• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. PEMBAHASAN

Makna yang diberikan oleh para supporter klub sepak bola terhadap fanatisme mereka terhadap idola adalah sebagai berikut:

1. Identitas Diri

Supporter klub Manchester United berusaha membentuk identitasnya berdasarkan fanatisme yang dimiliki. Pembentukan identitas tersebut dilakukan dengan berbagai cara seperti selalu mengenakan kostum tim kemana saja seolah-olah dirinya menjadi bagian di dalam klub favoritnya. Hal ini adalah salah satu aspek dalam fanatisme yaitu adanya sikap pribadi maupun kelompok terhadap kegiatan tersebut (Goddard, 2001). Identitas bisa berasal dari gaya hidup supporter itu sendiri.

Supporter membentuk identitas atau identity agar mirip satu sama lain.

Dalam sosial identity, Jenkins menjelaskan bahwa identitas adalah konsep yang aktif. Identitas merupakan satu hal yang harus dibangun (Sarwono, 2009). Hal inilah yang kemudian membuat supporter klub sepak bola Manchester United melahirkan suatu pandangan untuk mengklasifikasikan

seseorang ke dalam suatu kelompok seperti organisasi, komunitas, ideologi, bahkan klub sepak bola sekalipun.

2. Emosi

Kegiatan mendukung suatu klub dalam sepak bola selalu berkaitan dengan emosi. Hal ini dilakukan dengan selalu menyaksikan tim favoritnya bertanding setiap minggunya sekaligus meluapkan emosi mereka. Cara mengeluarkan emosi yang dilakukan adalah memaki pemain lawan atau bahkan memaki pemain sendiri. Hal ini semata-mata dilakukan agar emosi yang dikeluarkan memberikan pengaruh terhadap klub favoritnya. Hal ini merupakan sikap penuh semangat dan berlebihan terhadap satu pandangan atau sebab (Chaplin, 1997).

Menyanyikan lagu kebesaran klub (chant) adalah contoh penyaluran emosi yang dilakukan oleh supporter. Supporter menyanyikan lagu klub semata-mata dikarenakan iramanya yang enak didengar dan dapat mendorong klub untuk memenangkan pertandingan. Hal ini didefinisikan sebagai bentuk dari musik yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perilaku manusia.

Keunikan dari lirik dan irama lagu, serta orang yang bernyanyi mempunyai kekuatan psikologis untuk menggerakan perasaan sekaligus ekspresi emosi bagi siapapun yang mendengarnya (Djohan, 2010)

Supporter melakukan apa pun bagi klub idolanya semata-mata karena rasa cinta mereka yang begitu kuat. Mereka menganggap bahwa klub sepak

bola sangatlah penting dalam kehidupan supporter. Dalam menonton pertandingan Manchester United, para supporter memiliki emosi berupa hasrat, benci, sedih, cinta, dan kegembiraan yang selalu hadir saat menyaksikan klub idolanya.

3. Memotivasi Diri

Supporter sepak bola menjadikan klub sepak bola atau pemain di dalam klub idolanya tersebut sebagai motivasi bagi si supporter. Goddard mengatakan bahwa salah satu aspek dari fanatisme adalah adanya minat dan kecintaan yang besar terhadap suatu kegiatan (Goddard, 2001). Dengan fanatisme yang dimiliki, supporter mudah memotivasi dirinya sendiri untuk lebih meningkatkan usahanya dalam mendukung klub favoritnya.

Supporter yang memiliki pemain idola tidak jarang menjadikan pemain idolanya tersebut sebagai motivasi untuk belajar. Hal ini dikarenakan salah satu aspek dari motivasi adalah Direction yaitu sesuatu yang menjadi tujuan individu untuk melakukan atau berpartisipasi dalam sesuatu hal. Salah satunya adalah menyadari akan kemampuan diri (to become aware of the possible self) yang dapat dibentuk melalui visions dan dreams serta Energizing yaitu kebutuhan untuk pengembangan diri dan self determination (Huitt, 1999).

Kesimpulan dari penelitian di atas adalah supporter menjadikan klub ataupun pemain dari klub idolanya sebagai motivasi dalam menentukan suatu

tujuan. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menunjukkan rasa cinta dan minat yang besar terhadap klub idolanya. Perilaku ini menunjukkan bahwa supporter membutuhkan orang lain dalam proses identifikasi diri.

