitian) ... 36 Tabel 4.1 Gambaran Hipotesis Variabel Persepsi Siswa Terhadap
Kompetensi Profesional Guru ... 42 Tabel 4.2 Kategorisasi Variabel Persepsi Siswa Terhadap
Kompetensi Profesional Guru ... 42 Tabel 4.3 Gambaran Hipotesis Aspek Variabel Persepsi Siswa Terhadap
Kompetensi Profesional Guru ... 43 Tabel 4.4 interpretasi siswa terhadap penguasaan materi, struktur, konsep,
dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang
diampu oleh guru tersebut ... 44 Tabel 4.5 interpretasi siswa terhadap penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran atau bidang pengembangan
yang diampu oleh guru tersebut ... 44 Tabel 4.6 interpretasi siswa terhadap pengembangan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif oleh guru tersebut ... 45 Tabel 4.7 interpretasi siswa terhadap pengembangan keprofesionalan
secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif ... 45 Tabel 4.8 interpretasi siswa terhadap pemanfaatan teknologi informasi
xi
Tabel 5.2 Memiliki Pemikiran Positif Terhadap Sesuatu Yang
Dijalaninya ... 48
Tabel 5.3 Memiliki Minat Yang Tinggi Untuk Mempelajari Suatu Pelajaran ... 49
Tabel 5.4 Adanya Kebutuhan Dari Diri Individu... 50
Tabel 5.5 Gemar Belajar ... 50
Tabel 5.6 Adanya Kesadaran Dalam Diri Individu ... 51
Tabel 5.7 Tabel Aspek-Aspek Dalam Motivasi Belajar Berdasarkan Persentase ... 52
xii LAMPIRAN C Tabulasi Data Try Out
LAMPIRAN D Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas LAMPIRAN E Tabulasi Data Penelitian
LAMPIRAN F Hasil Uji Normalitas Data LAMPIRAN G Uji Linieritas
LAMPIRAN H Analisa Korelasi
(Product Moment Pearson) LAMPIRAN I Surat Penelitian
LAMPIRAN J Pejabaran Kompetensi Profesional Inti Untuk Setiap Guru Mata Pelajaran