BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
4.6.1. Pengaruh Dividen Payout Ratio Terhadap Har ga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bur sa Efek Indonesia
Variabel dividen payout ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ardianto (2011) dalam Sri Zuliarni (2012) yang membuktikan bahwa DPR berpengaruh terhadap harga saham, dimana ia menyatakan berpengaruhnya DPR mengindikasikan bahwa investor akan lebih tertarik dengan dengan adanya penawaran deviden oleh perusahaan yang nantinya akan memberikan keuntungan kepada para investor.
Ditolaknya DPR terhadap harga saham perusahaan manufaktur mengindikasikan bahwa deviden yang dibayarkan oleh emiten kepada para pemegang saham tidak menyebabkan naiknya nilai perusahaan. Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar dari perusahaan manufaktur dalam membagikan atau membayar besarnya dividen kepada para pemegang saham tidak sesuai dengan harapan para pemegang saham, sehingga kebijakan dividen yang dilakukan oleh pihak perusahaan yang diumumkan melalui laporan keuangan tahunan bukan merupakan informasi yang relevan bagi pemegang saham dalam membuat keputusan investasi, yakni melakukan jual beli saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Semakin tinggi DPR yang ditetapkan perusahaan, semakin besar keuntungan yang akan diterima oleh investor tersebut. Hal ini juga sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Slamet (2004) dalam Sri Zuliarni (2012), dimana
64
buruk karena dianggap perusahaan membutuhkan dana. Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki resiko yang tinggi cenderung memiliki DPR yang lebih kecil supaya nanti tidak memotong deviden jika laba yang diperoleh turun, akibatnya investor cenderung menghindari sahamnya. Investor cenderung menyukai perusahaan yang memiliki tingkat DPR yang tinggi karena dianggap mampu memberikan keuntungan yang lebih baik dengan tingkat kepastian yang lebih baik.
Fluktuasi pada perusahaan manufaktur ini memiliki pengaruh besar terhadap seluruh rangkaian proses produksi maupun aktivitas modern, sehingga apabila terjadi kenaikan atau penurunan harga pada perusahaan manufaktur tentu saja memiliki pengaruh besar terhadap seluruh kegiatan perekonomian dan kehidupan masyarakat. Dimana jika fluktuasi harga komoditas perusahaan manufaktur sedang tinggi dan jika ingin berinvestasi jangka panjang, sebaiknya tidak bermain di saham-saham komoditas. Hal itu dikarenakan bahwa harga komoditas tersebut dapat turun, dan tentu saja dapat naik lagi. Semua tergantung pada para investor. Apakah para investor dapat mengambil resiko tersebut? Dimana dengan resiko yang lebih tinggi, investor perlu mendapatkan return yang lebih tinggi pada saham-saham tersebut dimana kebijakan dividen tidak dapat di jadika suatu patokan atau signalinguntuk berinvestasi. Jika para investor merasa tidak akan mendapatkan return yang lebih tinggi, hindarilah saham-saham pertambangan/ komoditas tersebut.
Berdasarkan uraian di atas bahwa DPR tidak berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufakktur, sebab DPR merupakan keputusan mengenai kebijakan deviden, apakah earning dibagi dalam bentuk deviden atau sebagian
diinvestasikan kembali. DPR menunjukkan besarnya laba yang akan dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Alasan DPR dijadikan variabel dalam penelitian ini dikarenakan DPR dianggap memiliki pengaruh terhadap harga saham. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perusahaan, yaitu jika perusahaan yang mempunyai risiko tinggi cenderung untuk membayar DPR lebih kecil. Sebaliknya, jika perusahaan mempunyai risiko rendah cenderung untuk membayar
DPR lebih besar.
4.6.2. Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Har ga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bur sa Efek Indonesia
Variabel DER berpengaruh terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Makhtaruddin dan Romalo (2007) yang menyatakan bahwa debt to
equity ratio tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam mendanai aktivanya cenderung menggunakan modal sendiri (internal financing) yang berasal dari laba ditahan dan modal saham daripada menggunakan hutang. Kecukupan dana yang dimiliki perusahaan untuk membiayai aktivanya yang diperoleh dari modal sendiri membuat perusahaan mengurangi proporsi hutangnya. Penggunaan hutang yang berlebihan akan mengurangi manfaat yang diterima atas penggunaan hutang karena manfaat yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang ditimbulkan, sehingga proporsi hutang yang rendah dapat meningkatkan harga saham dan sebaliknya peningkatan hutang dapat menurunkan harga saham.
66
Berdasarkan uraian di atas bahwa DER berpengaruh terhadap harga saham artinya, perusahaan dalam mendanai aktivanya cenderung menggunakan modal sendiri (internal financing) yang berasal dari laba ditahan dan modal saham daripada menggunakan hutang
4.6.3. Pengaruh Pr ofitabilitas Ter hadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bur sa Efek Indonesia
Variable ROE berpengaruh terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Makhtaruddin dan Romalo (2007) yang menyatakan bahwa return
on equity tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.
Hal ini meunjukkan bahwa semakin tinggi ROE berarti semakin baik kinerja perusahaan dalam mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut dapat menggunakan modal dari pemegang saham secara efektif dan efisien untuk memperoleh laba. Dengan adanya peningkatan laba bersih maka nilai ROE akan meningkat pula sehingga para investor tertarik untuk membeli saham tersebut yang akhirnya harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan.
ROE menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Rasio ini penting bagi pihak pemegang saham yaitu untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pengelolaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efisien penggunaan modal sendiri yang dilakukan pihak manajemen perusahaan. Naiknya rasio ROE dari tahun ke tahun pada perusahaan berarti terjadi adanya kenaikan laba bersih dari perusahaan yang bersangkutan. Naiknya laba bersih dapat dijadikan salah satu indikasi bahwa nilai perusahaan juga naik karena naiknya laba bersih sebuah perusahaan yang bersangkutan akan menyebabkan harga saham yang berarti juga kenaikan dalam harga saham perusahaan manufaktur.