4. Relasi

Fanatisme supporter sepak bola terhadap klub favoritnya memiliki tujuan agar supporter dapat memiliki relasi baik dengan klub maupun dengan sesama supporternya. Akan tetapi mayoritas supporter sepak bola yang memiliki klub favorit di luar negeri lebih banyak berinteraksi kepada klub favoritnya secara tidak langsung. Interaksi tersebut biasanya dilakukan dengan mengikuti kiprah klub di sosial media atau dengan mengumpulkan beberapa foto, video, atau apapun yang berkaitan dengan klub favoritnya. Hal ini lebih disebabkan karena jarak yang terlalu jauh antara supporter dan klub favoritnya.

Keinginan supporter untuk menjalin relasi dengan sesama supporter yang lain biasanya dikarenakan adanya ketertarikan terhadap objek yang sama. Hal ini membuat supporter bergabung ke dalam komunitas. Dasar pembentukan suatu kelompok sosial disebabkan adanya kepentingan yang sama. Maka tak mengherankan jika banyak supporter klub sepak bola yang mendukung kesebelasan tertentu namun beberapa anggotanya tidak berasal dari tempat klub favoritnya tersebut (Horton, P & Hunt, 1968 dalam Haryatmoko, 2003).

Supporter Manchester United tertarik untuk bergabung ke dalam komunitas karena dalam komunitas tersebut terdapat anggota yang dapat membangkitkan penonton yang lain untuk menciptakan atmosfer selayaknya berada di stadion secara lagsung. Biasanya hal tersebut dilakukan dengan cara menyanyikan chant (lagu) kebesaran klub atau berteriak ketika gol berhasil dibuat kesebelasannya.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah supporter Manchester United membentuk suatu relasi agar dapat membangun keterikatan antar sesama supporter. Hal ini semata-mata dilakukan karena kelompoknya melakukan suatu perilaku atau tindakan yang sama sehingga membuat individu akan melakukannya walaupun individu tersebut menyukai atau tidak menyukai apa yang dilakukan (Sears, 1985).

Salah satu dari empat faktor yang dapat menumbuhkan fanatisme adalah memperlakukan kelompok tertentu sebagai ideologi. Hal ini terjadi dikarenakan kelompok tersebut mempunyai pemahaman eksklusif dalam pemaknaan hubungan-hubungan sosial tersebut (Prakoso, 2013).

Relasi yang dilakukan oleh supporter Manchester United terhadap klub favoritnya memiliki kesesuaian dengan teori cinta yang dikemukakan Sternberg. Pada teori yang sering disebut The Triangular Theory menyatakan bahwa cinta memiliki tiga bentuk utama yaitu gairah, keintiman, dan komitmen. Hal ini berkaitan dengan kehidupan para supporter klub sepak bola Manchester United. Seorang supporter atau fans setia Manchester United

memiliki gairah yang besar dalam mendukung idolanya, memiliki rasa cinta yang begitu besar terhadap idolanya, dan memiliki komitmen yang tidak tertulis untuk terus mendukung klub sepak bola favoritnya sampai kapanpun.

5. Tekanan Sosial

Tekanan sosial yang diperoleh oleh supporter klub Manchester United adalah dengan mendapatkan ejekan dari komunitas supporter lain. Hal ini dipengaruhi oleh prestasi klub idola mereka masing-masing. Tekanan-tekanan tersebut dikatakan sebagai wujud dari kecemasan sosial atau sosial anxiety.

Kecemasan sosial tersebut bisa membuat supporter menjadi memiliki perasaan mawas diri, penghakiman, penilaian, dan rendah diri akan prestasi dari klub favoritnya. Kecemasan sosial akan membangkitkan perasaan ketakutan dan kecemasan akan dihakimi dan dievaluasi secara negatif oleh supporter klub lain.

Penelitian memperlihatkan bahwa partisipan mencoba untuk tidak mendengarkan ejekan orang lain apabila klub favoritnya dihina. Selain karena hal tersebut wajar karena kehidupan sepak bola yang selalu dinamis, hal itu disebabkan usia mereka yang sudah semakin matang sebagai individu. Hal tersebut sesuai dengan teori perkembangan masa dewasa awal yang mengatakan bahwa dalam usia 20-40 tahun seseorang mengalami perkembangan apabila mereka mampu mengendalikan perasaan pribadi yaitu

dapat menyetir perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaan-perasaan ketika berhadapan dengan orang lain (Santrock, 2002).

Supporter klub sepak bola selalu mendapatkan ejekan dari kelompok supporter lain. Akan tetapi, mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang wajar karena dalam sepak bola prestasi sebuah tim bisa berubah setiap tahunnya. Ejekan tersebut tidak terlalu didengar oleh para suporter sehingga tidak menghilangkan rasa cinta mereka sebagai supporter Manchester United.

60 BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penelitian di atas, menyimpulkan bahwa supporter Manchester United menunjukkan fanatisme mereka untuk memenuhi kebutuhan dirinya sebagai seorang supporter. Wujud dari fanatisme mereka adalah sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan afeksi dan emosi akan kesebelasan favorit mereka.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supporter klub sepak bola melakukan berbagai cara untuk menunjukkan fanatisme mereka. Klub sepak bola memiliki berbagai karakteristik tertentu baik itu cara bermain, prestasi yang diperoleh ataupun para pemain yang dapat memberikan kesan mendalam bagi supporter. Fanatisme yang dimiliki merupakan wujud dari pembentukan identitas, penyaluran emosi, motivasi diri, serta keinginan menjalin relasi dengan supporter lain. Namun fanatisme dapat menimbulkan tekanan sosial yang berasal dari lingkungan mereka. Hal ini dikarenakan klub idola mereka yang mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Sementara orang

beranggapan bahwa ejekan tersebut adalah hal yang sering terjadi dalam sepak bola. Mereka menganggap kehidupan sepak bola selalu bersifat dinamis. Tim yang selalu berada di peringkat paling atas bisa saja menjadi tim yang berada di bawah begitupun sebaliknya.

B. KETERBATASAN PENELITIAN

Keterbatasan penelitian ini adalah subjek yang digunakan hanya supporter klub sepak bola yang berkategori armchair fan. Proses pengambilan data hanya menggunakan metode wawancara tanpa menyertai metode lain seperti observasi. Observasi partisipan dapat dilakukan untuk mengetahui bentuk antusiasme seorang supporter terhadap klub sepak bola favoritnya. Data dalam bentuk lain seperti gambar serta artkel dapat mendukung penelitian ini untuk mengetahui seperti apakah wujud dari fanatisme mereka terhadap klub sepak bola favoritnya.

C. SARAN

Berdasarkan keterbatasan penelitian di atas, peneliti mengajukan saran sebagai berikut:

1. Bagi penelitian selanjutnya

Peneliti selanjutnya disarankan untuk memakai kelompok supporter sepak bola yang lebih luas dan tidak terbatas hanya pada kelompok armchair fan saja. Metode pengambilan data yang dipakai

tidak hanya wawancara. Tetapi observasi dan studi dokumen. Hal ini disarankan agar hasil penelitian bisa menjadi lebih kaya dan mendalam.

2. Bagi supporter

Bagi supporter klub sepak bola, penelitian ini hendaknya digunakan untuk memahami wujud kecintaan terhadap klub sepak bola favoritnya, sebagai alat untuk mempertahankan kecintaannya terhadap klub sepak bola favorit, untuk mempertahankan rasa fanatisme mereka ke arah yang positif dan tidak mengarah ke hal-hal yang bersifat anarkis.

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, F. A. (2009) Makna Hubungan Seks bagi Remaja yang Belum Menikah di Kota Surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga Surabaya; tidak diterbitkan.

Achmalia, D. (2007). Hubungan antara fanatisme dengan tindakan anarkis pada bonek. Skripsi. Surabaya: Fakultas Psikologi universitas 17 Agustus 1945 Surabaya; tidak diterbitkan.

Aditya, F.V. (2015). Sepotong Cinta dalam Kepala Supporter Karbitan.

http://panditfootball.com/editorial/sepotong-cinta-dalam-kepala-supporter-karbitan. Diakses 29 April 2015.

Ardiansyah, M.A. (2016). Akuilah Jika Manchester United Adalah Klub Terbesar di Dunia. http://fandom.id/analisis/opini/2016/01/akuilah-jika-manchester-united-adalah-klub-terbesar-di-dunia. Diakses 31 Januari 2016.

Azwar, S. (2010). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Chaplin, J.P. (1997). Kamus Besar Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.

Coddington, A. (1997). One of The Lads: Woman who follow football.

London: Harper Collins.

Creswell, J.W. (2009). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches Third Edition. California: Sage Publication.

Cura, K. (2009). “She Loves You: The Beatles and Female Fanaticism.

Canadian Undergraduate Journal of Musicology”. Vol. 2, no. 1, pp.

8.

Djohan. (2010). Respon Emosi Musikal. Bandung: Lubuk Agung.

F.S, M. (2015). Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut.

Yogyakarta: Indie Book Corner.

Faber, G. (1997). My Son the Fanatic. London: Faber and Faber.

Foer, F. (2006). How Soccer Explains The World: The Unlikely Theory of Globalization. New York: Harper Collins Publisher.

Fromm, E. (2010). Akar Kekerasan (Analisis sosio-psikologis atas watak manusia). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ghazali, M. (1998). Supporter dan Fanatisme. Jakarta: Pustaka jaya.

Goddard, H. (2001). Civil Religion. New York: Cambridge University Press.

Graham, (1976). Psychology of Sport. New Jersey: Prentice Hall.

Hall, C.S & Lindsey. (1993). Teori-teori Holistik (Organismik-Fenomenologis. Yogyakarta: Kanisius.

Hall, C.S & Lindsey. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis).

Yogyakarta: Kanisius.

Handoko, A.T. (2006). Hubungan Antara Fanatisme Positif Terhadap Klub Sepak bola Dengan Motivasi Menjadi Supporter. Skripsi.

Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta; tidak diterbitkan.

Haryatmoko. (2003). Mencari Akar Fanatisme Ideologi, Agama, atau Pemikiran. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hardjana, S. (2004). Musik: Antara Kritik dan Apresiasi. Jakarta: Buku Kompas.

Hornby, N. (1992). Fever Pitch: A Fan’s Life. London: Gollancz.

Horton, P & Hunt. (1968). Sociology Second Edition. Washington:

McGraw & Hill.

Huitt. (1999). Social Foundations. New York: Harder & Brothers.

Jones, K. (2008). “Female Fandom: Identity, Sexism, and Men’s Professional Football in England”. Sociology of Sport Journal vol 1, no. 25, pp. 516-537

Kurniawan, A. (2015). Mewajarkan Loyalitas Supporter layar Kaca.

http://fandom.id/analisis/finansial/2015/12/mewajarkan-loyalitas-supporter-layar-kaca/. Diakses 7 Desember 2015.

Makayasa, A. (2013). Pendukung Manchester United Mencapai 659 Juta.

http://www.goal.com/id-ID/news/2279/editorial-liputan- khusus/2013/02/19/3762630/fokus-jumlah-pendukung-manchester-united-mencapai-659-juta. Diakses 25 April 2015.

Mubarok, A. (2008). Sikap Fanatisme dalam tinjauan Islam.

http://www,mubarok-institute.blogspot.com. Diunduh pada 20 Mei 2015.

Natakusumah, A. (2008). Drama Itu Bernama Sepak Bola Gambaran Silang Sengkarut Olahraga, Politik, dan Budaya. Jakarta: Elex media Komputindo.

Nugroho, A. (2013). Suporter dan Sepak Bola.

http://www.kompasiana.com/kukuh.a.nugroho/suporter-dan-sepak-bola_552bce1d6ea834a81f8b459f. Diunduh pada 6 Juni 2015.

Pandit Football Indonesia. (2014). Brazilian Football and Their Enemies.

Jakarta: Elex Media Komputindo.

Paramartha, T. (2015). Fans Chelsea dan Arsenal lebih mendominasi di Eropa dan Amerika. http://www.goal.com/id-ID/news/1108/sepakbola- inggris/2015/04/23/11043882/grafik-fans-liverpool-dominasi-inggris-asia-dikuasai-fans. Diakses pada 12 April 2015.

Pertiwi, S.A. (2013). Konformitas dan fanatisme pada remaja Korean wave (penelitian pada komunitas SUJU fans club ELF “Ever Lasting Friend”) di Samarinda. E Journal psikologi vol. 1, no. 2, pp.

157-166.

Prakoso, S. (2013). Fanatisme Supporter Sepak Bola Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan. Skripsi. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta; tidak diterbitkan.

Prasetyo, P.D. (2011). Interaksi Sosial dalam Komunitas Supporter Sepak Bola Pasoepati Solo. Skripsi. Surakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS Surakarta; tidak diterbitkan.

Pusat Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan Nasional. (2008).

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Putri, R.A. (2013). “Hubungan Antara Identitas Sosial Dan Konformitas Dengan Perilaku Agresi Pada Supporter Sepak bola Persisam Putra Samarinda”. E Journal Psikologi vol. 1, no. 3, pp. 241-253.

Ridyawati. (2006). Hubungan Identitas Sosial dan Konformitas Kelompok dengan Agresivitas Pada Supporter Sepak bola Persija Jakarta. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Jakarta; tidak diterbitkan.

S. Kennedy, E. (2014). Sepak Bola Seribu Tafsir. Yogyakarta: Indie Book Corner.

S. Nugroho, R. (2013). Pemain Kedua Belas. Yogyakarta: Ekspresi Buku.

Santrock, J.W. (2002). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup Edisi 5 Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sarwono, W.S & Eko. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Sears, D.O. (1985). Sosial Psychology. Jakarta: Erlangga

Siahaan, I. (2012). Pemaknaan fanatisme oleh komunitas ELF of Bandung dalam mendukung boyband Korea idolanya. Skripsi.

Bandung: Universitas Padjajaran; tidak diterbitkan.

Siahaan, P. (2014). The Big Pang Theory Talking Mad About Football.

Jakarta: Elex Media Komputindo.

Siahaan, P. (2014). The Big Pang Theory Talking Nonsense about Football. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sindhunata, (2002). Catatan Sepak Bola Sindhunata: Air Mata Bola.

Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Sindhunata, (2002). Catatan Sepak Bola Sindhunata: Bola-Bola Nasib.

Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Sindhunata, (2002). Catatan Sepak Bola Sindhunata: Bola di Balik Bulan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Smith, J. (2009). Psikologi Kualitatif Panduan Praktis Metode Riset.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudharsono, Y.Y. (2008). Pengaruh Fanatisme Fans Sepak Bola Terhadap Perilaku Membeli Aksesoris Sepak Bola. Skripsi.

Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; tidak diterbitkan.

Suryana, T. (2011). “Konsep dan Aktualisasi Kerukunan Antar Umat Beragama”. Jurnal Pendidikan Agama Islam. 9 (2), 127-136.

Wahyudi, A. (2006). Karakteristik Suporter Persid (Penelitian Pada Perilaku Suporter Sepak Bola Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember). Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jember. Tidak diterbitkan.

Wattimena, R. (2012). Akar-akar Fanatisme.

http://rumahfilsafat.com/2012/11/17/akar-akar-fanatisme. Diakses 23 Juni 2015.

Wikipedia. (2015). Fanatisme. https://id.wikipedia.org/wiki/Fanatisme Diakses pada 16 Agustus 2015.

LAMPIRAN LAMPIRAN

VERBATIM PARTISIPAN 1, MJR

No Judul Tema Verbatim Komentar

1

Dari kapan menjadi fans Man United?

Kalau secara resminya untuk jadi member yang…

sebagai member resminya itu mulai tahun 2014.

Kl gk salah pada bulan maret kl gk salah. Itu kalau secara resminya untuk jadi anggota resminya. Tapi kalau kenal Manchester united nya sendiri itu dari SMA apa ya. Itu waktu itu temen satu kelas Tanya tentang Man United sama Man City. Dia nanya perbedaan antara dua tim itu apa,lalu mulai dari itu saya pertama kali dengar tentang klub yang bernama Manchester United. Tapi karena waktu itu saya tidak tahu e…… antar apa.. tidak tahu mengenai klub-klub sepak bola baik itu domestik ataupun internasional. Tapi saya Cuma tahu sepak bola itu aja nah saya Cuma jawab sembarang aja dari pertanyaan itu. Jadi saya Cuma jawab kalau Manchester united itu adalah klub yang sama halnya kalau di domestik itu Persipura, Persebaya trus kalau Manchester city itu adalah negara seperti timnas Indonesia, timnas Malaysia, dan negara-negara lain sebagainya. Itu yang saya ketahui tentang Manchester United dari awalnya.

1. Itu tadi kan SMA, nah itu tahun berapa ya?

Itu kelas satu SMA 2. Kira-kira tahun?

Itu 2007. Saya kelas satu SMA itu 2007

Subjek menyukai

Manchester United secara resmi sejak Maret 2014.

Namun sebelumnya dirinya sudah mengetahui bahwa sudah mengenal

Manchester United sejak SMA pada tahun 2007

36

3. Lalu setelah itu kenapa kamu mau memilih Manchester United?

4.

Ya… habis ditanya begituan. Apalagi yang nanya ini adalah cewek. Gengsinya minta ampun. Cuma tahu sepak bola padahal gak tahu main bola, tapi dia tahu tentang pertandingan sepak bola, klub-klub sepak bola. Saya juga ehh… sedikit malu jawabnya karena saya tahu main sepak bola, tapi gak tahun tentang seluk beluk sepak bolanya.

Timnya, terus mengenai hal-hal lain sebagainya.

Maka dari itu saya searching tentang Manchester United, waktu itus aya dapat tentang story Manchester United itu tentang e….. Sir Alex Ferguson. Ya tentang manager sekaligus pelatih Manchester United yang sangat dikenal oleh fans-fans Manchester United.

Lalu, kenapa kamu bisa langsung suka? Padahal kamu tadi tahunya baru tahun 2007?

Dari hasil searching itu saya dapet cerita ya dimana awalnya SAF itu yang dia adalah pemain sepak bola. Lalu terus dia melatih tim sepak bola salah satu tim. Terus direkrut sama Manchester United. Dari yang mana dari awalnya melatih itu tidak sesukses Manchester United saat ini yang dikenal sebagai tim raksasa. Yang mana dia melatih Manchester United dari yang awalnya eee awalnya itu eeee bisa dibilang tidak langsung sukses dari dia melatih yang… ya.. dari.. ehh..

apa.. apa ya… bisa dibilang tidak langsung sesukses ya.. tim saat dia melatih Manchester United saat ini. Dari dimana dia mengalami kegagalan, kemudian menduduki posisi-posisi yang masuk zona degradasi,dan sampai akhirnya si sir alex ferguson ini…. Menjadi pelatih yang sangat dibanggakan oleh fans-fans United. Sama saya sendiri dia pelatih yang benar-benar hebat.

5. Selain faktor Sir Alex itu sendiri, ada alasan lain gak memilih Manchester United?

Subjek menjadikan

Manchester United sebagai klub idola karena gengsi diberi pertanyaan tentang Manchester United dari teman perempuannya.

Setelah itu dirinya pun mencari unfo tentang klub Manchester United

Subjek mengdolakan Manchester United karena faktor SAF (Sir Alex Ferguson) sebagai manager paling sukses sepanjang sejarah Manchester United

Subjek menjelaskan factor lain mengapa dirinya menyukai Manchester United yaitu dari pola atau alur permainan Manchester United yang mengandalkan serangan dan umpan silang dari sayap

77

Permainannya mereka 1. Seperti apa permainannya?

2.

Permainan waktu di jamannya Sir Alex Ferguson itu kan terkenal dengan ahh… cross-cross (umpan silang) nya mereka. Cross dari samping. Alur permainannya itu saya sangat senang. Serangan dari samping/sayap terus menyusur masuk maju ke depan lalu cross dari samping. Karena menurut saya serangan yang diawali dari samping itu kan tekanannya tidak sebesar kalau kita menyerang dari tengah. Kalau dari tengah itu kan itu bisa aja dapet gangguan dari lawan baik dari depan, belakang, kiri , kanan. Tapi kalau dari sayap, itu Cuma dapet gangguan itu kalau gak dari depan terus salah satu dari samping kita. Kan salah satu samping yang sebelah itu kan sudah garis pinggir lapangan. Kalau menurut saya dari situ gangguan serangan dari samping itu gak seberat kalau dari tengah. Cuma kalau disitu kita mengandalkan kecepatan. Menurut saya itu kecepatan…. Dari situ saya senang karena type permainan sayap mereka.

Pandangan subjek terhadap rival-rival United

1. Kalau kamu sendiri melihat rival Manchester United di setiap pertandingannya?

2.

Pandangan –pandangan gimana maksudnya 1. Maksudnya pendapatmu tentang rival?

2.

Karena sudah terlalu sering menonton Manchester United. Tapi begitu lihat tim-tim rival selain Manchester United itu bermain rasanya berbeda.

Seolah-olah permainan mereka itu hancur, alur permainan gak jelas dibandingkan dengan Manchester United. Padahal… ehh… kadang mereka juga menang dengan permainan yang begitu. Sedangkan Manchester United kadang kalah juga dengan filosofi permainan yang mereka

Subjek menganggap bahwa rival-rival United memiliki permainan yang

menurutnya tidak sebagus tim favoritnya.

118

pakai pada saat itu. Oleh karena itu dibandingkan

pakai pada saat itu. Oleh karena itu dibandingkan

Dokumen terkait